
"sayang kamu nangis? kenapa?"tanya adrian Khawatir takut sesuatu terjadi pada kandungan aulia akibat berjalan jauh tadi.
"hiks...hiks...mas...."aulia langsung berhamburan ke dalam pelukan adrian dan menangis mengingat masa masa sebelum ibunya tiada.
"Sayang ada apa?"tanya adrian.
"aku merindukan mamah mas...hiks... kenapa mamah harus meninggalkan ku secepat ini"jawab aulia.
"sudah sayang mamah sudah bahagia disana dan dia akan sedih jika melihatmu begini"ucap adrian melepas pelukannya dan menyeka air mata aulia.
"Sekarang minum susunya ya"tutur adrian memberikan susu yang dua seduh tadi.
Aulia meminum hangatnya susu buatan adrian dan anehnya rasanya jauh lebih enak dibanding buatannya.
"mas apa ini susu yang sama?"tanya aulia mengangkat gelas yang berisi susu sedikit.
"tidak ini susu yang sama, kenapa?"tanya adrian balik.
"kenapa rasanya jauh lebih enak ya daripadanya buatanku sendiri"jawab aulia.
"ahh aku tahu mungkin anakku ini maunya papah yang membuatnya"ucap adrian kemudian menunduk dan mencium perut aulia.
"oh jadi kamu tidak mau susu buatan mamah ya...mmm awas ya nanti kalo papah marahin kamu terus ngadu sama mamah"aulia bicara pada perutnya seperti seorang ibu yang bicara pada anaknya.
"papah kan gak akan marahin aku karena aku akan menjadi anak yang baik dan nurut sama mamah dan papah"jawab adrian menirukan suara anak kecil.
Aulia memandang wajah adrian begitupun sebaliknya, perlahan Adrian mendekati wajahnya ke wajah aulia, Aulia sudah mengalungkan tangannya dileher adrian bersiap menerima ciuman suaminya tapi,,,,,
Blappp....
tiba-tiba lampu padam membuat keduanya terkejut terutama aulia.
"Mas ahh aku takut"aulia langsung memeluk tubuh adrian.
"tenang sayang aku tadi beli lilin, bentar aku ambil didapur kamu tunggu sini ya"ucap adrian melepas pelukan aulia.
"engga mas aku ikut"aulia dengan cepat kembali ke pelukan adrian.
Adrian kembali ke dapur untuk mengambil lilin yang dia beli dan menyalakan nya di dapur.
"bentar aku nyalain lilin dulu, kamu lepas sebentar ya"ucap adrian lembut.
__ADS_1
Aulia melepaskan pelukannya tapi mencengkram baju bagian bawah yang dikenakan Adrian.
Adrian merangkul aulia dan kembali membawa nya ke kamar kemudian mendudukkannya di tepi ranjang.
"mas tangan kamu pasti pegel kan?"tanya aulia meraba tangan kekar adrian.
"engga kok"jawab adrian berbohong sesungguhnya memang benar kedua tangannya itu benar-benar terasa pegal.
"kamu jangan bohong, bentar aku ambil minyak angin tadi aku bawa"aulia meraih tas kecil miliknya yang kebetulan ada dikasur.
Aulia mengambil sebelah tangan Adrian kemudian mengoleskan nya dengan minyak tersebut.
"tuh keras banget pasti rasanya kebas ya?maaf ya mas"ucap aulia tangannya masih aktif memijat tangan adrian.
"Sudah sayang tidak apa apa ini hanya pegal sebentar aja kok"ucap adrian.
Aulia tidak menggubris perkataan suaminya dia tetap melakukan pijatan itu ditangan kanan dan kiri adrian.
"kamu gak capek dari tadi mijitin aku gini?"tanya adrian.
"engga kok mas"jawab aulia tersenyum.
"mas ini ganti baju sana nanti gantian"titah aulia memberikan baju milik adrian.
"aku ganti disini aja deh disana kan gelap aku takut"jawab adrian.
"takut...tadi gak ada takutnya sekarang kenapa jadi takut"pekik aulia.
Adrian tetap tidak ingin berganti baju di kamar mandi dia memilih menggantinya di depan istrinya.
"mas Kenapa main buka bukaan disini"aulia memekik kaget dan menutupi wajahnya dengan tangan dan jari jari yang terbuka.
"sayang kalo mau gak usah ditutupin lagian mana ada orang menutupi wajahnya dengan jari jari yang terbuka begitu"goda adrian sambil memakai baju nya.
Aulia berbalik menyembunyikan wajahnya yang sudah seperti kepiting rebus itu.Tiba tiba sebuah tangan kekar melingkar di perutnya.
"Aku sudah selesai sayang"ucap adrian sembari meniup telinga aulia.
"mas sekarang gantian aku mau ganti baju, kamu keluar ya"pinta aulia gugup.
"kenapa?aku sudah melihat semuanya bahkan mencicipi nya"ucap adrian mengigit kecil telinga aulia.
__ADS_1
Tubuh Aulia terperanjak kaget atas perlakuan Adrian, tubuhnya berdesir tanpa sadar dia berbalik dan mencium bibir suaminya.
Adrian membalas ciuman aulia, tangannya perlahan membuka satu persatu pakaian yang dikenakan aulia hingga menyisakan pakaian dalamnya saja.
Adrian menggiring aulia berbaring dikasur namun ketika adrian berada diatas tubuh aulia, Aulia memutar posisi nya sampai kini aulia yang ada diatas.
"tanganmu pasti pegal sayang,malam ini biar aku yang pimpin"ucap aulia sudah duduk diatas tubuh adrian.
Adrian menarik wajah Aulia dan kembali mencium bibir istrinya, tangan Adrian sudah bergerilya kemana mana sampai meloloskan desahan dan lenguhan dari bibir keduanya.
suasana desa yang dingin dan gelap menjadi saksi pasangan yang sedang dibakar gairah itu, hampir 1 jam mereka bermain sampai aulia tumbang diatas tubuh kekar suaminya.
"ternyata semakin kesini permainan mu semakin berbahaya sayang"ucap adrian.
"itu Karena aku bergaul denganmu"jawab aulia spontan.
"hahahaha ya baiklah baiklah sekarang ayo tidur"ucap adrian kemudian membaringkan Aulia disampingnya.
"Cium dulu"ucap Aulia manja seraya memanyunkan bibirnya.
"Dasar manja"pekik adrian.
"biarin wleee toh kamu juga suka kan?"bisik aulia dengan suaranya yang menggoda.
"jangan membuatku ingin memakan mu lagi"balas adrian.
"kalo begitu cium aku"pinta aulia.
CUP
"sudah kan?"tanya adrian setelah mencium bibir istrinya.
"Sudah"jawab aulia kemudian memeluk adrian dengan erat.
Dan akhirnya mereka sama sama tertidur dalam keadaan perut kosong.
jangan lupa like dan komen ya 🤗🙏
JANGAN LUPA VOTE JUGA YA KARENA 10 VOTE DARI KALIAN SANGAT BERARTI UNTUKKU 😉
BERSAMBUNG.......
__ADS_1