Menikahi Pria Cacat Demi Ayah

Menikahi Pria Cacat Demi Ayah
BAB 114


__ADS_3

Adrian duduk di sebelah istrinya yang sudah duduk manis di kursi penumpang sedangkan nisa duduk di kursi depan berdampingan dengan suaminya.


"Sayang kamu gak apa apa?apa perampok tadi menyakiti mu atau anak kita?apa kita perlu ke dokter?"tanya adrian bertubi tubi membuat aulia bingung menjawabnya.


"mas pertanyaannya banyak banget,satu satu dong"protes aulia.


"Bagaimana keadaanmu sekarang?"tanya adrian lembut meraih tangan aulia dan menciumnya.


"Aku gak apa apa mas, lagipula tuan bram sudah menolongku tadi"jawab aulia.


"Kamu juga gak apa apa kan?"tanya han tidak terkesan romantis sama sekali berbeda dengan adrian tadi karena dirinya fokus pada jalanan di depannya.


"Nanya apa ngintrogasi?"ketus nisa.


"Huft... sayang kamu tidak apa apa?"tanya han lembut setelah membuang nafasnya dan mengentikan mobilnya di pinggir jalan.


Bukan tidak ingin mengatakan kata romantis pada nisa tapi Han masih punya cukup malu jika harus bermesraan di depan adrian dan aulia tidak seperti keduanya yang dimana saja jadi.


"Ihh terpaksa gitu ngomongnya"protes nisa lagi.


"Salah lagi"Gumam han.


"Membujuk istri yang ngambek jauh lebih menyulitkan dibanding mengurus 10 perusahaan"bisik adrian melalui celah kanan jok mobil.


"Sayang, kamu gak apa apa kan?aku khawatir"tanya han lagi namun nisa masih membuang mukanya.


Aulia berusaha menahan tawa melihat tingkah konyol sahabatnya itu,nisa benar benar berbeda dengan nisa yang aulia kenal dulu.


"Astaga nisa ingin sekali saat ini aku membully mu"batin aulia tertawa geli.


Karena sudah mulai kesal,han menarik wajah nisa sehingga wajah keduanya saling berhadapan. Adrian yang paham dengan situasi menarik tangan istrinya keluar dari mobil.


"Kok keluar?"tanya aulia polos.


"Emang mau nonton itu 2 orang?"tanya adrian balik.


"Oh"jawab aulia hanya ber oh ria.


"Kok oh doang?"tanya adrian membuat aulia bingung.


"Lah terus?"tanya aulia menautkan alisnya.


"Gak minta di cium juga"jelas adrian.


"Kamu lagi puasa"tolak aulia.


"Hei, mereka sedang sama sama puasa"ucap adrian dan aulia berbarengan mengingat keduanya sedang puasa jika mereka sampai cup berarti mereka batal.


Tok...tok..tok..


Adrian mengetuk kaca mobil bagian depan membuat han dan nisa turun.


"Ada apa tuan?apa sudah selesai?"tanya han menunduk.


"Apa maksudnya? seharusnya aku yang bertanya, apa sudah selesai?"saut adrian.


"Nisa kau kan sedang puasa, kenapa tidak menolak ciuman dari han? puasa mu batal"desis aulia.

__ADS_1


"Hah??!"kejut nisa dan han.


"Baru sadar?"tanya adrian dan aulia melipat tangan didada.


"Nona anda salah,tadi kami tidak melakukan apapun justru kami pikir kalian yang sedang bermesraan"ucap han.


"Loh kok jadi kami?"tanya adrian.


"Iya pak,anda dan aulia keluar dari mobil kami pikir kalian ingin bermesraan di luar"jelas nisa.


"Justru kami keluar karena melihat han yang ingin mencium mu nis"saut aulia.


"Itu tidak benar nona, kami juga ingat saat ini kami sedang puasa mana mungkin kami melakukan itu"Ucap han.


"Aghh audeh, mending ngabuburit yuk"ajak adrian.


"boleh tuh,kita ke bazar ramadhan aja banyak makanan loh"saut aulia antusias.


"Ya sudah ayo, silahkan"tutur han mempersilahkan aulia dan adrian masuk lebih dulu.


Mobil yang dikendarai han melaju kembali menyusuri kota yang ramai oleh orang yang siap berbuka puasa,tak sedikit di pinggir jalan banyak yang membagikan makanan berbuka gratis (takjil).


"Besok aku puasa ya mas"ucap aulia.


"Jika memang kamu niat dan kuat, silahkan sayang tapi pesanku jika memang kamu tidak kuat jangan di paksa"jawab adrian.


"Li?"panggil nisa menunjuk jajanan pasar kesukaan aulia.


"Han berhenti disini"pinta aulia membuat han terkejut dan menginjak rem tiba tiba.


"Sayang jangan tiba tiba gitu ngomongnya, kasihan han jadi kaget"ucap adrian yang juga terkejut.


"Ayo sayang"ajak nisa.


"Bentar sayang kita harus parkir dulu kalo enggak bisa diangkut nih mobil"jawab han.


"oh iya baiklah"ucap nisa mengantar han dulu untuk memarkirkan mobilnya.


Mata Aulia berbinar melihat jejeran kue tradisional yang sebagian besar kesukaannya.


"Silahkan neng"ucap si penjual.


"kamu mau yang mana?"tanya adrian yang sudah siap mengambil kue yang ditunjuk istrinya.


"Yang ini, ini, ini, semuanya mau"jawab aulia.


"Oke"balas adrian dan mengambil semua jenis kue yang terjejer di meja persegi panjang itu.


Nisa dan han datang kemudian mengambil kue yang akan mereka jadikan sebagai pemanis berbuka puasa.


"Sayang,apa yang ayah suka?"tanya adrian.


"Ayah?"tanya aulia meminta penjelasan mengapa Adrian tiba tiba bertanya tentang ayahnya.


"Kamu pasti lupa,kita kan berbuka sama ayah di rumah kamu"jelas adrian.


"Astagfirullah lupa aku mas,yuk kesana kita beli"aulia menarik tangan adrian untuk membeli takjil kesukaan herman.

__ADS_1


"Sayang maaf ya"ucap nisa.


"Maaf untuk?"tanya han tidak mengerti.


"Iya aku gak siapin menu buat kamu berbuka, tapi besok aku janji akan masak buat buka puasa kita"jawab nisa.


"Iya sayang gak apa apa,oh iya bagaimana dengan skripsinya?"tanya han.


"Alhamdulillah baik, terimaksih sudah membantu"tutur nisa merangkul manja lengan suaminya.


Setelah membeli takjil untuk berbuka bersama sang ayah dan eva tentunya, aulia dan Adrian bergegas menuju rumah ayah aulia.


Sesampainya di rumah ayah aulia, terlihat mobil rio sudah terparkir di halaman.


"Kalian tidak sekalian berbuka disini?"tanya aulia.


"gak usah li,kami pulang aja"Jawab nisa.


"Han bawa saja mobilnya,besok jangan lupa datang lebih awal banyak yang harus kita siapkan untuk di Surabaya"tutur adrian.


"Baik tuan"jawab han mengangguk.


Aulia dan Adrian masuk dengan mengucap salam,eva dan rio yang menyambut kedatangan keduanya.


"Assalamualaikum"salam aulia dan adrian.


"waalaikumsalam"


"Kalian sudah datang, kemari"ucap eva.


"kau berbuka disini?apa sudah bilang sama papah dan mamah?"tanya adrian.


"Sudah, lagipula mamah dan papah berbuka bersama teman kampus mereka"jawab rio.


"oh baiklah"balas adrian.


"Ayah mana va?"tanya aulia yang tidak melihat sang ayah.


"Dikamar lagi ngaji"jawab eva.


Waktu berbuka sudah hampir tiba,herman keluar dan betapa senangnya dia melihat ada aulia dan Adrian disana.


"Assalamualaikum ayah"salam adrian kemudian mencium punggung tangan herman bergantian dengan aulia.


"Ayah senang kalian bisa datang dan berbuka disini"ucap herman senang setidaknya dia bisa berkumpul dengan anak anaknya di puasa pertama.


"Ayah,jika nantinya eva menikah ayah akan tinggal sendiri"ucap aulia tiba tiba memikirkan ayahnya ketika tidak ada eva.


"Ayah memang sudah tua, tapi ayah masih mampu untuk menjaga diri nak jadi jangan khawatir"saut herman.


"Jika ayah mau, nanti ayah bisa tinggal bersama kami atau aku akan belikan ayah rumah yang dekat dengan rumah kami"ucap adrian.


"hahaha itu tidak perlu nak, cukup lihat aku 1 bulan sekali itu sudah cukup"balas herman.


"Aku pasti akan sering datang kesini juga paman"ucap eva.


"ya sudah,ayo sebentar lagi berbuka"ajak Herman.

__ADS_1


KOMENNYA YANG POSITIF AJA YA HEHEHE TAPI KALO MAU KASIH SARAN SOK ATUH 😂😂


BERSAMBUNG......


__ADS_2