
hujan turun dengan deras membasahi kota yang terkenal dengan pahlawannya,adrian sudah berbaring dan menarik selimut menikmati malam yang dingin bersama istrinya meski hanya melalui panggilan video.
"Kenapa belum tidur? pasti kamu capek mas seharian bekerja"
"Semua rasa capek ku hilang setelah melihat wajahmu sayang, sayang aku rindu baby"
"sini dong cepet pulang kalo rindu,nih dia nendang aku mas"
"Sayang aku mau cepet pulang"
"*semangat bekerjanya ya sayang,aku akan selalu mendoakan mu dari sini,I love you dad"
"Love you to mom*"
Dan mereka dua terlelap tanpa memastikan panggilan video nya.
***
Sungguh kegembiraan untuk adrian dan kedua rekan kerjanya yang tak lain adalah han dan rio, bukan tanpa alasan ketiganya bahagia tapi karena pembangunan pabrik milik jovanka yang sebagain besar saham di pegang oleh adrian itu mengalami peningkatan lebih cepat dari rencana pembangunan sebelumnya.
"Ahhh syukurlah,lusa kita bisa kembali ke Jakarta. Oh astaga aku sudah tidak sabar ingin menikahi eva"ucap rio menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang adrian.
"Ya,kau benar aku juga tidak sabar untuk menanti kelahiran putriku"balas adrian.
"Dan saya tidak sabar membuatkan adik untuk anak anda tuan"sambung han membuat adrian dan rio terkekeh.
Dibalik kebahagiaan ketiganya,2 sosok wanita tak kasat mata itu eh salah,2 wanita jahat itu merasa tidak senang karena masih banyak rencana mereka yang belum terlaksana sedangkan kebersamaan mereka akan lenyap dalam hitungan hari.
"Bagaimana ini?kita bahkan belum melakukan apapun"ucap bela mondar-mandir bak setrikaan itu.
"Aku juga tidak tahu, Astaga Adrian itu sangat pandai dalam mengurus pembangunan ini makanya bisa secepat yang kita rencanakan sebelumnya"balas jovanka juga bingung.
"Aku rasa kita harus melakukan rencana finalnya besok dimana ada pesta perpisahan dan keberhasilan pembangunan yang lebih cepat"ucap bela memutar otaknya.
"Apa?!tapi bagaimana dengan....,"
"Sudah kau diam saja, percuma bicara denganmu serahkan semuanya padaku"potong bela membanggakan dirinya seakan semua rencananya akan berhasil.
"Kau sok pintar sekali,awas jika semua yang kita susun gagal begitu saja"Desis jovanka menarik sudut bibirnya ke atas.
"Tenanglah"balas bela acuh.
Adrian menghubungi aulia dengan semangat yang menggebu-gebu, setelah dua Minggu menjauh dari istri dan calon anaknya membuat adrian sangat bahagia karena bisa kembali ke keluarga kecilnya.
"Halo sayang??"
"mas,ada apa?"
"Sayang aku ada kabar baik"
__ADS_1
"apa sih mas?kok heboh banget kayanya?"
"Aku akan pulang lusa karena pembangunan yang di rencanakan sebelumnya ternyata lebih cepat karena kerja sama tim ku"
"Tapi mas bukankah itu masih 10 hari lagi?"
"Mungkin Allah tau ada malaikat kecil yang menanti aku karena itu proyek pembangunan disini di mudahkan,jadi tunggu aku sayang"
"beneran mas?? Alhamdulillah ya udah aku tunggu kamu disini sayang"
"Dikasih hadiah kan aku?"
"Kasih dong, apapun aku kasih oh iya mas jangan lupa lapis Surabaya nya"
"beres sayang"
Setalah telepon dimatikan adrian melanjutkan pekerjaannya yang hanya tinggal sedikit itu, sementara di lain tempat aulia berjingkrak gembira mendengar kabaf kepulangan suaminya bahkan nisa dan eva memandang bingung pada wanita hamil itu.
"Apa sih girang banget kaya abis dapet door prize aja?"tanya Eva menatap bingung.
"Iya, jangan bilang adrian dan yang lain akan pulang lusa"ucap nisa hanya menebak namun siapa sangka justru tebakannya benar.
"Emang iya"balas aulia membuat keduanya melotot.
"Seriusan?"tanya Nisa dan Eva serempak di balas anggukkan oleh aulia.
"Yes,jadi nikah dong aku"teriak eva yang juga gembira karena beberapa hari lalu rio mengatakan akan menikahinya setelah pulang dari Surabaya.
"Kalian kenapa?"tanya baim yang baru datang karena kini ketiganya sedang berada di rumah ayah aulia.
"Ahh Lo kepo aja be, udah ah sana bukannya kerja Lo malah ikut bolos kaya gw"cibir eva.
"Yailah bos nya kan calon laki lo,boleh lah kali kali ngelanggar"balas Baim duduk di sebelah Eva.
"Eh im,btw lo jomblo aje gak niat nyari pasangan gitu?"tanya aulia.
"Ahh males gw, lebih enak jomblo bisa deketin cewe mana aja"jawab baik acuh.
Plakk
"Dasar kadal buntung"umpat eva setalah memukul bahu sahabatnya.
"Va aku udah cari asisten rumah tangga yang bisa bantu ayah nanti,kan gak mungkin ayah ngelakuin semuanya sendiri setelah kamu nikah"ucap aulia teringat beberapa hari ini dia sedang mencari asisten rumah tangga.
"Mmm gini aja, be lo mau gak tinggal disini sama paman? itung itung Lo irit sewa kos. Lo cukup bantu paman aja urusan masak nanti gw cari asisten rumah tangga yang rapih pulang"Tanya Eva menawarkan.
"Bener banget tuh,kan jadi sama sama enak"Ucap nisa membenarkan.
"Gw si oke oke aja, yang jadi masalah paman mau gak serumah Ama gw?"tanya Baim.
__ADS_1
"Selama lo punya akhlak ya gw rasa oke"Jawab aulia.
"Ya punya lah, sembarangan aje lo ibu bos"balas Baim
"Ya udh nanti biar gw tanya paman deh"ucap eva.
"Ini udah siang Li, balik yuk"ajak Nisa melirik jam dinding di ruang tamu.
"Ya ampun baru jam 1, tunggu deh kok paman belum pulang ya?padahal hari ini kan cuma setengah hari"ucap Eva.
"Assalamualaikum"tak lama Seorang pria paruh baya masuk dan mengucapkan salam.
"Ayah?!!!!"panggil aulia berlarian ke pelukan herman.
"Aulia?!nak kamu kesini?"tanya herman senang dan membalas pelukan putrinya.
"iya ayah,ayah apa Kabar?maaf aku jarang kesini"tanya aulia seraya melepaskan pelukannya.
"Alhamdulillah baik nak, bagaimana keadaan cucu ayah?"tanya herman.
"Alhamdulillah baik yah dan sebentar lagi dia akan lahir menggangu ayah"jawab aulia diakhiri kekehan yang diikuti Herman juga.
"Paman aku mau ngomong"ucap eva ketika aulia mengajak herman untuk duduk di sofa.
"Ada apa nak? semua baik baik saja kan?"tanya Herman.
"Begini paman, insyaAllah aku akan menikah dengan rio dalam waktu dekat. Aku dan aulia tidak enak jika meninggalkan paman sendiri jadi aku berencana untuk Baim tinggal disini menemani paman,apa paman setuju?"tanya Eva.
"Paman senang kamu sebentar lagi akan berumahtangga seperti aulia dan untuk baim,paman akan Sangat bahagia jika kamu bisa tinggal disini jadi ada temen main catur kan paman"jawab herman menepuk bahu Baim.
"Beneran paman?baim janji akan bayar uang sewa juga kok"ucap Baim.
"Ngomong apa sih kamu im, kamu udah seperti putra paman jadi jangan sungkan lagipula tujuan kamu tinggal disini itu agar meringankan uang sewa kos percuma dong kalo bayar juga mah"ujar herman dibalas senyuman oleh Baim.
"Ayah gak kangen aku gitu?"tanya Nisa yang sejak tadi cemberut.
"ohh astaga anak ayah juga ada disini?? aduh jangan sedih ya cantik karena di tinggal suami nugas ke luar kota"Ucap herman sedikit meledek nisa.
"Ahh ayah jangan ikutan meledekku"protes nisa memiliki herman erat.
"Baiklah,ayah minta maaf ya"Tutur herman diangguki nisa.
"Ayah memang ayah terbaik"Ucap aulia ikut memeluk herman.
"Aku ikutan"ucap eva ikut memeluk.
LIKE DAN KOMEN POSITIF YA 😉😂
BERSAMBUNG.......
__ADS_1