Menikahi Pria Cacat Demi Ayah

Menikahi Pria Cacat Demi Ayah
BAB 109


__ADS_3

Adrian kembali ke rumahnya bersama rio,jam menunjukan pukul 22:30 sudah cukup malam sepertinya aulia dan yang lain sudah tertidur karena suasana rumah yang sudah sangat sepi.


"Han kau boleh pulang, terimaksih untuk hari ini"ujar Adrian.


"baik tuan kalo begitu saya permisi, selamat malam"saut han menunduk hormat.


"Hati hati"pesan rio dibalas anggukan kepala oleh han.


Setelah kepergian han menggunakan mobilnya,adrian masuk di susul oleh rio yang menekuk wajahnya seperti pakaian kusut.


"Wajahmu sudah jelek jangan di jelek jelekin lagi"sindir adrian tanpa melihat rio.


"Semua ini gara gara kau, Minggu depan aku harus berjauhan dengan eva dan ikut bersama mu ke Surabaya selama 1 bulan.Bagaimana aku tidak kesal huh"decih rio.


"Anggap saja ujian cinta sebelum pernikahan"ujar adrian dengan entengnya kemudian masuk ke dalam kamarnya.


"Punya adik sifatnya kata tembok,udah gak tahu malu keras pula"cibir rio.


Adrian menutup pintu kamar dan tak lupa menguncinya kemudian melemparkan jas nya asal.Sambil berjalan mendekati ranjang, adrian membuka 2 kancing kemejanya dan 3 kancing di pergelangan tangannya.


"Sayang???"bisik adrian.


Aulia menggeliat namun tidak membuka matanya. Adrian terkikik geli melihat tingkah istrinya yang lucu ketika tidur, ia bangun langsung menuju kamar mandi untuk berganti pakaian yang sudah di siapkan oleh istrinya.


"Terimaksih sayang karena sudah menyiapkan pakaianku"Bisik adrian lagi kemudian mencium kening aulia.


15 menit di kamar mandi, adrian keluar dengan bau harum maskulin nya kemudian berbaring di samping aulia dan memeluknya sambil sesekali membelai wajah aulia yang cantik.


"Selamat malam sayang"ucap adrian mencium bibir aulia cukup lama kemudian melepaskan nya.


Adrian menggeser tubuh aulia pelan kemudian menyadarkan kepala Aulia di dada bidang miliknya hingga akhirnya ia ikut ke alam mimpi bersama aulia.


Pyurrrr


Di tempat lain, jovanka menyiram bela dengan segelas air rasanya saat ini dia begitu geram pada bela yang hanya sibuk minum dan merokok saja.


"Bangun kau,jika tidak mau bangun akan ku siram dengan bensin biar sekalian aku bakar"ucap jovanka kesal.


"aghhh kenapa sih?"tanya bela tak kalah kesal.


"kau tanya kenapa?sudah hampir 2 jam aku hanya memperhatikan mu yang minum dan merokok dan sekarang kau tanya kenapa?"ucap jovanka menaikan suaranya.


"Tidak perlu berteriak,aku tidak tuli"Cibir bela kemudian dengan sekuat tenaga di mencoba untuk duduk tegak di pinggir ranjang.


"Aku sudah mengatur jadwal pembangunan pabrik di Surabaya dan jadwalnya Minggu depan.Kau siap dengan rencanamu?"tanya jovanka.


"Jangan khawatir semua sudah aku susun dengan rapi"jawab bela membentuk huruf o menggunakan jarinya.


"oh iya besok ada acara di rumah dierja katanya acara 7 bulanan aulia"ucap jovanka sontak membuat bela membulatkan matanya.


"Jadi bayi itu selamat?!"tanya bela.


"apa maksudmu?"tanya jovanka tidak mengerti.


"Terakhir kali aku bertemu dengan keluarga kaya itu aku sempat menusuk aulia menggunakan pisau dan disana posisinya aulia sedang mengandung"jawab bela menjelaskan.


"lalu apa masalahnya?"tanya jovanka yang belum mengerti.


"dasar bodoh, tentu saja masalah karena bayi itu akan menjadi pewaris keluarga dierja meskipun nantinya jika aulia tiada"jelas bela.


"heuh,kalo begitu kita lenyapkan keduanya"ucap jovanka tersenyum iblis.


"Ya tentu saja"saut bela.


"Awas jika rencanamu gagal"desis jovanka menunjuk wajah bela.


"ya tenang saja,sudah sana pergi!"usir bela namun karena tidak mau ambil pusing Akhirnya jovanka pergi meninggalkan kamar hotel bela.


***


Keesokan harinya, aulia sudah di make up natural oleh seorang MUA terkenal yang sengaja di undang oleh Sarah.Make up natural dengan baju berwana putih berhias manik manik dibagian atasnya sangat cocok dengan baju adrian.


"sayang kamu cantik banget"puji adrian.

__ADS_1


"kamu juga tampan mas"balas Aulia.


"ya udah yuk turun acaranya udah mau di mulai"ajak adrian.


Aulia merangkul tangan suaminya kemudian turun secara bersama, terlihat tamu tamu mulai berdatangan.


"Lia???"panggil nisa mendekati aulia.


"Hai nisa"sapa aulia.


"Sayang aku kesana sebentar ya"ujar Adrian menunjuk beberapa orang yang sedang berbincang.


"Iya mas"jawab aulia.


"Li sumpah kamu cantik banget"puji nisa memutari tubuh aulia.


"Alhamdulillah,eva belum datang?"tanya aulia.


"belum,tadi sih waktu aku otw di bilang mau otw juga tapi entah"jawab nisa.


Ketika sedang berbincang, Aulia beralih menatap pintu masuk dimana ada seorang tamu yang spesial datang ke acaranya.


"Nis permisi sebentar ya"ucap aulia kemudian mendekati sepasang suami istri yang menjadi tamu di acaranya.


"Selamat datang nona vina"sapa aulia.


"Ahh nona aulia,apa kabar?"tanya Vina dan mereka melakukan cepika cepiki.


"baik Alhamdulillah,oh iya selamat atas kelahiran anak kamu.Maaf ya kemarin gak bisa datang"tutur aulia.


"Tidak apa apa nona"Jawab vina.


"Hai tampan,masih ingat tante?"tanya aulia pada Al yang sedari tadi menggenggam tangan ibunya.


Al menggeleng tanpa bersuara, sedangkan aulia hanya tersenyum melihat mimik wajah bocah di depannya ini.


Dari tempat adrian berdiri, melihat ada tamu khusus yang datang Adrian pun menghampirinya.


"Tuan Aditya, selamat datang saya benar benar merasa terhormat karena anda mau datang"ujar adrian menjabat tangan aditya.


"ya udah ayo kita langsung masuk aja"ajak adrian.


Mereka berempat dengan seorang bocah masuk ke dalam rumah besar dierja, acaranya dimulai sekitar 30 menit lagi tapi sampai sekarang eva dan herman belum datang.


"mas kok ayah belum datang ya?"tanya aulia berbisik.


"mungkin sebentar lagi sayang"Jawab adrian.


Dan benar saja, aulia pamit untuk menghampiri eva dan herman yang baru datang.


"Ayah???!!!!"seru aulia berhamburan ke pelukan herman.


"hei nak,apa kabar?"tanya herman membelai rambut anaknya.


"aku baik ayah, ayah sendiri bagaimana?ayah meminum obatnya dengan benar kan?"tanya aulia balik.


"Alhamdulillah baik dan ayah tidak pernah lupa untuk meminum obat"jawab herman.


"Ayah, assalamualaikum"salam Adrian mencium tangan herman.


"waalaikumsalam nak"jawab herman memegang punggung menantunya.


"Li kamu cantik banget,gak salah kan aku pilih baju yang itu"ucap eva memuji aulia tapi juga membanggakan dirinya sendiri.


"iya bagus bagus pilihan kamu"Saut aulia.


"paman?"panggil rio tiba tiba dan langsung mencium punggung tangan herman.


"Nak rio"saut herman menyebut nama rio.


"ya udah ayo Masuk yah"ajak aulia.


Mereka masuk dan duduk di kursi yang telah di sediakan, ustadz yang akan membacakan doa belum datang jadi acaranya belum di mulai.

__ADS_1


"Va makasih ya"ucap aulia pada eva yang sedang mengambil minum.


"makasih? untuk?"tanya eva tidak mengerti.


"karena mau merawat ayah"jawab aulia.


"paman sudah seperti ayah bagiku lia,banyak sekali dia membantuku selama ini bahkan dengan baiknya dia membiarkan aku tinggal di rumahnya"balas eva.


"kau juga keluargaku,kau kakakku"Aulia memeluk Eva namun tidak erat karena perutnya yang besar.


Acara pun dimulai,bacaan doa untuk ibu dan bayinya sudah selesai di bacakan oleh ustadz yang sangat fasih membaca doa itu sedangkan para tamu mengamini doa sang ustadz.


"Baik baik ya sayang di perut mamah"gumam aulia mengelus perutnya.


"iya dong mamah,aku kan gak nakal"jawab adrian menirukan suara anak kecil membuat aulia terkikik.


"Nona aulia, aku tidak bisa berlama lama takut jika si kembar menangis.Aku doakan semoga semua berjalan lancar sampai proses persalinan nanti"ucap vina.


"Amin amin ya Allah, baiklah kalian hati hati ya dan lain kali ajaklah si kembar kesini"ujar aulia diangguki vina.


"baiklah saya permisi dulu,lain kali saya akan datang dengan anak anak saya"ucap aditya pada adrian.


"terimaksih karena sudah mau menyempatkan waktu datang kesini dan jagoan kapan kapan kesini lagi ya"saut adrian mencubit pelan pipi Al yang sedang digendong aditya.


"kami permisi, assalamualaikum"salam vina.


"waalaikumsalam, hati hati"saut aulia.


Setelah kepergian Vina dan aditya, aulia kemudian mendekati nisa dan eva yang sedang berbincang bersama pasangan mereka.


"ekhmm, ngomongin apa nih?"tanya aulia duduk di samping Eva.


"ngomongin kamu"jawab Eva.


"ahh sudah biasa artis di perbincangkan,apa yang kalian bicarakan tentangku? semoga yang baik ya"balas aulia.


"Li,itu tadi istri rekan bisnis suami kamu?"tanya nisa.


"iya, kenapa?"tanya Aulia.


"gak apa apa, cantik ya"Jawab nisa.


"Namanya nona Vina brawijaya sayang, istri dari pengusaha kaya aditya brawijaya"ucap Han menyaut.


"oh iya aku pernah mendengar namanya tapi aku tidak menyangka jika dia secantik itu aslinya"saut nisa.


Adrian datang dengan nampan berisi makanan dan minuman Yang ia ambil di prasmanan.


"Sayang ini makan dulu"ujar adrian menyodorkan nampan berisi makanan itu.


"kok aku?kan kamu yang ambil"


"Aku ambilin buat kamu, dari pagi kamu belum makan ini makan dulu"titah Adrian.


"ummm perhatiannya adikku yang menjengkelkan"ucap rio menyipitkan matanya dan memanyunkan bibirnya.


"Diam kau!!"ketus adrian.


"Sayang mulut kamu kaya mercon tau gak? nyerocos terus"cibir eva bercanda.


"lah tega banget, pacarnya sendiri dibilang jaya mercon. Kalo sah udah abis kamu sama aku va"saut rio.


"kalo begitu secepatnya halalkan dong"sindir adrian yang masih aktif menyuapi istrinya.


"yuk ah"ajak rio menarik tangan eva.


"mau kemana?"tanya eva.


"KUA biar cepet sah"jawab rio.


"Hahaha sepertinya sudah ada yang ngebet banget nih"Han ikut ikutan menggoda rio.


"Han kau mulai ikut ikutan juga, awas kau"desis rio melipat tangan di dada.

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN POSITIF KARENA KENAPA? TERKADANG KOMENTAR KALIAN YANG NEGATIF MEMBUAT KAMI ITU NGEBLENG DAN JADI MALAS UNTUK UP 🤧


BERSAMBUNG.........


__ADS_2