
Hari berjalan dengan cepat, persiapan pernikahan sudah 80% dilakukan meski sulit mendapatkan gedung tapi bersyukur mereka masih mendapatkan nya.
"Lusa adalah hari raya dan selang seminggu kamu sudah berganti nama menjadi eva rio dierja. Aku bahagia bahkan sangat bahagia"ucap rio menggenggam jari jemari tangan eva yang sudah di hiasi cincin berlian sebagai tanda bahwa eva adalah miliknya, hanya miliknya.
"Aku sama bahagianya denganmu rio"balas eva tersenyum manis.
"Oh iya jadi apa kamu sudah menemukan asisten rumah tangga untuk membantu ayah?"Tanya rio.
"Iya sayang udah dan itupun mamah yang Carikan"jawab eva mengangguk.
"Kapan mulai bekerja? asisten menginap atau tidak?"tanya rio basa basi sambil terus menatap wajah yang akan selalu ia lihat setiap hari.
"Besok dan dia tidak menginap karena di rumah hanya ada 2 kamar untuk ayah dan Baim"jawab eva.
'Oh baiklah,ya sudah ayo aku antar pulang"ajak rio menarik tangan eva membuat beberapa karyawan melihat pada mereka.
"Beruntung banget ya jadi Eva baru beberapa bulan kerja udah bisa dapetin pak rio,lah gw udah tahunan boro boro deket dilirik aja engga"Ucap seorang karyawan yang masih bisa didengar oleh Eva.
Eva hanya tersenyum simpul terkadang ia juga berpikir apa yang membuat rio jatuh hati padanya padahal selama ini banyak wanita cantik dari kalangan seperti keluarga nya yang mencoba mendekatinya.
"Kenapa senyum senyum?"tanya rio melihat calon istrinya.
"hah?engga kok gak apa apa"jawab eva menggeleng.
Adrian dan Han bekerja lembur hari ini karena sudah 2 hari adrian tidak masuk bekerja, tentu semua itu tertular pada han ya meski enak bisa cuti gratis tapi berakhir dengan perkejaan yang begitu banyak di mejanya.
"Tuan laporan keuangan bulan ini"ucap han menyodorkan map berisi laporan dari han.
"Penjualan dan kinerja perusahaan kita bulan ini meningkat. Han berikan cuti 14 hari pada semua karyawan dan juga THR untuk semuanya tambahkan 25% dari biasanya"perintah adrian merasa puas dengan semua kerja
keras karyawan nya.
Perusahaan adrian memang tidak memberikan cuti sebelum H-1 idul Fitri namun semua itu tidak mendapat protes dari karyawannya karena THR yang diberikan cukup besar membuat siapapun berpikir ratusan kali untuk resign dari perusahaan itu.
"Baik tuan"balas han setelah mendengar perintah bos nya itu.
"Han kita pulang saja aku ingin menemui anakku,kita bisa lanjutkan pekerjaan ini di rumah"ucap adrian tiba tiba teringat putri kecilnya.
"Baiklah tuan"balas han menurut.
Han dan adrian segara melesat pulang ke rumah dierja,dalam waktu kurang dari 1 jam mereka sampai di pekarangan rumah besar.
"Han kau bawa saja mobilnya, selamat malam"ucap adrian sebelum masuk ke dalam rumah.
Han mengangguk kemudian mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju apartemen miliknya yang tidak terlalu jauh. Sesampainya di apartemennya han menekan tombol bel yang tidak lama kemudian Nisa membukakan nya.
"Assalamualaikum sayang"salam han.
"Waalaikumsalam"jawab Nisa mencium tangan han.
"Kamu udah masak?"tanya han seraya melepaskan jasnya dan mencium aroma harum dari dapur.
__ADS_1
"Sudah sayang aku tahu ketika berbuka tadi kamu tidak makan dan hanya minum saja karena itu aku memasak"jawab nisa.
"Kamu memang istri pengertian sayang dan lagi kamu kan tahu aku tidak suka makan makanan luar"balas han memegang pipi nisa.
"Iya baiklah sana kamu mandi dulu aku akan siapkan makannya untukmu"tutur nisa namun bukannya beranjak han justru menarik tangan Nisa membuat wanita itu jatuh di pangkuan nya.
"Anak papah apa kabar disini?"han mengelus dan menunduk mencium perut Nisa yang masih rata.
"Baik papah, papah gak mau tengokin aku?"Tanya nisa menirukan suara anak kecil.
Han mendongak menatap wajah nisa dengan tatapan yang sulit diartikan. "Aku jamin kamu tidak akan lepas sayang"bisik Han berat kemudian menggendong istrinya menuju kamar.
"Han turunkan aku setidaknya kamu makan dulu,kamu pasti sangat lapar kan"berontak Nisa namun tidak di hiraukan oleh han.
"Akan menyenangkan jika makanan pembukanya adalah kamu sayang"suara serak han kemudian mulai melucuti pakaian istrinya.
Kalo sudah begini nisa hanya bisa pasrah dan mendesah nama suaminya.
Adrian telah selesai mandi,ia melihat istrinya yang sedang menyusui Alya sambil bersandar di papan headboard.
"Sayang apa kamu sudah membeli baju untuk alya"tanya adrian sambil mengeringkan rambutnya yang basah.
"Sudah mas,tadi mamah pergi ke mall dan membelikan pakaian untuk alya"jawab aulia tanpa melihat pada suaminya.
Adrian telah selesai berpakaian kemudian mendekati istrinya yang masih menyusui Alya.
"Kamu lihat apa sih serius banget sampai suaminya di cuekin"tanya adrian sambil menoel Alya.
"engga tuh,siapa juga yang ngambek"balas adrian tanpa melihat suaminya.
"Mas?"
"hmm"
"mas, lihat aku dong"
"hmm"
"awwww"aulia berpura pura kesakitan untuk mengerjai suaminya dan benar saja adrian panik seperti telah terjadi gempa bumi.
"Sayang mana yang sakit?mana?aku panggil dokter dulu"ucap adrian kalang kabut ingin bangun namun di cegah oleh aulia.
"Ini mas yang sakit"ucap aulia menunjuk dadanya sebagai isyarat bahwa hatinya sakit.
"Ishh dasar kirain apaan, pinter banget ya emang kamu ngerjain suami"adrian mencubit pipi Aulia yang semakin kembung.
"awww sakit ih"ringis aulia.
"Tadi liatin apa sih di ponsel sampe nyuekin aku?"tanya adrian.
"Tadi aku baca mas katanya wanita yang habis melahirkan biasanya berat badannya naik dan akan gendut,kalo aku gendut kamu gak akan tinggalin aku dan cari perempuan lain kan mas?"tanya aulia spontan.
__ADS_1
"Astagfirullahalazim kamu ini ngomong apa sih sayang"kejut adrian mendengar perkataan istrinya.
"Iya atau engga mas?"tanya aulia mengintimidasi.
"Sayang aku...., aku benar-benar minta maaf ini semua terjadi ketika kamu marah padaku waktu itu"Adrian menundukkan kepalanya membuat aulia semakin khawatir.
"Apa?apa yang terjadi mas?"tanya aulia takut takut.
"Seorang wanita datang menemaniku ketika aku sedang membutuhkan seorang teman waktu itu,aku mengenalnya jauh sebelum kita menikah"jawab adrian tidak kena dengan pertanyaan dari istrinya.
"Siapa perempuan itu?apa kamu bahagia dengannya?"tanya aulia air matanya sudah menggenang di pelupuk matanya.
"Kamu mengenal nya sayang bahkan sangat mengenal nya dan soal apakan aku bahagia atau tidak aku jawab bahagia karena aku tidak mungkin membohongi perasaanku"jawab adrian.
Deg
"Jahat kamu mas, jahat!!!"teriak aulia histeris ia lupa jika ada anak mereka disana. Aulia ingin bangkit namun dihentikan oleh adrian.
"Sayang dengarkan aku dulu, kamu harus tau siapa perempuan itu"cegah adrian.
"Tidak perlu,aku tidak mau mendengar nama perempuan yang membuat pernikahan kita hancur"tepis aulia kemudian mendekati aulia dan memeluknya dari belakang dengan posesif.
"Kamu yakin? tapi wanita ini yang membuat pernikahan kita bahagia"ucap Adrian ambigu. "Iya saya wanita itu adalah mamah,hahaha kamu kena prankk sayang"lanjut adrian kemudian tertawa lepas.
"Masss?!!!!!"geram aulia kemudian meninju perut suaminya hingga Adrian berhenti tertawa.
BUGGGHHHHH
"Awww ampun sayang"ringis adrian.
"Tunggu pembalasanku!!!"desis Aulia ingin keluar dari kamar namun lagi lagi adrian mencegahnya.
"Aku tidak akan meninggalkan mu dalam keadaan apapun,aku mencintaimu dengan tulus tidak akan pandanganku terhadapmu aku berikan kepada wanita lain apalagi sekarang keluarga kita lengkap dengan kehadiran Alya di dalam pernikahan kalian"jelas adrian jujur dan tulus.
"Janji??"
"Janji sayang"balas adrian mengangguk kemudian mencium kening aulia lama dan mereka berpelukan satu sama lain.
Oekk....oek....
"Sayang setidaknya biarkan papah sebentar saja"protes adrian pada putrinya yang menganggu keasikan nya.
"Tidak akan pernah"aulia yang membalas perkataan suaminya sambil meledek dengan menjulurkan lidahnya.
"Sayang bibirmu tidak akan lepas dari ku malam ini"ancam adrian kemudian mendekati Aulia dan mendorongnya hingga wanita itu berbaring.
"Mas awas ih itu Alya nya nangis"pinta aulia.
"Sudah tidak menangis tuh,jadi bersiaplah menerima hukumanku sayang"bisik adrian di akhir kalimatnya.
Setelah itu bibir aulia tak luput dari kelihaian bibir Adrian, ingat ya hanya bibir kan masih nifas🤣🤣
__ADS_1
BERSAMBUNG.......