Menikahi Pria Cacat Demi Ayah

Menikahi Pria Cacat Demi Ayah
BAB 111


__ADS_3

Keesokan harinya Adrian dan aulia berencana untuk mengabiskan waktu bersama dengan berjalan jalan di pinggiran pantai.


"Besok udah puasa mas dan 4 hari lagi kamu pergi"ujar aulia pelan sambil bergelayut di lengan suaminya.


"Aku akan sering telepon kamu sayang dan ketika aku pulang nanti bersamaan dengan itu baby kita akan lahir ke dunia untuk melengkapi keluarga bahagia kita"saut adrian menciumi puncak kepala aulia.


"Mas mau punya anak berapa sih?"tanya aulia mendongak menatap adrian.


"mmm mungkin 11 cukup lah"jawab adrian asal.


"hah?mau bikin tim sepak bola kamu sampai 11 anak gitu?"tanya aulia membulatkan mulutnya.


"ya tidak masalah kan,jadi mereka akan di kenal di dunia sepak bola dengan nama akhiran yang sama yaitu dierja"jawab adrian.


"ishh kamu bercanda terus"cibir aulia memukul bahu Adrian.


"Baiklah baiklah aku ingin anak mungkin 2 cukup laki laki dan perempuan"jawab adrian serius.


"Nah kalo itu aku setuju"saut aulia.


"ck, baiklah ayo minum es kelapa"ajak adrian tanpa menunggu jawaban dari istrinya langsung membawa Aulia ke salah satu kedai es kelapa.


"Bu es kelapanya 2 ya"ucap Adrian pada sang penjual.


"siap pak"jawabnya.


Ditempat lain hal yang sama dilakukan oleh Eva dan rio yaitu menghabiskan waktu bersama di taman serta berkeliling kota bersama.


"udah sore kita gak pulang aja"ucap Eva melihat jam menunjukan pukul 17:00.


"ya udah yuk pulang lagian nanti kan kita ada janji bakar bakar sama adrian di rumah"saut rio mengiyakan.


Han dan nisa tidak pergi kemanapun karena bagi nisa bersama suaminya di rumah jauh lebih enak dibanding berkeliling kesana sini.


"Sayang dari siang aku ajak jalan gak mau, kenapa sih?"tanya han pada nisa yang sedang bersiap untuk pergi ke rumah adrian.


"Sayang, bagiku menghabiskan waktu dengan mu di rumah jauh lebih menyenangkan dibanding pergi keluar"jawab nisa.


"Aku mengerti, maksudnya seperti tadi siang kan buat Dede"ujar han.


"Bisa di bilang begitu"saut nisa mengangguk.Namanya pengantin baru ya pengennya nempel terus kata perangko


"Ya udah besok aku cuti kerja deh biar bisa berduaan terus sama kamu"ucap han memeluk istrinya dari belakang.


"tidak bisa,besok sudah mulai puasa aku tidak mau puasaku batal karena kamu"jawab nisa.


"Kan malamnya sayang"bisik han.


"ishh udah sana siap siap nanti kita terlambat untuk pergi ke rumah aulia"tutur nisa.


Adrian dan aulia baru sampai ke rumah setelah seharian menghabiskan waktu di pantai.


"Assalamualaikum"salam aulia dan adrian bersamaan.


"waalaikumsalam"

__ADS_1


"eh kalian baru pulang? tidak jadi bakar bakar?"tanya ridwan.


"jadi pah nanti pulang shalat tarawih"jawab aulia.


"ya udah sana siap siap untuk shalat tarawih"tutur sarah.


Rio mengantar eva pulang ke rumah karena eva akan shalat tarawih bersama herman di masjid dekat rumahnya.


"Nanti kalo udah pulang aku langsung jemput ya"ucap rio pada eva yang sudah keluar dari mobil.


"iya sayang,ya udah aku masuk dulu ya"titah eva diangguki eva.


Setelah kepergian mobil rio, seseorang menepuk bahu eva dari belakang membuat di pemilik menoleh.


"Dari Mane Lo?"tanya Baim.


"Astaghfirullah cumi lo bikin kaget aja"saut eva.


"idih ganteng gini lo bilang cumi,sialan Lo"balas Baim.


"Gw abis jalan jalan sama pak rio, kenapa?"tanya eva.


"aihh gak nyangka gw mainan lo bos,eh btw selamat ya"jawab baim mengundang sakit dadanya.


"makasih ya maaf dulu gak jujur sama Lo,gw takut lo marah be"ujar eva.


"yailah kaya sama siapa aje lu,ya udah gw balik dulu nanti shalat gw bareng ya"ucap baim.


"Beres"jawab eva.


Baim segara menjauh dari eva menutupi matanya yang sudah banjir air mata, dadanya tiba tiba terasa seperti di tindih batu besar ketika tahu eva memiliki hubungan dengan rio.


Baim membutuhkan tanda tangan sebelum menyerahkan surat ke bagian HRD mengenai upah para karyawan,niat awal memberikan pada eva namun eva tidak ada.


"Kemana si eva"gumam baim Melihat meja kerja eva kosong.


Melihat pintu ruangan rio yang tidak terbuka sedikit baim mendekat berniat mengetuk pintu tapi pembicaraan seseorang di dalam membuat baim mengurungkan niatnya.


"Sayang aku ingin cepat menikah denganmu, seharusnya kita menikah di Bali waktu itu tapi kamu Justru menolaknya"suara yang dikenal Baim milik rio.


"haha udah gak sabar ya,kita akan menikah setelah semuanya di persiapkan dengan matang lagipula restu yang paling utama di dalam pernikahan" saut eva.


Deg....


"jadi?jadi eva?Eva punya hubungan dengan pak rio?"gumam rio pelan kemudian segara meninggalkan area ruangan rio untuk kembali ke ruangannya.


sambil berjalan baim berusaha menetralkan rasa sakit di dadanya bahkan sapaan beberapa karyawan hanya dibalas anggukan tidak seperti biasanya.


Ceklek.


Baim melempar berkas yang ia bawa kemudian mulai menitihkan air mata, bagaimana mungkin antara 2 orang laki laki dan perempuan yang bersahabat salah satunya tidak memiliki perasaan.


"Jadi selama ini lo gak sadar va kalo gw suka sama lo?"sesak Baim.


Sejak kejadian itu baim tidak pernah berniat menemui eva meski saling berpapasan baim akan berpura pura menerima telepon sehingga membuat eva mengurungkan niatnya untuk menyapa sahabatnya itu.

__ADS_1


"be gw mau ngomong sama lo"kali ini eva tidak peduli jika baim sedang bertelpon penting.


"lo gak liat gw lagi teleponan?"tanya baim datar.


Tanpa menjawab eva menarik tangan baim ke sudut kantor dan mulai bicara 4 mata.


"Lo kenapa beberapa hari ini ngejauhin gw?"tanya eva.


"Dan lo kenapa udah bohong sama gw?"tanya baim balik membuat eva bingung.


"maksudnya?"tanya eva tidak mengerti.


"gw Sahabat lo udah lama, tapi lo bohong sama gw soal hubungan dengan pak rio"jelas baim.


"soal itu gw minta maaf be,gw gak cerita karena gw mau kasih tau ketika gw sama pak rio akan menikah"jawab eva.


"Cuma itu yang mau gw denger,semoga pernikahan Lo dan pak rio kelak akan bahagia gw sebagai sahabat hanya bisa mendoakan"ucap Baim kemudian berlalu meninggalkan eva.


FLASHBACK OFF


"semoga Lo selalu bahagia va meski bukan bersama gw"gumam baim.


Nisa dan han sudah sampai di rumah dierja,sengaja mereka datang lebih awal karena di sekitar apartemen han tidak ada masjid atau musholla jadi keduanya memutuskan untuk shalat bersama keluarga dierja di masjid dengan kawasan perumahan adrian.


"nis mukenanya udah ada?"tanya aulia.


"udah kok nih aku bawa mukena yang jadi mas kawin aku"jawab nisa.


"ya udah ayo"ajak Aulia karena semua sudah menunggu di bawah bersiap untuk pergi ke masjid.


Ketujuh orang itu memutuskan untuk berjalan kaki karena posisi masjid tidak jauh dari rumah besar dierja.


"Pak kami pergi ke masjid dulu ya,titip rumah"ucap Ridwan pada sang penjaga gerbang.


"siap tuan"jawab penjaga itu.


Banyak sekali sapaan yang keluar dari tetangga dan teman sosialita sarah, terutama mereka memuji aulia yang jarang sekali keluar rumah bahkan beberapa orang belum pernah melihat wajah menantu keluarga kaya itu.


"jeng jadi ini menantu kamu?ya Allah cantik banget"puji salah satu teman sarah.


"Alhamdulillah berarti Adrian pintar dalam memilih istri yang cantik wajah dan akhlak nya"jawab sarah.


Sesampainya di masjid aulia,nisa dan Sarah pergi ke saf perempuan sedangkan adrian,rio, ridwan dan han pergi ke saf laki laki.


"Anak mamah disini baik baik ya kita shalat tarawih dulu, besok udah mulai puasa"ucap aulia sambil mengelus perutnya dibalik mukenanya.


"Ponakan aku yang baik, nanti kalo ditinggal pergi sama papah jangan kangen di tengok papah ya kasihan mamah nanti menderita"ucap nisa ikut mengelus perut aulia.


"kita mau shalat nis,masih aja kesana pikirannya"cibir aulia geleng geleng kepala.


"hehehe mohon dimaafkan nyonya muda,hamba bersalah"canda nisa mendapat tatapan tajam dari aulia.


"Sssttt jangan berisik tuh dilihatin ibu ibu"bisik Sarah menunjuk beberapa ibu yang memperhatikan mereka.


"heheh iya mah lupa kebiasaan di rumah ketawa mulu sih"jawab aulia.

__ADS_1


buat kalian Yang selalu tunggu aku update, terimaksih banyak dan aku mohon maaf karena jarang up karena aku baru selesai ujian jadi otakku buntu banget setelah perang dengan puluhan kertas 🙏


BERSAMBUNG........


__ADS_2