
Matahari memancarkan cahaya dengan begitu cerah,lolos dari beberapa celah yang membuat sepasang pengantin baru itu terbangun dari tidur setelah makan panjang mereka.
Hoam......
Nisa menguap meregangkan otot nya yang terasa remuk setelah digauli oleh suaminya.
"astaga badanku remuk seperti habis dilindas truk"gumam nisa mengangkat tangannya ke atas dia tidak sadar jika sepasang mata sedang menikmati indahnya tubuh nisa yang masih terekspose.
"Mau menggodaku?"tanya seseorang dengan seringai menggodanya.
Sontak Nisa melototkan matanya dan menoleh ke samping melihat han yang sedang tersenyum mesum sambil memandang tubuhnya.
"ak...aku mau mandi"ucap nisa cepat menutup tubuhnya dengan selimut.
"Kenapa? bukankah bisa kita bermain 1-2 round lagi?"goda han mendekati nisa yang semakin keringat dingin.
"Akk...aku....aku...aku ada janji dengan aulia jadi jangan ya"Ucap nisa gugup tangannya sudah basah Karena keringat.
"masih terlalu pagi untuk pergi sayang"ucap han manja meletakan kepalanya di bahu istrinya yang putih mulus itu.
"Han jangan"desis nisa merasakan bibir han sudah mengigit bahunya.
"Kenapa?"bisik han ditelinga nisa sambil mengigit daun telinga wanita yang sudah menyandang status sebagai istrinya.
"Badanku sakit semalaman kamu gauli aku masa belum puas"protes nisa mencoba agar tidak terbuai dengan sentuhan han yang membuatnya kecanduan hanya dalam 1 malam.
"Benarkah??aku pikir kamu menyukainya semalam?"tanya han memegang dagu nisa dan menghadapkan wajahnya ke wajah nisa.
"Aku....aku...aku mau mandi"bibir nisa gemetar matanya melihat ke bawah tidak berani menatap mata han yang bisa membuat siapa saja klepek-klepek.
"Ya sudah pergilah mandi,aku juga harus ke kantor"ujar han kemudian berbalik merebahkan tubuhnya membelakangi nisa.
"Kamu gak apa apa?"tanya nisa.
"memang aku kenapa?"tanya han balik.
"tidak"jawab nisa kemudian turun dengan gulungan selimut di tubuhnya masuk kedalam kamar mandi namun sebelum itu tak lupa ia ambil pakaian untuk nya.
15 menit kemudian nisa keluar dengan pakaian yang sudah rapih, kali ini ingatannya sedang baik karena itu dia tidak lupa untuk membawa pakaian ke dalam kamar mandi.
"Sayang????"panggil nisa menggoyangkan tubuh han pelan.
"Ahh iya???"kejut han membuka matanya melihat Nisa yang sudah rapih dan cantik.
"sudah siang katanya mau ke kantor"ujar nisa.
"oh iya, kamu duluan aja ke dapur dan sarapan nanti aku nyusul"tutur han.
"Gak apa apa aku tungguin kamu aja,sekalian aku siapin bajunya"ucap nisa.
"ya udah tunggu ya 10 menit"ujar han membentuk carinya angka 10.
Tanpa malu han berjalan dalam keadaan gedebong pisang alias tanpa sehelai benangpun membuat nisa harus menutup wajahnya dengan jari jari yang terbuka.
"Kalo mau lihat, lihat saja sayang jangan ditutupin lagian percuma di tutupin kalo jarinya terbuka gitu"goda han setengah tubuhnya sudah hilang dibalik kamar mandi.
"Tidak...siapa juga yang mau"balas nisa kemudian mengalihkan perhatiannya dengan mengambil pakaian han dari dalam lemari.
Ya memang nisa dan han tidak menyewa hotel, Mereka memutuskan untuk langsung pulang ke apartemen han.
10 menit han keluar dengan handuk yang melilit di pinggang nya, perut kotak kotak dan mutiara yang terbentuk hasil keramas menambah kesan tampan dan cool seorang han.
__ADS_1
"Tergoda hmm?"tanya han tanpa melihat kearah nisa tapi instingnya mengatakan bahwa saat ini nisa sedang memperhatikannya.
"hmmm"tanpa sadar nisa mengangguk.
"Tidak mau coba untuk memegang nya?"tanya han dengan seringai menuntun tangan nisa untuk meraba perut sixpack nya.
Nisa mengarahkan tangannya keatas dan kebawah meraba persegi kecil yang dipahat di perut suaminya itu.
"Kamu pasti rajin olahraga ya"tanya nisa tanpa mengalihkan pandangannya dari perut han.
"Iya aku suka nge gym tapi sekarang olahraga yang paling aku suka adalah olahraga ranjang bersama denganmu"saut han menyeringai.
BLUSHHHHH....
pipi nisa merah merona dan segara menjauhkan tangannya dari pahatan han yang indah dan menyejukkan mata itu.
"Cepatlah aku tunggu di dapur"ujar nisa kemudian turun meninggalkan han yang terkikik geli.
Di tempat lain,eva dengan wajah berseri-seri sudah siap pergi ke kantor hari ini ia ada janji dengan kekasihnya itu.
Tring.....
"Aku sudah di depan rumah, cepatlah keluar sayang 😊"
senyum eva tak pernah luntur kala bertemu dengan rio, namun siapa disangka bersamaan dengan itu baim datang untuk menjemput eva menggunakan motor matic nya yang ia ambil dari dealer beberapa hari lalu.
"Bee??!!!"kejut eva.
"Kenapa lo?kaget ngeliat opa Korea?"tanya baim yang belum menyadari kehadiran rio disana.
"Lo ngapain kesini pagi pagi?"tanya eva.
"Oh iya tapi sorry bee gw udah ada janji sama temen gw"ujar eva melirik rio yang sedang melihat kearahnya dari dalam mobil.
"Temen?siapa?"tanya baim.
"Ada,udah Lo duluan aja nanti gw sama temen gw ya"tutur eva.
"Ya udah gw duluan lo jangan sampe telat ya"ujar baim diangguki Eva.
Setelah kepergian baim,eva segara masuk ke dalam mobil rio yang sudah terparkir sejak 15 menit lalu.
"Ngapain?"tanya rio.
"Apanya?"tanya eva balik.
"Jangan menjawab pertanyaan dengan pertanyaan lagi sayang"ujar rio melirik kekasihnya yang cantik itu.
"Tadi baim nyamper aku ke kantor tapi karena kamu udah disini jadi aku bilang aku berangkat sama temen"jawab eva.
"Temen? kekasih maksud kamu"ralat rio.
"mmm iya iya kekasihku yang paling tampan"goda eva mencubit pipi rio.
"Lagian pake acara di samper kaya anak kecil mau main congklak aja"cibir rio.
"emang tahu congklak?"tanya eva mendelik.
"Tau,aku, Rian dan han selalu main itu tidak peduli jika kata mamah itu mainan anak perempuan"jawab rio.
"Jangan bilang kamu tahu bekel juga"ujar eva.
__ADS_1
"Tahu, yang pake bola karet dan ada pada pit sama roh kan"jawab rio.
"astaga aku sebagai perempuan tulen merasa kalah,hahahah"ucap eva tertawa renyah.
"Hahahaha"tawa rio ikut pecah melihat tawa eva.
****
Hari ini Aulia merengek untuk ikut suaminya ke kantor entah bawaan bayi atau akal akalan aulia untuk terus dekat dengan suaminya itu.
"Mas beli sarapan dulu yuk"ajak aulia pada adrian yang fokus menyetir.
"Mau sarapan apa hmm?"tanya adrian.
"Mungkin bubur ayam kampung"jawab aulia.
"memang bubur ayam kampung dan ayam negri itu beda?"tanya adrian polos.
"Tidak"jawab aulia.
"lalu?"tanya adrian.
"aku kan hanya bercanda,hahaha"jawab aulia.
"seneng banget gangguin aku ya"ucap adrian mengacak-acak rambut aulia.
Sesampainya di tukang bubur, Aulia turun sedangkan adrian menunggu di mobil.
"bang buburnya 2 ya"ucap aulia pada penjual bubur.
"pake sambel gak mba?"tanya nya.
"Dipisah aja bang"jawab aulia.
Setelah mendapat pesanan nya aulia segara pergi ke mobil dimana suaminya menunggu tapi di tengah jalan tanpa sengaja aulia menyandung sebuah batu yang digunakan untuk menyangga terpal gerobak bubur sampai dirinya terhuyung dan hampir terjatuh.
"anda tidak apa apa???"tanya seseorang menahan tubuh aulia yang hampir terjatuh bahkan adrian keluar dan langsung menghampiri istrinya.
"Sayang kamu gak apa apa?"tanya adrian beralih memegang istrinya.
"Aku gak apa apa mas"jawab aulia.
"Tuan Adrian"sapa seseorang yang telah menolong aulia.
"Tuan Bram"saut adrian.
"terimaksih telah menolong saya tuan"ucap aulia pada bram pria yang mengangumi kecantikan aulia selama ini.
"Tidak masalah nona tadi hanya kebetulan saja"jawab bram.
"Terimaksih karena telah menolong istri saya,saya tidak tahu jika anda tidak ada mengingat saat ini dia sedang mengandung akan sangat fatal jika sampai terjatuh.Sekali lagi terimakasih banyak"ucap adrian menjabat tangan Bram.
"Sama sama tuan"saut Bram.
"kami permisi, sampai jumpa"ucap adrian memapah istrinya untuk masuk ke dalam mobil.
Bram menatap punggung aulia bergantian dengan tangan yang ia gunakan untuk menolong Aulia.
"2 kali aku menolongmu Aulia, kau harus menjadi milikku seutuhnya bagaimanpun caranya"gumam Bram yang sudah terobsesi oleh aulia sejak pertemuan pertama di Bandung.
BERSAMBUNG........
__ADS_1