Menikahi Pria Cacat Demi Ayah

Menikahi Pria Cacat Demi Ayah
BAB 95


__ADS_3

Adrian dan aulia sampai di kantor dengan menenteng kresek berisi bubur, banyak pasang mata yang memperhatikan keduanya, Bagiamana tidak penampilan aulia yang cantik dan elegan di tambah perut nya yang sudah mulai membuncit membuat aulia tampak lebih wow terutama di mata adrian.


"Selamat pagi pak,bu"sapaan yang sama keluar dari mulut karyawan yang berpapasan dengannya.


Adrian hanya mengangguk berbeda dengan aulia yang menjawabnya ramah,Aulia mencibir suaminya yang bersikap sombong dan dingin itu.


"Dingin banget mas kaya kulkas baru kredit"sindir aulia.


"aku dingin sama mereka doang sayang kalo sama kamu mau hot"bisik adrian dikata terakhirnya.


"iya saking panasnya pengen aku siram pake air dingin biar otaknya bersih dari pikiran mesum"pekik aulia menatap tajam Adrian.


"mamah galak banget sama papah, huhuhu"adrian mengelus perut aulia dan mengadu pada anaknya yang masih dalam kandungan.


Keduanya bahkan tidak sadar jika saat ini mereka masih berada di luar lift, beberapa karyawan menatap kagum sekaligus lucu atasan mereka yang terkenal kejam dan dingin kini bersikap manja pada istrinya.


"mas malu sama karyawan kamu tuh pada ketawa"ucap aulia pelan.


"Ekhmmm"adrian membenarkan jas nya mencoba menetralkan suasana dan bersikap so cool.


"Ayo"ajak adrian menarik tangan aulia masuk ke dalam lift.


Sesampainya di ruangan Adrian, aulia duduk di sofa diikuti oleh adrian.


"Kamu sarapan dulu ya baru kerja,maaf tadi ngajak berangkat buru buru abis aku bosen sayang dirumah terus"ucap aulia membuka sterofoam bubur ayam yang ia beli.


"tidak apa apa sayang"jawab adrian.


Di tempat lain, sepasang suami-istri itu sudah bersiap untuk pergi ke kantor adrian karena ada sesuatu yang harus di urus han.


"Aku ikut ke kantor?aku ada janji sayang sama lia"ucap nisa memasang seatbelt nya.


"Nona aulia ada di kantor sayang,dia ikut tuan adrian ke kantor"saut han memberitahu.


"oh gitu,ya udah ayo"ajak nisa.


"kiss dulu dong"Han menunjuk pipi sebelah kirinya meminta nisa untuk menciumnya.


Cup


"sudah kan?"tanya nisa setelah memberikan kecupan di pipi han.


"Belum sih,tapi gak apa apa deh aku mintanya nanti malam"jawab han menggoda istrinya.


"Dasar mesum"umpat nisa memukul bahu han.


"Mesum gini juga tapi kamu cinta kan?"tanya han mengedipkan sebelah matanya.


"kenapa tuh mata? cacingan ya?"canda Nisa.


"sembarang"saut han mendelik tidak terima.


Han dan nisa segera pergi meninggalkan area apartemen elite milik han menunju kantor adrian.


"mau beli ice cream dulu sayang"ucap nisa.


"engga,ini masih pagi"tolak han.


"ya udah nanti malam awas minta"ancam nisa.


"emang aku minta apa?"tanya han sengaja menggoda nisa.


"minta remukin badan aku lah"jawab nisa.


"hahaha iya deh iya kita beli daripada aku gak dikasih jatah kan gak enak"balas han membuat nisa tersenyum senang kini Nisa memiliki ultimatum untuk membuat Han menuruti permintaannya meskipun dia harus rela merasakan sakit di seluruh tubuhnya.

__ADS_1


"Suamiku sayang..... muanchh"ucap nisa memberikan kecupan gemas di pipi han.


Setelah membeli 1 cup besar ice cream, mereka melanjutkan perjalanan menuju kantor adrian.30 menit kemudian mereka sampai di loby kantor,han melempar kunci mobilnya yang langsung sigap di tangkap penjaga pintu.


"gak sopan ih main lempar aja"desis nisa.


"kan emang tugasnya begitu sayang"saut han.


"Selamat pagi asisten han,kami ucapkan selamat atas pernikahan anda dengan nona nisa semoga pernikahan anda langgeng sampai hari tua"ucapan itu terlontar ketika nisa dan han memasuki kantor.


"Terimaksih atas penyambutan dan doa kalian, untuk kalian yang masih lajang saya doakan juga semoga cepat menyusul, permisi"ucap han santai tapi tegas.


"kami permisi, selamat pagi"ucap nisa ramah dibalas senyuman ramah oleh para karyawan.


Ditempat lain seorang gadis sedang fokus dengan layar yang memperhatikan tablet jadwal atasanya itu,jarinya tak henti mengetik rekapan jadwal kantor.


Tringg.....tring......


Telepon kantor yang ada di samping eva berbunyi, setalah 3 kali berbunyi baru eva mengangkatnya dan mengucap halo dengan sopan.


"Halo,selamat pagi sekretaris eva disini.Ada yang bisa saya bantu?"


"Bisa anda ke ruangan saya sebentar,ada yang perlu saya berikan kepada anda"


"baik,saya segera kesana"


Eva merapihkan bajunya dan menetralkan nafasnya karena setiap kali eva pergi ke ruangan rio nafasnya seperti tertahan entah apa alasannya.


Tok....tok... tok.....


"Masuk"


Setalah mendengar suara itu,Eva membuka pintu dengan pelan dan menutupnya kembali. pertama yang ia lihat adalah seorang pria berjas biru laut dengan kemejanya yang dibuka 2 kancing sedang berkutik di depan laptop nya dengan fokus.


"oh iya tolong analisis dan berikan laporannya siang ini di meja saya ya"ujar rio mendorong pelan map biru di atas mejanya.


"hanya ini pak?"tanya eva sesungguhnya dia berharap rio akan mengucapkan kata kata manis sebagai penyemangat nya.


"memang?"tanya rio balik menaikan alisnya.


"Tidak,kalo begitu saya permisi"saut eva menunjuk dan berbalik.


"Eva, tunggu"cegah rio.


"iya pak?"saut Eva.


"Semangat bekerjanya sayang jangan lupa untuk membayangkan wajahku yang tampan ini setiap kali kamu menarik nafas"ucap rio membuat seulas senyuman indah di wajah Eva.


"Terimakasih pak,saya permisi"ujar Eva kemudian segara keluar dari ruangan rio.


****


Sementara han dan adrian pergi ke ruang rapat, aulia dan nisa berbincang menunggu suami mereka di ruangan adrian.


"jadi bagaimana?"tanya aulia.


"Sakit"jawab nisa menunjukan mimik seperti kesakitan.


"Tapi enak kan?"tanya aulia mendelik.


"apanya enak orang kesempitan gini sepatunya, lagian kamu kaya baru kenal aku aja beliin sepatu kesempitan gini"saut nisa melepas heels pemberian aulia yang kesempitan.


"ya kan aku lupa"jawab aulia.


"terus kalo itu gimana?"tanya aulia.

__ADS_1


"apa?"tanya nisa melototkan matanya.


"gak usah sok polos deh"saut aulia.


"habis badanku seperti dilindas truk, ya ampun"jawab nisa menggosok bahunya yang terasa pegal.


"Tapi ketagihan pasti"goda aulia.


"engga tuh"jawab nisa.


"Yakin????"


"3000% yakin kalo sama orang lain tapi kalo sama suamiku yang ketagihan sih,hahahaha"jawab nisa tertawa memenuhi ruangan.


"cih, baru semalam udah ketagihan gimana 1 tahun bisa bisa udah punya buntut 10 kali"cibir aulia.


"gak lah, gak mau banyak banyak 2 juga cukup"balas nisa.


"up to you lah"ujar aulia.


Ceklek


pintu ruangan terbuka memperlihatkan adrian dan han yang sudah selesai rapat.


"kok cepet?"tanya aulia.


"kan cuma bahas dikit doang sayang"jawab adrian.


"Terus jadi kita pulang nih?"tanya nisa pada suaminya.


"gak usah kamu disini aja,kita cuma ada kerjaan sebentar lagi kok di luar"jawab han.


"beneran sebentar? kalo lama aku mau shopping dulu,hehheeh"ujar aulia.


"ya udah kalo mau belanja gak apa apa mau tunggu disinu juga gak apa apa,semua terserah kamu"saut adrian.


"ya udah aku sama aulia belanja ya sementara kalian kerja nanti kita ketemuan di GI"tutur nisa diangguki han.


"Kalian hati hati ya,dahhh"adrian melambaikan tangan sebelum akhirnya pintu tertutup kembali.


Ketika sedang berjalan menuju loby,mata Aulia menangkap sosok sang ayah yang dirindukannya.


"ayah??!!!"Seru aulia kemudian berlari memeluk herman.


"Lia,apa kabar nak?"tanya herman mengelus rambut panjang Aulia.


"Aku baik yah,ayah sendiri gimana?"tanya aulia.


"Alhamdulillah baik"jawab herman.


"Ayah???"panggil nisa memeluk herman.


"eh ada pengantin baru,apa kabar nak?"


"ayah bisa aja,aku baik ayah"jawab nisa.


"kalian mau kemana?"tanya herman.


"shopping sambil nunggu mas Adrian kerja"jawab aulia.


"ya udah hati hati ya,ayah juga masih ada kerjaan"ucap herman pada kedua putrinya itu.


"iya yah, assalamualaikum"saut keduanya mencium punggung tangan herman bergantian.


BERSAMBUNG.......

__ADS_1


__ADS_2