
"bukan begitu tuan Han maksudnya Mirip adalah sikap kalian yang dingin dan tidak berekspresi"Aulia berbohong lagi
"yasudah lupakan ayo turun"ajak adrian ketika mereka sudah sampai rumah sakit.
Aulia dan adrian ke rumah sakit dierja hospital kemudian langsung menuju ruangan dokter Diana yang sudah membuat janji semalam
Tok....tok...
"Masuk"
"selamat siang dok"ucap adrian
"siang tuan adrian,apa bisa kita langsung periksa?"tanya dr diana
"mas aku takut hasilnya mengecewakan"ucap aulia memegang tangan Adrian
"sssssttt.....sudah sana ikut dengan dokter diana, hasilnya positif atau negatif tidak masalah kita akan berusaha lagi"ucap adrian meletakan telunjuk nya dibibir Aulia.
Aulia berbaring di ranjang pasien dan dokter mulai memberikan gel di perut aulia kemudian mengarahkan suatu benda ke perut aulia dan mengeluarkan suara tidak beraturan.
"nona anda mendengarnya?"tanya dr diana
Deg...deg...deg...
"itu seperti suara jantung dok"ucap aulia
"iya benar, Baiklah Nona sekarang mari ikut saya"ajak dr diana membantu aulia turun dari ranjang.
"Bagaimana dok?"tanya adrian
"selamat tuan adrian istri anda sedang mengandung usianya baru menginjak 2 Minggu"jawab dr diana sumringah
"benarkah dok?"tanya adrian terdengar begitu bahagia
"dokter terimaksih Kalo gitu kami permisi dulu"Ucap Aulia kemudian keluar dari ruangan dokter diana
"mas aku hamil mas"Aulia menitihkan air mata harunya selama perjalanan melewati lorong-lorong rumah sakit.
"iya sayang keluarga kecil kita akan lengkap dengan kehadiran baby kita"ujar adrian mengelus perut aulia
"terimakasih mas sudah mau menerimaku sebagai istri mu dan mencintaiku sebentar lagi bukti cinta kita akan hadir"Aulia berucap mendongak dan menatap adrian
"aku yang berterimakasih sayang,kamu sudah mau menerima pria cacat ini menjadi suamimu jika saja aku tidak menikah denganmu mungkin sekarang aku masih menggunakan kursi roda"ucap adrian
"sssssttt mas kamu gak boleh ngomong gitu okey, sekarang waktunya kita untuk bahagia bukan bersedih"aulia mengelus tangan adrian
"Ayo Han"ajak adrian dengan cepat han masuk dan menyalakan mobilnya
"jadi bagaimana tuan?"tanya han
"sebentar lagi aku akan jadi seorang ayah Han"Adrian menjawab sangat Senang bahkan han sendiri tidak menyangka bos nya bisa sebahagia itu.
"saya senang mendengar nya, untuk nona aulia selamat sebentar lagi Anda akan menjadi seorang ibu"ucap Han sopan
"terimakasih tuan Han"jawab aulia
Setelah sampai rumah besar,Aulia dan Adrian masuk melihat Sarah dan Ridwan sedang menunggu mereka
"assalamualaikum"salam aulia dan adrian
"waalaikumsalam nak"jawab Sarah
"bagaimana sayang?"tanya Sarah penuh harapan
__ADS_1
"iy...iya mau aulia hamil dan sebentar lagi mamah akan menjadi seorang nenek"jawab aulia
Sarah langsung memeluk aulia dan mengelus punggung aulia dengan sayang.
"terimakasih sayang sebentar lagi kamu akan melengkapi keluarga dierja"ujar Sarah melepas pelukannya
"iya mah doakan aku dan calon anak ku selamat Sampai proses persalinan"ucap aulia
"iya nak amin"jawab sarah
"Aulia kemarilah"pinta ridwan
"iya pah?"jawab aulia
"terimakasih nak sudah menjadi menantu dan istri yang baik untuk keluarga ini,papah berdoa semoga kalian dijauhkan dari berbagai bahaya"ucap ridwan
"amin ya Allah amin"aulia mengamini perkataan ayah mertuanya.
"yaudah kamu istirahatlah mamah akan membawakan jus ke kamar mu"ucap sarah
"makasih ya mah"jawab aulia dan Sarah mengangguk
"permisi tuan adrian,ada rapat dadakan dengan pemegang saham dan itu tidak bisa diwakilkan"ucap Han sopan
"baiklah kau tunggu aku akan bilang pada Aulia"tutur adrian dan Han mengangguk
Ceklek
Adrian melihat aulia sedang duduk di sofa memainkan ponselnya
"sayang??"panggil adrian
"iya mas ada apa?"tanya aulia pada adrian yang kini duduk disebelahnya
"aku ke kantor dulu ya ada rapat yang tidak bisa diwakilkan"Adrian meminta izin pada aulia
"tapi nanti kamu lelah sayang"adrian mengelus punggung dan rambut aulia.
"engga mas boleh ya aku ikut"pinta aulia
"iya baiklah tapi kamu harus janji jangan berbuat apapun yang bikin kamu lelah"adrian menujukan jari telunjuknya
"siap papah"jawab aulia
"Aulia ini sayang jus nya"Sarah membawa nampan berisi jus mangga
"Wahh terimaksih mah"ucap aulia senang dan langsung meneguk habis jus yang dibawa sarah
"yaudah mamah ke luar dulu kamu istirahat ya"ucap Sarah
"Aulia ingin ikut denganku ke kantor mah katanya bosan jika dirumah"tutur adrian
"ya sudah asal tidak membuatmu lelah ya"sarah memegang sebelah pipi aulia.
"iya mah"jawab aulia seraya menganggukan kepalanya.
Aulia dan adrian menuju kantor drjgroup
"mas apa ayah ada dikantor?aku ingin mengabari tentang kehamilan ku"tanya aulia
"iya sayang ada nanti setelah meeting kita akan menemui nya okey"adrian berucap seraya mencium kening aulia
"anak papah baik baik diperut mamah mu yang cantik ini"ucap adrian mengelus perut aulia
__ADS_1
"iya papah ku yang tampan"jawab aulia menirukan suara anak kecil
Han tersenyum Senang melihat pria yang sudah menjadi bos nya selama bertahun tahun
"entah kapan aku akan bisa bahagia seperti tuan Adrian" Hati Han mendesis ingin bahagia seperti Adrian
Mereka sampai di kantor drjgroup, adrian mengandeng tangan aulia mata para karyawan melotot seperti melihat ikan yang berenang di dataran.
"itu wanita yang waktu itu kan?"ucap resepsionis pada temannya
"iya pak Adrian Kenapa mesra banget ya..
aku penasaran deh jadinya"temannya kepo
"sudah lanjutkan pekerjaan kalian jika masih tetap ingin bekerja di perusahaan ini"Han membuat 2 resepsionis itu ketar ketir.
"ehh iya maaf tuan"resepsionis itu berbicara gemetar menunduk takut
Adrian mengajak aulia keruangannya selama dia meeting
"sayang jangan kemana mana ya tunggu aku selesai meeting"ucap adrian.
"iya mas....mas boleh aku suruh nisa kesini?kamu pasti lama aku takut bosan"tanya aulia
"iya sudah suruh dia kemari"ucap adrian
Aulia segera mengetik pesan yang akan dikirim kepada Nisa
"hei aku dikantor mas adrian, kemarilah"
"benarkah kamu disana?iya iya aku otw"
Setalah mengirim pesan pada nisa,adrian pamit setelah sekretaris nya mengatakan semua pemegang saham sudah berkumpul.
Aulia bangun dan melihat lihat ruangan adrian sampai terhenti ketika melihat sebuah kotak berwarna hijau disudut rak buku.
"ini kotak apa ya?"aulia bertanya kepada dirinya sendiri
Aulia membuka kotak itu dan melihat hanya tumpukan kertas, akhirnya dia tidak jadi melihatnya.
"Nisa lama sekali"
tiba tiba ponselnya berdering
"aku ada di lobby jemput kek malu aku"
"oke otw"
Aulia mematikan sambungan telepon nya dan turun untuk menjemput Nisa yang sudah berada di loby perusahaan.
"Maaf nona"ucap resepsionis yang pernah berbicara dengan aulia
"maaf? untuk apa?"tanya aulia tidak mengerti
"karena waktu itu kami sudah bersikap tidak sopan dan membuat anda menunggu"jawab resepsionis itu
"sudah lupakan saja"ucap aulia tersenyum kemudian menemui nisa yang sudah menunggu di lobby perusahaan.
BERSAMBUNG........
UP LAGI NIH π€π€ BANTU LIKE DAN VOTE YA BIAR AKU MAKIN SEMANGAT BUAT UP πππ BANTU KOMEN KRITIK DAN SARAN JUGA BOLEH πβ€οΈ OH IYA JANGAN LUPA FOLLOW INSTAGRAM AKU @Alfianaaa05_
MAMPIR KE KARYA TERBARUKU
__ADS_1
MY CRUEL HUSBAND
TERIMA KASIH,HAPPY READING β€οΈπΊπΊ