Menikahi Pria Cacat Demi Ayah

Menikahi Pria Cacat Demi Ayah
BAB 37


__ADS_3

Bukannya menjawab Adrian langsung membawa aulia menuju kamar mereka


"mah kami ke kamar dulu ya"ucap aulia dan Sarah mengangguk.


"Sayang tenangkan dirimu,semua akan baik-baik saja mereka tidak akan bisa menyakiti ku atau anak kita"ucap aulia mencoba menenangkan suaminya.


"kau tahu mereka itu Sangat terobsesi dengan harta,mereka bisa melakukan berbagai cara untuk mendapatkan harta keluarga dierja"jawab adrian lembut


"baiklah mas Sekarang lebih baik kita istirahat aku sangat lelah"ucap aulia


"baiklah sekarang kamu mandi dulu abis itu makan baru tidur"ucap adrian


"iya mas"jawab aulia seraya menganggukan kepalanya.


Aulia membersihkan dirinya setalah 30 menit lamanya aulia belum juga keluar kamar mandi membuat adrian khawatir.


"Sayang???"panggil adrian tangannya sudah mengetuk pintu berkali-kali.


"sayang kamu baik baik aja kan?buka"pinta adrian


Adrian memegang gagang pintu dan begitu terkejut melihat aulia yang sedang tertidur di bathtub dengan air yang masih menyala.


"Astaga aulia!!????!!"


Adrian berlari mendekat dan mematikan kran air kemudian menggendong aulia menuju kamar.


"sayang bangun..."Adrian menepuk pipi aulia.


merasa pipinya dipukul seseorang aulia perlahan membuka matanya dan melihat adrian masih dengan ekspresi khawatir dan nafas terengah-engah.


"Mas kamu kenapa?"tanya aulia yang khawatir.


"kenapa?harusnya aku yang tanya kamu kenapa bisa bisanya tidur di bathtub dengan air yang masih menyala??jika aku tidak masuk mungkin kau sudah tenggelam"Adrian sedikit membentak.


Aulia hanya bisa menunduk memainkan jari jarinya karena dia sadar dia salah.


"Maaf mas..."ucap aulia lirih.


Adrian tidak mendengarkan perkataan aulia,dia ingin beranjak pergi namun tiba tiba Aulia memeluk nya dari belakang.


"mas maaf jangan marah aku tahu aku salah"


Aulia semakin mempererat pelukannya,Adrian bisa merasakan sesuatu yang hanya tertutup handuk itu dia membalik badan dan menatap istrinya penuh cinta.


"jangan ulangi lagi ya"pinta adrian pelan.


Aulia menganggukan kepala kemudian berjinjit mencium bibir suaminya,Adrian refleks memegang pinggang aulia.


Mereka saling bertukar Saliva cukup lama sampai akhirnya aulia melepas ciuman mereka.


"Maaf ya mas"ucap aulia lagi


Cup


"jangan ulangi lagi aku sangat khawatir sayang"ucap adrian setelah mencium kening Aulia penuh kasih sayang.


"yaudah sekarang kamu mandi aku mau masak makan malam dulu"titah aulia.


"yaudah jangan terlalu lelah oke"Adrian menunjukan ibu jarinya.

__ADS_1


"oke sayang"jawab aulia yang juga menunjukan ibu jarinya seraya mengedipkan sebelah matanya.


"hahaha kau ini"Adrian terkikik geli dengan tingkah istrinya.


Aulia pergi ke dapur untuk memasak makan malam dilihatnya Sarah sudah berada di sana.


"malam mah"sapa aulia pada sarah


Sarah tersenyum dan kembali fokus pada sayuran ditangannya.


"sayang lebih baik kamu istirahat kamu sedang hamil muda"Sarah bicara begitu lembut bertepatan dengan kedatangan bela yang sedang mengambil air minum.


"jika bicara padaku seakan aku sudah melenyapkan anaknya berbeda sekali jika bicara pada wanita sialan itu"


Hati bela mendesis kesal melihat kedekatan menantu dan mertua itu.


Setalah selesai memasak Aulia kembali ke kamar untuk memanggil adrian


"mas....?"aulia memanggil adrian ketika tak mendapati suaminya.


Aulia keluar menuju ruang kerja adrian tanpa mengetuk pintu aulia masuk dan melihat adrian begitu fokus pada komputernya hingga tak menyadari jika ada istrinya.


"mas"panggil aulia membelai pipi adrian.


"sayang kok disini?"tanya adrian.


"ayo makan semua sudah menunggu"ajak aulia


Aulia dan Adrian pergi ke meja makan dilihat semua sudah menunggu.


"maaf semuanya sudah membuat kalian menunggu"ucap adrian


Mereka mulai melahap makanannya dan tiba tiba Rio membuka suaranya.


"pah jadi sudah diputuskan aku dan bela akan menikah Minggu depan"ucap Rio.


Uhukk....uhukkkk


Aulia tersedak mendengar perkataan rio,adrian memberikan Aulia minum seraya mengelus punggung aulia.


"sayang pelan pelan"ucap adrian tangannya masih aktif mengelus punggung aulia.


"sayang kau baik baik saja?"tanya Sarah.


"iya mah aku gak apa apa"jawab aulia.


"jika itu menjadi keputusan mu baiklah"ucap rudi pada rio.


"Aku tidak boleh membiarkan pernikahan ini terjadi..... tidak...tidak boleh"


Aulia berbicara dalam hati dan terpikir olehnya untuk pergi ke rumah sakit besok.


Setalah makan malam,aulia kembali ke kamarnya bersama Adrian yang juga memilki perkejaan yang harus diselesaikan.


Oek....oek....


Aulia berlari menuju kamar mandi membuat adrian yang sedang duduk di sofa ikut bangun dan menghampiri aulia.


"sayang kamu gak apa apa?"tanya adrian

__ADS_1


"iya mas gak apa apa,mas aku mau makan bubur ayam"ucap aulia tiba tiba


"hah?"adrian terkejut pasalnya mereka baru saja selesai makan malam dan aulia sudah mau makan lagi.


"mas ihhh aku mau makan bubur,ayo cari"ajak aulia.


"tapi sayang kita baru selesai makan"ucapan adrian membuat wajah aulia berubah masam.


"yaudah kalo gak mau aku akan pergi dengan Nisa"ucap Aulia yang terdengar ketus.


Aulia mengganti pakaiannya dan meriah ponselnya untuk menghubungi nisa.


"Halo nis antar aku membeli bubur yuk"ajak aulia


"memang Adrian kemana?"


"aku mau makan bersamamu jadi kau mau kan?"


"iya Baiklah 15 menit aku akan sampai"


Setalah mematikan sambungan teleponnya,adrian hanya menatap aulia dengan raut wajah bingung.


"kamu beneran mau keluar?"tanya adrian


"hmm"


"ini udah malam sayang"


"jika kamu tidak mau mengantarku aku mohon jangan melarang ku, anakku ini sedang menginginkan sesuatu aku tidak mau anakku akan mengiler terus karena keinginannya tidak terpenuhi"


"baiklah aku akan mengantarmu, ayo"ajak adrian menarik tangan aulia.


"tidak usah mas Nisa akan mengantarku,kamu tidur saja"tolak aulia.


Aulia keluar dari kamar menuggu nisa di teras depan rumah.


"heh bahkan suamimu tidak mau mengabulkan permintaan mu... cup kasian sekali"Bela yang sedang berjalan melihat aulia lantas langsung mengejeknya.


"tidak ada hubungannya denganmu bukan?jadi jangan menggangguku"aulia bicara dengan ekspresi datar.


"jelas saja ada,karena penderitaan mu itu adalah kebahagiaan untukku"bela menunjukan senyum licik nya.


"terimaksih atas perhatian mu padaku, sampai jumpa"aulia melambaikan tangan dan bergegas keluar gerbang ketika melihat nisa sudah sampai.


"Li semua baik kan?"tanya Nisa


"akan aku ceritakan nanti ayo sekarang jalan aku sudah sangat ingin makan bubur"ajak aulia.


Nisa melajukan mobilnya menyusuri setiap pedagang pinggir jalan mencari cari dimana tukang bubur.


"nis itu nis itu"Aulia berkata dengan sumringah ketika melihat gerobak bertulisan BUBUR AYAM


Nisa menepikan mobilnya dan keluar menyusul aulia yang sudah berlari lebih dulu.


BERSAMBUNG.......


HEHEH MAAF YA TELAT UP 🙏😂😊 BANTU KOMEN KRITIK DAN VOTE YA BIAR AKU MAKIN SEMANGAT BUAT UP 🙏😂 JANGAN LUPA FOLLOW INSTAGRAM AKU @Alfianaaa05_


terimaksih, happy reading 😍😊

__ADS_1


__ADS_2