Menikahi Pria Cacat Demi Ayah

Menikahi Pria Cacat Demi Ayah
BAB 116


__ADS_3

Hari ini adalah jadwal hari keberangkatan adrian dan rekannya untuk pergi ke Bali,Aulia benar benar berat harus melepas kepergian suaminya selama 30 hari ke depan.


"Mas hiks jangan pergi ya"ucap aulia dengan isakan.


"Aku juga maunya gitu sayang tapi gak bisa ini udah di kontrak dan kalo aku batalkan kita bisa kena kerugian besar"jawab adrian.


"Tapi kenapa lama banget sampai 1 bulan,kalo aku melahirkan gimana?kalo aku ngidam siapa yang beliin?"tanya aulia semakin terisak membayar adrian kalang kabut sendiri.


Adrian menarik tangan Aulia membawanya ke dalam pelukan kehangatan sebelum pergi.


"Jangan menangis sayang aku akan berat meninggalkan mu,akan aku usahakan cepat pulang ya dan soal melahirkan perkiraan kelahiran kamu masih 1 bulan setengah sayang jadi aku yakin saat itu aku pasti sudah pulang"ucap adrian mengelus rambut aulia mencoba menenangkan istrinya.


"Tidak semua perkiraan dokter itu benar mas, gimana kalo aku melahirkan besok atau lusa?kamu gak bisa nemenin aku berjuang"keluh aulia.


"Sayang, please jangan begini ya"pinta adrian menangkup wajah istrinya.


"Lagian kenapa perempuan itu meminta kamu kesana?banyak yang bisa menggantikan kamu,aku takut nantinya dia akan menggoda kamu mas"Aulia mengeluarkan ketakutannya.


"jadi itu yang membuat kamu berat melepaskan ku?"tanya adrian terkekeh membuat aulia jengkel sendiri,bisa bisanya dia tertawa melihat istrinya menangis.


"Sudah sana pergi!"usir aulia ketus mendorong dada adrian.


"Hehehe maaf sayang,bukan maksud menertawakan kamu tapi kamu sangat lucu ketika sedang menangis karena cemburu"ucap adrian cepat.


"Bodo sana pergi"ketus aulia.


"Oke tenang,sini dengerin aku"adrian meraih kedua tangan aulia dan menatap matanya dalam. "Jangan berpikir bahwa aku akan tertarik dengan wanita lain selain kamu, kamu istri aku, calon ibu dari anak-anakku kelak meski secantik apapun seorang wanita tetap saja dia bukan halal ku karena halalku cuma kamu dan hanya kamu seorang. Sekarang dan selamanya"sambung adrian sungguh sungguh.


"Hiks... hiks"bukannya menjawab aulia semakin menangis kemudian adrian membekap istrinya kembali sampai tangis Aulia perlahan berhenti.


"Yah puasanya batal deh"ledek adrian menyeka air mata Aulia yang mengalir di pipinya.


"Kamu lah yang batal kan kamu yang bikin aku nangis"saut aulia.


"Iya iya aku yang batal, ayo kamu mau anter aku sampe bandara kan?"ajak adrian.


"Iya"jawab Aulia singkat tapi sumringah.


Aulia menggandeng tangan suaminya sementara sebelah tangan Adrian menggeret koper yang berisi barang miliknya dilihat rio sudah menunggu bersama sarah dan ridwan.


"disana jangan lupa untuk istirahat yang cukup, jangan bekerja terlalu keras"pesan sarah pada adrian yang sedang menyalami tangan nya.


"Banyak yang bisa menggantikan pekerjaanmu jadi jangan coba-coba untuk meninggalkan tidur di malam hari"sambung ridwan.


"Iya mah,pah. Aku titip istriku ya"jawab adrian.


"iya nak, jangan khawatir soal aulia dia akan baik-baik saja"saut sarah.


"Mah aku pergi dulu ya,anakmu ini tidak bisa mengerjakan pekerjaannya sendiri karena itu aku harus ikut dengannya"ucap Rio dibumbui candaan.


"Iya jangan lupa untuk mengabari kami ya jika sudah sampai disana"ucap sarah.


"kami pamit, assalamualaikum"salam adrian dan rio meninggalkan rumah menyusul aulia yang sudah menunggu di mobil.

__ADS_1


Sementara han,nisa dan eva sudah berangkat lebih dulu ke bandara dan akan bertemu di sana.


"Sudah jangan sedih sayang hanya 1 bulan"ucap han pada nisa yang terus menangis tak bisa jauh dari suaminya. jiah Nisa lebay bat🀣


"Hanya?1 bulan itu lama tau"saut nisa sewot.


"iya mau bagaimana lagi sayang ini memang tugasku,aku akan menghubungimu setiap malam sayang jangan sedih lagi ya"ujar han menggenggam tangan nisa.


"Tidak bisakah kalian menghargai ku disini,dan kau Nisa puasamu batal karena menangis"ucap eva dingin.


"Kau mana tau,aku dan han baru menikah dan kau juga pasti mengerti bagaimana perasaan pengantin baru kan"saut nisa menyeka air matanya.


"Perasaan ingin terus mantap mantapan kan?"tebak eva membuat mata nisa dan han bak bola dunia yang bulat sempurna.


"Eva istighfar lagi puasa"desis nisa.


"Jangan di sebut merek juga kali va"ucap han.


"Halah memang kenyataan kan kalian berdua memang sedang asik asik nya mencari mantap"saut eva acuh.


"Sudahlah jangan dibahas kita sudah hampir sampai"ucap han menengahi perdebatan itu.


Sedangkan di mobil adrian, aulia tak henti memeluk dan menciumi pipi adrian membuat Adrian senang sekaligus malu karena disana ada rio dan sopir mereka yang mesem mesem melihat keduanya.


"Sayang mereka melihat kita"bisik adrian namun tak di hiraukan oleh aulia.


ekhmmm.....


"Adrian kita akan sampai jika kau..."rio tidak melanjutkan ucapannya karena adrian pasti mengerti maksudnya.


"tidak bisakah kita lebih lama lagi sampainya"desus aulia.


Cup


"Tidak bisa sayang karena memang segini jaraknya"balas adrian mencium kening aulia.


Aulia mendengus kemudian duduk dengan menghadap ke depan sedikit menjaga jarak dengan suaminya.


***


Nisa,han dan eva menunggu kedatangan Adrian di kursi tunggu yang ada di sudut bandara atau lebih tepatnya di depan pintu keberangkatan pesawat adrian dan yang lain.


"Kenapa lama sekali,tadi rio bilang 15 menit"gumam eva melirik jam Dior pemberian rio di tangannya.


"Ada apa?"tanya nisa.


"Mereka lama sekali, penerbangannya sebentar lagi"jawab eva.


"tidak biasanya tuan adrian terlambat"ucap han.


Tak lama suara melengking aulia memanggil membuat ketiganya menoleh.


"Kalian sudah lama menunggu?"tanya rio duduk di sebelah eva.

__ADS_1


"Tidak hanya 30 menit saja"jawab eva menyindir.


"Maaf terlambat"ucap adrian duduk di sebelah Aulia yang sudah menyatroni kursi.


"kenapa terlambat?"tanya nisa.


"Tidak ada hanya permasalahan seorang wanita yang takut ditinggal suaminya"jawab rio.


Namun yang di sindir tidak menunjukan ekspresi apapun begitupun dengan adrian sendiri.


"Permisi"seorang wanita dengan setelan kerja berwarna hitam,rok sepaha memperlihatkan pahanya yang putih mulus ditambah baju bagian tengahnya sedikit terbuka membuat sesuatu yang kembar itu seakan ingin keluar.


"Dateng juga tuh jelmaan Suzana" batin aulia melirik sinis jovanka yang berdiri dekat adrian membuat wajah adrian dan pahanya hanya berjarak beberapa senti.


"Ya?"saut han singkat.x


"Pesawatnya akan take off, kalian sudah di tunggu dengan rekan yang lain aku datang untuk memanggil kalian bertiga"jawab jovanka.


"Baiklah"ujar adrian bangun dari duduknya diikuti rio dan han beserta 3 wanita mereka.


"Aku berangkat, jangan sedih lagi oke atau nanti baby akan ikut sedih"ucap adrian mencium puncak kepala aulia.


"Jangan pernah absen untuk menelpon ku"cecar aulia kemudian memeluk adrian erat sambil melirik sinis jovanka.


Sedangkan yang dilirik berusaha menunjukan senyumannya demi rencana nya nanti padahal sebenarnya hatinya dongkol dan panas melihat aulia memeluk adrian dengan begitu posesif.


"Iya sayang gak akan aku absen"saut adrian melepas pelukannya.


"Sudah jangan menangis,aku berdoa semoga ketika aku pulang nanti kabar baik menyambut ku"ucap han membelai pipi nisa.


"Iya Sayang semoga saja"balas nisa.


"Setelah proyek ini selesai kamu akan menjadi milikku seutuhnya va"ucap rio sungguh-sungguh.


"aku akan menunggu saat itu, kamu hati hati dan jangan lupa hubungi aku"ujar eva diangguki rio.


Setelah keberangkatan pesawat Adrian, aulia dan yang lain memilih untuk langsung pulang.


"Kalian bawa mobil?"tanya aulia.


"iya bawa,kamu pulang sama siapa?"tanya nisa.


"sama pak sopir, nanti malam jangan lupa untuk datang ke rumah"ucap aulia mengingatkan.


"beres"jawab nisa.


"Aku belum membeli bahan untuk membuat sop buahnya"ucap eva menepuk jidatnya.


"ya udah nanti mampir jangan lupa beli bahan kalo ngga bisa batal rencana bukber kita"ujar aulia.


"Ya udah lia kita duluan ya, sampai nanti"nisa masuk ke dalam mobil disusul eva sementara Aulia menunggu sopirnya kemudian pulang ke rumah dierja.


KOMEMNYA POSITIF AJA YA SAYY BIAR AKU SEMANGAT UP NYA πŸ˜‚πŸ˜‚

__ADS_1


BERSAMBUNG........


__ADS_2