Menikahi Pria Cacat Demi Ayah

Menikahi Pria Cacat Demi Ayah
BAB 92


__ADS_3

adrian dan kedua pria tampan itu berada di sudut ballroom membicarakan tentang rencana mereka yang ingin membuat hubungan rio dan eva membaik.


"Kau lihat tadi eva menangis dan aku tidak suka itu"ucap rio menatap tajam adrian.


"kau harus mengerti rio dia menangis itu karena dia cemburu mendengar kau memanggil nia sayang"saut adrian.


"tuan disini bukan hanya eva yang harus berjuang, tapi anda juga"balas han.


"Aku tidak mau melanjutkan sandiwara ini!!!aku akan mengejar eva"ucap rio kemudian pergi meninggalkan kedua pria yang masih terpaku dengan perkataan nya.


"Rio!??Rio tunggu heii?!!!"teriak adrian namun tidak digubris sama sekali oleh rio.


"Apa akan berhasil tuan?"tanya han melirik adrian.


"aku yakin"jawab adrian tanpa melihat han.


Rio melewati aulia,nisa dan nia begitu saja bahkan panggilan Sarah tidak digubris sama sekali.


"Rio???Rio kamu mau kemana?"tanya sarah namun tidak di gubris.


"Mas??"panggil aulia mendekati suaminya."kak rio mau kemana??"tanya aulia.


"memperjuangkan apa yang memang harus diperjuangkan olehnya"jawab adrian.


"Sayang??semuanya baik baik saja kan?"tanya nisa.


"iya sayang semua baik baik saja jangan dipikirkan, pikirkan saja first night kita malam ini"bisik han dikata terakhirnya.


BLUSHHHHH


pipi nisa memerah karena mendengar perkataan pria yang sekarang sudah menyandang status sebagai suaminya.


"ishh apa sih"pekik nisa memukul bahu suaminya membuat han tersenyum bahagia karena berhasil menggoda istrinya.


"Cih, pengantin baru senyum senyum mulu"Sindir adrian.


"Nis aku cuma mau bilang hati hati"ucap aulia membuat pipi Nisa memanas.


"Ya sudah ayo kita pulang ini sudah malam, kalian selamat mp ya"ucap sarah ikut menggoda pasangan baru itu.


"nyonya anda juga menggoda saya"ucap han masih dengan nada hormatnya.


"hahah sudah sudah kasihan pengantin ini belum apa apa sudah panas"ucap aulia terkekeh.


Plak....


"Bicaramu Lia"protes nisa memukul bahu aulia.


"ya sudah kami permisi duluan ya,selamat malam"ucap sarah.


Mobil hitam itu melaju memecah jalanan yang basah akibat di timpah hujan deras, matanya melirik ke kanan dan kiri mencari sosok yang di cintai nya.


"Eva dimana kamu???"gumam rio matanya masih mencari-cari.

__ADS_1


Ban yang berputar tiba tiba berhenti di depan sebuah halte pemberhentian bus, seorang wanita dengan dress panjang berwana biru duduk termenung sambil menundukkan kepalanya.


"Eva???"gumam rio melihat sosok yang ia cari.


Rio segera turun, membiarkan jas mahalnya basah terkena air hujan,kakinya dengan ragu melangkah tapi tangannya seperti terus menarik untuk mendekati eva.


"Eva???"merasa dirinya dipanggil eva mendongakkan kepalanya, menunjukan mata merah dan make up yang berantakan.


"Mau apa kau ha??!!!"emosi eva meluap melihat rio ada di depannya saat ini dengan pakaian yang juga sudah basah dengan rambut yang menurun menutupi sebagian dahinya.


"aku ingin bicara padamu va"jawab rio pelan kemudian duduk di sebelah eva.


Eva menjauhi rio dengan menggeser tubuhnya.


"Va kamu kenapa??"tanya rio lembut.


"Aku tidak apa apa dan tolong anda pergi dari sini"jawab eva cepat.


"Eva kamu tadi menangis,kenapa?"tanya rio lagi.


"Kau tanya aku kenapa ha???!!!!kau pikir telinga dan hatiku tidak sakit mendengar kau memanggil wanita lain dengan sayang di depanku???!!!aku sakit rio,sakit sekali mendengar kau memanggil wanita lain dengan panggilan yang seharusnya hanya aku yang bisa mendapatkan nya!!!"jawab eva bangun dari duduknya dan menunjuk rio.


"Aku tidak peduli apa anggapanmu padaku,aku sudah berdoa untuk menghilangkan rasa ini dalam diriku tapi tidak bisa dan aku tau kenyataannya memang aku sangat mencintaimu rio!!!!"teriak eva lagi membuat seulas senyuman terbit dibibir rio.


"Sekarang pergilah"ucap eva membalik badan membelakangi rio.


Rio bangun, tangannya bergerak meraih perut rata eva dan meletakan kepalanya di bahu eva.


"Aku juga merasakan hal yang sama va,aku sudah mencoba melupakan mu tapi tidak bisa.Sandiwara cinta yang justru membawa cinta kembali ke dalam kehidupanku,aku mohon va kembalilah padaku"ucap rio tepat ditelinga eva.


"Rio lepaskan aku"ucap eva lemah.


"Kembalilah va aku janji akan mencintai dan membahagiakan mu"bisik rio.


"Kau akan berbohong lagi"ucap eva pelan, genangan di pelupuk matanya mengahasilkan setetes air yang jatuh di pipinya.


"Tidak sayang aku janji"jawab rio cepat.


"Lalu siapa wanita tadi?"tanya eva perlahan membalik badan menghadap rio.


"Dia sepupu han yang dibayar adrian untuk menjadi pacar pura pura ku"jawab rio.


"pacar pura pura?"tanya eva menekuk kedua alisnya.


"Aku tidak mungkin menjalin kasih dengan orang lain karna hatiku sudah ada disini"rio membawa tangan eva menyentuh dada eva.


"Jangan begini rio,kau membuat rasa ini semakin besar"Eva memejamkan matanya dan menarik nafas pelan.


"Itu yang aku inginkan,aku ingin kau satu satunya wanita yang ada di hatiku, begitupun sebaliknya hanya aku,hanya aku yang boleh tinggal dihatimu"balas rio.


Eva menatap mata rio dalam mencari kebohongan namun nihil yang tersirat di mata nya hanya kejujuran dan ketulusan.


"Aku mencintaimu"ucap eva kemudian menyadarkan kepalanya di dada rio.

__ADS_1


"aku juga sangat mencintaimu"balas rio mengeratkan pelukannya.


Tidak jauh dari mereka,sebuah mobil mewah yang dihuni 3 orang melihat kearah mereka yang sedang berpelukan.


"Akhirnya, semoga saja mereka bisa ke jenjang yang lebih Serius"gumam aulia tanpa sadar air matanya berjatuhan.


"Jangan menangis sayang"ucap adrian menyeka air mata istrinya.


"ini air mata haru mas"saut aulia tersenyum.


"Mamah senang jika mereka bisa bersama"ucap sarah matanya melihat putra sulungnya yang sedang asik memadu kasih.


***


Sepasang pengantin baru itu sekarang sedang duduk bersebelahan, jantung keduanya sedang mengadakan lomba maraton karena itu jantung mereka berdegup kencang.


"Sayang???"panggil han memecah keheningan dimalam bahagia mereka.


"ummm iya?"tanya nisa.


"Kamu tidak mau mandi?"tanya han.


"ahh iya tapi bisa minta tolong turunkan resleting gaun ku"Jawab nisa membalik badan menunjukan resleting gaun yang tertutup rapat.


Tangannya seperti tersengat aliran listrik setelah bersentuhan dengan kulit nisa yang putih mulus, nisa memejamkan matanya merasakan tangan kokoh han mulai meraba bagian punggungnya.


"Aku...aku mau mandi"ucap nisa sadar kemudian segara berlari dengan bagian belakang yang terbuka memperlihatkan kaitan bra putih yang dikenakannya.


"Aduhh nih jantung maraton apa sprint sih"Han mengelus dadanya yang dag dig dug.


Di dalam kamar mandi nisa mondar mandir dengan perasaan yang berkecambuk, setelah cukup lama berperang dengan pikirannya nisa mengguyur tubuhnya dengan air hangat.


"Ahhh segernya"decak nisa meriah handuk dan mengeringkan tubuh dan rambutnya.


"shit, bodohnya kau nisa"umpat nisa karena lupa membawa pakaian ke dalam kamar mandi.


Han yang sudah menunggu hampir 1 jam itu mendekati pintu kamar mandi, merasa khawatir dengan istrinya.


Tok.... tok....tok....


"Sayang kau tidak apa apa??"tanya han menggedor pintu kamar mandi.


"iy,,iya sayang"jawab nisa.


"kalo begitu ayo keluar aku juga mau mandi"ujar han.


"hah bagiamana ini,masa aku harus keluar dengan penampilan begini"ucap nisa mengacak acak rambutnya sendiri.


"sayang jika kamu tidak keluar aku akan masuk"ucap han yang langsung mengembalikan kesadaran nisa.


"ahh iya iya aku keluar sayang"saut nisa kemudian menekan gagang pintu.


Ceklek......

__ADS_1


kasihan han harus bersambung dulu 🤣aku gantung dulu ya sayy😉


BERSAMBUNG.......


__ADS_2