Menikahi Pria Cacat Demi Ayah

Menikahi Pria Cacat Demi Ayah
BAB 74


__ADS_3

Selama perjalanan aulia tidak menjawab atau merespon perkataan suaminya,dia hanya terus memandang keluar jendela.


"Sayang percaya sama aku,tadi gak sengaja kok"ucap adrian mencoba menenangkan amarah istrinya.


"kan kamu tadi liat sayang kalo dia kesandung jadi jatuh diatas aku lagian aku juga gak mau deket deket sama dia"sambung Adrian.


Aulia tetap tidak bergeming sampai akhirnya mobil memasuki gerbang tinggi yang dijaga oleh beberapa orang.


"sayang tungguin"teriak adrian ketika aulia sudah berlari lebih dulu masuk ke dalam.


Aulia langsung masuk ke dalam kamarnya tanpa memperdulikan Sarah dan rio yang ada di ruang tamu.


"Ada apa dengan Lia??"tanya rio.


"mamah juga gak tau"jawab Sarah.


Adrian datang ingin langsung menuju kamar namun dicegah oleh rio dan sarah.


"Rian??"panggil rio.


"Apa yang kamu lakukan pada aulia nak?kenapa dia sampai menangis begitu?"tanya sarah.


"Aulia salah paham mah"jawab adrian kemudian menceritakan kejadian yang terjadi di kafe.


"wanita itu yang pernah datang kerumah ini bukan?"tanya rio setelah mendengar cerita adrian.


"kamu harus bujuk Istri kamu rian dia sedang hamil dan ya wanita hamil memang selalu berubah-ubah dia bisa cemburu atau marah karena hal sepele"ujar Sarah.


"iya mah kalo gitu aku ke kamar dulu ya"ucap adrian kemudian masuk ke dalam kamar.


Aulia mengganti pakaiannya dengan piyama tidur kemudian segera meringsut dibawah selimut dan memejamkan matanya.


Ceklek.


Suara pintu terbuka,Adrian masuk kemudian mendekati aulia yang sedang berbaring berpura pura tidur.


"sayang dengarkan aku dulu"bisik adrian.


Aulia memutar posisi menjadi membelakangi adrian, adrian ikut berbaring kemudian memeluk tubuh aulia dari belakang dan mengelus perutnya yang sudah mulai membesar.


"Sayang???aku mau tengokin baby"bisik adrian membuat bulu kuduk aulia berdiri namun tetap mencoba bersikap netral.


"lepas mas aku capek,mau tidur!!!"ketus aulia menjauhkan tangan adrian dari perutnya.


"Tapi tadi siang kan udah janji mau dijadiin santapan"Rajuk adrian.


"minta aja sana sama perempuan itu"ketus aulia lagi.


"beneran boleh?"tanya adrian.


Aulia membuka matanya dan langsung mengubah posisinya menjadi duduk menatap suaminya.


"oh jadi kamu emang pengen? yaudah sana sana gih cari kehangatan sama dia"ucap aulia marah.


"ehh bukan begitu sayang kan tadi kamu sendiri yang bilang"ucap adrian takut.


"Kamu nyalahin aku gitu?"tanya aulia kasih dalam mode marah.


"aduh salah lagi gw ngomong...gimana nih???" batin adrian.


"udah sana tidur sama wanita itu"usir aulia lagi.

__ADS_1


Adrian meletakan kepalanya dipangkuan aulia dan mengelus perutnya.


"Sayang maaf aku gak bermaksud nyalahin kamu, jangan marah ya"ucap adrian lembut.


"Awas mas aku mau tidur ngantuk"ucap aulia sekarang suaranya jauh lebih pelan.


"maafin aku dulu"pinta adrian kemudian menatap istrinya.


Tatapan tulus dari adrian berhasil membuat hati aulia luluh lantak dan seketika amarahnya hilang entah kemana.


"Aku gak suka kamu deket deket sama perempuan lain"ucap aulia menangkup wajah adrian.


"Aku janji gak deket deket lagi sama perempuan dan aku juga akan berusaha menjaga jarak dari klien perempuan ku"balas adrian.


Aulia menggeleng sambil memejamkan matanya kemudian bicara dengan lembut.


"jangan sayang,aku mungkin terlalu posesif padamu dan klien?kamu harus bersikap profesional pada mereka jangan menjaga jarak hanya demi aku, selama itu masih membawa statusku sebagai istrimu satu satunya itu tidak apa apa"jelas aulia.


Cup


"aku tidak akan pernah berkhianat dari perempuan sebaik dan secantik kamu sayang,I love you"ucap adrian mesra.


"I love you to"jawab aulia tersenyum manis.


Pelan pelan adrian kembali membaringkan aulia, tangannya aktif membuka satu persatu kancing Piyama yang dipakai aulia,Aulia tau apa yang diinginkan suaminya karena itu dia tidak menolaknya.


"Boleh?"tanya adrian dengan mata yang tertutup kabut gairah.


"Semua milikmu sayang"balas aulia.


Adrian tersenyum kemudian mencium bibir aulia dengan lembut, ciuman turun semakin turun ke dada aulia.


"mas....ahhh sayang...."desah aulia ketika adrian mencumbu dadanya.


"terimaksih sayang"bisik adrian kemudian mencium kening aulia.


"tidurlah mas,aku ngantuk"ujar aulia membenamkan wajahnya di dada bidang adrian.


Ditempat lain seorang wanita sedang asik bermain ponselnya sambil mendengarkan musik di dekat jendela kamarnya namun ditengah menikmati apa yang dilakukannya suara telepon masuk membuat musik yang dia dengar terjeda.


"Astaga siapa yang menelpon sih"gerutu eva.


Eva mengambil ponselnya dan melihat ID penelpon ternyata adalah bosnya,dia ingat persyaratan yang diajukan rio dihari pertama bekerja untuk siap kapan saja dan dimana saja dia dibutuhkan.


"Apa dia menyuruhku untuk yang tidak tidak?inikan sudah malam"gumam Eva menelan Salivanya dengan susah.


Eva mengangkat, dengan perasaan gugup dia berucap.


"hal...halo pak??"ucap eva.


"apa kau sedang sibuk?"


"iya pak saya sedang tidak ada dirumah"


"lalu siapa yang aku lihat di dekat jendela dengan handset di tangannya"


Mata Eva membulat ketika mendengar perkataan rio,melihat ke sekeliling rumah dan ya sosok pria tampan sedang duduk di cup mobilnya sambil mengantungkan sebelah tangannya.


"Jadi siapa?"


"maaf pak bukan maksud menolak hanya saja....."

__ADS_1


"cepat bersiap dalam 15 menit dan keluar!!"


Rio mematikan sambungan telepon nya sebelum eva berkata kata ataupun menolak.


"Kenapa dia itu selalu memutuskan sepihak tanpa mendengarkan pendapat yang lain"gerutu eva seraya mengambil pakaian kemudian segera mengganti nya.


Setalah mengganti pakaiannya,Eva pergi ke luar rumah untuk menghampiri bos tampannya itu.


"maaf pak karena sudah membuat anda menunggu"ucap eva.


Rio tidak berkata-kata dia justru berjalan masuk ke dalam rumah dan berpamitan dengan herman yang sejak tadi memperhatikan nya di jendela.


"Selamat malam om"sapa rio sopan.


"kau tuan rio dierja kan?"tanya Herman.


"iya om dan saya ingin minta izin untuk mengajak eva keluar sebentar"ucap rio.


"baiklah tapi jangan pulang terlalu malam ya karena tidak enak dengan tetangga"ujar Herman diangguki rio.


Rio mencium tangan herman dan semua pemandangan itu tidak lepas dari Eva yang sejak tadi memperhatikannya,hatinya sedikit tertegun melihat kesopanan seorang rio yang meminta izin membawa anak gadisnya pergi berbeda dengan pria kebanyakan yang menjemput tanpa pamit.


"Ayo"ajak rio tapi Eva tetap melamun dalam kekaguman nya.


"kau baik baik saja?"tanya rio memegang bahu eva.


Eva tersadar kemudian melihat tangan rio yang ada di bahunya membuat rio melepaskan tangannya.


"ayo"ajak rio lagi.


Eva masuk setelah rio membukakan pintu untuknya.


Mobil meninggalkan rumah ayah aulia, memecah keramaian kota di malam hari.


"kita mau kemana pak?"tanya Eva.


"kau mau kita kemana?"tanya rio balik.


"Pulang pak"jawab eva jujur.


"Kalo begitu besok pergi ke bagian HRD dan minta gaji mu yang baru 1 hari"ucap rio dingin seperti salju.


"eh pak ada film baru, bagiamana jika kita nonton"saran eva takut dirinya dipecat setelah mendengar ancaman Rio.


"Baiklah jika itu yang kamu inginkan"jawab rio kemudian segara melajukan mobilnya menuju mall yang terdapat bioskop XXI.


Setalah sampai di bioskop mereka bergegas masuk,rio menggandeng tangan eva membuat eva terkejut sekaligus gugup.


"apa apaan dia main pegang aja kaya mau nyebrang jalan" gumam eva dalam hati.


Ketika sedang membeli tiket, tanpa sengaja mereka bertemu dengan han dan nisa yang juga ingin menonton bioskop.


"Eva???"panggil nisa menunjuk eva.


"nis?lagi malem Selasa nih kayanya"goda eva.


"deh gak ngaca kamu"sindir Nisa.


"Tuan???"sapa han tersenyum manis membuat rio merasa ingin memuntahkan isi perutnya.


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN UNTUK MEMBUAT AKU SEMANGAT 💪🤗🤗

__ADS_1


BERSAMBUNG........


__ADS_2