
Hari berlalu dengan cepat, hari ini adalah hari terakhir keenam anak manusia itu di daerah yang selalu bisa memanjakan mata warga lokal maupun mancanegara.
"Huh gak kerasa ya besok kita pulang, padahal belum puas"ucap aulia membuang nafasnya pelan sambil merapihkan pakaian ke dalam koper.
"Kapan kapan kalo kamu mau kita kesini lagi sayang"saut adrian yang sedang membantu aulia merapikan pakaian.
"Mas,ayo beli oleh-oleh buat dirumah"ajak aulia.
"Boleh,ya udah selesain dulu ini abis itu kita cari oleh-oleh"saut adrian.
Aulia mempercepat gerakan tangannya merapihkan pakaian sedangkan eva dan rio sedang duduk bersantai di balkon resort sambil berbincang.
"Kamu gak akan ngerubah keputusan kamu untuk nikah sama aku kan?"tanya rio melirik eva.
Eva membalas lirikan rio dan tersenyum. "Tidak akan Rio,tapi entah kenapa aku merasa akan ada seseorang yang berusaha untuk memisahkan kita"saut eva.
"Tidak akan sayang,tenang saja"tutur rio.
"Kamu udah rapihin pakaian?"tanya eva.
"udah, kamu?"tanya rio balik.
"udah juga,ajak yang lain yuk buat cari oleh-oleh sekalian jalan jalan besok kan kita udah pulang"ajak eva.
"Hayuuuk"saut rio membuat eva terkekeh.
Aulia dan Adrian keluar bertepatan dengan eva yang ingin mengetuk pintu kamar.
"Eva,rio?ada apa?"tanya aulia.
"Cari oleh-oleh yuk buat dirumah lagian hari ini terakhir loh kita disini"ajak eva.
"Kami juga berencana begitu,tapi dimana han dan nisa?"tanya adrian.
"Mungkin masih di kamar merapihkan barang,ayo kita ke sana"ajak rio.
keempatnya menuju ke kamar han dan nisa, tangan aulia membentuk kepalan sebelum mengetuk pintu kamar nisa.
Tok...tok...tok...
"Nis??"panggil aulia pelan.
Ceklek
"Eh nona, tuan ada apa?"tanya han yang membukakan pintu.
"Kami mau membeli oleh-oleh apa kau mau ikut?atau melanjutkan saja?"tanya adrian tau situasi apa yang di alami han saat ini.
"Kami akan ikut tuan beri waktu 15 menit ya"saut han cepat dan malu.
"Baiklah kami tunggu di bawah"ujar rio diangguki han.
Sambil menunggu nisa dan han,Aulia membuat segelas susu biasa sekedar menghangatkan perutnya yang terkadang terasa nyeri.
"Minum apa sih?"tanya adrian sambil menyelipkan anak rambut yang menutupi wajah istrinya.
"Susu lah mas masa air laut warnanya putih begini"jawab aulia sebelum meneguk kembali susu putih buatannya.
"Hehehe kan tanya sayang"ujar adrian cengengesan.
"Kalian apa tidak bisa tidak bermesraan sehari di depan kami?"tanya rio ketus.
"Cepatlah menikah kau akan tahu rasanya tidak bermesraan sehari seperti apa"saut adrian.
"oh iya,apa aku boleh bertanya pada kalian?"ujar aulia bertanya pada rio dan eva.
"Iya katakan saja"jawab eva.
"Apa kalian sudah ada rencana untuk menikah?"tanya aulia.
__ADS_1
"tentu saja ada,aku berencana untuk menikahi eva setelah pulang dari sini dan meminta restu pada mamah,papah dan pak herman"jawab rio.
"Aku senang mendengarnya"saut aulia.
"Tapi aku takut jika mamah dan papah kamu gak setuju"ujar eva tiba tiba.
"Tidak mungkin sayang,mamah sudah sangat menyukaimu pasti dia akan merestui hubungan kita"jelas rio.
"Lalu bagaimana dengan papah kamu?"tanya Eva.
"Papah bukan tipe orang yang mengekang setelah mengenal aulia,ya aku akui dulu papah juga sempat melarang hubungan ku dengan aulia yang tiba-tiba tapi kini aku yakin dia akan menghargai setiap keputusan putranya.Kau jangan khawatir jika apa yang kau katakan benar rio akan mengurusnya"jelas adrian.
"Terimakasih"ucap Eva.
Nisa dan Han datang dengan pakaian yang sudah rapih, aulia segera meneguk habis susu nya sebelum pergi.
"Maaf karena sudah membuat kalian menunggu"ucap nisa.
"tenang aja nis, kami paham"ucap eva menepuk bahu nisa.
"ya sudah ayo kita langsung saja"ajak adrian.
Semua bergegas meninggalkan resort,han duduk di kursi kemudi dengan nisa di sampingnya sedangkan adrian, aulia,rio dan eva duduk di kursi penumpang.
selama perjalanan tidak ada yang mengeluarkan suara sampai dering ponsel milik adrian mengalihkan pandangan semua orang termasuk han.
"Halo?"
"halo tuan adrian"
"ada apa?"
"bagiamana keadaan an....,"
"langsung saja pada inti"
"Saya sedang menuju rumah anda untuk meminta tanda tangan sekalian mengajak anda untuk makan siang"
Adrian mematikan sambungan telepon sepihak, darahnya selalu mendidih ketika mendengar suara wanita iblis itu.
"mas semua baik baik saja?"tanya aulia memegang bahu adrian.
"iya sayang hanya urusan pekerjaan saja"Jawab Adrian memegang puncak kepala aulia.
"Baiklah"saut aulia.
Suara notifikasi berbunyi dari telepon genggam milik rio, dilihat tidak ada id pengirim namun yang membuat rio penasaran adalah isi pesannya.
"aku telah kembali" isi pesan yang entah dari siapa.
Rio mengerenyitkan dahinya membaca pesan dari orang yang tidak ia kenal,Eva yang melihat raut wajah rio penasaran dan bertanya.
"Ada apa?"tanya eva memegang pergelangan tangan rio.
"ahh tidak hanya salah kirim sepertinya"jawab rio.
"apa isi pesannya?"tanya aulia.
"Aku telah kembali"jawab rio.
"Hanya itu?"tanya eva diangguki rio.
"ya sudah biarkan saja tidak penting"tutur adrian.
Sesampainya di pusat oleh-oleh khas Bali, aulia dan kedua wanita itu turun dan berlari masuk siap untuk menyerbu makanan menggiurkan lidah.
"Mau ini?"tanya adrian menunjuk pie susu.
"mau mas itu kesukaan aku dulu kalo ada tetangga yang nikahan"jawab aulia.
__ADS_1
"Segala nikahan dibawa bawa sayang, terlalu imut kamu tuh"desis adrian gemas.
"Mas aku juga mau beli baju,tas,sama pernak pernik Bali ya?"tanya aulia meminta izin untuk mengambil barang yang ia sebutkan.
"Ambilah sayang,beli sebanyak yang kamu mau"jawab adrian.
Muachh
"terimaksih suamiku"ucap aulia mencium pipi adrian tanpa malu di depan umum.
"Sayang beli ini yuk"ucap eva menunjuk baju tie die.
"Samaan?"tanya rio.
"Iya, kenapa?gak mau?"tanya eva balik.
"Mau dong, yaudah ambil aja yang menurut kamu paling bagus"tutur rio.
Nisa mengambil tas rotan dan juga beberapa pernak pernik lucu yang akan ia berikan kepada orang tua nya dan ya ada satu barang yang menarik perhatian nisa.
"mba tolong bungkus yang ini ya"ucap nisa pelan.
Mba kasir langsung membungkus dan setelah nisa membayarnya cepat cepat ia masukan ke dalam tas sebelum Han melihatnya.
"Sayang apalagi?"tanya han.
"Baju deh"jawab nisa yang belum membeli baju sama sekali.
Mulai dari makanan sampai pernak pernik khas Bali sudah mereka borong untuk dibagikan pada keluarga dan beberapa pelayan rumah besar.
"Sayang kamu beli oleh-oleh apa mindahin barang Bali ke rumah, banyak banget"ujar adrian.
"sekali kali mas, lagian kita kesini kan gak setiap hari"saut aulia.
"iya deh sayang"ucap adrian mengalah percuma berdebat dengan ibu hamil.
***
setelah berbelanja oleh-oleh,mereka memutuskan untuk mengunjungi tempat di Bali yang belum mereka datangi dan katanya tempatnya sangat romantis bila malam hari.
"Kita mau kemana mas?"tanya aulia sambil menikmati beberapa bungkus pie susu yang ia beli.
"Tempat yang romantis dan bagus untuk foto"jawab adrian.
"ahh benarkah? dimana itu?"tanya nisa sumringah.
"Rahasia"jawab ketiga pria kompak.
La Laguna tulisan itu terpampang di depan Mereka sekarang,Bangunannya menggabungkan konsep bar tapas Spanyol dengan area terbuka bernuansa tropis, serta dekorasi ala Mediterania.
"Ya ampun mas ini indah sekali"ujar aulia matanya terus memandang bangunan dan beberapa dekorasi la Laguna.
"Kan aku sudah bilang sayang"ujar adrian.
"Ahh ayo cepat masuk aku sudah tidak sabar untuk Berfoto ria"ajak eva.
Mereka semua bergegas masuk, nisa mengeluarkan ponsel miliknya dan mengarahkannya kepada aulia dan Eva.
"Gilr's senyum"ujar nisa.
Cekrek.
hingga puluhan foto sudah mereka ambil dengan gaya yang berbeda.
"Sayang tidakkah kamu ingin foto bersamaku?"tanya adrian yang sejak tadi di cuekin oleh aulia.
"ehh iya lupa"saut Aulia dan mulai mengarahkan ponselnya mencakup dirinya dan adrian.
Cekrek.
__ADS_1
HARI INI AKU ADA ULANGAN TEMAN TEMAN,DOAKAN SUPAYA AKU BISA YA 🙏😊😊
BERSAMBUNG......