
Aulia dan Nisa pergi ke kampus mereka untuk menyerahkan skripsi yang telah mereka kerjakan di Bali Tempo hari lalu.
"Ayo kita hampir terlambat"ajak nisa melangkah dengan kecepatan yang hampir di sebut lari bahkan dia lupa jika yang ia bawa adalah ibu hamil.
"Nis pelan pelan ih, cape"rengek aulia menghentikan langkahnya sambil memegangi perutnya yang membesar.
"Eh iya lupa,sini duduk dulu"tutur nisa menuntun aulia duduk di salah satu kursi depan kelas.
5 menit sekedar mengatur nafasnya, aulia segera mengajak nisa untuk pergi ke ruangan rektor mereka.
Nisa menekan lift tujuan mereka, dilantai 3 pintu terbuka dan masuklah seorang pria dengan setelan kasualnya.
"Nona Nisa?nona aulia?"suara pria itu tiba tiba menyebut nama keduanya.
"Tuan Bram?"saut nisa menunjuk bram.
"Apa kabar?dan sedang apa kalian?"tanya bram.
"kabar kami baik,kami datang ke sini untuk menyerahkan skripsi kami"jawab nisa sedangkan Aulia hanya tersenyum canggung.
"Nona aulia, bagaimana dengan kandungan anda?"tanya bram sok perhatian.
"Baik"jawab aulia singkat.
"oh iya skripsi apa yang kalian rangkum?"tanya bram.
"management keuangan"jawab aulia.
"anda sendiri sedang apa disini?"tanya nisa.
"Menyerahkan skripsi juga tapi materinya tentang ekonomi bisnis dan kewirausahaan"jawab bram.
Tring...
Pintu lift terbuka,nisa dan Aulia pergi ke ruangan rektor mereka sedangkan Bram pergi ke ruang rektor nya.
***
"Skripsi kalian sudah benar dan terbaik, tidak sia sia saya berikan waktu tambahan"ucap pak budi dosen rektor aulia dan nisa.
"Terimakasih banyak atas pemberian waktu tambahan dan penilaiannya pak kami benar-benar sangat tersanjung"saut aulia.
"Baiklah, tugas kalian cukup dan saya ucapkan selamat atas pernikahan kamu ya nisa, semoga pernikahannya langgeng"ucap Budi beralih pada nisa.
"iya pak Amin"balas nisa menunduk hormat.
Setalah menyerahkan tugasnya, mereka memilih untuk pulang karena puasa pertama rasanya hari sangat lama.
"Li langsung pulang aja ya,kalo gini bisa bisa aku khilaf"ajak nisa menutupi wajahnya yang terpancar sinar matahari.
"Gak mau mampir dulu gitu ke restoran"goda aulia.
"Astagfirullah kamu ini berdosa banget"saut nisa.
"Hei kamu itu jangan solimi"balas aulia.
__ADS_1
"Sholeha bukan solimi"ujar nisa.
"Hahahaha"tawa keduanya pecah. (pasti tau ini sound yang lagi viral itu kan???).
Di tengah jalan, sialnya mobil yang mereka kendarai mogok di tempat yang dibilang cukup sepi membuat keduanya khawatir Sekaligus takut jika ada begal atau penodongan tiba tiba.
"Coba lagi pasti bisa"ucap aulia pada Nisa yang berusaha menyalakan mobilnya kembali.
"Gak bisa li,aduh gimana nih?"saut nisa sudah berulangkali mencoba namun tetap tidak menyala.
"Aku telepon mas Adrian dulu"Aulia meraih ponselnya dan menghubungi suaminya.
Tut....Tut...
nada sambung terdengar namun belum juga diangkat, tiba tiba ada yang mengetuk kaca mobil mereka dengan kencang membuat aulia terkejut dan menjatuhkan ponselnya.
"Cepat buka atau aku pecahkan kaca ini"Ucap seseorang dengan penutup wajah.
"ahh lia aku takut"ucap nisa memeluk sahabatnya.
"Tenang,aku yakin pasti akan ada orang yang menolong kita lagipula ini masih siang"ucap aulia mencoba untuk tenang padahal sebenarnya dia juga sama takutnya dengan nisa.
"Aku hitung sampai 3 jika tidak dibuka akan aku pecahkan dan kuhabisi kalian"ancam pria itu lagi.
"Mas adrian aku mohon"gumam aulia.
Di lain tempat, adrian tersentak ketika mendengar suara seseorang yang ia dengar dari sambungan telepon aulia,ya saat ini ponsel aulia dan Adrian sudah tersambung.
"Hallo sayang??!!"panggil adrian namun tidak ada jawaban.
"Jangan, baiklah kami akan keluar"Adrian mendengar suara Istrinya yang terdengar gemetar.
"tuan apa semua baik baik saja?"tanya han.
"Ayo kita cari aulia dan nisa sepertinya mereka dalam bahaya"ajak adrian berlari keluar ruangan lebih dulu disusul han.
Adrian dan han berlari keluar dari kantor membuat beberapa mata karyawan memperhatikan nya namun tidak ada yang berani bertanya.
Nisa dan Aulia mereka berdiri dalam posisi tangan yang terikat, mereka hanya bisa memperhatikan orang di depannya ini terus saja menggeledah mobil mereka seperti sedang mencari sesuatu.
Sebuah mobil hitam berhenti di belakang mobil aulia dan nisa, keluar seorang pria yang langsung membuka ikatan keduanya.
"Kalian tidak apa apa?"tanya orang itu pelan agar tidak terdengar si perampok.
"Tuan bram? terimaksih banyak"ucap aulia.
Bram menyuruh nisa dan aulia masuk ke dalam mobilnya sedangkan Bram sendiri menarik dan memukuli perampok itu.
"Nisa cepat hubungi han atau mas Adrian,ponselku tertinggal di mobil"ujar aulia.
Nisa meraih ponselnya dan mengubungi han.
"Halo sayang??"
"sayang dimana kamu?"
__ADS_1
"Han tolong aku,aku ada di jalan Meruya mobil kami di rampok"
"Apa?!!! baiklah aku kesana"
Sementara bram masih memukul pria yang menjadi perampok itu bahkan tanpa ia ketahui jika perampok itu membawa sebuah belati kecil yang kemudian mengenai telapak tangannya.
"aghhh"teriak Bram ketika merasakan perih di tangannya.
"Tuan Bram?!!!"teriak aulia dan nisa bersamaan.
Sebuah mobil berhenti dan menghampiri aulia dan nisa, keduanya memeluk istri mereka masing-masing dan menenangkan nya.
"Sayang tenang oke"ucap adrian memeluk aulia.
"Sayang lihatlah tuan Bram,bantu dia cepat"ucap aulia menunjuk bram yang masih berusaha membuka penutup wajah si perampok.
Han dan Adrian membantu bram memukuli perampok itu namun belum sempat adrian meraih wajahnya si perampok sudah pergi meninggalkan mobil melalui pintu kiri.
"Anda tidak apa apa?"tanya han pada bram.
"ya,saya tidak apa apa"jawab bram memegangi pergelangan tangannya dengan telapak tangan yang terbuka.
"Lebih baik kita ke dokter saja,saya takut lukanya dalam"ujar adrian.
"tidak perlu tuan,saya baik baik saja"jawab bram.
"anda tidak apa apa?"tanya aulia dan nisa.
"saya tidak apa apa, bagaimana keadaan kalian?"tanya Bram balik.
"kami tidak apa apa dan itu semua berkat anda, terimaksih banyak"ucap aulia menunduk terimaksih.
"Tidak masalah tadi saya hanya Kebetulan lewat dan melihat mobil kalian jadi saya berhenti namun saya tidak menyangka jika mobil kalian sedang di rampok"balas bram.
"Biar kami obati sedikit luka anda"ucap nisa mengambil kotak obat di mobilnya.
Nisa dan aulia membantu mengobati tangan bram,bram memperhatikan dengan lekat wajah wanita di depannya. Kulit putih dengan mata yang sipit ditambah dengan wajahnya yang di rias menggunakan makeup tipis membuatnya terlihat begitu cantik.
"andai saja" batin bram tersenyum misterius.
Setelah selesai mengobati tangan bram, nisa dan aulia masuk ke dalam mobil yang adrian kendarai tadi.
"Tuan saya sangat berterimakasih atas bantuan anda pada istri kami"ucap adrian.
"anda terlalu berlebihan tuan"saut bram tersenyum.
"Kami tidak tahu jika tidak anda anda apa yang akan terjadi"ucap han.
"Saya berhutang budi pada anda, katakan pada saya jika membutuhkan sesuatu"tutur adrian.
"Saya akan memintanya di waktu yang tepat tuan"saut bram tersenyum devil.
"Kalo begitu kami permisi, sampai jumpa"ucap adrian menyusul Istrinya ke dalam mobil diikuti han.
"Jangan khawatir tuan adrian Dierja,aku pasti akan meminta di waktu yang tepat dan semoga kau tidak terkejut dengan apa yang akan aku minta"gumam bram menatap kepergian mobil adrian.
__ADS_1
KIRA KIRA APA YANG BAKAL DIMINTA BRAM??!!🤔
BERSAMBUNG........