Menikahi Pria Cacat Demi Ayah

Menikahi Pria Cacat Demi Ayah
BAB 122


__ADS_3

Hari hari di lalui dengan sendiri tanpa suaminya,hari ini adalah jadwal aulia untuk cek up sesuai jadwal tepat pada hari ini kandungan Aulia menginjak bulan ke 8.


"Anak mamah,baik baik ya gak apa apa gak ada papah kan ada mamah"ucap aulia mengelus perutnya yang besar tertutup setelah terusan berwana biru dengan motif bunga di bagian perutnya.


Tok...tok... tok...


"Sayang nisa sudah datang,apa kamu sudah selesai?"tanya sarah dari luar kamar.


"Iya mah sebentar lagi"saut aulia sedikit memoles bibirnya dengan lipstik navy.


Aulia meraih gagang pintu namun sebelum itu suara notifikasi ponselnya membuatnya berhenti dan melihat siapa yang mengirim pesan padanya.


"Selamat pagi sayang,hari ini jadwal kamu cek up bukan? aku mendoakan dari sini semoga keadaan anak kita baik baik saja. Selama 1 Minggu ini aku tidak bisa tidur dengan benar,entah mengapa aku memikirkan dirimu dan anak kita aku ingin cepat kembali sayang namun pekerjaan menuntut kita untuk sama sama bersabar. I love you"


Aulia tersenyum membaca pesan yang dikirim oleh suaminya, dengan kedua tangannya dan kedua jempol nya mulai menyentuh layar ponsel menimbulkan huruf huruf yang perlahan tersusun menjadi sebuah kata.


"Iya mas amin, Jangan pikirkan aku mas aku dan anak kita baik baik saja. Aku akan sangat marah jika kamu sampai sakit karena kurang istirahat. I love you more"


Setelah membalas pesan dari suaminya, aulia keluar dan objek pertama yang ia lihat adalah seorang wanita cantik dengan setelan jeans dipadukan kemeja hitam sedang berdiri sambil melipat tangannya di dada, tatapan matanya tajam membuat aulia harus menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Sudah selesai nyonya?"tanya nisa dengan nada menyindir.


"Hehehe sudah kok,maaf ya nunggu lama"balas aulia nyengir kuda menunjukan deretan gigi putih dan rapih miliknya.


"Kita bisa terlambat, ayo"ajak nisa menarik pergelangan tangan aulia pelan.


"Sudah 2 hari eva gak kesini dan telepon aku, kemana ya"ucap aulia menatap ke bawah dimana kakinya yang sedang melangkah menuruni satu persatu anak tangga.


"Iya yah dia juga gak telepon aku, mungkin sedang sibuk dengan pekerjaan di kantor karena selama rio tidak ada dia membantu menghandle nya"saut nisa menerka apa yang Aulia tanyakan.


"Baiklah bagaimana jika habis cek kita mampir ke kantor rio dan jangan lupa untuk membawakan makanan kesukaan eva akhir akhir ini dia badmood karena rio yang jarang menghubungi nya"ujar aulia di setujui oleh nisa.


"Mantu mamah udah selesai?bener nih gak usah mamah anter?"tanya sarah memastikan karena aulia menolak untuk diantar olehnya dengan alasan tidak ingin membuat sarah lelah.


"Iya mah gak usah nanti mamah lelah lagipula nanti papah kesepian gimana"balas aulia diakhiri candaan.


"ahh aulia bisa aja godain papah, yang ada kamu udah seminggu di tinggal suami. Cieee kangen"saut ridwan menimpali candaan menantunya.


"Pah aku sih masih mending di tinggal suami tapi bukan pas habis menikah tapi lebih kasihan lagi si itu yang baru nikah udah ditinggal suaminya"goda Aulia melirik nisa yang seketika melotot padanya.


"ishh kau ini"desis nisa merasa dirinya sedang disindir.


"Hahaha"tawa ketiga nya melihat raut wajah nisa yang kesal.

__ADS_1


"Haiss om dan tante jangan ikut menggodaku"protes nisa merengut.


"Sudah sudah sana kalian berangkat nanti terlambat loh"tutur sarah.


"Iya mah,yaudah kita berangkat dulu ya"ucap aulia mencium punggung tangan sarah dan ridwan bergantian.


"Iya nak, kalian hati hati ya"tutur ridwan.


"Tenang om kan ada bodyguard cantik yang jagain"saut nisa percaya diri.


"hahaha baiklah kami percaya"ucap ridwan.


Nisa mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang,suasana kota terlihat ramai karena ini sudah memasuki akhir bulan tak jarang para pekerja dan karyawan akan memutuskan untuk berlibur bersama keluarga mereka.


"Nis enak ya mereka yang bisa berlibur sama keluarga nya"ucap aulia.


"Hmmm iya tapi kita juga harus ngerti li kalo mereka kerja juga untuk kita"saut nisa mengerti maksud ucapan sahabatnya itu.


"Semoga saja mas Adrian bisa kembali sebelum anaknya lahir"gumam aulia pelan namun masih bisa di dengar oleh nisa.


Nisa tersenyum miris mendengar gumaman aulia, pasti sedih sekali di saat yang seharusnya bersama sang suami harus aulia lewati sendiri meski dia tidak benar-benar sendirian.


"Li beli roti kesukaan kamu dulu yuk sekalian beli minum juga lagian udah lama loh kita gak kesana"ajak nisa.


"Tapi nis nanti kita terlambat"ucap aulia melihat jam Michael Kors berwarna gold hadiah dari adrian yang melingkar indah di tangannya.


"Ya sudah baiklah tapi awas kalo sampai telat"ancam aulia menunjuk wajah nisa menggunakan ponselnya seakan ponselnya adalah sebuah pisau yang siap menodong nisa kapan saja.


"Iye Madamku sayang"balas nisa kemudian segara keluar di ikuti aulia yang sedikit susah untuk keluar dari mobil.


Keduanya masuk ke dalam toko bernama The cake house itu. Tanpa keduanya sadari sejak pertama mobil nisa parkir mata bulat dengan senyum iblis memperhatikan keduanya dengan intens terutama aulia yang terlihat jauh lebih cantik seiring dengan kehamilannya yang membesar.


"Kau memang sangat cantik sayang"ucap pria berjas biru laut masih terus memperhatikan gerak-gerik Aulia dan nisa yang sedang mendekati kasir toko.


"ehh mba Lia sama mba nisa,ya ampun kemana aja??"sapa si kasir yang sangat mengenal keduanya.


"Alhamdulillah baik Rin, kamu sendiri gimana?lagi hamil ya?"balas aulia diakhiri pertanyaan.


"Iya mba,mba sudah berapa bulan? sepertinya sudah bulannya ya"ucap Ririn.


"Aku udah 8 bulan, jangan dulu deh bapaknya gak ada soalnya hahaha"balas aulia terkekeh diikuti ririn dan nisa.


"mba nisa kapan nyusul?"tanya Ririn sedikit menggoda nisa yang seketika menghilangkan tawa di wajahnya.

__ADS_1


"huftt. bagaimana mau nyusul baru menikah sudah ditinggal keluar kota, 1 bulan lagi"saut nisa membuang nafasnya pelan.


"Waduh curhat nih kayanya"ucap ririn.


Tak jauh dari mereka,pria yang sejak tadi memperhatikan aulia ternyata tidak sendiri melainkan dengan pria yang juga tampan sepertinya.


"Siapa wanita yang bersama aulia itu?"tanya teman nya.


"Nisa Atmaja istri han yang tak lain adalah asisten setia adrian dierja"jawab bram namun matanya masih fokus pada aulia yang sedang berbincang.


"Dia tak kalah cantik dari aulia, boleh kan jika aku ikut bermain?"tanya reno dengan mengangkat kedua alisnya.


"Tentu saja, semakin ramai semakin asik dan menyenangkan"jawab bram.


BODOH, kata itu yang cocok untuk seorang bram aguna dan lagi satu orang Reno brigantara seorang pengusaha yang juga menjalin kerjasama dengan perusahaan adrian ikut menggali kuburannya sendiri karena berani bermain-main dengan seorang adrian dierja belum lagi han yang Sangat terkenal dengan darah dinginnya.


Bram menghampiri aulia dengan berpura pura membayar pesanan yang sudah ia telan habis diikuti oleh reno.


"Mba ini tolong bayar"ucap bram menyodorkan kartu platinum yang sama sekali tidak ada tandingannya dengan kartu yang dibawa aulia dan Nisa. Black card guys 😍🤣


Aulia kaget melihat bram yang tiba-tiba datang begitupun dengan nisa, tatapan mata aulia tepat bertemu dengan tatapan bram membuat bram sadar akan kehadiran aulia.


"ehh nona aulia??"ucap bram menunjuk aulia.


"Selamat siang"sapa aulia canggung dan entah mengapa dia ingin cepat cepat pergi menjauh dari pria yang kini sedang tersenyum manis padanya.


"Apa yang kalian lakukan disini?"tanya bram basa basi.


"Numpang mandi"balas nisa sedikit pedas.


"ahaha kau bercanda saja nisa, oh iya perkenalkan dia reno salah satu partner tuan adrian juga"Bram beralih memperkenalkan reno pada nisa dan aulia yang menatap tidak tertarik dengan keduanya.


"Masih gantengan laki gw kemana mana"batin Nisa.


"Oh iya,saya nisa dan ini aulia"ucap nisa malas.


"Senang bertemu dengan kalian"ucap reno menyodorkan tangannya berharap mendapat balasan namun.


"Maaf kami duluan, permisi"ucap nisa menarik tangan aulia pergi meninggalkan tangan Reno yang masih menggantung tanpa jawaban.


"Sialan, baru kali ini gw di cuekin cewe. Pokoknya gimanapun caranya gw harus dapetin dia"ucap reno merasa terinjak injak oleh nisa.


"Semangat 45 bro"ucap Bram menepuk bahu reno.

__ADS_1


ADA LAGI NIHH!!!!KENAPA BANYAK BANGET KONTROVERSI NYA?? KARENA JIKA CERITA SELALU BERJALAN MULUS ITU TIDAK SERU YA 🙏😊😊


BERSAMBUNG......


__ADS_2