Menjadi Yang Ketiga

Menjadi Yang Ketiga
Teringat Syifa


__ADS_3

Happy Reading😘😘


Hawa sedang menyiapkan masakan yg tadi dia masak bersama sang Ibu. Tak lama Nisa datang ke dapur dan bilang jika keluarga Ikbal sudah datang. Hawa pun membuatkan minuman dan membawa nya ke ruang tamu.


Setelah menaruh minuman, Hawa mencium kedua tangan 2 orang yg sudah di anggap nya sebagai orang tua sendiri.


'' Ummi dan Abi, apa kabar?'' tanya Hawa


'' Baik, alhamdulillah...'' jawab Ummi sambil mengajak main Alwi. Alwi begitu sangat senang saat di gendong Ummi. Bahkan dia sesekali tertawa riang. Hati Hawa merasa bahagia saat melihat adegan itu. Tiba tiba dia ingat dengan Syifa.


' Mba, lihatlah Ummi dan Abi. Mereka begitu bahagia saat menggendong Alwi? Coba saja Mba ada di sini, duduk bersamaku mengurus Alwi bersama, sesuai keinginan Mba selama ini. Tapi sayang! Allah belum mengizinkan kita untuk mengurus anak kita bersama.


Maafkan aku Mba, aku tak bisa menjaga amanah mu untuk tetap bersama dengan Bang Adam! Aku yakin, jika kelak Alwi akan paham dengan kondisiku! Maafkan aku, yg tak bisa bersama menggapai Jannah bersama Bang Adam. Tapi dalam setiap sujudku, aku selalu berdo'a, agar kamu selamat dan bahagia di alam sana! Aku juga berdo'a, agar suatu saat nanti kita bisa bertemu kembali.' batin Hawa


Tak terasa air mata nya menetes, saat mengingat momen momen bersama Syifa dulu. Hawa tak sadar jika Ikbal melihat nya menangis.


'' Wa, kamu kenapa?'' tanya Ikbal


Namun Hawa tak menjawab, lebih tepat nya Hawa tak mendengar ucapan Ikbal. Lalu Nisa menepuk pundak Hawa, sehingga membuat Hawa terjingkat kaget.


'' Astagfirrullah....'' kaget Hawa sambil memegang dada nya.


Semua orang menatap Hawa dengam dahi mengeryit heran.


'' Wa, di tanya tuh sama Kak Ikbal!'' ujar Nisa.


Hawa segera menatap Ikbal. '' Hah? Eum, bicara apa kak? Maaf, tadi aku gak denger!''tutur Hawa, sebab tadi pikiran nya sedang tertuju pada masa lalu.


'' Kamu kenapa? Kok nangis?'' tanya Ikbal cemas.


Hawa tertegun saat Ikbal menanyakan itu, kemudian dia mengusap pipi nya. Dan ternyata benar, jika Hawa menangis. Pipi nya basah oleh air mata yg jatuh tanpa di komando. Dia tak sadar jika dia sudah menangis saat mengingat masa masa bersama Syifa.


'' A-aku gak papa kok Kak! Hanya, sedang meningat sesuatu saja.''


''Sesuatu apa, Nak? Sampai kamu menangis begitu?'' tanya Ummi yg ikut penasaran.


Hawa menunduk mendengar pertanyaan Ummi. '' Aku hanya teringat sama Mba Syifa aja Mi? Melihat Ummi menggendong Alwi, mengingatkan ku akan keinginan Mba Syifa, yg ingin sekali merawat bareng Alwi? Namun ternyata, itu hanya sebuah impian semata! Aku terbayang masa masa bersama Mba Syifa dulu.'' jelas Hawa dengan tatapan yg begitu sendu.

__ADS_1


Ummi dan Abi yg mendengar ucapan Hawa, tiba tiba mereka pun teringat dengan Syifa, putri mereka. Bahkan Ummi sudah tak bisa menahan air mata nya kembali. Ummi memang rapuh, jika berhubungan dengan Syifa.


'' Kita do'akan saja, supaya Syifa tenang dan bahagia di alam sana!'' ujar Abi


Semua orang mengangguk. Lalu Ibu pun mengajak makan siang, dia gak mau jika semua larut dalam kesedihan. Hawa dan Nisa pun bangkit ke arah dapur, untuk membawa makanan ke ruang tamu. Sebab di kontrakan Hawa meja makan nya hanya ada 2 kursi saja, jadi makanan semua di bawa keruang tengah.


'' Aku bantu ya!'' ujar Ikbal mengambil piring di tangan Hawa.


Hawa mengguk, lalu menyerahkan tumpukan piring itu pada Ikbal. Hawa merasa dada nya berdebar saat sedang berdekatan seperti itu bersama Ikbal.


Ya allah..... batin Hawa.


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


Hawa mengerjapkan mata nya, saat mendengar Alwi menangis. Dia melihat jam di dinding, pukul 4.30 pagi. Hawa segera menyusui Alwi, setelah tidur kembali Hawa beranjak keluar kamar untuk mandi dan shalat subuh.


Selesai shalat, Hawa ke dapur untuk membantu Ibu nya membuat sarapan. Sementara Alwi masih tidur di dalam box bayi.


'' Nak, gimana? Apa kamu sudah dapat jawaban nya?'' tanya Ibu saat di dapur.


'' Belum Bu, tapi aku akan tetap minta petunjuk sama Allah!''


'' Iya Buk!'' Hawa masih sangat ingat apa yg di ucapkan sama Abi dan Ummi.


'' Nak, apapun keputusan kamu nanti, Ummi dan Abi akan menerima nya! Walaupun nanti kamu tak menjadi menantu kami, bagi kami kamu itu putri kami. Kami berharap kamu nanti akan menerima lamaran Ikbal!'' ucap Abi kemarin saat membahas tentang lamaran Ikbal pada Hawa.


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


Sore hari Hawa sedang membawa Alwi berjalan jalan di jalanan desa rumah nya. Dia memang sering membawa Alwi berjalan jalan sore, selain sehat Hawa juga semakin akrab dengan warga desa di sana.


Saat Hawa berjalan, dia melihat kerumunan ibu ibu di salah 1 rumah. Hawa pun mendekat ke arah mereka. Dan bertanya pada salah 1 ibu ibu di sana.


'' Assalamu'alaikum Buk, Gita.'' ucap Hawa pada salah 1 ibu ibu yg akrab dengan Hawa.


'' Wa'alaikumussallam, eh, Hawa...''


'' Buk, ini ada apa? Kok rame banget?''

__ADS_1


'' Itu Wa, di dalam ada yg lagi di gerebek pak Rt! Katanya suami Buk, laksmi sedang berzina bersama selingkuhan nya di dalam.'' bisik Bu Gita.


'' Astagfirrullah... Innalillahi.... Berzina?'' kaget Hawa.


'' Iya, Wa. Mereka mau di seret ke balai desa, dan akan di sidang! Aku menyayangkan perbuatan mereka Wa, sebab kata nya kan kalau ada yg Zina, maka 40 rumah di dekat nya akan terkena sial.''


Hawa menggangguk. Lalu tak lama dia melihat sepasang wanita dan pria di seret melewati kerumunan orang. Hawa melihat Buk Laksmi meraung menjambak rambut wanita yg sudah terlihat berantakan.


Miris. Itu lah yg di rasakan Hawa saat ini. Dia miris dan kasihan melihat Buk Laksmi. Wanita berusia 35 tahun, yg di kenal baik dan ramah, ternyata bisa di khianati juga. Padahal Buk Laksi rupa nya cantik dan berperawakan langsing.


Hawa pun pamit ke Buk Gita, untuk pulang kerumah. Sesampai nya di rumah, Hawa segera di serobot pertanyaan oleh Nisa dan Ibu nya.


'' Wa, Wa. Itu ada apa? Kok tadi kayak arak arakan gitu?'' tanya Nisa dengan penasaran.


'' Iya Nis, itu suami Bu Laksmi, di seret ke balai desa karena kepergok berzina di rumah nya. Dan di gerebek sama pak RT.'' jelas Hawa.


'' Astagfirrullah....'' kaget Ibu dan Nisa serempak.


'' Gila! Gak habis pikir aku? Padahal Buk Laksi kurang apa coba? Cantik, baik, ramah dan pinter juga! Masih aja di selingkuhin? Kasihan Buk Laksmi?'' ucap miris Nisa.


Hawa mengangguk setuju.


'' Wa, apa benar jika tetangga dan 40 rumah, di sekililing orang yg berzian itu akan terkena dosa dan sial?'' tanya Nisa.


'' Iya Nis. Dari yang ku dengar dari ustadz, jika ada tetangga kita yg berzina, maka 40 rumah di sekeliling nya akan ikut mendapatkan dosa.'' jelas Hawa.


'' Ya allah, mereka yg berbuat.Tapi kita juga kena?'' geram Nisa


Hawa hanya mengangguk pelan.


'' Mangkan nya, kita sebagai perempuan harus bisa menjaga marwah dan diri kita. Agar tak terjerumus dalam kubangan dosa! Apalagi orang lain juga akan mendapatkan dampak, dari dosa kita?'' pesan Ibu


Hawa dan Nisa mengangguk bersamaan.


'' Semoga kita di jauhkan, dari perbiatan dosa itu ya Nis...'' ucap Hawa


'' Aamiin....''

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2