Menjadi Yang Ketiga

Menjadi Yang Ketiga
Kembali Berulah


__ADS_3

Happy Reading😘


Saat ini Hawa sedang di dalam kamar nya, di temani oleh Ibu dan Nisa. Sedangkan Adam dan Ayah membantu Abi untuk mengurus persiapan pemakanan Syifa.


Nisa datang setelah di kabari oleh Bik Surti.


Ibu terus mengoleskan minyak angin pada bagian bagian tertentu di tubuh Hawa, agar Hawa cepat sadar. Dan setelah beberapa saat Hawa pun sadar.


Euuugghhhh


Hawa melenguh merasakan pusing di kepala nya. Mata nya menatap Ibu dan Nisa. Hawa melihat wajah khawatir, tegang, cemas menjadi satu di wajah kedua wanita yg ada di hadapan nya itu. Hawa melihat mata sembab Nisa dan Ibu nya.


'' Buk. Hawa mimpi buruk Buk!'' ujar Hawa dengan suara lirih.


Ibu tak menjawab, dia hanya mengusap kepala Hawa untuk menguatkan anak nya itu.


'' Hawa bermimpi, kalau Mba Syifa ninggalin Hawa sama Bang Adam, Buk! Sepertinya Hawa gak baca do'a dulu sebelum tidur? Tapi, entah kenapa mimpi itu serasa nyata?'' jelas Hawa dengan tatapan bingung pada ibu dan Nisa.


Nisa dan Ibu tak kuasa menahan air mata nya. Mereka kembali terisak, saat Hawa berbicara seperti itu. Mereka tahu jika Hawa sangat terpukul dengan kepergian Syifa, tapi mereka tak menyangka jika kasih sayang Hawa pada Syifa begitu besar dan kuat.


Sehingga membuat Hawa benar benar sangat down saat Syifa pergi. Ibu meraih tangan Hawa, kemudian mengecup kening nya. Sedangkan Hawa heran melihat kedua wanita itu terisak.


'' Kenapa kalian menangis?'' heran Hawa


'' Nak, kamu jangan seperti ini? Ikhlaskan Syifa Nak. Biarkan dia tenang! Jika kamu begini, maka Syifa akan sedih melihat mu.'' jelas Ibu sambil mengusap kepala Hawa.


Degh


Bagai di sambar geledek di pagi hari, Hawa terpaku mendengar ucapan sang Ibu. Kemudian memori ingatan nya kembali ke beberapa jam yg lalu, dimana dia dan Adam menangis bahkan semua orang menangis.


Dimana Hawa menyaksikan dengan mata kepala nya sendiri, bagaimana Syifa menutup mata nya untuk terakhir kali nya. Bagaimana Syifa mengucapkan pesan terakhirnya pada Hawa dan Adam beserta Ummi dan Abi.


Air mata Hawa kembali lolos dari kedua netra indah nya. Hatinya kembali di remas remas, saat mengingat kalau madunya itu sudah pulang ke pangkuan sang illahi.

__ADS_1


'' Buk, Hawa hanya mimpi kan?'' tanya Hawa dengan suara serak nya.


'' Tidak Nak! Kamu tidak sedang mimpi! Kuatlah Nak, iklhas kan Syifa.''


'' Buk, Mbak Syifa adalah wanita yg baik. Dia wanita hebat, dari nya lah Hawa belajar menerima kenyataan dan dari nya pula Hawa belajar menerima takdir. Darinya pula Hawa belajar menerima, berbagi suami! Darinya Hawa belajar, jika cinta tak harus saling memiliki. Darinya Hawa belajar, menjadi wanita yg di rindukan Syurga... Lalu kenapa Buk? Kenapa Allah malah membiarkan Hawa belajar sendiri kembali?'' ujar Hawa dengan suara purau nya.


Ibu memeluk tubuh Hawa, dia tak bisa menjawab pertanyaan Hawa. Sebab saat ini hatinya juga sesak, saat melihat putri nya menangis pilu.


Sesungguhnya kematian itu nyata. Dan tak bisa di hindari.


Kematian adalah takdir yang pasti akan dihadapi oleh setiap manusia, hewan atau makhluk hidup lainnya. Setiap jiwa pasti akan terlepas dari raganya, karena setiap yang bernyawa pasti akan mati menemui ajalnya.


Seperti firman Allah dalam QS. Ali-Imran ayat 185 yang berbunyi:


كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ ٱلْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ ۖ فَمَن زُحْزِحَ عَنِ ٱلنَّارِ وَأُدْخِلَ ٱلْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَآ إِلَّا مَتَٰعُ ٱلْغُرُورِ 


Artinya: “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.”


Ayat di atas mengandung kabar bahwa kematian adalah akhir dari kehidupan setiap makhluk di muka bumi. Kematian tidak memandang orang itu baik, jahat, tua, muda, kaya atua pun miskin, orang sombong atau pun orang yang merendahkan dirinya. Jika kematian telah memanggil, maka yang sangat beruntung adalah bagi mereka yang menyediakan waktunya untuk bertakwa kepada Allah Swt.


Hawa di tuntun Ibu dan Nisa turun ke bawah untuk mengaji di depan jenazah nya Syifa. Walaupun Ibu sudah melarang nya, tapi Hawa memaksa. Dia ingin mengaji untuk Syifa, untuk yg terakhir kali nya.


Hawa melihat Jenazah nya Syifa sedang di kafani. Ummi pun ada di sana dia terus menangis di samping Syifa. Sedangkan Abi terus memeluk tubuh Ummi, mencoba membuat istrinya untuk kuat dan ikhlas.


Hawa mendekat ke arah Jenazah Syifa. Air mata nya lolos tak terbendung. Namun pada saat dia akan duduk di samping Ummi dan di samping jenazah Syifa. Tiba tiba badan nya di dorong oleh Bi Rahma.


'' Puas kamu hah? Puas kamu? Sekarang Syifa sudah pergi untuk selama lama nya! Pasti kamu senang kan? Gak usah sok sedih kamu, hapus air mata buaya mu itu. Dasar manusia munaf*k! Aku yakin, jika di dalam hatimu kau tertawa terbahak bahak kan melihat kematian Syifa....?'' teriak Bi Rahma kembali mencaci maki Hawa.


'' Aku mohon Bi, jika Bibi ingin menghinaku nanti saja! Aku hanya ingin mengaji, untuk terakhir kali nya buat Mba Syifa.'' jelas Hawa.


'' Tidak! Dasar pelakor. Apa kau malu hah? Kau malu kalau kau itu sudah merebut Adam dari Syifa? Kau malu kare...''


PLAK

__ADS_1


PLAK


Ibu menampar wajah Bi Rahma dengan keras sebanyak 2x. Dia menatap tajam Bi Rahma dengan tatapan penuh amarah.


'' Jaga mulutmu itu! Ternyata kau tak pernah berubah dari dulu? Kau masih mempunyai mulut yg begitu busuk.'' ujar Ibu dengan lantang.


Bi Rahma mendelik menatap ibu. Tersirat tatapan kebencian pada sorot mata Bi Rahma, begitu pula dengan Ibu.


'' Kau.. Berani kau menampar ku Hah?'' teriak Bi Rahma.


Saat Bi Rahma akan menampar balik Ibunya Hawa. Tiba tiba tangan nya di cekal oleh Ummi kemudian....


PLAK


Ummi menampar wajah Adik nya itu dengan keras, membuat semua yg ada di sana tercengang, dan suasana pun menjadi sangat tegang.


'' Perdi, kamu bawa pulang dia! Mbak gak mau pemakaman anak Mbak, jadi kacau gara gara dia yg tak bisa menjaga ucapan nya.'' titah Ummi pada suami Bi Rahma, sambil menunjuk wajah Bi Rahma.


' Mbak, Mbak ngusir aku? Seharusnya yg Mba usir itu dia..'' kaget nya sambil menunjuk Hawa


'' Pergi....''


Perdi menyeret istrinya untuk keluar dari rumah Syifa. Tapi kemudian Bi Rahma melepaskan tangan nya, dan mendorong Hawa sampai terbentur ke dinding.


Perdi yg melihat itu segera menyeret istrinya untuk keluar, walaupun Bi Rahma terus berontak dan memaki Hawa sampai halaman depan.


Tapi seketika semua orang terkejut saat melihat Hawa meringis kesakitan, dan mengeluarkan darah di sela sela kaki nya.


''Asstagfirrullah, kamu pendarahan Nak?'' panik Ibu.


Hawa meringis saat merasakan sakit yg begitu hebat di perut nya. Tiba tiba Hawa kembali pingsan, karena tak sanggup menahan sakit. Ummi segera meminta Ikbal untuk membawa Hawa ke rumah sakit. Akhirnya Hawa di gendong oleh Ikbal menuju mobil nya.


Sedangkan Ayah Hawa, sedang berada di kuburan bersama Adam dan Umar. Untuk menggali lubang kubur buat Syifa. Bukan tanpa alasan Adam berada di sana. Ia ingin membuatkan rumah terakhir Syifa dengan tangan nya, dan itu kenapa Adam menggalinya bersama Ayah Hawa.

__ADS_1


Bersambung.....


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK NYA GUYS😗


__ADS_2