Menjadi Yang Ketiga

Menjadi Yang Ketiga
Raisya


__ADS_3

Happy Reading😗


Maaf ya othor up cuma 1 bab saja hari ini🙏othor nya lagi sakit😷🤕minta do'a nya ya agar othor cepet sembuh dan bisa up 2 bab lagi🙏


Nisa masuk kedalam kamar Hawa, terlihat bumil itu sedang duduk menyender di sandaran kasur dengan tatapan lurus ke dinding. Nisa menghela napas nya lalu melangkah mendekat ke arah Hawa setelah menutup pintu. Kemudian dia duduk di samping Hawa.


" Wa, kenapa? Apa ada masalah?''tanya Nisa


Hawa membuang napas nya dengan kasar, lalu menatap Nisa yg duduk di samping nya. Kemudian menatap lurus kembali ke depan.


'' Aku bingung harus mulai darimana Nis? Aku bingung rumah tangga ku dan Bang Adam akan langgeng atau tidak? Apakah kami masih akan bersama sampai akhir hayat atau tidak?'' lirih Hawa.


'' Ada apa Wa? Bicaralah, cerita sama aku!''


Hawa kemudian menceritakan apa yg dia dengar tadi, saat di saung pembuatan bata milik Uwa nya. Nisa yg mendengar itu mengepalkan tangan nya, sorot mata nya terlihat begitu kesal dan marah.


'' Aku gak terima Wa, jika kamu sampai di sakiti lagi? Awas saja, kalau sampai dia nyakitin kamu lagi, maka akan ku bejek bejek dia jadi prekedel jagung! Eh, nggak. Jadi prekedel kentang, biar penyek.'' kesal Nisa.


Hawa terkekeh mendengar kekesalan Nisa, padahal yg di sakiti Hawa namun justru malah Nisa lah yg marah.


'' Kamu ini lucu Nis, aku yg jadi korban tapi kamu yg marah?'' heran Hawa.


'' Ya, aku kesel lah Wa? Emang kamu gak kesel?''


'' Kesal sih nggak! Cuma aku bingung saja, kenapa Bang Adam membohongi ku? Padahal dia tahu jika aku tak suka di bohongi? Dan, dia juga minta Ummi untuk tak bercerita sama aku? Nis, apa iya, ya. Ada yg mirip sama Mba Syifa?''


Nisa mengangkat bahu nya. '' Bisa jadi Wa, sebab di dunia ini ada 7 wajah yg mirip dengan kita! Tapi, emang kamu gak sakit hati?'' tanya Nisa dengan tatapan menyelidik.


'' Ya sakit lah Nis, itu pasti! Istri mana yg tqk sakit, saat suaminya membohongi nya lagi?Menyembunyikan sesuatu dari istri nya?Apalagi saat dia bilang ' akan berusaha tak menyakitiku' bukan sebuah janji yg pasti?'' jelas Hawa.


'' Aku setuju sih? Kenapa dia gak bilang ' iya aku janji untuk tak menyakiti kamu' tapi dia bilang malah akan berusaha? Kan kayak 50% 50%, antara bisa berhianat atau tidak?'' ucap Nisa sambil mengetuk dagu nya dengan jari telunjuk.


Sementara itu Adam duduk di ruang tengah sambil menatap pintu kamar Hawa, dengan tatapan yg menerawang ke 3 hari yg lalu sebelum Adam pulang ke kampung Hawa.


Flash back On.


Pagi ini Adam berangkat ke rumah sakit sangat peagi, sebab ia akan ke makam Syifa dulu untuk ziarah. Adam merasa kesepian di rumah nya, sebab tak ada Hawa. Biasanya Hawa akan menyiapkan segala kebutuhan Adam, namun saat ini Adam harus melakukan nya sendiri.


Setelah sarapan Adam melajukan mobil nya menuju makam Syifa, lalu memanjatkan do'a dan menabur bunga di atas makam Syifa. Setelah selesai Adam pun pergi untuk ke rumah sakit.


30 menit sudah akhirnya mobil Adam terparkir di rumah sakit tempat nya bekerja. Kemudian Adam berjalan menuju ruangan nya. Saat akan membuka pintu ruangan, tiba tiba suster datang.


'' Pagi Dok.'' sapa suster itu

__ADS_1


'' Pagi..'' jawab Adam


'' Maaf dok, saya mau memberitahukan, jika hari ini Dokter Raisya tak masuk! Beliau lagi sakit Dok, dan yg akan menggantikan Dokter Adam di operasi nanti adalah dokter yg baru datang dari London, Dok!'' jelas suster itu.


'' Baik, terimakasih info nya.''


'' Sama sama Dok, kalau begitu saya permisi.''


Adam hari ini memang ada operasi bersama salah satu rekan kerja nya, dokter Raisya. Namun sayang dokter Raisya sedang sakit dan tak bisa ikut andil dalam operasi nanti. Adam memang sudah mendengar jika akan ada dokter pindahan dari London.


Adam masuk keruangan operasi, disana sudah ada 3 suster dan dokter Raisya, pindahan dari London. Dokter Raisya memakai masker, jadi Adam tak melihat jelas wajah nya. Dan Adam pun tak ambil pusing.


2 jam sudah opersai selesai. Adam pun kembali ke ruangan nya, namun saat baru keluar dari ruang operasi Adam di panggil oleh dokter Raisya.


''Dokter, Adam.'' panggil Raisya


Adam menoleh ke belakang, dia melihat Dokter Raisya berjalan ke arah nya. '' Iya dok.'' jawab Adam.


'' Kita belom berkenalan, saya Raisya!'' ucap Raisya sambil membuka masker nya.


Adam terkejut saat melihat wajah Rqisya, mata nya membulat sempurna dengan mulut menganga lebar. Adam kemudian mengucek mata nya, menatap wanita cantik di hadapan nya itu. Kemudian tanpa aba aba Adam langsung memeluk tubuh wanita Raisya.


'' Syifa, sayang jangan pergi lagi? Mas kangen.'' ucap Adam.


Raisya terpaku saat Adam tiba tiba memeluk nya, lalu dia menepuk punggung Adam.


Adam tersentak, lalu melepas pelukan nya. Lalu menatap wanita cantik di hadapan nya, bahkan netra Adam masih tak percaya jika yg di hadapan nya itu bukan istri nya.


'' Maaf, saya pikir kamu..... Eum, wajah kalian begitu mirip?'' ujar Adam tak enak, namun mata nya menatap terus wajah cantik Raisya.


'' Saya Raisya Dok, bukan Syifa?'' kekeh Raisya dengan senyum indah nan manis, dan nampak lesung pipi nya.


Adam menggaruk leher nya yg tak gatal. Entah kenapa dia merasa rindu nya terbayar saat memeluk tubuh Raisya. Adam benar benar tak menyangka jika ada orang yg begitu mirip di dunia ini. Walaupun Raisya dan Syifa sangat berbeda, dan yg membedakan hanya Syifa yg berhijab, namun Raisya tidak. Dan Raisya pun memiliki lesung pipi dan mata bulat, sedangkan Syifa tak mempunyai itu.


'' Kalau begitu saya permisi Dok! Lain kali jangan salah ya Dok?'' pesan Raisya dengan kekehan kecil.


*********


Hari pun sudah sore, Adam akan pulang ke rumah nya, namun hujan deras mengguyur bumi. Lalu Adam mengambil payung yg ada di belakang resepsionis. Namun saat akan keluar dari loby rumah sakit, Adam melihat Dokter Raisya sedang berdiri seperti sedang menunggu hujan reda.


'' Dokter, Raisya!'' panggil Adam.


'' Eh, dokter Adam. Mau pulang Dok?''

__ADS_1


Adam mengangguk. '' Iya dok! Dokter sendiri belum pulang?''


'' Belum nih, saya lagi nyari taksi tapi hujan?''


Adam kasihan pada wanita yg sangat mirip dengan almarhumah istrinya itu.


'' Yasudah, bareng saja yuk?'' ajak Adam dengan tak sadar.


' Ya ampun, kenapa aku bisa mengatakan itu?' batin Adam merutuki kebodohan nya.


'' Boleh, kebetulan mobil saya lagi di bengkel.'' ucap Raisya.


Kemudian mereka pun berjalan ke arah mobil Adam. Terlihat jelas kegugupan Adam saat dekat dengan Raisya. Bagaimana tidak, saat ini dia sedang duduk bersama wanita yg begitu mirip dengan istri nya yg selama ini di rindukan.


Tak ada pembicaraan di dalam mobil, rasanya Adam begitu canggung berada di samping wanita cantik di sebelah nya. Adam pikir Raisya juga tak nyaman duduk bersama nya. Namun Adam salah, Raisya justru orang yg supel.


'' Dok, memang wajah saya begitu mirip ya sama istri dokter?'' tanya Raisya memulai pembicaraan, sebab keadaan di dalam mobil begitu hening.


'' Eh, eum iya. Hanya beda sedikit saja?'' gugup Adam.


'' Beda apa nya?'' penasaran Raisya.


'' Istri saya, berhijab dan tak memiliki lesung pipi, dan juga mata nya sedikit sipit.'' jelas Adam.


Raisya manggut manggut. '' Sepertinya istri anda sangat cantik? Saya jadi ingin bertemu?'' ucap Raisya.


'' Sayang nya, dia sudah di panggil sang kuasa?'' ucap Adam dengan wajah sendu.


'' Maafkan saya dok, saya benar benar tak tahu?'' ujar Raisya dengan tak enak hati.


Adam mengangguk. '' gak papa, dia juga sudah bahagia di atas sana!'' jawab Adam.


'' Oh ya, karena sekarang lagi di luar pekerjaan, panggil saya Raisya saja!'' ucap Raisya di balas anggukan oleh Adam.


'' Iya, kalau begitu panggil saya Adam juga.'' balas Adam.


Mereka pun mengobrol panjang, hingga tak terasa mobil pun sampai di depan rumah minimalis namun mewah milik Raisya. Setelah mengucapkan salam Raisya pun turun dan melambaikan tangan ke arah Adam dengan di barengi senyum manis nya.


Sudah 2 hari ini Adam bertemu dan mengobrol bersama Raisya. Dia merasa nyaman saat bertemu dengan wanita cantik itu. Adam tahu jika itu salah, namun dia juga hanya manusia biasa yg tak bisa menahan rasa itu, walaupun Adam sudah mencegah nya.


Wajah mirip Raisya, begitu membuat Adam begitu merasa terbayar rindu nya. Entah kenapa dia pun tak tahu, padahal Adam tahu jika Raisya bukan lah Syifa istri nya. Namun Adam begitu senang saat menatap wajah Raisya karena dengan melihat wajah nya, Adam merasa seperti melihat Syifa di hadapan nya.


' Sepertinya untuk sekarang aku tak memberitahukan soal ini dulu pada Hawa, setelah waktu yg tepat aku baru akan memberitahukan nya! Aku takut Hawa akan kaget dan malah berpengaruh pada kandungan nya.

__ADS_1


Flash back of.


Bersambung.......


__ADS_2