Menjadi Yang Ketiga

Menjadi Yang Ketiga
Tak Menerima Penghianatan Kedua


__ADS_3

Happy Reading😘


Hawa masuk kadalam rumah di susul oleh Nisa, Ikbal dan Ummi. Kemudian Hawa duduk di ruang tamu, menatap poto pernikahan nya yg terpajang bersama Adam. Ada rasa yg begitu sesak di dalam dada nya. Hawa merasa seperti terhimpit di bebatuan yg begitu besar, sehingga membuat dada nya kekurangan oksigen untuk bernapas.


Tak lama terdengar suara deru mesin mobil Adam. Dia masuk kedalam rumah dengan langkah lebar nya, dan saat melihat Hawa duduk di ruang tamu. Adam segera menghampiri Hawa, dan bersimpuh di kaki nya.


" Dek, dengarkan dulu Abang! Abang akan jelaskan semuanya sama kamu?"


" Untuk apa Bang? Semua yg aku dengar di Restoran tadi, ity sudah sangat amat jelas. Dan aku rasa, aku tak butuh penjelasan apapun lagi dari Abang?" Ucap Hawa dengan tenang, namun nada bicara nya begitu dingin tanpa menoleh ke arah Adam, yg bersimpuh di hadapan nya.


" Dek, Abang tahu kalau Abang salah! Abang khilaf."


" Heh buaya cap minyak. Kamu bilang khilaf? Orang khilaf itu, gak akan sadar oy? Dan kau itu, sudah 2x nyakitin Hawa? Apa gak cukup satu istri, hah? Apa tuh batang kelapa, gak cukup 1 lubang?" Bentak Nisa


" Aaaawhh, apaan sih Bik? Kok nyubit Nisa? Sakit tahu.." kesal Nisa sambil mengusap lengan nya.


Bi Surti memang mencubit lengan Nisa, saat Nisa menyebut kata lubang.


" Ya lagian kamu, kenapa ikut campur? Biarkan mereka menyelesaikan nya!" Ucap Bi Surti


" Nisa geram Bi, sama Adam? Apa Bibi gak kasihan sama Hawa?"


" Ya kasihan lah Neng?" Jawab Bi Surti.


Dia begitu tak menyangka jika majikan nya akan melukai Hawa kembali. Padahal Hawa adalah wanita yg baik dan soleha. Namun lagi lagi Adam membuat Hawa sakit.


" Kamu bilang khilaf Bang? Hm, khilaf yg kamu lakukan dengan 1000% kesadaran. Bahkan kamu janji akan nikahin dia, setelah aku lahiran nanti? Apa kamu pikir aku mau? No, Bang. Aku gak akan mau!


Kemarin mungkin aku akan terima, dan memaafkan mu. Karena kamu sudah menyakiti aku. Namun tidak untuk kali ini Bang? Aku tak pernah menerima sebuah penghianatan!

__ADS_1


Kamu tahu Bang? Aku bahkan lebih tak menyangka lagi. Kamu menolak menemani aku, belanja kebutuhan bayi kita! Dan malah jalan bersama wanita lain? Aku gak tahu, dimana letak hati nurani kamu sebagai suami?


Kamu janji di hadapan Ayah aku, jika kamu akan menjaga, mencintai dan tak akan menyakiti aku lagi? Namun apa? Kamu sudah melanggar janji itu Bang. Kamu sudah ingkar! Dan maaf, aku tak bisa bersama dengan seorang pembohong dan penghianat." Ucap Hawa panjang lebar.


" Sayang, please, dengarkan aku dulu? Aku...."


" Stop! Tak perlu ada yg kamu jelaskan lagi Bang! Semua sudah jelas. Dan asal kamu tahu ya? Laki laki, memang boleh beristri 2 3 bahkan 4. Namun, jika ia bisa adil. Tapi kamu, kamu bahkan tak bisa adil Bang?


Dan maafkan aku Bang! Aku gak bisa melanjutkan pernikahan kita? Jika kamu mau bersama nya, maka silahkan. Karena aku akan mudur." Jelas Hawa


Jedeeerrr


Bagai di sambar petir di siang bolong. Adam terduduk lemas di bawah kaki Hawa. Dia mendongkak menatap wajah ayu Hawa, yg begitu tegar tanpa air mata. Adam tak percaya, jika kata kata itu akan dia dengar kembali.


" Sa-yang, kamu bercanda kan?" Tanya Adam tak percaya. Namun Hawa menggeleng cepat.


" Gak! Aku gak akan ceraikan kamu? Aku gak mau pisah dari kamu sayang?" Ujar Adam dengan wajah babak belur nya.


" Keputusan ku sudah final Bang."


" Aku gak akan pernah, menalak mu Dek?"


" Ck, Abang ini ternyata sangat egois sekali? Abang tak mau menalaku, namun Abang juga mau bersama nya? Sungguh serakah?" Sindir Hawa dengan bibir mencebik


" Nggak sayang! Aku akan tinggalkan dia." Ucap Adam


" Buat apa? Tidak perlu Bang. Abang sudah menaruh harapan pada wanita lain? Orang ketiga itu, gak akan masuk jika sang tuan rumah tak membuka pintu nya? Dan asal Abang tahu ya! Mau Abang setuju, ataupun nggak, aku akan tetap menggugat Abang!" Tutur Hawa


Adam membukatkan mata nya. " Nggak sayang! Abang mohon, jangan tinggalkan Abang."

__ADS_1


" Mulai sekarang, aku akan pergi dari sini?" Ucap Hawa


Adam menggeleng cepat, dia tak mau jika Hawa meninggalkan nya. Namun Hawa tak perduli, hatinya sudah benar benar mati rasa pada Adam saat ini. Dia melangkah ke arah kamar, dan mengemasi semua pakaian nya di bantu Nisa.


Sedangkan Adam ingin mengejar, namun Ikbal menahan nya, sehingga membuat Adam geram.


" Lo itu apa apaan sih kak? Jangan ikut campur, urusan rumah tangga gw." Bentak Adam


" Gw berhak! Sebab Hawa, sudah Umar titipkan sama Gw!" Jawab Ikbal


Memang sebelum Ikbal pulang ke kota waktu itu. Umar menitipkan Hawa pada Ikbal, bukan pada Adam. Bukan tanpa alasan Umar melakukan itu. Dia merasa jika sang adik akan menderita kembali. Dan entah kenapa, Umar melihat ketulusan di mata Ikbal. Dan itu kenapa dia menitipkan Hawa pada Ikbal.


Hawa membawa 1 buah koper dan menyeret nya. Adam segera menghadang Hawa. Dia gak rela jika Hawa pergi.


" Sayang, Abang mohon jangan pergi?" Pinta Adam


Namun Hawa tak mendengarkan permintaan Adam. Dia melangkah pergi, namun Adam mencegah nya kembali.


" Minggir Bang! Biarkan aku pergi? Karena sudah tak ada guna nya juga aku di sini?" Ucap Hawa


" Nggak akan! Aku tak izin kan kamu keluar dari rumah ini? Aku masih suami kamu Dek?" Tegas Adam


" Kamu memang masih suamiku Bang! Namun tepat nya kamu, adalah suami yg dzolim." Jawab Hawa


Nisa memberi kode pada Ikbal agar menahan tubuh Adam. Dan ikbal mengerti dengan kode Nisa, dia langsung menahan tubuh Adam. Hawa yg melihat itu, segera melangkah ke luar dari rumah Adam dan menaiki taksi bersama Nisa.


Adam mencoba berontak, namun Ikbal memegang tubuh Adam dengan kuat. Saat di dalam mobil, Hawa langsung menumpahkan semua air mata nya yg sedari di restoran dia tahan. Akhirnya lolos juga dari kedua mata nya.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2