
Happy Reading๐
Semenjak kedatangan Raisya ke rumah sakit, aku merasakan kebahagiaan yg lengkap. Lebih tepatnya kebahagiaan dimana saat Syifa masih ada. Entah kenapa, setiap melihat Raisya di hadapan ku. Aku ingin sekali membahagiakan nya, aku merasa ingin sekali menebus rasa bersalahku pada Syifa melalui Raisya.
Aku tahu, jika itu salah. Bahkan salah besar. Namun hatiku tak bisa di kendalikan. Aku tahu, jika aku sudah berbohong pada Hawa, tentang Raisya namun setiap aku mau mengatakan sejujurnya. Mulut ini seolah terkunci rapat.
Aku tak pernah berpikir jika ternyata Raisya memiliki rasa terhadapku, dan di situlah awal kehancuran ku. Tepat nya kehancuran rumah tanggaku.
Hari ini aku menemani Raisya jalan jalan di Mall, karena dia bilang jika hari ini dia ulang tahun. Tapi sejujurnya aku pun penasaran dengan apa yg akan di katakan Raisya padaku. Tepat saat kami duduk di sebuah kursi, Raisya menyatakan perasaan nya padaku.
Dan tanpa ku pikir panjang, aku setuju dengan Raisya yg meminta menjadi istri kedua ku. Hingga akhirnya rumah tangga ku hancur dan berantakan. Hawa memergoki ku dan Raisya. Lalu dia pergi dari rumah.
Aku berusaha membujuk Hawa, namun dia tetap pada pendirian nya. Aku menyesal, sangat menyesal karena terbuai dengan bisikan syetan yg memintaku mendua. Aku tahu aku sangat salah. Namun apa yg harus ku perbuat sekarang? Aku bahkan kehilangan jejak Hawa.
1 minggu ini aku mencari Hawa, namun tak jua ketemu. Setiap kota sudah ku telusuri namun nihil, tak ada keberadaan Hawa maupun Nisa. Bahkan aku sudah ke tempat kerja Nisa, tapi ternyata Nisa sudah keluar dari pekerjaan nya.
Setiap malam aku selalu larut dalam penyesalan terbesarku. Aku sudah menyakiti bahkan mengecawakan Syifa dan almarhum mertua ku, yaitu Ayah nya Hawa. Ku pikir Hawa akan menerima Raisya, karena wajah Raisya sangat lah mirip dengan Syifa. Namun ternyata aku salah. Hawa marah dan mengancam akan menggugat ku.
Setiap malam aku selalu shalat taubat, dan meminta pada Allah, agar di beri petunjuk tentang keberadaan Hawa. Namun, sudah 1 bulan pun aku mencari, Hawa masih belum ku temukan.
Pagi ini aku akan pergi ke rumah Abi dan Ummi. Aku akan bertanya pada mereka, aku yakin jika mereka tahu keberadaan Hawa dimana. Bisa saja kan, mereka menyembunyikan Hawa dan nisa, sebab mereka tak mau aku tahu.
Mobil berhenti di teras rumah setelah gerbang di buka satpam. Aku melihat Ummi, Abi dan Ikbal sedang berada di teras. Seperti nya Ummi dan Abi sedang mengantar Ikbal, yg akan pergi pikirku.
'' Assalamua'alikum...'' ucapku
'' Wa'alaikumussallam...'' jawab mereka bertiga.
'' Dam, ada perlu apa?'' tanya Abi to the point.
Setelah aku mencium tangan mereka, aku pun mengutarakan kedatangan ku.
__ADS_1
'' Adam kesini, mau tanya sama Ummi dan Abi, terutama Kak Ikbal. Apa kalian mengetahui keberadaan Hawa?'' tanya ku
Terlihat raut terkejut dari mereka bertiga.
'' Maksudnya?'' bingung Ummi
'' Maksud Adam, apa Ummi tahu Hawa dimana? Jika iya, maka Adam mohon pertemukan Adam dengan Hawa Ummi....'' pintaku
'' Kenapa kamu tanya soal Hawa kesini? Kami pun masih mencari keberadaan nya Nak!'' ucap Abi.
Mendengar penjelasan Abi, seketika tubuhku lemas. Aku pikir jika mereka tahu tentang keberadaan Hawa, tapi ternyata mereka juga sedang mencarinya.
'' Sudah hilang saja, baru di cari? Memang sih, penyesalan itu suka datang belakangan...'' ejek Ikbal dengan nada menindir ku.
Namun aku tak menjawab, aku sedang tak berminat berdebat dengan dia. Tapi, tak ku pungkiri juga, jika kata kata nya barusan memang benar ada nya. Aku mencari ketika Hawa sudah tak lagi di sisiku. Ikbal benar, penyesalan suka datang terakhir.
๐๐๐๐๐๐
Walaupun hubungan ku dan Raisya kini sudah berakhir, namun kami masih akrab. Dan aku bersyukur sebab Raisya mau legowo menerima keputusan ku, untuk mengakhiri hubungan ku dan dia. Walaupun ku tahu, jika Raisya juga dangat sakit hati, namun aku tak punya pilihan lain.
Malam ini sepulang kerja, aku dan Raisya sedang dalam perjalanan mencari Hawa. Aku khawatir sebab 2 minggu lagi adalah jadwal lahiran nya. Tentu aku ingin bersama nya, menemani Hawa melahirkan anaku.
Tiba tiba ponselku berdering, dan ternyata itu dari Ikbal.
'' Ya, hallo Assalamu'alaikum..'' ucapku
'' Wa'alaikumussallam.... Dam, aku tak mau basa basi. Apa kamu sudah menemukan Hawa?'' tanya Ikbal di sebrang sana
Sejenak aku mengerutkan dahi saat mendengar pertanyaan pria itu. '' Tidak Kak, belum!'' jawab ku.
'' Kalau gitu kamu ke surabaya saja! Aku akan kirim dimana Hawa berada. Dan selamat Dam, kamu sudah mempunyai seorang putra.''
__ADS_1
Aku tertegun dengan ucapan di sebrang sana.
'' Apa maksud Kakak? Hawa sudah ketemu? Anak? Maksud Kakak, Hawa sudah....'' kaget ku dengan senang
'' Iya, Hawa sudah ketemu! Dan dia juga sudah melahirkan.... Nanti kamu datang sendiri, ada yg mau Hawa sampaikan juga padamu katanya.''
Tut
Panggilan terputus, Aku sungguh senang saat mendengar kabar baik dari Ikbal. Hatiku bagaikan bunga yg sedang bermekaran di ladang bunga..
''Ada apa Dam?'' tanya Raisya
'' Sya, Hawa Sya! Hawa sudah ketemu! Dan dia juga sudah melahirkan Sya.....'' jawab ku dengan riang.
Tak bisa ku sembunyikan raut wajah bahagia ku pada Raisya, kemudian ada pesan masuk dan ternyata itu dari Ikbal yg mengirim alamat Hawa. Aku pulang setelah mengantar Raisya ke apartemen nya.
Ku baringkan tubuh ini di ranjang dengan senyum yg terus mengembang. Ku ambil poto Hawa dan aku, lalu ku usap dengan lembut.
'' Sayang, sebentar lagi kita akan bertemu! Aku sungguh menantikan nya, dan kenapa kamu gak memberitahu ku soal kelahiran mu? Tapi yg penting kamu sudah ketemu dan kita akan kembali bersama, dengan putra kita juga.''
Aku pun memejamkan mata, bersiap menyambut hari esok, dimana aku akan menemui Hawa dan anaku. Namun aku juga harus mengurus cuti ku dulu pada rumah sakit.
๐๐๐๐๐
Pagi ini aku sudah bersiap dengam kemeja biru muda di padu jenas. Aku akan pergi ke surabaya menemui bidadari ku. Aku juga sudah tidak sabar ingin segera menggendong anaku. Saat aku baru mau masuk kedalam mobil, tiba tiba Rasiya datang dan minta ikut.
'' Please ya Dam, aku ikut? Aku mau meminta maaf pada Hawa secara live.'' pinta nya.
Aku pun mengangguk. Pikirku tak ada salah nya di ikut jika mau meminta maaf pada Hawa. Kemudian kami pun pergi ke surabaya dengan menaiki mobil ku ke bandara. Aku mau lebih cepat sampai di sana, mangkan nya aku memakai jasa pesawat agar irit waktu.
Pov Adam masih belum selesai ya guyz๐๐Pqntengim terus๐maaf othor telat up soalnya paket lagi kritis๐ขjadi up nya telat. gak ada paket data yg nyasar sih๐๐
__ADS_1
Bersambung......