
Happy Reding😘😘
Hawa meremas kedua tangan nya dengan gelisah, dia benar benar cemas dengan keadaan putra nya di dalam sana. Walaupun Nisa selalu menenangkan nya tapi tetap saja, hati Hawa tak bisa tenang sama sekali.
Ibu mana yg akan tenang saat melihat anak nya sakit, apalagi dia masih kecil.
Tak lama dokter pun keluar. Hawa langsung berdiri dan memberondong dokter itu dengan berbagai pertanyaan nya.
'' Dok, bagaimana keadaan anak saya?Dia baik baik saja kan dok? Anak saya sakit apa dok?'' tnya Hawa dengan raut wajah yg begitu panik.
''Wa, sabar dulu! Dokter nya gak bisa jawab, kalau kamu berondong dia begitu?'' ucap Nisa
'' Tapi Nis, aku khawatir sama Alwi?''
'' Ibu tenang saja! Anak ibu tidak apa apa. Hanya kena DBD saja! Dan akan di rawat di sini sampai kondisi nya pulih? Untung nya, anak ibu langsung di bawa kesini, jadi bisa kami selamatkan.'' ucap dokter itu.
Kaki Hawa lemas saat mendengar penjelasan dokter tersebut. Untung Nisa memegang tubuh Hawa, sehingga Hawa tak sampai jatuh kelantai.
'' Wa, kita temui anak kamu yuk!'' ajak Nisa
Hawa mengangguk, lalu masuk kadalam ruangan itu. Hawa tak kuasa menahan tangis nya saat melihat sang anak yg masih bayi, harus terbaring lemah di hadapan nya.
'' Nak, anak Bunda! Cepat sembuh ya Nak, Bunda kangen ketawa kamu.'' ucap Hawa sambil mencium pipi gembul Alwi.
Setelah Alwi di pindahkan ke ruang inap, Hawa masih berada di sana bersama Ikbal. Sedangkan Nisa pulang ke rumah untuk mengambil baju ganti Hawa.
'' Kak, aku titip Alwi sebentar ya! Aku mau sbhalat dulu.'' pinta Hawa pada Ikbal.
'' Iya, kamu shalat saja. Biar Alwi aku yg jaga!'' ucap Ikbal.
Hawa pun melangkah ke kamar mandi, lalu mengambil wudhu. Setelah itu dia menggelar sajadah dan mulai menunaikan kewajiban nya sebagai muslim.
Ikbal menatap Hawa yg sedang khusyu dalam melakukan shalatnya. Dia benar benar kagum pada Hawa, sebab dalam keadaan apapun Hawa tak pernah melalaikan kewajiban nya.
Seperti yg sudah di jelaskan dalam al qur'an.
Karena dengan sholat, menjauhkan kita dari perbuatan keji dan munkar.
اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلَاةَ ۖ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ ۗ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ
__ADS_1
“Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Alquran) dan dirikanlah sholat. Sesungguhnya sholat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (sholat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS Al Ankabut 45).
Shalat juga adalah tiang agama bagi umat muslim.
وَقَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : اَلصَّلَاةُ عِمَادُالدِّيْنَ فَمَنْ تَرَكَهَافَقَدْهَدَمَ الدِّيْنَ Rasulullah ﷺ bersabda, “Sholat itu tiang agama, barang siapa meninggalkan sholat, maka sesungguhnya dia merobohkan agama.”
Setelah Hawa selesai melaksanakan sholat dan berdo'a bermunadzat pada Allah, untuk meminta kesembuhan bagi Alwi, anak semata wayang nya. Ikbal pun bergantian Sholat di tempat Hawa tadi melaksanan nya. Dengan sajadah yg sama.
Hawa duduk di pinggir ranjang pasien, sambil memegang tangan anak nya. Namun beberapa saat kemudian, Hawa tertidur di samping anak nya dalam posisi duduk.
Ikbal melipat sajadah dan menaruhnya di meja. Tatapan nya terpaku saat melihat Hawa tertidur di samping anak nya. Padahal baru saja Ikbal akan membelikan makan malam untuk Hawa.
Kemudian dia membuka jaket nya, dan menaruh nya di tubuh Hawa. Lalu Ikbal duduk di sofa dengan tatapan lurus ke arah Hawa. Sebenar nya dia ingin membangunkan Hawa, namun Ikbal tak tega, dia pikir mungkin Hawa kecapean.
Dan dia akan membeli makanan setelah Hawa bangun nanti.
' Kasihan kamu Wa! Kamu harus berjuang, membesarkan anakmu sendiri?' batin Ikbal prihatin.
🍀🍀🍀🍀🍀🍀
Hawa mengerjapkan mata nya, saat merasakan pundak nya di tepuk tepuk oleh Nisa.
'' Iya, nih baju nya! Kamu mandi dulu gih, biar Alwi aku yg jaga!'' ujar Nisa
Hawa mengangguk lalu berdiri, namun mata nya menatap bingung pada jaketyg adadi pundak nya. Hawa ingat jika jaket itu adalah jaket Ikbal. Hawa lalu melihat ke arah pria tampan yg sedang terbaring di sofa.
Ikbal ketiduran saat Hawa tidur tadi. Sehingga dia pun membaringkan tubuh nya di sofa.
Hawa berjalan dengan perlahan ke arah Ikbal, lalu menyelimuti Ikbal dengan jaket yg dia pakai tadi. Setelah itu Hawa pun melangkah ke kamar mandi, dan membersihkan diri nya.
15 menit sudah akhirnya Hawa keluar dari kamar mandi. Dia melihat Alwi sudah bangun dan lagi di ajak main sama Nisa.
'' Loooh,Nis. Kak Ikbal kemana?'' tanayaku dengan heran saat melihat sofa kosong. Hanya ada jaket Ikbal saja di atas sofa.
'' Oh, Ikbal. Dia lagi keluar katanya sih mau beli makanan?'' jawab Nisa sambil terus mengajak bercanda Alwi.
Kemudian Hawa naik ke atas ranjang dan memberikan asi pada Alwi. Sedangkan Nisa dia berjaga di dekat pintu. Takut takut kalau Ikbal masuk dan melihat pemandangan itu.
🍀🍀🍀🍀🍀
__ADS_1
''Sebaiknya aku juga beli salad buah, buat Hawa! Dia kan masih menyusui, jadi harus banyak makan makanan yg sehat.'' Gumam Ikbal saat berada di kantin.
Dia membeli 3 nasi goreng soefood, dan 3 jus serta salad buah untuk Hawa. Setelah semua siap Ikbal kembali ke ruangan anak nya Hawa.
Dan saat di sampaidi sana,Ikbal kaget sebab Nisa menghalanginya masuk. ''Ada apa sih? Kenapa aku gak boleh masuk?'' tanya Ikbal heran.
'' Hawa lagi nyusuin anak nya, jadi kamu jangan masuk dulu!'' ucap Nisa.
Ikbal mengangguk paham, lalu duduk di kursi depan sampai tak lama Nisa memanggil nya untuk masuk kembali. Setelah itu mereka pun makan malam bersama.
'' Wa, ini aku beliin salad buah buat kamu! Kamu kan lagi menyusui, jadi harus banyak makan buah.'' jelas Ikbal
Hawa mengangguk. '' Iya, kak. Makasih ya, karena selama ini Kak Ikbal sudah baik banget sama Hawa!'' ucap tulus Hawa
'' Sama sama Wa! Kita kan harus saling tolong menolong. Lagian aku tuh udah sayang banget sama Alwi....''ucap Ikbal ' Dan juga kamu?' sambung batin ikbal.
Selesai makan, Nisa membereskan semua nya, sedangkan Hawa kembali ke ranjang anak nya.
'' Wa! Apa kamu gak kasih tahu Adam?'' tanya Ikbal Hati hati.
'' Iya Kak, Hawa lupa!'' jawab Hawa sambil menepuk jidat nya
Lalu dia mengeluarkan ponsel nya dari tas, tapi ternyata baterai nya habis. Akhirnya Hawa meminta tolong pada Ikbal agar mengabari Adam soal kondisi Alwi. Ikbal pun mengangguk lalu menelpon Adam.
'' Sudah ku kabari. Katanya besok dia akan kesini?'' ucap Ikbal di balas anggukan oleh Hawa.
'' Ya sudah, karena ini sudah malam, Kak Ikbal kalau mau pulang gak papa Kak, pulang saja! Kan di sini ada Nisa juga?'' ujar Hawa
''Jadi kamu ngusir aku nih?''
'' Eh, nggak Kak! Bukan seperti itu.... Ya pasti kan Kaka capek? Kaka kembali saja ke hotel.''
'' Nggak, aku temani kamu dan Alwi di sini...'' ngotot Ikbal
'' Tapi aku gak mau merepotkan Kakak...'' ucap Hawa lagi
'' Tidak! Aku tak merasa di repotkan? Lagian, aku tuh khawatir sama Awli?''
Akhirnya Hawa pun tak bisa menolak nya. Sebenar nya dia tak enak pada Ikbal, sebab pria itu selalu membantu nya. Hawa cuma merasa tak enak saja, jika terus merepotkan Ikbal.
Sedangkan Ikbal, dia malah senang karena bisa selalu ada di sisi Hawa. Baginya melihat senyum Hawa saja, sudah menjadi kebahagiaan tersendiri bagi ikbal. Namun memang iya, dia juga sangat menyayangi Alwi. Bahkan sudah seperti anak kandung nya sendiri.
__ADS_1
Bersambung......