Menjadi Yang Ketiga

Menjadi Yang Ketiga
Romantis nya Ikbal


__ADS_3

Happy Reading😘😘


Budayakan Like sebelum baca ya👍i😘jangan lupa bunga Mawar atau Vote nya🌷


'' Aku dimana?'' tanya Hawa saat sudah sadar dari pingsan nya.


'' Kamu ada di rumah sakit, sayang!'' jawab Ikbal


'' Rumah sakit?''


'' Iya, kamu tadi siang pingsan karena keram sayang.'' jelas Ikbal


Semntara itu Ummi dan Abi pulang ke rumah. Ummi pulang untuk membuatkan makan malam untuk Ikbal dan Hawa.


'' Mas, aku mau pulang.'' ucap Hawa


'' Besok, sayang. Besok kamu akan pulang!''


Hawa pun hanya bisa pasrah, dia juga merasa badan nya sedikit lemas.


Sebenarnya Hawa tak terlalu suka rumah sakit, sebab rumah sakit membuat memori buruk Hawa tentang kehilangan orang orang yg dia sayang telah pergi.


Namun itu adalah sebuah takdir. Takdir yg siapa pun tak akan bisa menghindar.


Jam menunjukan pukul 19.00 malam.


Tok


Tok


Tok


'' Assalamu'alaikum...'' ucap Ummi dan Abi yg baru saja masuk.


'' Wa'alaikumusallam...'' jawab Hawa dan Ikbal


'' Kamu sudah sadar! Ini, Ummi masakan sop ayam dengan jengkol balado yg kamu beli tadi.'' ucap Ummi sambil membuka rantang makanan


Hawa langsung mengecap air liur nya, dan itu membuat Ikbal terlekeh kecil.


'' Apa segitu inginkah? Sampai ikeran?'' ledek Ikbal


Hawa hanya tersenyum malu, saat mendengar ledekan Ikbal.


'' Biar Ikbal yg suapi Mi.'' ucap Ikbal mengambil rantang makanan dari tangan Ummi.


Lalu dia mulaimenyuai Hawa makan, bahkan Hawa terlihat begitu lahap saat makan bersama jengkol itu.


🌷


🌷


🌷


Di lain tempat, Yusuf sedang berada di sebuah hotel. Dia tidak pulang kerumah nya. Sebab ia takut jika polisi akan menangkap nya.


'' Aku pikir, jika Hawa dan ikbal hanya bermain main saja dengan ucapan nya? Tapi ternyata, mereka benar benar melakukan nya? Aku harus gimana? Apa aku harus mundur? Tidak! Aku tak mau mundur. Tapi, aku juga tak mau di penjara? Bagaimana dengan restoran nya? Siapa yg akan mengurus?''


Yusuf terlihat sangat prustasi, dia bahkan terus mondar mandir di kamar nya. Bahkan dia sudah menelpon anak buah nya, untuk pergi dari pengintaian nya.

__ADS_1


'' Apa aku harus menelpon Hawa? Dan meminta maaf pada nya? Tapi, sama saja aku merendahkan harga diriku? Aaaghhhh... Kenapa kau tempatkan aku di posisi ini Tuhan?'' teriak Yusuf sambil mengacak ngacak rambut nya.


🌷


🌷


Kriiing


Kriiing


Ponsel Ikbal berdering, dan pas di lihat ternyata dari nomor asing..


" Hallo..." ucap ikbal


........


" Apa! Tidak ada? Apa bapak sudah cari ke resto nya?"


" Begitu ya! Baiklah. Saya tunggu kabar selanjutnya." ucap Ikbal


Ummi, Abi dan Hawa saling pandang satu sama lain. Mereka heran melihat wajah tegang Ikbal.


" Mas, ada apa?" tanya Hawa


" Tadi polisi nelpon. Kata nya, mereka sudah ke kediaman Yusuf, tapu kosong. Mereka juga sudah ke resto. Tapi Yusuf juga tidak ada? Aku rasa Yusuf kabur?" tutur Ikbal


" Kabur! Tapi bagaimana bisa?" ucap Abi


" Iya, Bi. Itu dia yg buat aku bingung? Bagaimana bisa dia tahu, jika polisi ke rumah nya?" heran ikbal


" Eum, Ummi rasa dia tahu kalau kita laporin dia ke polisi?'' timpal Ummi


'' Bisa!'' ucap Hawa


Semua mata tertuju pada nya.


'' Caranya?'' tanya Ikbal


'' Mas lupa? Kak Yusuf kan naruh anak buah nya buat awasin rumah kita? Bisa saja, saat kita ke Swalayan tadi, anak Buah nya Kak Yusuf mengikuti kita?'' terang Hawa


Ikbal menepuk jidat nya, dia merasa bodoh dan lupa akan hal penting seperti itu.


'' Ya, kamu benar sayang! Bisa saja saat kita tadi ke kantor polisi. Anak buah Yusuf melaporkan nya pada Yusuf! Sehingga Yusuf tahu, jika kita melaporkan dia?''


Ikbal mengajak Abi nya keluar dari ruangan Hawa, untuk membicarakan masalah yg ada. Dia tidak mau jika Yusuf mengganggu Hawa.


Ikbal yakin, jika Yusuf belum di temukan. Maka Yusuf pasti akan mengganggu Hawa lagi. Dan pasti, Yusuf akan terus berusaha merebut Hawa selagi ia belum di tangkap.


'' Kamu gak usah khawatir. Abi yakin, kalau polisi pasti akan menemukan Yusuf.'' ucap Abi mencoba menenangkan Anak nya.


Suami mana yg akan tenang, saat dia mengetahui jika di luaran sana ada laki laki yg menginginkan istri nya. Bahkan berusaha merebut istrinya dari sisi nya.


Semua suami tentu tak akan mau jika hal itu terjadi. Dan mereka pasti akan melakukan apapun, untuk mempertahankan rumah tangga mereka


🌷


🌷


Yusuf saat ini sedang bersiap dengan setelan hitam nya. Jeans hitam di padu dengan jaket hitam dan topi serta masker.

__ADS_1


Yusuf akan keluar dari hotel untuk menemui Hawa. Tapi, dia takut jika polisi akan berjaga di depan rumah Ikbal.


Namun Yusuf tak punya pilihan lain, selain meminta maaf pada Hawa dan Ikbal. Agar mereka mencabut laporan nya.


Sesampai nya di rumah Ikbal, Yusuf terus mengamati dari balik kaca mobil.


'' Kok Rumah nya terlihat sepi, ya? Biasanya ada siluet di balik jendela kamar Hawa?'' ucap yusuf dengan heran.


'' Ah, aku balik ke hotel saja. Aku temui mereka besok saja!''


Saat Yusuf akan menjalankan mobil nya, dia melihat ada mobil yg biasa Ikbal pakai masuk kedalam rumah. Perlahan Yusuf memajukan mobil nya dan memperhatikan ke dalam pagar.


'' Loh, kok cuma Ummi dan Abi? Ikbal dan Hawa nya kemana?'' lirih Yusuf saat hanya Ummi dan Abi yg turun dari mobil.


'' Aku kesini besok lagi aja lah.'' ucap Yusuf akhirnya. Lalu dia meninggalkan rumah Ikbal.


🌷


🌷


Pagi ini selesai sarapan, Hawa sudah siap untuk pulang ke rumah. Dia juga merasa badan nya sudah baikan, dan tidak lemas seperti kemarin.


'' Sudah siap sayang?'' tanya Ikbal


Hawa mengangguk, lalu turun dari ranjang pasien. Namun belum juga kaki menapaki lantai. Badan nya sudah melayang, siapa lagi kalau bukan ulah Ikbal.


'' Mas, apa apaan sih? Lepas Mas. Malu tahu?'' pinta Hawa saat Ikbal menggendong nya.


'' Nggak! Kamu ingat apa yg dokter bilang tadi hem? Jangan kecapean. Jadi, aku akan menggendong kamu.''


'' Tapi, Mas. Aku malu?''


'' Malu sama siapa? Sama Ummi? Apa Abi?''' timpal Ummi sambil terkekeh kecil, lalu melangkah ke arah Hawa dan mengusap kepala nya.


'' Yg Ikbal katakan benar Nak! Kamu gak boleh kecapean.'' ucap Ummi


Akhirnya Hawa pasrah saat Ikbal menggendong nya ke mobil, walaupun ada banyak pasang mata yg melihat ke arah nya.


Hawa menyembunyikan wajah nya di bahu kekar Ikbal. Dia malu, jika harus di lihat semua orang. Tapi Ikbal. Dia memasang wajah datar, bin cuek. Dia sama sekali tak terusik dengan bisik bisik para pengunjung.


'' Wahh, soswet banget ya?''


'' Perhatian banget suami nya? Aku juga mau punya suami kayak gitu?''


'' Beruntung nya yg jadi istrinya!''


'' Manja banget, sampai di gendong begitu?''


Dan masih banyak lagi para ocehan para netizen, entah itu tatapan kagum, ataupun tatapan iri.


'' Mas, harusnya jangan di gedong! Malu tahu, sama pengunjung..'' rengek Hawa saat di dalam mobil.


'' Kamu begitu aja malu? Gimana kalau aku cium, di depan umum?'' goda Ikbal


Puk


Ummi menepuk lengan anak nya, sedangkan Hawa membukatkan kedua mata nya dengan pipi merona merah semerah tomat.


Iiishh, Mas Ikbal nyebelin banget deh? Kan malu sama Ummi dan Abi.

__ADS_1


Bersambung........


__ADS_2