Menjadi Yang Ketiga

Menjadi Yang Ketiga
Perang Dingin


__ADS_3

Happy Reading😘😘


'' Assalamu'alaikum....'' ucap Ikbal saat memasuki ruangan dimana Alwi di rawat.


'' Wa'alaikumussallam...'' jawab 3 orang di dalam.


Ikbal sempat terpaku saat melihat Adam yg sedang duduk bersebelahan dengan Hawa, yg sedang menggendong anak nya. Ya, walau tak begitu dekat, dan masih ada jarak. Tapi itu mampu membuat hati Ikbal terbakar cemburu.


Tapi dia gak mau gegabah, dia mencoba menetralkan raut wajah nya agar terlihat biasa saja.


'' Eh, Dam! Sudah datang?'' tanya Ikbal basa basi


'' Iya kak, sudah.''


'' Datang kapan?''


'' Belum lama kok, sekitar 3 jam yg lalu!''


' Sudah lumayan lama juga?' batin Ikbal


Ikbal pun duduk di sofa dan meletakan juz buah naga kesukaan Hawa, dan juga cemilan.


'' Waaah, kak Ikbal bawa cemilan? Nisa minta ya?'' ujar Nisa dengan santusias saat melihat 1 kresek cemilan.


'' Iya, ambil aja. Tuh Kakak juga beliin jyz buah buat kamu dan Hawa. Makan aja, Kakak tahu kalau kamu dan Hawa itu suka ngemil...'' ucap Ikbal


Dia sengaja bilang seperti itu, agar menunjukan pada Adam jika dia lebih tau segalanya tentang Hawa ketimbang diri nya. Dan ikbal berhasil. Adam yg mendengar perkataan Ikbal barusan, membuat hati nya panas oleh cemburu. Dia gak suka jika ada yg mengetahui tentang Hawa selain dirinya.


Kayak nya Kak Ikbal dan Hawa sudah dekat? Tapi apa aku masih bisa merebut hati Hawa kembali? Melihat perhatian Kak Ikbal pada Hawa, membuat ku tak suka.


🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀


Umar yg baru pulang dari ladang segera mengahmpiri sang ibu yg sedang memasak di dapur. Terlihat wajah Umar begitu tegang dan cemas.


'' Assalamu'alaikum.... Bu... Ibu....'' teriak Umar


'' Wa'alaikumussallam.... Ibu di dapur Mar!''


'' Buk, kita harus ke surabaya Bu....'' ucap Umar saat duduk di kursi dapur.


'' Ada apa Mar? Adekmu baik baik saja kan? Dia dan anak nya sehat kan?'' panik ibu saat mendengar kata Surabaya.


'' Hawa baik bu! Tapi, Alwi... Anak Hawa, dia sedang di rawat di rumah sakit!''


''Innalillahi..... Kenapa? Apa yg terjadi?'' cemas Ibu

__ADS_1


'' Tadi siang Hawa telpon aku, katanya Alwi masuk rumah sakit, karena DBD Buk! Kita kesana ya?'' ajak Umar.


'' Iya, Mar! Ibu khawatir sama Alwi dan Hawa... Besok kita berangkat ya.''


Umar mengangguk, lalu dia bangkit dan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri nya.


'' Ya allah, pantas saja 2 hari ini perasaan ku tak enak? Ternyata ini, jawaban nya. Ya allah, jagalah selalu anak dan Cucu ku di sana! Lindungi selalu mereka di bawah perlindungan mu ya Rabb.... Sesungguh nya engkau lah Dzat yg maha agung lagi maha tinggi.'' lirih Ibu dengan air mata yg sudah menetes.


🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀


Sore ini Ikbal dan Adam sudah pulang ke hotel mereka masing masing. Tadinya Adam ingin lebih lama di sana, tapi Hawa melarang nya. Sebab Nisa sedang tak ada di sana, dan Hawa gak mau terjadi fitnah. Walaupun Adam dan Ikbal berdua.


Hawa mencoba menjaga marwah nya sebagai perempuan muslimah. Dia gak mau jika hanya berdua duaan dengan laki laki yg bukan mahram nya, walaupun dia dan Adam pernah menjalin bahtera rumah tangga.


Selesai shalat Ashar, Hawa mengambil al qur'an kecil yg ada di tas nya, yg selalu dia bawa kemana pun. Lalu dia malantunkan ayat ayat suci al qur'an dengan suara merdu nya.


Tak lama Nisa datang membawa 1 rantang, lalu menaruh nya di meja.


'' Nis, itu rantang siapa?'' tanya Hawa selepas membaca al qur'an.


'' Oh, ini. Tadi Bibi ku ke rumah Wa! Dia nitip ini buat kamu! Buat makan malam kita nanti...'' jawab Nisa.


'' Alhamdulillah, bibi kamu baik sekali ya Nis? Aku bahkan belum bisa membalas kebaikan nya?'' ucap Hawa


Dia begitu bersyukur sebab masih banyak orang yg perduli sama dia.


'' Kamu udah shalat Nis?'' tanya Hawa


Nisa menggeleng. '' Aku lagi libur! Baru tadi sore.''


''Ooohhhhh.....''


'' Oh, ya Wa! Aku boleh nanya sesuatu gak sama kamu?'' tanya Nisa


'' Apa itu?''


'' Apa bener ya, kalau dalam islam itu di larang pacaran? Tapi... Kalau benar, kenapa masih banyak orang yg berpacaran di dunia ini? Padahal mereka muslim, dan mereka tahu jika pacaran itu haram?'' tanya Nisa


Hawa tersenyum saat mendengar pertanyaan Nisa. '' Kenapa? Apa kamu punya pacar saat ini?'' tanya Hawa balik.


Nisa menggeleng. '' Nggak! Hanya heran aja gitu? Soalnya nih, kadang anak anak muda pada mojok di tempat yg gelap terus berbuat mesyum..'' heran Nisa


'' Betul sekali Nis, hukum nya itu Haram. Di masyarakat pacaran adalah hal yang lumrah, proses mengenal lawan jenis atau diibaratkan sebagai rasa cinta kasih yang diwujudkan dalam hubungan. Namun, Islam tidak pernah mengajarkan tentang pacaran, karena dalam kenyataannya dua insan yang berlainan jenis tidak bisa terhindar dari berdua-duaan, terjadi pandang memandang dan terjadi sentuh menyentuh. Perbuatan ini sudah jelas semuanya haram hukumnya menurut syari’at Islam.


Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Jangan sekali-kali seorang laki-laki bersendirian dengan seorang wanita, kecuali si wanita itu bersama mahramnya.”

__ADS_1


Diriwayatkan oleh Abu Hurairah Radhiyallahu anhu bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:“Allâh telah menulis atas anak Adam bagiannya dari zina, maka pasti dia menemuinya: Zina kedua matanya adalah memandang, zina lisannya adalah perkataan, zina hatinya adalah berharap dan berangan-angan. Dan itu semua dibenarkan dan didustakan oleh ***********.”


Nisa manggut manggut dengan penjelasan Hawa.


'' Nah kalau kamu mau pacaran, ada baiknya kamu pacaran setelah menikah! Itu pasti lebih indah, sebab kita tidak perlu takut lagi akan yg nama nya zina.'' jelas Hawa lagi


'' Terus, balasan nya apa bagi orang yg berzina Wa? Dosa nya kan besar?'' tanya Nisa lagi.


'' Sebagai seorang muslim, sudah semestinya kita patuh terhadap apa yang diperintahkan Allah SWT dan menjauhi segala sesuatu yang dapat menimbulkan dosa. Dalam Islam sendiri, dosa terbagi menjadi dosa besar dan dosa kecil. Allah SWT berfirman.


"Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa besar yang dilarang kamu mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil) dan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga)" (Q.S An Nisa: 31).


Zina adalah salah satu perbuatan yg di larang keras oleh Allah. Zina adalah salah satu dosa besar, setelah syirik dan membunuh. Hal ini di terangkan dalam surat Al Furqon ayat 68.


''Dan orang-orang yang tidak menyembah Rabb yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya Dia mendapat (pembalasan) dosa(nya)''


"Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera, dan janganlah belas kasihan kamu kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan dari orang-orang yang beriman." (Q.S. An Nur: 2).'' jelas Hawa panjang lebar.


Glek


Nisa yg mendengar penjelasan Hawa seketika menelan ludah nya dengan kasar. Dia gak bisa membayangkan jika harus di cambuk 100 kali.


''' Ngeri juga ya Wa?'' ucap Nisa bergidik '' Aku gak bisa bayangin Wa, kalau sampai di cambuk 100 kali.... Naudzubilah, semoga aku di jauhkan dari perbuatan Zina.'' ujar Nisa takut.


'' Aamiin....''


'' Makasih Ya, Wa. Karena kamu sudah membagi ilmu sama aku!''


'' Sama sama Nis! Tugas kita sebagai umat muslim, adalah saling mengingatkan.''


Tak lama pintu ruangan terbuka. Dan masuklah Adam dan Ikbal. 2 pria tampan itu saling mendorong bahu satu sama lain, membuat Hawa dan Nisa heran. Terlihat 2 pria tampan itu saling membalas tatapan tajam 1 sama lain.


Nisa menoel tangan Hawa, tanda bertanya ada apa dengan mereka. Namun Hawa mengedikan kedua bahunya tanda tak tahu.


'' Kalian kenapa? Kok datang datang kayak tom and jerry?'' ledek Nisa


'' Gak...'' jawab Ikbal dan Adam serempak.


'' Ngapain sih ngikutin gw?'' sewot Ikbal


'' Eh siapa juga yg ngikutin Lo? Yang ada Lo tuh, yg ngikutin gw?'' jawab Adam tak kalah sewot.


Hawa memijit pelipis nya. '' Sudah, sudah. Kalau Kak Ikbal sama Bang Adam mau berantem, lebih baik cari arena tinju saja!'' celetuk Hawa


Adam dan Ikbal menatap Hawa tak percaya. Sedangkan yg di tatap hanya cuek, sambil mengupas buah apel. Lalu 2 pria itu pun duduk di sofa dengan membuang wajah 1 sama lain.

__ADS_1


Ada peperangan apa ya antara ikbal dan adam🤔🤔penasaran kan....


Bersambung.......


__ADS_2