
Happy Reading😘😘
Hari ini, aku berangkat pagu seperti biasa menuju restoran dimana aku bekerja sebagai manager.
Sebenar nya Resto itu bukan punya ku, melainkan punya sahabatku, Adam. Kami sudah bersahabat sejak SMA sampai kuliah, dan kebetulan Adam mempercayakan Restoran nya padaku.
Aku pun menyetujui nya, aku berjanji pada nya akan mengelola restoran itu dengan baik. Sementara itu dia bekerja sebagai dokter di salah satu rumah sakit terbesar di jakarta.
Aku tak menyangka, jika nasib percintaanku akan sangat rumit dan juga menyakitkan. Aku pun tak mengerti, kenapa hatiku berlabuh pada wanita yg menjadi milik sahabatku itu.
Malam tadi aku dapat telpon dari Adam, jika dia menemukan seorang wanita yg membuat nya jatuh cinta. Dan dia berencana melamar nya.
Sebagai sahabat, tentu saja aku senang mendengar nya. Karena walau gimana pun aku sangat paham tentang percintaan nya dengan Istrinya Syifa.
Ting
Ponselku berbunyi, tanda sebuah pesan masuk. Dan ternyata itu dari Adam.
'' Ngirim apa dia?'' gumamku saat melihat Adam mengirim sebuah poto.
Aku pun membuka nya, dan ternyata itu adalah foto pernikahan Adam dengan wanita itu.
'' Cantik.'' ucapku saat melihat poto wanita berhijab yg memakai kebaya putih di samping Adam.
Tak ada kata lain selain kata 'Cantik' untuk istri muda nya Adam. Adam juga bilang jika Istrinya itu baru berumur 19 tahun.
🌸
🌸
2 Minggu sudah setelah pernikahan Adam dan wanita itu berlalu. Jujur, aku sangat penasaran dengan paras istri baru nya Adam.
Walaupun aku sudah melihatnya di dalam foto, tapi melihat wajah natural tanpa makeup nya membuatku penasaran.
Hari ini saat aku sedang mengecek pemasukan bulanan, tiba tiba karyawan Restoran mengatakan jika Adam datang bersama seorang perempuan.
Aku pun bangkit dari duduk, dan menyambut mereka. Aku yakin jika Adam datang bersama Istri baru nya.
'' Hay, Bro!'' sapa Adam sambil memeluku.
Aku sejenak tertegun dengan wanita cantik di sebelah nya.
Masya allah, cantik sekali? Beruntungnya Adam!
'' Hey, malah melamun?'' ucap Adam menepuk pundaku.
Aku pun tersadar dari keterpanaan ku pada istri baru Adam.
__ADS_1
'' Dia, apa istrimu?'' tanyaku setengah berbisik.
'' Iya, dia Hawa! Istri, sekaligus bidadariku.'' ucap Adam sambil merangkul pinggang Hawa.
Ya ampun, wajah nya manis sekali saat dia tersipu? Aaaghhh, ada apa denganku?
'' Sayang, kenalin. Dia ini, Yusuf sahabatku! Dia yg mengurus restoran ku selama ini? Dan, Suf. Kenalin, ini Hawa istriku!'' ucap Adam mengenalkan istrinya padaku.
'' Hallo, saya Yusuf!'' ucapku memperkenalkan diri sambil mengulurkan tangan pada wanita di hadapan ku itu.
Jujur hati ini sangat berdebar kencang, saat melihat wajah cantik nya.
Tapi seketika hatiku mencelos, saat wanita cantik itu mengatupkan kedua tangan nya di depan dada.
Aku jadi malu, sungguh malu. Dia benar benar wanita shaleha yg menjaga wibawa nya sebagai istri dan wanita.
'' Saya Hawa..'' ucap nya.
Kami pun duduk di meja sambil mengobrol, tapi pandanganku tak pernah lepas dari wajah cantik sahabatku itu. Entah kenapa aku merasakan seperti ada magnet, yg membuatku inhin selalu menatap nya.
Hingga 30 menit sudah mereka berada di Resto. Mereka pun akhirnya pamit pulang.
Jujur ada rasa tak rela saat melihat mereka pergi.
'' Ada apa denganku? Apa aku mencintai, wanita itu? Tapi, dia kan istri sahabatku? Aaaghh, tidak! Ini tidak boleh terjadi.'' ucapku dengan prustasi.
🌸
🌸
'' Aku tak mungkin memiliki nya? Dia istri Adam!'' gumamku sambil melihat langit langit kamar.
Aku selalu mendengar curhatan Adam tentang rumah tangga nya, terlebih saat Adam mengatakan jika Hawa di hina oleh keluarga Syifa.
Hatiku ikut sakit mendengar nya. Tapi apa dayaku. Aku bukan siapa siapa bagi Hawa.
🌸
🌸
Hari ini aku di kejutkan dengan kedatangan Adam ke rumah ku.
'' Hey, bro. Ada apa? Kenapa wajahmu kusut begitu?'' tanyaku pada Adam saat melihat wajah kusut nya, dengan rambut acak acakan.
Tapi bukan nya menjawab. Dia malah mendaratkan bok*ng nya di sofa, dan mengusap wajah nya dengan kasar.
Dapat ku lihat, jika ada beban berat yg sedang di hadapi oleh Adam.
__ADS_1
Apa ini ada hubungan nya, dengan keadaan syifa?
Semalam Adam menelpon ku jika Syifa masuk kedalam rumah sakit, karena jatuh dari tangga.
'' Apa ini ada hubungan nya dengan keadaan Syifa?'' tanyaku pada Adam, saat sudah duduk di sebelah nya.
Terlihat jika ia menghela napas nya dengan panjang.
'' Bukan soal itu?'' ucap Nya
'' Lalu.....'' aku penasaran karen apa.
'' Ini soal Hawa! Aku mau minta bantuan sama kamu?''
Degh
Hatiku seketika berdetak kencang, saat Adam mengatakan mengenai Hawa.
Apa yg terjadi? Kenapa dia terlihat kacau? Dan apa hubungan nya sama Hawa?
Batin ku terus menerka nerka, hingga Adam mengatakan sebuah fakta yg membuatku, tentu saja sangat terkejut bahkan jantung ini hampir copot.
'' Hawa pergi dari rumah, karena aku! Aku sudah menuduh nya, tanpa mau mendengar penjelasan nya? Aku harus gimanan? Aku sudah mencari nya kemana mana, namun tak jua bertemu!''
Seketika ada rasa marah di dada ini pada sahabat ku itu. Namun aku tak mau gegabah.
'' Apa! Hawa pergi? Bagaimana bisa?Apa yg sudah kamu tuduh padanya?'' cecarku pada Adam
Sahabatku itu menghela napas dengan berat.
''Aku melihat dia mendorong Syifa dari tangga, tapi ternyata aku salah! Hawa bukan nya mendorong, tapi Syifa lah yg hilang keseimbangan. Hawa ingin menjelaskan nya padaku! Namun aku, malah tak mau mendengarkanya dan malah memarahi nya!
aku terbawa emosi, aku cemas saat melihat Syifa jatuh dan terluka. Dan Hawa sakit hati karena ucapan ku! Dia memutuskan untuk pergi, dan sampai sekarang aku belum menemukan nya.'' jelas Adam padaku.
Aku tak menyangka jika dia bisa seceroboh itu.
'' Harusnya kau dengarkan dia dulu? Jangan asal marah saja! Sekarang, dia pergi darimu. Dan kau baru menyesalinya?'' kesal ku
'' Iya, aku tahu aku salah! Ku mohon, bantu aku mencari keberadaan Hawa ya!'' pinta Nya padaku.
Aku pun mengangguk, aku tak bisa menolak keinginan Adam. Karena walau gimana pun, aku juga khawatir pada keadaan Hawa.
Apalagi saat ini dia sedang hamil. Aku takut jika terjadi sesuatu pada nya. Aku tahu, apa yg kurasakan ini salah.
aku sudah berusaha untuk melupakan nya, namun semakin aku berusaha maka rasa itu semakin besar pada Hawa.
Aku pun menepuk pundak Adam, mencoba menguatkan sahabatku itu. Walaupun ku akui, jika Adam sangatlah bodoh dan ceroboh, karena tak mau mendengarkan penjelasan Hawa
__ADS_1
Bersambung.......
Pov Yusuf belum kelar ya guys😜