Menjadi Yang Ketiga

Menjadi Yang Ketiga
Aku Hanya Korban


__ADS_3

Happy Reading😘


Hawa dan Nisa turun ke bawah untuk makan siang. Tapi baru saja mereka akan menyuapkan nasi ke mulut nya, tiba tiba datang nenek sihir yang mengacaukan mood Hawa dan Nisa.


'' Waaah, enak banget ya! Udah jadi pelakor, terus benalu juga. Makan tinggal makan, tidur tinggal tidur, tapi gak mau bebenah rumah. Emang sih, kalau manusia gak tahu malu dan gak tahu diri itu ya gini nih model nya! Suka nya merebut hak orang, suka nya menjadi parasit di dalam rumah tangga orang lain.


Atau mungkin juga, orang tua nya dulu itu juga seorang pelakor! Eum bisa ja....''


Brak


Hawa menggebrak meja, membuat Nisa, Bi Surti dan Tentu nya Bi Rahma yang sedang mengoceh, terkejut. Hawa menatap tajam pada Bi Rahma, dia akan sabar jika dia di hina. Tapi Hawa tak akan terima jika orang tua nya di hina.


'' Dengar ya wahai manusia yang selalu benar. Anda itu punya mulut tapi tak di pergunakan dengan bijak? Anda tahu apa tentang orang tua saya hah? Anda boleh menghina saya sesuka anda, bahkan sampai mulut anda dower sekalipun. Monggo hina saya sepuas anda! Tapi asal anda tahu ya, saya bukan pelakor, BUKAN PELAKOR! Jika saja saya tahu, kalau saya menjadi istri kedua maka saya tak akan sudi.'' teriak Hawa dengan geram


'' Oh, ternyata parasit sudah mulai berani.'' ejek Bi Rahma.


'' Ada apa ini?'' tanya Ummi yang baru saja datang.


Ummi datang bersama Ikbal, kakak nya Syifa. Ummi memang sengaja pulang, karena mau mengambil baju ganti Syifa. Tapi baru saja dia masuk, Ummi mendengar teriakan Hawa yang sedang marah. Kemudian Ummi langsung mempercepat langkah nya.


Dan saat sampai di meja makan, Ummi melihat Hawa yang sedang berdiri dan menatap tajam sang Adik. Ummi yakin, jika Adik nya itu sudah membuat ulah kembali. Sedangkan Ikbal, menatap bingung pada Hawa. Sebab ia tak tahu siapa Hawa.


Hawa tak menggubris ucapan Ummi. Dia kadung marah pada Bi Rahma. Kesabaran nya habis, saat Bi Rahma menuduh orang tua nya. Anak mana yang tega mendengar orang tua nya di jelekan oleh orang lain.


'' Anda dengar saya baik baik. Anda tak mengenal ayah dan ibu saya! Jangan anda pikir, saya akan diam saja, saat anda menghina orang tua saya? Tidak, saya tidak terima! Saya tidak ridho dunia akhirat. Selama hidup saya, saya baru melihat manusia sedzolim anda! Anda sudah mempunyai anak, bahkan seorang perempuan. Jangan sampai karma anda, menimpa pada anak anda!'' geram Hawa


'' Jaga ucapan kamu, wanita murah*n! Dasar jal*ng..'' bentak Bi Rahma sambil melayangkan tangan nya, hendak menampar Hawa.

__ADS_1


Tapi di halangi oleh Ummi. '' Lepas Mbak. Saya harus menampar mulut wanita jal*ng itu?''


'' Anda adalah seorang ibu, tapi peringai anda begitu jauh dari kata ibu. Saya selama ini diam, bukan karena saya lemah! Bagi saya, meladeni manusia macam anda itu membuang waktu saya. Tapi ketika anda menghina orang tua saya, syurga saya. Maka saya akan lebih ganas dari singa!


Dengarkan saya baik baik. Saya tak pernah ingin ada di posisi ini. Saya sudah pergi dari hidup Mbak Syifa dan Bang Adam. Tapi apa? Mereka justru yang membawa saya kembali? Menjadi istri kedua bukan mau saya. Lalu dimana salah saya DIMANA? Saya sudah ikhlas membagi suami dengan Mba Syifa, saya sudah ikhlas menerima nya. Lalu apa salah saya? Saya hanya korban di sini, saya korban hiikss...


Jika dari awal saya tahu, Bang Adam sudah menikah. Saya tak akan sudi menjadi madu hiiks! Jika anda pikir saya menjual tubuh saya demi mendapat kan Bang Adam, anda salah besar! Kenapa tak anda tanyakan pada Allah, kenapa dia memberikan posisi saya seperti ini? Kenapa, Allah memberikan saya posisi yang rumit... JAWAB.'' teriak Hawa dengan purau.


Ummi segera memeluk tubuh Hawa yang bergetar. '' Maafkan adik Ummi sayang!'' ucap Ummi.


Hawa menghapus air mata nya, lalu menatap Ummi dengan lekat. '' Ummi, jujur Hawa tak sanggup bila terus begini? Apa salah Hawa Ummi? Apa salah Hawa.'' lirih Hawa


Ummi menangis melihat wajah sedih Hawa. Dia menggeleng lemah.'' Tidak Nak, Hawa tak salah! Ini takdir Allah, Hawa hanya... Astagfirrullah Hawa.'' panik Ummi


Hawa pingsan, sebelum Ummi menyelesaikan kata kata nya. Ummi menompang tubuh Hawa, di bantu Nisa.


'' Ikbal, tolong angkat Hawa! Ikbal.'' teriak Ummi dengan wajah panik.


Ikbal tersadar dari lamunan nya, kemudian mengangkat tubuh Hawa kedalam kamar. Ummi mengoleskan minyak kayu putih di kepala Hawa, dan bagian bagian tertentu. Agar Hawa sadar.


'' Ummi, Nisa khawatir sama keadaan Hawa.''


'' Iya Nis, Ummi juga sama! Nak, bangunlah sayang. Jangan bikin Ummi panik.'' ucap Ummi sambil menggosok kaki Hawa.


''Ummi, apa benar dia istri kedua Adam?'' tanya Ikbal


Ummi menatap putra sulung nya itu. Lalu kemudian menyerahkan botol minyak pada Nisa. Ummi mengajak Ikbal duduk di sofa yang ada di kamar Hawa. Kemudian menggenggam tangan putra nya itu.

__ADS_1


'' Benar Bal. Hawa adalah madu nya Syifa!''


Ikbal kaget, dia benar benar tak menyangka, jika Adik nya di madu. Mata nya menatap wanita hamil yang terbaring tak sadarkan diri.


'' Namun kamu jangan salah sangka dahulu Bal. Hawa tak salah, dia korban. Saat Adam menikahi Hawa! Hawa sama sekali tak tahu jika Adam sudah mempunyai istri. Terlepas dari itu, sebenar nya bukan sepenuhnya salah Adam juga. Karena Adik mu lah yang meminta Adam untuk menikah lagi.


Dia tak mau, jika saat watunya habis nanti. Adam tak ada yang mengurus. Walaupun Adam berulang kali menolak nya, tapi Syifa tetap ngotot meminta Adam menikah kembali. Dan saat itu, Adam sedang ke desa Bibi nya. Dan di sanalah Adam dan Hawa bertemu.


Waktu Hawa tahu statusnya, dia tentu sangat hancur Bal. Wanita mana yang tak sedih dan hancur, saat mengetahui jika dirinya bukanlah istri satu satu nya suami nya. Bahkan Hawa sempat meminta cerai dari Adam, tapi Adam tak mau. Dan Syifa juga tak mengizinkan.


Tepat nya saat Syifa sakit, Syifa menitipkan amanah pada Hawa. Agar Hawa bertahan dan tak berpisah dari Adam. Bahkan Syifa juga meminta, agar Hawa berkenan mengandung anak dari Adam.'' jelas Ummi.


Ikbal diam saja, dia sibuk dengan pemikiran nya sendiri.


'' Dan soal Bibi mu itu! Dari awal dia memang tak menyukai Hawa. Dia menganggap Hawa, adalah pelakor. Padahal nyata nya Hawa adalah korban. Kamu tahu Bal, Hawa adalah gadis yang baik, dia selalu menjaga perasan Syifa dan merawat Syifa. Dia bahkan menganggap Syifa sebagai kakak nya. Hawa adalah gadis yang begitu baik akhlak dan budi nya.


Pernah Ummi terbangun tengah malam. Saat Ummi menginap di sini. Dan Saat Hawa masih tinggal serumah dengan Syifa! Ummi mendengar dia menangis sambil mendo'a kan kesehatan Syifa, di sepertiga malam. Dia meminta pada yang kuasa agar Syifa sembuh, dan bisa menjaga Adam. Sebab Hawa akan mundur! Tapi allah berkendak lain, allah masih belum memberikan kesembuhan pada Syifa.'' jelas Ummi panjang lebar.


Ikbal yang mendengar penjelasan Ummi, begitu kagum sekaligus kasihan pada Hawa. Dia tak menyangka, jika di dunia ini masih ada seorang wanita seperti Hawa dan Syifa, yang begitu tulus membagi cinta nya dan mengorbankan egonya demi orang lain.


Tapi Ikbal juga sangat kasihan pada Syifa adik nya itu. Dia menyayangkan tindakan Syifa, yang menyuruh Adam untuk menikah kembali. Ikbal sangat paham jika selama ini, pasti Syifa sangat rapuh. Ikbal tahu jika ini semua juga pasti tak mudah bagi Syifa.


Sungguh, kau dan adiku sama sama wanita hebat. Kalian rela menurunkan ego kalian, demi sebuah rumah tangga yang utuh!


Bersambung......


JANGAN LUPA JEJAK NYA GUYS😘

__ADS_1


__ADS_2