
Happy Readingππ
5 Hari sudah berlalu, dan waktu yg di berikan Ikbal pada Hawa tinggal 2 hari lagi. Dan sebenar nya Hawa sudah mendapatkan jawaban nya, hanya dia sedang memastikan nya kembali.
Pagi ini saat Hawa selesai memandikan Alwi, tiba tiba Adam datang. Seperti hal biasa nya, setiap hari minggu Adam akan mengajak Alwi untuk jalan jalan. Dan Hawa terpaksa ikut, namun kali ini dia mau mengajak Ibu nya. Biasanya Nisa yg menemani, namun karena ada ibu nya, jadi Hawa mengajak sang ibu.
Setelah menyiapkan keperluan Alwi untuk di bawa, mereka pun masuk kedalam mobil Adam. Hawa duduk di depan, karena biasanya Adam akan mengajak ngobrol Alwi.
'' Kita mau kemana Bang?'' tanya Hawa, dia penasaran kali ini Adam akan membawa nya kemana.
'' Kita akan ke taman, di sana ada taman bunga! Pemandangan nya indah, dan sangat bagus.''
Hawa mengangguk, lalu mobil pun melaju menuju tempat tujuan.
Selama di dalam mobil, Adam terus berceloteh mengajak ngobrol sang anak. Hingga tak terasa mereka pun sampai di tempat tujuan.
'' Masya allah, indah banget!'' kagum Hawa saat melihat pemandangan hamparan bunga warna warni, yg membentang indah.
'' Sungguh indah ciptaan mu ya Rabb...''
'' Iya, Nak. Ini sangat indah.'' timpal Ibu di balas anggukan oleh Adam.
Kemudian mereka melangkah menuju bawah pohon di taman, menikmati keindahan Alam yg begitu sangat mempesona. Sungguh Allah maha agung, dia menciptakan Bumi dengan segala isi yg begitu indah bila mata memandang nya.
πππππππ
Saat ini Adam dan Hawa sudah pulang dari piknik, mereka mampir ke sebuah restoran yg bernuansa alam. Setelah memesan makanan, mereka pun berfoto bersama. Adam bilang jika itu untuk kenang kenangan.
'' Ibu ke toilet dulu ya!'' pamit Ibu.
' Ini kesempatan ku untuk berbicara pada Hawa..' batin Adam.
'' Wa....'' panggil Adam, Hawa menoleh sekilas ke arah Adam, lalu mulai pokus memberikan susu di botol pada Alwi.
'' Iya, kenapa Bang?''
''Ada yg mau aku omongin sama kamu!'' ucap Adam dengan dada berdebar kuat.
'' Apa Bang?''
''Eum.... Itu.... Aku..... Sebenarnya....''Adam terlihat ragu dan juga sangat gugup. Dia takut jika nanti akan di tolak kembali oleh Hawa.
''Ada apa Bang?'' Tanya Hawa dengan alis terangkat dan tatapan memicing. Hawa heran melihat tingkah Adam, yg terlihat begitu gugup.
Adam menghela napas dengan berat.
'' Wa, sebenar nya aku..... Aku mau mengajak kamu rujuk kembali? Aku tahu, aku sudah salah. Dan entah ke berapa kali aku ngajak kamu rujuk, tapi Wa! Aku benar benar tak bisa hidup tanpa kamu...''jelas Adam.
Hawa terlihat sangat syok, mendengar ucapan Adam barusan. Netra nya membulat sempurna dengan mulut yg sedikit terbuka karena kaget. Dia tak menyangka jika Adam akan mengajak rujuk kembali.
__ADS_1
'' Abang sedang bercanda?'' kekeh Hawa mencoba menghilangkan rasa terkejut nya. Dia pikir mungkin Adam sedang bsrcanda.
Adam menggeleng cepat. '' Tidak! Aku serius.''
Degh
Waktu seakan berhenti berdetak. Hawa pikir jika Adam hanya bercanda tapi ternyata pria itu benar benar mengajak nya untuk rujuk. Namun Hawa tak bisa, dia sudah di lamar Ikbal walaupun Hawa belum menyatakan iya, atau tidak.
Hawa merasa tak enak jika harus menolak Adam lagi. Namun itulah yg harus dia ucapkan dan lakukan. Tega, itu harus. Jika tak tega, maka masa depan Hawa menjadi taruhan nya.
'' Maaf Bang, bukan Hawa bermaksud menolak! Tapi Hawa gak bisa, Hawa sudah di lamar sama Kak Ikbal.'' jelas Hawa dengan kepala menunduk.
Jleb
Bagai di tusuk sebikah pedang, Adam begitu merasakan sakit saat mengetahui jika Ikbal sudah melamar wanita di hadapan nya itu. Adam kalah cepat oleh Ikbal, padahal saat keberanian nya sudah ada, malah keduluan sama Ikbal.
' Siaaal, aku keduluan sama dia.' batin Adam
'' Aku senang dengan hubungan kita seperti ini Bang. Tetap menjaga silaturahmi, walau tak bersama lagi! Aku juga senang, karena Abang selalu ada waktu untuk Alwi, anak kita. Namun, aku minta maaf, kalau untuk balikan atau rujuk, aku gak bisa Bang! Apalagi saat ini Aku sudah di lamar Kak Ikbal?'' jelas Hawa.
Adam terlihat seperti kehilangan semangat hidup nya, mendadak wajah nya jadi murung tak seceria tadi. Tak lama ibu datang dan mereka pun menyantap makan siang nya dalam diam, tak ada obrolan. Ibu yg melihat itu sangat heran, dia melirik ke arah Adam yg terlihat murung.
πππππππ
'' Nak, tadi waktu makan siang, ada apa dengan kamu dan Adam? Kenapa wajah Adam terlihat murung?'' tanya Ibu sesampai nya di rumah.
'' Tadi Bang Adam mengajak ku rujuk kembali, Buk. Tapi aku tolak, sebab aku juga sudah di lamar Kak Ikbal.''
'' Apa! Adam mengajak kamu rujuk lagi?'' kaget Ibu, Hawa mengangguk.
'' Pantasa saja wajah nya murung! Mungkin dia sedih, karena keduluan Ikbal.''
'' Mungkin... Yasudah Buk, Hawa mau mandi dan shalat ashar dulu.''
ππππππ
Adam terlihat begitu terpukul dengan kenyataan yg baru saja dia dapatkan. Ternyata dirinya sudah lebih dulu di langkahi oleh Ikbal. Selama perjalanan pulang ke kota J, Adam terus terusan murung.
Bagi nya sakit yg ada di hati nya sekarang, lebih sakit daripada saat Hawa menolak pertama kali dia ngajak rujuk. Sakit nya terasa double, pertama karena Hawa menolak nya, kedua karena dia keduluan oleh Ikbal.
'' Bagaimana jika Hawa menerima lamaran Ikbal?'' gumam Adam.
Ada rasa tak rela jika nanti Hawa sampai menerima lamaran Ikbal. Namun ia juga tak bisa melarang kehidupan Hawa.
'' Jika itu terjadi, maka aku hanya bisa rela.'' lirih nya.
ππππππ
Pagi ini Adam tak masuk kerja, masih ada 1 hari cuti bagi nya. Akhirnya Adam memutuskan untuk berjalan jalan ke sebuah pantai untuk menenangkan pikiran nya. Adam butuh merefreash kan pikiran nya.
__ADS_1
Kaki telanjang nya menyusuri pasir dengan deburan ombak yg menerpa kaki nya. Adam menyusuri pesisir pantai dengan tatapan kosong, dimana ia harus menerima kenyataan jika dia tak akan bisa lagi bersama Hawa.
'' Benar kata orang, jika kita sudah pernah menyakiti hati wanita, maka akan sulit untuk bisa utuh kembali. Begitu pun dengan gelas, aku sudah menghancurkan nya, dan aku tak bisa membalikan gelas itu menjadi utuh.
Jika dulu Adam dan Hawa bersama, dan di ciptakan Allah menjadi sepasang kekasih bersama sampai akhir hayat. Maka sekarang, Adam dan Hawa tak bisa bersatu.
Aku sudah menyia nyiakan sebuah kesempatan yg sudah Hawa berikan dulu. Dan sekarang aku harus merelakan dia bahagia bersama yg lain.'' lirih Adam dengan tatapan kosong.
Pikiran nya menerawang jauh, mengingat saat pertama kali dia bertemu dengan Hawa, sampai menikahi nya, dan melalui waktu waktu yg indah bersama Hawa. Sekarang itu hanyalah sebuah kenangan indah, yg akan selalu Adam kenang sampai kapanpun.
Bruk
Adam menabrak seseorang hingga jatuh, karena dia tak memperhatikan jalan di deoan nya, dan ternyata dia seorang perempuan.
'' Eh, Mas. Kalau jalan itu lihat lihat dong? Jalan kok ngelamun....'' ucap kesal wanita di hadapan Adam, sembari membersihkan pasir di tubuh nya.
Adam terpaku, dia seperti mengenal suara itu. Lalu wanita itu mendongkak, dan mereka berdua sama sama terkejut dengan netra membulat dan mulut menganga.
'' Raisya...''
'' Adam...''
2 orang itu sama sama kaget dan tak lama kemudian mereka tertawa terbahak bahak. Tak menyangka jika mereka akan bertemu kembali. Mereka pikir, kalau mereka tak akan pernah bertemu kembali.
'' Ya ampun, kamu kok ada di sini? Bukan nya kamu di London?'' heran Adam saat dia dan Raisya sudah duduk di pasir.
'' Iya, tapi aku di tugasin lagi buat kerja di rumah sakit MEDIKA INDAH.''
'' Waaah, gak nyangka ya!''
Adam benar benar tak menyangkan, jika sekarang ia bertemu dengan Raisya kembali. Padahal selama ini mereka sudah lose kontak. Dan tak pernah berhubungan lewat sosial media sekalipun.
''Gimana? Hawa sudah melahirkan? Anak nya cewek apa cowok? Terus kamu sekarang sama dia, sudah rujuk apa belum?'' tanya Raisya.
Mendengar pertanyaan Raisya, seketika wajah Adam kembali muram. '' Kenapa Dam?''
'' Hawa sudah melahirkan, anak kami Cowok. Dan dia sudah di lamar sama Kak Ikbal.'' jelas Adam.
'' Apa! Ikbal? Maksud kamu Ikbal Kakak ipar kamu?'' kaget Raisya di balas anggukan oleh Adam.
Raisya ikut prihatin, dia sangat tahu pasti itu sangat menyakitkan bagi Adam. '' Yang sabar ya! Aku yakin, suatu saat nanti kamu akan mendapatkan wanita yg baik seperti Hawa.''
Adam menoleh ke arah Raisya, lalu mengangguk. '' Makasih ya Sya! Oh, ya. Kamu ada acara kemana lagi siang ini?'' tanya Ada.
'' Eum, gak ada sih! Emang kenapa?''
'' Kita makan siang yuk! Aku tahu tempat enak di sini.'' ajak Adam, Raisya mengangguk setuju. Lalu mereka pun berjalan ke tempat restoran dimana Adam biasa makan.
Bersambung......
__ADS_1