Menjadi Yang Ketiga

Menjadi Yang Ketiga
Ibu Ibu Ghibah


__ADS_3

Happy Reading😘😘


Setelah pulang dari acara lamaran Nisa, Hawa langsung masuk kedalam kamar, karena badan nya terasa sangat tak enak. Ibu Rum yg melihat itu, segera membuatkan wedang jahe untuk anak nya.


Ikbal masuk kedalam kamar dan mendapati sang istri sedang menggosok minyak angin di tengkuk nya.


'' Sini, biar mas saja!'' Sambil meraih botol minyak angin itu dan mulai memijit tengkuk Hawa.


'' Kita kerumah sakit, ya!'' ajak Ikbal, karena dia begitu khawatir dengan keadaan Hawa.


'' Nggak usah Mas! Aku gak papa kok. Hanya kurang enak badan aja!'' tolak Hawa


''Tapi sayang, aku khawatir sama keadaan kamu?''


'' Betul itu Nak! Tidak ada salah nya, kalau kamu ke rumah sakit?'' timpal Ibu yg baru masuk kedalam kamar, sambil menaruh wedang jahe di meja kecil.


'' Nggak Bu! Ibu kan tahu, kalau rumah sakit jauh? 1 jam lebih dari sini? Aku males Buk! Rasanya kepala Hawa pusing...'' lirih Hawa sambil merebahkan badan nya di kasur.


'' Yasudah, tapi kalau kamu merasa lebih parah! Jangan di tahan ya!'' pesan Ibu


'' Iya Buk.''


'' Bal, temani Hawa dulu ya!'' pinta ibu


'' Iya Buk, Ikbal akan jagain Hawa.'' jawab Ikbal.


Hawa mencoba memejamkan mata nya, dia merasa kepala nya begitu pusing, bagaikan ada 100 burung kecil sedang berputar putar di atas kepala nya.


Ikbal terus memijat kepala Hawa, sampai Hawa tertidur pulas.


🌼


🌼


🌼


Hawa bangun dengan kepala yg sudah lebih baik. Dia melihat kesamping, dan ternyata Ikbal tak ada.


Kemudian dia turun dari ranjang, dan melangkah ke arah dapur namun tak mendapati siapapun.


Terdengar suara tawa ibu ibu di luar rumah, lalu Hawa pun melangkah keluar, dan ternyata Ibu nya sedang kumpul bersama beberapa ibu ibu lain nya.

__ADS_1


Hawa melangkah ke arah ibu nya, dan duduk bersama di antara ibu ibu lain nya.


'' Kamu sudah bangun Nak?''


Hawa menjawab denga anggukan.


'' Hawa, gimana kabar nya?'' tanya Bu Leni salah satu tetangga Hawa.


'' Alhamdulillah, baik Buk!'' hawab Hawa ramah.


'' Gimana gimana, tadi Bu Sami bilang, kalau si Vita itu di gerebek iya?'' tanya Bu Aldah


'' Iya Buk! Kata nya sih gitu?'' jawab Bu Sami.


Hawa hanya diam menyimak, dia belum paham apa yg di bicarakan.


'' Iih, amit amit ya Buk! Jangan sampai anak aku kayak gitu? Gimana lagi orang tua nya, masa anak di biarkan begitu? Kurang didikan itu?'' timpal Bu Dewi


'' Maaf ibu ibu. Ini lagi bahas apa ya?'' tanya Hawa penasaran


Sebab Hawa melihat nada bicara ibu ibu itu, seperti nada sindiran dan mengejek.


'' Itu Wa! Sepupu nya si Nisa, kata nya di grebek di kota T sama pacar nya, pas lagi mes*m. Nah mangkan nya kemarin di nikahkan, soal nya tuh si Vita sudah hamidun Wa! Alias hamil di luar nikah? Iiih, amit amit deh! Zaman sekarang pergaulan makin bebas ya?


'' Astagfirullah, Ibu ibu, gak boleh gitu! Jadi dari tadi, ini gibah?'' Heran Hawa.


'' Ya ampun Wa! Bukan gibah. Tapi pakta, iya gak ibu ibu....'' timpal Bu Aldah.


Hawa menggelengkan kepala nya.


'' Buk ibu, membicarakan keburukan orang lain, atau mencela kejelekan orang itu, adalah perbuatan ghibah. Ibu ibu tahu gak, apa yg bakal kita dapat, jika kita melakukan dosa itu?''


Semua ibu ibu disana menggeleng pelan. Karena mereka memang tak tahu. Dan mayoritas 98% manusia, apalagi ibu ibu, itu sangat suka dengan nama nya ghibah.


Apalagi jika sudah berkumpul bersama teman teman nya. Niat hati ingin silaturahmi. Namun siapa sangka, lidah malah meleset mencela kejelekqn orang lain.


'' Ghibah adalah perbuatan tercela yang dilarang keras oleh agama Islam. Membicarakan kejelekan dan keburukan orang lain disebut ghibah atau menggunjing.


Larangan tentang ghibah ini juga tertuang jelas dalam Al Qur'an surat Al Hujurat ayat 12 yang berbunyi sebagai berikut:


يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اجْتَنِبُوْا كَثِيْرًا مِّنَ الظَّنِّۖ اِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ اِثْمٌ وَّلَا تَجَسَّسُوْا وَلَا يَغْتَبْ بَّعْضُكُمْ بَعْضًاۗ اَيُحِبُّ اَحَدُكُمْ اَنْ يَّأْكُلَ لَحْمَ اَخِيْهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوْهُۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ تَوَّابٌ رَّحِيْمٌ

__ADS_1


Artinya: "Hai orang-orang yang beriman! Jauhilah prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang."


Dari abu Hurairah berkata. "Rasulullah pernah mendapat pertanyaan, "Wahai Rasulullah, apakah yang dimaksud dengan ghibah?" Rasulullah menjawab: "Engkau menyebut tentang saudaramu yang tidak ia sukai." Rasulullah ditanya lagi, "Bagaimana pendapatmu jika apa yang ada pada saudaraku sesuai dengan yang aku katakan?" Rasulullah menjawab: "Jika apa yang engkau katakan itu memang benar benar ada maka engkau telah berbuat ghibah, namun jika tidak maka engkau telah berbuat fitnah." (HR. Abu Daud 4231).''


Para ibu ibu saling pandang satu sama lain. Mendengar penjelasan dari Hawa, membuat mereka bungkam seketika.


'' Jadi.... Jika ibu ibu tak mau memakan bangkai saudara ibu ibu semua. Maka jangan suka menggunjing kejelekan orang! Ingat, semua manusia itu tidak ada yg sempurna, karena kesempurnaan hanya milik Allah.


Bisa jadi, orang yg kita gunjing, dia jauh kebih baik dan lebih banyak pahala dan amal nya, dari kita. Kita kan tidak tahu, apa apa yg sudah dia perbuat? Kebaikan apa yg sudah dia lakukan?'' jelas Hawa.


'' Ibu ibu tahu gak? Jik kita menutupi aib dari saudara semuslim kita, balasan apa yg akan allah berikan pada kita?'' tanya Hawa


Semua menggeleng cepat, Hawa pun kembali menjelaskan pada ibu ibu itu.


''Nabi Muhammad SAW bersabda:


Barang siapa menahan ghibah terhadap saudaranya, maka Allah akan menyelamatkan wajahnya dari api neraka kelak pada hari kiamat." (HR. Tirmidzi 1854)


"Barang siapa yang menutup aib saudara muslimnya, Allah akan menutupi aibnya pada hari kiamat, dan barang siapa yang mengumbar aib saudara muslimnya, maka Allah akan mengumbar aibnya hingga terbukalah kejelekannya di dalam rumahnya." (HR. Ibnu Majah 2536).''


'' Apa ibu ibu gak mau, jika nanti Allah menutup aib kita di hari kiamat?'' tanya Hawa


'' Tidak! Kami mau allah menutup aib kami.'' jawab Bu Leni dengan cepat.


'' Itu kenapa, Jangan ya, sampai kita menggu jing lagi! Biarkan itu hanya jadi urusan nya dengan Allah! Kita hanya bisa mendo'akan supaya Vita, cepat bertobat kepada Allah.''


'' Maafkan kami Wa! Kami gak tahu, apalagi soal agama? Kami sangat minim.'' jawab Bu Dewi


'' Iya Buk! Gak papa. Tapi minta ampun nya bukan sama saya! Namun sama Allah..'' jelas Hawa.


Para ibu ibu itu pun beristighfar, dan memohon ampun pada Allah.


Ibu mengusap kepala Hawa, dia benar benar beruntung memiliki anak sesempurna Hawa. Beliau merasa bahwa didikan nya, selama ini tak sia sia. Didikan yg selalu di tanamkan sejak dini, mampu membuat Hawa paham akan agama. Dan itu membuat orang tua nya bangga.


Lihatlah Ayah, bagaiamana anak kita Hawa! Insya allah, dia akan membawa kita kedalam syurga nya Allah.


Tak ada krbahagiaan yg orang tua rasakan, selain melihat anak anak nya tumbuh besar dalam didikan agama. Yg pada akhirnya membuat mereka sempurna dan berhasil menjadi orang tua.


Sebab anak lah, yg akan menyelamatkan kita di akhirat kelak. Karena anak kita masuk kedalam neraka, dan karena anak juga kita masuk kedalam Syurga nya allah


Maka kita sebagai orang tua, sangat penting mendidik anak dengan agama sedari dini. Karena itu sangat penting bagi kehiduoan nya kelak di dunia dan di akhirat.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2