
Happy Readingππ
Hari ini pun tiba. Dimana hari yg Ikbal tunggu tunggu selama 1 minggu ini. Dia sudah bersiap dengan setelan kemeja navy yg membuat ketampanan nya menjadi paripurna. Ikbal akan datang bersama Ummi dan Abi nya.
Ya, walau tak bisa Ikbal pungkiri jika ia juga merasa deg degan akan jawaban Hawa nanti. Ikbal akan menerima, apapun jawaban Hawa nanti. Jika nanti lamaran nya sampai di tolak, maka Ikbal akan berlapang dada menerima nya. Dia sudah menyiapkan hati nya untuk kemungkinan yg akan terjadi.
'' Bal, kamu terlihat gugup sekali?'' ucap Ummi saat di dalam mobil.
'' Aku gugup Mi, aku takut jika Hawa akan menolaku, walaupun aku sudah menyiapkan hati untuk kemungkinan yang akan terjadi nanti.'' jelas Ikbal.
'' Nak, apapun nanti keputusan Hawa! Kita harus menerima nya dengan lapang dada. Sebab kita tak bisa memaksa nya! Tapi kita berdo'a saja, supaya Hawa menerima lamaran mu ya!'' ucap bijak Abi.
'' Aamiin....'' jawab Ummi dan Ikbal serempak.
'' Ummi akan sangat bahagia, jika nanti Hawa menerima lamaran kamu! Ummi jadi bisa setiap hari bersama dengan Alwi.'' seru Ummi.
Ikbal begitu senang saat melihat raut wajah bahagia Ummi nya. Dia juga berharap agar Hawa menerima lamaran nya.
πππππππ
Saat ini Ikbal dan kedua orang tua nya sedang duduk di ruang tamu, mereka sudah datang 15 menit yg lalu. Sementara itu Hawa masih di dalam kamar menggantikan popok Alwi.
Sementara itu Nisa menghidangkan minuman dan juga makanan ringan untuk Ikbal dan keluarga nya. Setelah itu dia pun ikut duduk di samping ibu nya Hawa. Tak lama Hawa pun keluar dengan Alwi.
Hari ini Hawa memakai gamis berwarna coksu dengan jilbab syar'i senada. Ikbal menatap Hawa dengan penuh kagum, namun seketika Abi menyenggol bahu Ikbal agar tak menatap Hawa terlalu lama. Ikbal yg tersadar segera menunduk dan beristighfar.
Dia memang selalu kagum dengan kwcantikan Hawa.
'' Karena Nak Hawa, sudah ada di sini! Maka kita mulai saja ya. Bagaimana Nak? Apa kamu menerima lamaran Ikbal, anak Abi? Atau mebolak nya? Kami akan menerima jawaban apapun itu yg kamu berikan, isnya allah Ikbal akan berlapang dada....'' ucap Abi
Hawa menatap ibu nya, dan di balas anggukan kecil oleh sang Ibu. Kemudian Hawa menarik napas nya dalam.
'' Bissmillah.... Hawa.....'' sengaja Hawa menggantung ucapan nya, dia ingin melihat ekspresi semua orang. Dan ternyata semua berwajah tegang menunggu jawaban Hawa.
__ADS_1
Ya allah, semoga jawaban yg kau berikan kepadaku, adalah jalan kebahagiaan bagiku.
'' Bissmillah, Hawa menerima lamaran Kak Ikbal.'' ucap Hawa dengan wajah menunduk.
Semua orang terlihat begitu plong dan bahagia saat mendengar jawaban Hawa. Terlebih lagi Ikbal, dia sampai meneteskan air mata saking bahagia nya. Batin nya terus berucap syukur pada Allah, karena sudah mengabulkan do'a do'a nya selama ini.
Ummi yg mendengar jawaban Hawa, segera memeluk tubuh Hawa. Wanita yg sudah Hawa anggap sebagai ibu kedua nya itu, merasa sangat bahagia. Ummi bahagia sebab Hawa akan sepenuh nya menjadi anak nya, dan hari harinya tak akan kesepian lagi.
'' Terimakasih sayang! Ummi sangat bahagia sekali, makasih sudah menerima lamaran anak Ummi....'' ucap Ummi sambil mengusap kedua sudut mata nya.
'' Ummi, jangan menangis. Hawa menerima nya juga karena petunjuk dari Allah.'' jawab Hawa sambil mengusap air mata di pipi Ummi.
'' Boleh Ummi tahu, kenapa kamu menerima Ikbal?''
'' Selama 1 minggu ini aku terus minta petunjuk sama Allah, jalan mana yg harus ku ambil? Apakah Bang Ikbal baik untuku, atau tidak. Dan kemarin malam, selama 2 malam ini aku bermimpi. Di dalam mimpi itu, ada Bang Adam dan juga Kak Ikbal, yg sama sama mengulurkan tangan padaku! Namun wajah Kak Ikbal lebih bercahaya, dan di dalam mimpi itu aku menerima uluran tangan Kak Ikbal. Itu kenapa aku menerima lamaran Kak Ikbal! Aku yakin, jika itu adalah petunjuk dari Allah, jika aku harus memilih Kak Ikbal.'' jelas Hawa.
'' Masyaallah, Abi ikut bahagia Nak, mendengar nya! Memang dalam setiap masalah apapun dalam hidup kita. Maka kita harus melibatkan Allah dalam setiap keadaan.'' ucap Abi dan di balas anggukan semua orang.
'' Insya allah, aku akan selalu berusaha menjadi imam yg menjagamu dunia dan akhirat. Aku akan berusaha jujur dan terbuka tentang apapun itu! Terimakasih sudah menerima lamaran ku!'' ucap Ikbal.
Hawa mengangguk, tanpa menatap Ikbal.
'' Jadi, kapan pernikahan nya akan di langsungkan?'' tanya Abi.
'' Ikbal terserah Abi saja, bagaimana bagus nya!'' jelas Ikbal
'' Nanti Abi cari tanggal yg pas ya! Tapi Abi pastikan dalam bulan ini.''
Ikbal dan Hawa mengangguk. Lalu setelah itu Ummi menggendong Alwi yg duduk di pangkuan Hawa. '' Hey anak manis, kamu sebentar lagi akan menjadi anak Papa Ikbal.'' ucap Ummi pada Alwi.
Alwi yg seakan mengerti dengan ucapan sang nenek, tertawa bahagia. Semua yg melihat itu pun ikut tertawa.
πππππππ
__ADS_1
'' Wa, ini mau di taruh di kamar ga?'' tunjuk Nisa pada barang barang yg di bawa Ikbal tadi saat lamaran.
'' Iya Nis, makasih ya sudah mau menolongku!'' ucap Hawa sambil membawa barang barang ke dalam kamar nya.
'' Iya sama sama Wa! Selamat ya, untuk lamaran mu tadi.''
Hawa kemudian memeluk Nisa. '' Makasih Nis.''
'' Kamu mau sampai kapan mengucapkan makasih mulu?'' kesal Nisa
'' Sampai kamu cape!'' kekeh Hawa
Nisa berdecak sebal, dan melipat tangan nya di dada. '' Oh, ya Nis. Kamu kapan di lamar sama Kak Umar?'' goda Hawa
Nisa melotot mendengar ucapan Hawa, mata nya mendelik tajam. '' Aku? Bang Umar? Kenapa?''sewot Nisa
'' Ya, kan kamu sama Bang Umar udah.....'' Hawa menggantungkan ucapan nya, membuat Nisa semakin kesal.
'' Apa!'' sewot Nisa.
Hawa terkekeh melihat kekesalan Nisa. Lalu menepuk pundak sahabat nya itu.
'' Jika pun iya, aku akan sangat senang Kok Nis! Aku berharap kamu jadi Kakak ipar ku?'' tutur Hawa sambil berlalu keluar kamar.
'' Hawaaaa........'' teriak Nisa dengan kesal.
'' Ish, dasar tuh anak. Lagian siapa juga yg mau sama Bang Umar? Laki laki nyebelin begitu?'' decak Nisa.
Tapi tak Nisa pungkiri jika ada rasa senang saat Hawa mengatakan jika dia menginginkan Nisa jadi Kakak ipar nya. Tapi kemudian kepala Nisa menggeleng dengan cepat.
' Tidak tidak, apaan sih Nis? Kok malah mikirin tuh cowok?' batin Nisa sambil memukul kepala nya dengan pelan. Saat pikiran nya tertuju pada Umar.
Bersambung.......
__ADS_1