Menjadi Yang Ketiga

Menjadi Yang Ketiga
Mengantar Hawa


__ADS_3

HAPPY READING😘


Siang ini Hawa tidak keladang bersama Ibunya, Hanya Ayah nya saja yang pergi untuk mengecek ladang. Terlebih karena hari itu adalah bulan Rajab, tradisi di desa Hawa jika memasuki bulan Rajab, maka setiap rumah akan masak-masak untuk acara riungan di masjid nanti malam.


Hawa di perintah kan Ibunya untuk membeli ikan Mas. Dan tempat yang menjual ikan itu sangat jauh, bila di tempuh jalan kaki bisa hampir 1 jam. Karena keluarga Hawa tak memiliki kendaraan umum ataupun sepeda, maka Hawa kemana-mana berjalan Kaki.


Dan agar lebih cepat Hawa biasanya memotong jalan ke samping jalan setapak di samping rumah Amal. Dan Saat dia akan melewati rumah Amal, Hawa melihat ada geng sister yang sedang nongkrong di pinggir jalan setapak itu. Kebetulan disana ada tempat bersantai di bawah pohon Sawo.


Tiba-tiba langkah nya di hentikan oleh Nia, Hawa sebenar nya sangat malas meladeni geng genit itu. Tapi mau bagaimana lagi, mereka selalu saja mengganggu Hawa. Padahal Hawa tak pernah mengusik mereka.


'' Eh mau kemana Lo.'' tanya Nia


'' Permisi Nia, aku mau ke desa kaum.'' jawab Hawa sambil melangkah pergi


Tapi baru saja melangkah kaki nya sudah di hadang oleh Nia, sehingga Hawa jatuh tersungkur ke jalan itu. Kebetulan Adam dan Amal baru keluar dari rumah, dan mereka kaget melihat Hawa di jaili oleh 4 wanita itu.


'' Hawa kamu gak papa?'' tanya Adam sambil membantu Hawa untuk berdiri.


'' Nggak papa kok Kak.'' jawab Hawa dengan tersenyum.


'' Heh kalian ini kenapa sih? Selalu saja usil sama Hawa? Gw tuh gak habis pikir tau gak sama kalian?'' bentak Amal.


'' Loh Mal, kamu kok marahin kita sih? Orang kita gak ngapa-ngapain?'' elak Resti


'' Gak ngapa-ngapain gimana hah? Jelas-jelas si Nia sengaja nyenggol kaki Hawa? Gw lihat tadi.'' jelas Amal.


Glek


Mereka ber 4 menelan ludah nya kasar, mereka gak mau jika membuat Amal marah dan nanti malah gak ngizinin mereka mendekati Adam.


'' Kamu mau kemana?'' tanya Adam dengan lembut.

__ADS_1


'' Aku mau ke desa sebelah Kak, mau beli ikan buat riungan nanti malam di mesjid.'' jawab Hawa


'' Ya sudah Dam, Lu anter Hawa gih sana pake motor? Soalnya tempat yang di tuju Hawa jauh Dam.'' jelas Amal menyuruh sepupunya untuk mengantar Hawa.


'' Eh enggak usah Kak Amal, aku jalan kaki saja.'' tolak Hawa


'' Udah gak papa, lagian motor nya nganggur kok? Kamu tunggu disini jangan kemana-mana.'' pesan Adam


Hawa sudah menolak nya tapi Adam dan Amal malah bersikukuh untuk mengantar nya. Sebenar nya Hawa tak enak pada 4 wanita yang melihat nya dengan tatapan benci. Tapi mereka gak bisa berbuat apa-apa sebab ada Amal yang duduk di sana.


'' Yuk naik.'' ucap Adam saat sudah berada di samping Hawa.


Hawa naik dengan duduk menyamping, sebab dia memakai rok jadi gak bisa duduk ngangkang. Selama dalam perjalanan Hawa diam saja tak berani berbicara pada Pria tampan yang sedang membonceng nya. Bahkan Hawa tak berani berpegangan pada Adam, walaupun Adam sudah meminta nya.


'' Wa, emang beli ikan nya mau berapa kilo?'' tanya Adam mencairkan suasana.


'' 2 kilo Kak.'' Adam mengangguk.


'' Boleh aku tanya sesuatu?'' ucap Adam


Adam sedang gugup, hatinya berdetak kencang saat bisa dekat dengan Hawa seperti itu. Dia mencoba menetralkan rasa gugup nya dan debaran jantung nya. Tapi semakin melihat wajah Hawa di sepion malah semakin membuat jantung nya berpacu.


'' Em kamu...... Em apa kamu sudah punya pacar?'' tanya Adam dengan ragu.


Tak ada sahutan dari Hawa, dia masih terpaku dengan pertanyaan Adam. Dan tak lama kemudian Hawa menjawab ny dengan gelengan kepala.


'' Nggak Kak, Hawa gak pernah pacaran.'' ucap nya


'' Hah gak pernah? Ah masa sih? Kamu kan cantik, pasti banyak pria yang mau sama kamu Wa, masa gak punya? Atau mungkin calon suami?'' heran Adam dengan penuh rasa penasaran.


'' Nggak juga Kak, Hawa mah mana ada yang mau Kak! Hawa kan deso, kampungan, jelek mana ada yang mau sama Hawa? Apalagi Hawa cuma anak petani, dan cuma lulusan smp.'' ujar nya

__ADS_1


'' Kamu itu gak jelek loh, justru kamu sangat cantik!'' puji Adam dan sukses membuat semburat malu di wajah Hawa.


Adam senang ternyata Hawa belum memiliki kekasih atau pun calon Suami.


Apa aku lamar aja Hawa jadi istri ku, tapi aku gak yakin dia mau menjadi istri ke dua ku? Tapi aku juga gak mau kehilangan dia? Baru kali ini aku merasakan getaran saat berada di samping perempuan, bahkan pada Syifa saja tak kurasakan seperti sekarang? Ya aku akan melamar dan menikahi Hawa, aku yakin nanti juga dia akan paham dengan keadaan ku.


Motor pun telah sampai di tempat pejual ikan, Hawa segera turun dari motor dan memilih ikan yang akan dia beli.


'' Kang ikan mas nya 2 kilo ya? Tapi yang kecil-kecil saja.'' ucap Hawa.


Setelah selesai Hawa membayar ikan itu, dan mereka pun kembali pulang. Dalam perjalanan Adam dan Hawa banyak ngobrol tentang kehidupan di desa dan di kota, hingga tak terasa jika motor sudah sampai di halaman rumah sederhana Hawa.


Hawa meminta Adam untuk menunggu nya di luar, karena Hawa akan membawakan minum buat Adam. Adam duduk di samping Umar yang sedang membikin pancing ikan, dan mereka pun mengobrol dan terlihat sangat akrab.


'' Nih Kak minum nya di minum dulu.'' ujar Hawa sambil meletakan teh manis di samping Adam.


'' Kakak mana Dek? Kok cuma Adam aja sih?'' cetus Umar.


'' Lah kan Kakak gak minta, jadi gak Hawa bikinin deh.''


'' Yasudah Kopi satu ya.'' pinta Umar


'' Enak saja, emang Hawa pelayan warteg apa?'' kesal Hawa lalu beranjak pergi untuk menjemur pakaian yang masih ada di dalam bak.


Umar berdecak sebal pada Adiknya itu.


Sedangkan Adam terus memperhatikan setiap gerak-gerik Hawa, dia sudah yakin dengan niat dan hati nya. Besok dia akan melamar Hawa dan akan menikahinya, sebab 2 hari lagi Adam harus berangkat ke kota, karena tuntutan pekerjaan nya. Dan dia juga akan membicarakan itu dengan Syifa dan orang tua nya. Termasuk Bibi Adam.


Setelah menghabiskan teh nya, Adam pamit pada Umar dan Hawa dengan dalih kalau dia ada urusan jadi harus pulang dulu. Umar dan Hawa mengangguk dan mengucapkan terima kasih karena sudah mengantar nya membeli ikan.


Adam akan membicarakan nya dulu bersama Bibi nya, kemudian baru membicarakan nya dengan Syifa dan keluarga nya. Adam yakin jika Syifa akan setuju, sebab dia lah yang meminta Adam untuk menikah kembali.

__ADS_1


Bersambung....


JANGAN LUPA JEJAK NYA YA BUAT OTHOR😘


__ADS_2