Menjadi Yang Ketiga

Menjadi Yang Ketiga
Kedatangan Syifa


__ADS_3

Happy Reading😘


Sudah 1 bulan Hawa tinggal di rumah barunya bersama Nisa. Dan sudah 1 bulan pula, dia tak bertemu dengan Syifa, madu nya.


Hawa juga sudah akrab bersama tetangga tetangga nya di sekitar sana. Sebab Hawa orang yang supel, dan mudah bergaul. Jadi tak susah saat dekat dengan orang lain.


Hari ini Hawa dan Nisa berencana untuk membuat Cake coklat, karena entah kenapa Hawa tiba tiba menginginkan nya. Mungkin itu yang di nama kan ngidam. Untung saja hari ini Nisa libur bekerja.


Mereka berdua pun mulai menyiapkan semua bahan nya. Dan mulai membuat kue coklat itu. Saat mereka sedang membuat kue, tiba tiba bel rumah berbunyi. Nisa melangkah untuk membuka kan pintu, karena Nisa pikir itu adalah Tetangga, yang sering kasih makanan ke rumah.


Ceklek


Pintu terbuka. Nisa bingung, dengan 2 orang wanita berhijab Syar'i di hadapan nya. Dahinya mengeryit heran, sebab Nisa tak pernah melihat mereka.


'' Assalamu'alaikum.''


'' Wa'alaikumussalam.'' jawab Nisa. '' Maaf mau cari siapa ya?''


'' Apa Hawa ada di rumah?''


'' Ada, tapi maaf ada keperluan apa?'' tanya Nisa


'' Kami ada perlu sama Hawa! Bolehkah kami masuk, dan bertemu dengan nya?''


Nisa kemudian mempersilahkan mereka masuk, kemudian dia berjalan ke arah dapur. Dimana Hawa berada.

__ADS_1


'' Wa, ada yang cari kamu tuh!'' ujar Nisa


'' Siapa Nis?''


'' Gak tahu! Lupa nanya gw. 2 orang Wa, mereka berhijab. Katanya mau ketemu kamu!''


Hawa terlihat bingung, tapi akhirnya dia mencuci tangan nya. Dan melangkah keruang tamu. Sedangkan Nisa, dia membuat teh manis untuk tamu Hawa.


Hawa melihat 2 orang berhijab duduk membelakangi nya. Dia merasa seperti mengenal mereka, tapi Hawa tak mau salah. terka.


'' Maaf, kalian mencari saya?'' tanya Hawa.


2 orang itu berdiri, lalu membalik badan nya.


Hawa terkejut bukan kepalang, saat mengetahui kalau ke dua tamu yang di maksud Nisa adalah, Syifa dan Ummi nya. Hawa mematung saat melihat Syifa berada di depan nya. Dia tak menyangka, jika hari ini tiba. Dimana dia dan Syifa akan di pertemukan kembali.


'' Wa, apa kabar?'' tanya Syifa, maju dan hendak memeluk Hawa. Tapi, Hawa segera menghindar.


Syifa terlihat kecewa. Tapi dia coba memahami perasaan Hawa. '' Baik Mba! Mba sendiri gimana kabar nya sama Ummi.'' tanya Hawa


Hawa melangkah, menayalami tangan Ummi nya Syifa.


'' Alhamdulillah baik!'' jawab Syifa.


'' Maaf, ada perlu apa ya Mbak?'' tanya Hawa to the point.

__ADS_1


'' Mba cuma kangen sama kamu! Mba juga mau tahu keadaan kamu Wa. Mba tahu, kamu masih marah sama Mba! Tapi Wa, kamu salah paham! Mba tak pernah berniatan untuk mengusir kamu, ataupun ingin kamu pergi dari rumah.'' jelas Syifa


'' Aku sudah maafin Mba! Aku hanya perlu waktu, untuk bisa menerima sebuah kenyataan yang pahit. Dan ku harap Mba paham dan mengerti perasaan aku?''


Nisa datang membawa teh hangat, dan beberapa cemilan. Sekilas dia mendengar obrolan Hawa dan tamu nya. Nisa tak menyangka, jika tamu yang mencari Hawa adalah madu nya Hawa.


Jika saja Nisa tahu, maka Nisa tak akan membiarkan Hawa untuk bertemu dengan mereka.


'' Silahkan di minum Mba, Ummi.'' ucap Hawa


Syifa dan Ummi meminum teh hangat tersebut.


'' Nak, Ummi mau kamu dam Syifa rukun kembali seperti dulu! Ummi tak mau, ada dendam di hati kalian. Ingat, jika kalian itu adalah istri Adam!'' jelas Ummi


'' Maaf Ummi. Saya tak pernah menaruh dendam sedikitpun pada Mba Syifa! Saya sudah ikhlas, dan lapang dada dengan apa yang terjadi pada takdir hidup saya. Saya yakin, jika Allah itu sudah menyiapkan sebuah kebahagiaan untuk Saya!'' jelas Mawar.


'' Saya memang kecewa pada Mba Syifa, Ummi. Jadi maaf sekali, saya tak bisa serumah kembali bersama Mba Syifa! Bukan, bukan karena saya masih marah pada Mba Syifa. Hanya saja, saya ingin menghindari sebuah konflik yang akan datang!'' sambung nya lagi.


Ummi dan Syifa paham apa yang di maksud Hawa. Mereka juga memaklumi nya.


30 menit Syifa berada di rumah Hawa. Dan kini 2 wanita itu sudah pulang ke rumah nya. Hawa menyenderkan kepala nya di sandaran Sofa, dia masih tak menyangka. Jika hari ini, dia akan kembali bertemu dengan seseorang yang selama ini mati matian dia hindari.


Tapi Hawa yakin, di balik sebuah oerustiwa. Pasti ada hikmah yang bisa dia petik. Di balik rasa sakit, pasti ada kebahagiaan yang menanti nya. Tinggal bagaimana kita melewati pase pase sulit dalam hidup kita.


Karena sejatinya, hidup itu tak ada yang mulus dan sempurna. Perlu perjuangan untuk meraih sebuah kebahagiaan. Perlu perjuangan jika ingin mendapatkan sebuah piala.

__ADS_1


Bersambung...


JANGAN LUPA TEKAN FAV DAN LIKE NYA GUYS😘


__ADS_2