Menjadi Yang Ketiga

Menjadi Yang Ketiga
Menjenguk Raisya


__ADS_3

Happy Reading😘😘


Budayakan like sebelum baca ya dears😘😘


Hari ini Hawa dan Ikbal sudah bersiap untuk kembali ke surabaya, untuk menemui Raisya yg masih terbaring di rumah sakit. Selama 7 hari itu Hawa tak menelpon ke surabaya untuk menanyakan kabar Raisya, sebab pikiran nya masih terpokus pada Alwi.


Pesawat telah lepas landas meninggalkan jakarta menuju surabaya. Selama dalam pesawat pikiran Hawa masih tertuju pada Alwi anak nya. Tak mudah bagi Hawa untuk melupakan rasa kahilangan yg begitu dalam.


'' Mas, kata kak Umar bagaimana keadaan Raisya?'' tanya Hawa pada Ikbal.


'' Kata Kak Umar, Benturan di kepala nya yg sangat parah, membuat Raisya kehilangan penglihatan kedua mata nya!'' ucap Ikbal


Degh


Hawa begitu terkejut saat mendengar jawaban Ikbal, dia tak menyangka jika Raisya akan buta akibat kecelakaan tersebut.


'' Innalillahi.... Kasihan Raisya! Pasti dia sangat sedih, sebab harus kehilangan penglihatan nya?'' Lirih Hawa dengan nada kasihan.


Hawa merasa miris mendengar kabar duka tersebut. Walau bagaimana pun Raisya juga korban dalam kecelakaan tersebut. Jika Raisya buta, maka siapa yg akan mengurus nya, dan bagaimana dengan pekerjaan nya.


'' Mas, kalau Raisya buta, bagaimana dengan pekerjaan nya? Lalu siapa yg akan mengurusnya? Raisya kan sudah tak punya orang tua?'' jelas Hawa.


Ikbal mengusap lembut tangan Hawa.


'' Sayang, kenapa kamu begitu peduli pada nya? Dia kan sudah jahat sama kamu? Mungkin saja, itu adalah karma, yg allah berikan pada Raisya, atas apa yg sudah dia perbuat sama kamu? Karena dia sudah pernah membuat rumah tangga kamu hancur, dulu bersama Adam!'' jelas Ikbal.


'' Astagfirrullah.... Mas! Mas, gak boleh begitu! Walau bagaimana pun, Raisya itu sudah menyadari kesalahan nya, dan dia juga sudah bertobat Mas! Gak baik bicara seperti itu? Seharusnya kita prihatin, dengan apa yg di alami nya sekarang! Jangan malah menghujat nya, dengan kesalahan dia yg telah lalu. Manusia itu tempat nya salah Mas. Tak ada manusia yg suci, selain nabi muhammad.''


'' Masya allah, sungguh beruntung nya Mas, memiliki istri seperti kamu sayang! Sungguh kamu begitu mulia, memaafkan orang yg sudah menyakiti kamu!'' kagum Ikbal sambil mengecup kepala Hawa.


'' Aku hanya berusaha untuk tidak mengingat dosa orang lain padaku Mas!''


'' Kenapa?'' heran Ikbal.


'' Karena, aku ingin di akhirat nanti, Allah juga tak mengingat dos ku heheee.....'' kekeh Hawa


'' Kamu ini, mana ada Allah tak mengingat? Justru Allah itu maha tahu?'' ucap Ikbal dengan gemas sembari mencubit hidung Hawa.


'' Mas, jika kita melupakan kesalahan orang lain pada kita! Niscaya Allah juga akan melupakan dosa kita. Dan jika kita memaafkan kesalahan orang lain, pada kita! Niscaya Allah juga akan memaafkan kesalahan kita!'' jelas Hawa sambil menyenderkan kepala nya di bahu Ikbal.


Ikbal menggenggam tangan Istrinya, lalu mengecup tangan itu beberapa kali. Membuat Hawa tersipu malu karena ulah Ikbal.

__ADS_1


Sungguh allah itu maha baik! Dia memberiku bidadari, yg begitu sangat berharga. Lebih berharga daripada berlian! Terimakasih ya allah, sudah memberiku pendamping hidup yg membuat hidup ku semakin sempurna. Semoga kami selalu di satukan hingga jannah mu.


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


Saat ini Hawa dan Ikbal sudah di dalam mobil menuju rumah kontrakan Hawa. Mereka akan ke rumah kontrakan Hawa dulu, baru nanti ke rumah sakit menjenguk Raisya.


'' Assalamu'alaikum....'' ucap Ikbal dan Hawa saat sampai di teras rumah.


'' Wa'alaikumussallam... Adek! Ya ampun, ayok sini masuk...'' jawab Umar sambil memeluk tubuh Hawa.


'' Ibu mana Kak?'' tanya Hawa.


'' Ibu di rumah sakit, sama Nisa! Mungkin sebentar lagi pulang.''


Hawa duduk di ruang tengah bersama dengan Ikbal, sementara itu Umar membuatkan teh hangat untuk adik nya. Padahal Hawa sudah melarang, namun Umar ngotot membuatkan minum.


'' Ini, di minum dulu! Kalian pasti cape kan?'' ucap Umar sambil menaruh teh hangat di hadapan Hawa dan Ikbal.


'' Makasih, Kak! Seharusnya gak usah repot repot.''


'' Nggak repot kok Dek! Bagaimana kabar kamu? Maaf ya, Kakak gak bisa nemenin kamu di jakarta!'' sesal Umar


''Kabar baik kak! Gak papa, lagian kan ada Mas Ikbal yg nemenin aku!'' ucap Hawa


''Iya kak, gak papa! Kak, apa benar jika Raisya buta?'' tanya Hawa memastikan.


Umarmenghela napas nyadengan berat. Lalu dia mengangguk pelan.


'' Iya dek, dia buta karena benturan keras di kepala nya! Dia kritis selama 3 hari dan baru 2 hari ini dia tersadar!'' jelas Umar.


'' Pasti dia sangat terpukul...'' lirih Hawa


'' Kamu benar Dek! Dia bahkan kemarin sempat tak mau makan, sebab prustasi karena kebutaan nya?''


''Ya allah.....''


Setelah bercakap cakap dengan Umar, Hawa dan Ikbal masuk ke kamar untuk istirahat. Nanti malam dia akan kerumah sakit untuk menengok Raisya.


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


Hawa melangkah ke dapur saat baru bangun tidur, dia akan mandi dan menunaikan shalat magrib.

__ADS_1


'' Ibu....'' panggil Hawa saat melihat sang Ibu sedang memasak di dapur


'' Hawa, anak ibu.....'' ucap Ibu sambil memeluk tubuh Hawa.


Hawa melepas kerinduan di pelukan sang ibu.


'' Nak, bagaimana kabar kamu?''


'' Hawa baik Buk!''


''Ikhlaskan Nak! Insya allah, Alwi sudah bahagia bersama nya?''


'' Iya Buk! Hawa sudah ikhlas Buk.''


'' Alhamdulillah.... Lalu dimana Ikbal?'' tanya Ibu


'' Masih di kamar Buk!''


'' Yasudah, bangunkan! Mandi, ini udah mau magrib. Nanti kita jama'ahan di ruang tengah.''


'' Tapi Hawa mau mandi dulu Buk?''


'' Nak, Aisyah dan nabi saja sering mandi bersama!'' jelas Ibu.


'' Benar tuh sayang! Yuk, mandi....'' ajak Ikbal yg sudah di ambang pintu dapur entah sejak kapan.


Ikbal melangkah ke arah 2 wanita itu, dan mencium tangan Ibu mertua nya. Sedangkan Hawa sudah menunduk malu dengan pipi yg sudah memerah.


'' Ayo, udah mau magrib!'' ajak Ikbal sambil menarik pelan tangan Hawa.


Hawa pun tak bisa menolak ajakan sang suami, namun hanya mandi saja ya, tidak ehem ehem. Walaupun ada saja kejailan Ikbal di dalam kamar mandi pada Hawa. Kalian tahu lah maksudnyaπŸ˜…


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


Selesai shalat Maghrib dan makan malam bersama. Hawa dan Ikbal sudah bersiap akan kerumah sakit menjenguk Raisya. Sedangkan Ibu di rumah istirahat.


Setelah pamit pada Ibu dan Kakak nya, Mobil pun melaju menuju rumah sakit. Hawa sempat singgah juga di pedagang buah untuk membeli buah, untuk Raisya.


Sesampai nya di sana, Hawa dan Ikbal terkejut saat melihat begitu banyak nya suster dan dokter di ruangan dimana Raisya di rawat. Kamudian dia menghampiri Nisa dan bertanya pada nya.


Kira kira ada apa yaπŸ€”

__ADS_1


Bersambung........


__ADS_2