Menjadi Yang Ketiga

Menjadi Yang Ketiga
Ujian Kembali


__ADS_3

Happy Reading😘😘


Hawa mengerjapkan mata nya, menatap suami dan semua orang yg ada di kamarnya. Hawa dapat melihat raut kecemasan di wajah dan sorot mata mereka. Adam segera memberikan minum pada Hawa. Setelah itu langsung medudukan Hawa di senderan ranjang.


Hawa menatap Adam dengan mata yg mulai berkaca kaca kembali. '' Bang, Ayah... Ayah Bang..'' ucap Hawa kembali menangis.


'' Bang, aku mau pulang Bang! Aku mau pulang..'' pinta Hawa dengan suara isak tangis nya.


'' Iya sayang, kita pulang ya! Tapi jelasin dulu sama Abang, ada apa sama Ayah?'' tanya Adam penasaran.


'' Tadi aku dapat telpon dari rumah sakit di kota Bang, katanya Ayah masuk rumah sakit akibat kecelakaan mobil.'' jawab Hawa


'' Innalillahi... Ya sudah, kamu tenang ya! Ingat jangan panik, nanti kandungan kamu kenapa napa?'' pesan Adam


Hawa mengangguk, lalu Adam menyuruh Bi Surti untuk menyiapkan baju yg akan di bawa.


Adam izin keluar untuk menelpon rumah sakit, dan meminta cuti. Sedangkan Hawa di temani Ummi di dalam.


'' Dam, Abi ikut ya! Abi mau melihat keadaan Ayah nya Hawa.'' ujar Abi


Adam mengangguk.


******


Kini Hawa, Adam dan yg lain sedang berada dalam perjalanan. Mereka membawa 2 mobil yaitu mobil Adam dan Ikbal. Ummi berada di mobil Adam, sebab ia harus menemani Hawa. Ummi takut jika Hawa terlalu stres maka akan berdampak buruk pada kandungan nya.


Hawa terus menatap jalanan yg di padati oleh kendaraan. Mata nya menatap kosong ke arah depan. Ujian di dalam hidup nya tak pernah ada habis nya, baru saja Hawa bisa menenangkan hati dan perasaan nya, akibat kepergian Syifa. Kini Hawa harus di uji kembali dengan Ayah nya.


' Ya allahu Rabbi, kenapa kau mengujiku begitu bertubi tubi ya Allah? Aku baru saja merasa lebih baik setelah kepergian Mbak Syifa, dan sekarang kau uji aku kembali dengan sebuah kesedihan? Ya allah, aku mohon padamu selamatkan lah Ayah! Angaktlah sakit nya ya Rabb, sungguh aku tak akan sanggup jika harus kehilangan nya.


Ya allah, aku pikir mimpiku 2 hari yg lalu itu adalah tanda pada suamiku, tapi ternyata aku salah? Aku terlalu menakutkan sesuatu hal yg sudah kau gariskan ya Rabb. Sungguh, aku hanya manusia biasa yg takut akan kehilangan orang orang yg kucintai. Aku tak akan sanggup ya Allah, tak akan...


Aku tahu, jika semua terjadi atas kehendakmu! Tak ada satu hal pun yg terjadi di dunia ini tanpa izin darimu, begitupun dengan daun! Daun pun akan jatuh atas kehendak dan izin mu. Ya Allah, selamatkan lah Ayah tercintaku, dia adalah raja dalam hidupku, dia adalah cinta pertama ku! Dia adalah, pahlawan di dalam hidupku. Dia adalah anugerah terbesar dalam hidupku. Maka aku memohon kepadamu yg maha kasih dan sayang, selamatkan Ayah hamba, Aamiin...' Batin Hawa dalam do'a nya.


Ummi merangkul pundak Hawa, sehingga Hawa menoleh ke arah Ummi dan memeluk tubuh Ummi dari samping.


'' Sabar Nak, kita berdo'a ya, supaya Ayah kamu selamat.'' ucap ummi


'' Aamiin...'' lirih Hawa


Adam melihat istrinya begitu terluka, dia tidak sanggup melihat itu! Hatinya terasa hancur saat melihat Hawa menangis, hati nya bagai teriris sembilu saat air mata itu jatuh dari mata indah Hawa.


Hawa tak banyak bicara selama di dalam mobil. Pikiran nya saat ini hanya tertuju pada keadaan Sang Ayah. Adam bahkan sudah berkali kali menghubungi Umar kakak ipar nya, namun ponsel nya tidak aktip


'' Bang, coba hubungi Kak Amal?'' saran Hawa


Adam mengangguk, lalu menepuk jidat nya.


'' Duh, kenapa aku gak inget Amal ya!'' gumam Adam sambil mencari no Amal dan menempelkan alat kecil di telinga nya.


'' Hallo Mal, Assalau'alaikum.'' ucap Adam saat sambungan terhubung.

__ADS_1


............


'' Iya, maaf. Baru inget, gw tadi telpon Bang Umar namun telpon nya gak aktip.''


.............


'' Iya, mangkan nya ini gw lagi di jalan mau ke kampung Hawa! Mungkin 1 jam lagi sampai.''


..........


'' Lalu bagaimana keadaan Ayah?''


..........


'' Apa.....'' kaget Adam seketika mengerem mobil nya.


Ckiiittt


Untung saja Hawa dan Ummi memakai steatbelt hingga tak terbentur ke depan. Adam menengok ke arah belakang dengan wajah cemas.


'' Kamu gak papa sayang? Ummi, gak papa kan?'' tanya Adam


''Ya allah Dam, kamu hati hati! Untung Ummi dan Hawa gak apa apa?'' ujar Ummi sambil mengelus dada nya.


'' Kamu gimana sayang?''


'' Aku gak apa apa Bang!'' jawab Hawa sambil mengelus perut nya yg sedikit sakit.


............


'' Hm, ok, ok. Gw akan segera sampai.'' jelas Adam.


Adam kembali menjalankan mobil nya, namun tiba tiba mobil Ikbal berhenti di samping nya dan Abi mengetuk kaca mobil Adam.


''Ada apa Dam? Kenapa ngerem mendadak?'' tanya Abi dengan raut khawatir.


'' Nggak papa Bi, kita lanjut lagi.'' jawab Adam


Mereka pun melanjutkan perjalan nya kembali.


'' Bang, Kak Amal bilang apa? Keadaan Ayah bagaimana?'' tanya Hawa dengan penasaran.


'' Tadi kata Amal, kondisi Ayah sekarang kritis Dek! Sebab luka di kepala Ayah yg sangat parah.'' jelas Adam


Degh


Rasanya jantung Hawa berhenti berdetak saat itu juga, air mata nya kembali lolos. Dia merasakan badan nya begitu lemas tak bertenaga saat mendengar sang Ayah sedang kritis.


'' Ayah....'' Lirih Hawa


'' Sabar Nak, kita do'akan Ayah kamu ya, supaya bisa melewati masa kritis nya.'' ucap Ummi.

__ADS_1


Maaf sayang, aku tak bisa mengatakan sebenar nya. Aku takut kamu akan semakin terpukul.


'' Bang, bagaimana bisa Ayah kecelakaan?'' tanya Hawa dengan pikiran yg begitu kacau.


'' Kata Amal, Ayah kamu akan ke pasar untuk menjual jagung hasil panen.'' jawab Adam


'' Astagfirrullah, Ayah!'' gumam Hawa


Ayah, tunggu Hawa Yah! Hawa akan segera pulang, Ayah harus tetap bertahan Yah, demi Hawa dan calon cucu Ayah. Hawa gak mau kehilangan Ayah..


1 Jam perjalanan kini mobil pun sampai di rumah sakit, Hawa segera turun di bantu oleh Adam. Sebab saat ini Hawa merasa tubuh nya sangat lemas tak bertenaga. Adam yg melihat itu segera menggendong Hawa dan meminta kursi roda pada Suster.


Mereka pun berjalan ke arah UGD dimana Ayah Hawa di rawat. Terlihat Umar dan Ibu nya Hawa sedang duduk di kursi. Hawa berteriak memanggil sang Kakak.


'' Kak Umar..'' teriak Hawa


'' Hawa...'' kaget Umar.


Ibu langsung menengok saat Hawa datang dan langsung memeluk nya. Ibu menangis tersedu sedu di pelukan Hawa! Hawa yg melihat itu kembali menangis, entah kenapa Hawa merasa ada yg tak beres.


'' Bu, bagaimana keadaan Ayah?'' tanya Hawa dengan mata sembab nya.


''Ayah, dia... Dia kritis dan tadi sesak napas Nak.'' ucap Ibu.


'' Astagfirrullah...'' ucap Adam dan keluarga Syifa.


''Ayah...'' lirih Hawa


'' Nak, mereka ikut?'' tanya ibu dengan bingung. Sambil melihat kearah keluarga Syifa.


'' Iya Bu, saya tadi sedang di rumah Hawa, lalu saat mendengar Ayah nya Hawa kecelakaan kami pun ingin kesini dan melihat keadaan nya!'' jelas Ummi sambil memeluk tubuh Ibu nya Hawa.


Ummi menguatkan Ibu nya Hawa dan Ummi terus mengelus punggung ibu, dia tahu saat berada di posisi ibu nya Hawa, sebab Ummi juga pernah merasakan nya saat Syifa kritis dulu. Tak lama dokter keluar dari ruangan darurat itu.


'' Keluarga Pasien..'' ucap Dokter


'' Saya dok! Bagaimana keadaan Ayah saya?'' ujar Umar


'' Keadaan nya semakin parah, dan beliau ingin bertemu dengan orang yg bernama Hawa.'' jelas dokter itu.


''Saya Dok.'' ucap Hawa.


'' Silahkan.'' dokter itu pun mempersilahkan Hawa dan seluruh keluarga nya untuk masuk, termasuk keluarga Syifa.


Dokter itu seakan tahu apa yg akan terjadi setelah nya. Jadi dokter membiarkan semua masuk kedalam.


' Kenapa perasaanku tak enak ya?' batinAdam saat dokter itu mempersilahkan semua orang masuk. Setahu Adam jika itu terjadi maka...


Bersambung....


JANGAN LUPA TEKAN LIKE VOTE DAN FAV NYA GUYS😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2