
Happy Reading😘
Tok Tok Tok
'' Assalamu'alaikum.'' ucap Adam, mengetuk pintu kontrakan Nisa.
'' Wa'alaikumussallam.''
Ceklek
Pintu terbuka, nampak lah Hawa di depan Adam. Seorang wanita yang selama ini dia rindukan. Seseorang yang selama ini, membuat hari harinya hambar tak berwarna tanpa nya.
Adam langsung memeluk Hawa dengan erat. Dia menangis di pelukan istri tercinta nya itu.
Hawa yang di peluk secara tiba tiba, membuat tubuhnya mematung. Dia bingung, apakah harus membalas atau membiarkan saja. Tapi pada akhirnya, Hawa membiarkan Adam memeluk nya tanpa membalas.
'' Sayang, Abang kangen sama kamu! Kamu kemana saja? Abang selama ini selalu mencari kamu Dek? Abang tak bisa tanpa kamu!'' ujar Adam setelah melepas pelukan nya.
'' Maaf Bang! Aku tahu, jika aku sudah berdosa pada Abang! Tapi, aku juga punya hati Bang.'' ucap Hawa dengan sendu.
'' Abang paham sayang! Maafkanlah Abang, yang sudah membentakmu, tanpa mau mendengarkan mu terlebih dahulu.''
Hawa mengangguk. Lalu menyuruh Adam untuk masuk. Kemudian dari arah dapur, Nisa datang membawakan teh hangat untuk Adam.
Adam tentu sangat kaget, saat dia melihat Nisa. Dia melihat Hawa dan Nisa bergantian dengan raut wajah bingung. Masalah nya, waktu itu Nisa bilang tak tahu keberadaan Hawa.
'' Nisa! Kamu di sini?'' kaget Adam.
'' Iya Tuan Adam. Silahkan di minun dulu teh nya.'' ujar Nisa
'' Tapi, kenapa kamu tak memberitahu aku kalau kamu bersama Hawa?'' ada persaaan jengkel pada sahabat istrinya itu, pasal nya dia sudah menyembunyikan keberadaan sang istri.
__ADS_1
'' Bang, jangan marah pada Nisa! Aku yang minta padanya, agar tak memberitahu Abang tentang keberadaanku.'' jelas Hawa.
'' Tapi kenapa Dek?'' heran Adam
'' Bang, aku perlu waktu untuk sendiri. Aku perlu menenangkan hati dan pikiranku dulu, untuk bisa menerima semua yang terjadi pada garis hidupku!'' ujar Hawa dengan tatapan sendu nya.
Adam menggenggam tangan Hawa. Dia merasa bersalah karena sudah membuat Hawa menderita, dan membentak nya.
'' Maafkan Abang dek!'' hanya kata itu, yang mampu Adam ucapkan saat ini. Untuk menebus semua kesalahan nya.
Hawa mengangguk. '' Bang, kata Dokter Citra kamu sudah membeli rumah untuku? Apa itu benar Bang?'' tanya Hawa memastikan.
'' Iya Sayang, aku sudah beli rumah untuk kamu. Jadi kamu gak serumah lagi sama Syifa!'' jawab Adam.
Hawa tersenyum senang, lalu memeluk tubuh Adam. '' Makasih Bang! Tapi, apa aku boleh minta sesuatu?'' pinta Hawa.
'' Apa sayang! Always For You.'' ujar Adam sambil menjawil hidung Hawa.
Adam terlihat menimbang ucapan Hawa. Tapi, sejurus kemudian dia menganggukan kepala nya, tanda jika Adam setuju.
Hawa yang melihat itu, langsung mencium pipi Adam, dia tidak menyadari jika Ada Nisa disana. Sedangkan Nisa yang melihat adegan itu, hanya menunduk malu.
Nasib jomblo ya gini. Lihat mereka begitu, membuat jiwa jombloku meronta huhuuu maaak.....
Sedangkan Hawa, tidak menyadari jika karena ulah nya. Dia sudah membangunkan singa yang sedang tertidur di bawah sana.
Setelah Nisa selesai mengepak baju nya, mereka bertiga pun masuk kedalam mobil. Dan pergi meninggalkan kontrakan Nisa. Mobil melaju dengankecepatan sedang, membelah jalanan yang lumayan macet.
Setelah menempuh perjalanan selama 45 menit, mobil pun sampai di sebuah rumah prumnas. Tidak besar memang, tapi bagi Hawa, itu sudah lebih dari cukup.
Adam membuka pintu itu dengan kunci di saku celana nya. Kemudian Hawa dan Nisa pun masuk. Mereka begitu kagum pada isi di dalam rumah minimalis itu. Semua perlengkapan sudah siap. Dan tinggal menempati nya saja.
__ADS_1
Dia rumah itu, ada 3 kamar. 1 kamar utama, 1 kamar tamu dan 1 kamar ART. Disana juga sudah ada mesin cuci, kompor dan peralatan masak nya. Semua sudah lengkap.
Nisa juga menempati kamar tamu. Sedangkan Hawa dan Adam, menempati kamar utama. Dan kamar mandi, hanya ada 1 di dekat dapur.
Jam menunjukan pukul 21.00 WIB.
Adam, Hawa dan Nisa baru saja selesai makan. Dan kini mereka masuk kedalam kamar masing masing. Saat Hawa sedang membuka jilbab nya, dia melihat HP Adam menyala, tanda telpon masuk. Dan ternyata itu dari Syifa kakak madunya.
Hawa dengan berat hati menyerahkan Hp itu pada Adam. Dia tak mau egois. Tapi diluar dugaan, Adam tak mengangkat telpon dari Syifa.
Dia tak mau di ganggu, sebab malam ini Adam ingin menumpahkan rasa rindunya bersama Hawa.
'' Bang, kenapa gak di angkat?'' tanya Hawa saat Adam mematikan telpon nya.
'' Abang tak mau di ganggu Dek! Malam ini, Abang mau menghabiskan malam indah bersama kamu dan anak kita.'' ujar Adam sambil mengelus perut Hawa.
Ada rasa bahagia di hati Hawa. Saat Adam, memilih nya. Tidak Hawa pungkiri, jika dia juga merindukan kehangatan tubuh suaminya. Hawa juga merindukan setiap belaian lembut Adam di tubuh nya.
Hawa tak munafik, jika di hatinya begitu bahagia saat Adam tak menerima telpon dari Syifa. Bukan karena Hawa jahat. Tapi Hawa juga ingin, malam ini Adam menjadi miliknya seutuh nya, tanpa ada gangguan oleh madunya.
Kemudian Adam mulai menyatukan bibir nya dengan bibir Hawa. Membelai setiap inci tubuh Hawa, dengan sentuhan bibir lembut nya. Membuat Hawa memejamkan mata nya, dan menggigit bibir bawah nya, saat Adam memainkah area sensitif nya dengan mulut nya.
Adam pun mulai menyatukan 2 tubuh polos itu, dengan 2x hentakan, utun Adam akhirnya menyelam di dalam gua hangat milik Hawa.
Jari jemari mereka saling bertaut, meremas mengalirkan kenikmatan yang tiada tara. Menyalurkan segala kerinduan yang selama 1 minggu ini terpendam. Membuat Adam semakin mempercepat ritme nya, tapi dengan perlahan. Agar tak menyakiti anak yang di dalam kandungan Hawa.
Malam ini, Hawa dan Adam menyatu. Meleburkan segala perasaan yang terpendam lewat penyatuan mereka.
Bersambung....
JANGAM LUPA TINGGALKAN JEJAK GUYS😉
__ADS_1