Menjadi Yang Ketiga

Menjadi Yang Ketiga
Lagi Lagi Bohong


__ADS_3

Happy Reading😘


Di kediaman rumah orang tua Syifa, Ikbal sedang duduk di samping kolam renang dengan tatapan lurus. Saat ini pikiran nya sedang ke arah Hawa, dia masih penasaran dengan Hawa yg dia temukan sedang menangis.


Ummi yg melihat Ikbal sedang melamun, akhirnya melangkah mendekati Ikbal dan duduk di samping nya.


" Hey, ngelamunin apa sih anak Ummi?" Tanya Ummi sambil menepuk pundak Ikbal


" Astagfirrullah, Ummi. Ngagetin aja sih...." kaget Ikbal sambil mengelus dada nya.


" Ya lagian kamu, kenapa bengong?" Heran Ummi


Ikbal menghela napas nya. " Tadi siang, pas aku pulang dari meeting, aku lewat taman kota Mi. Dan aku bertemu sama Hawa, dia menangis Ummi. Namun saat aku tanya, Hawa tak mau jujur?" Jawab Ikbal.


Ummi terpaku mendengar ucapan Ikbal. Tiba tiba ia teringat akan permintaan Adam, yg ingin Ummi merahasiakan tentang Raisya. Setelah 2 hari kepulangan Ummi dari kampung Hawa, Ummi kerumah sakit, ingin bertemu dengan Raisya. Dia benar benar penasaran dengan wajah Raisya.


Dan ternyata benar, saat Ummi bertemu Raisya, Ummi sangat terkejut dan bahkan sampai terlonjak kaget. Dia benar benar tak menyangka, jika ada orang yg begitu mirip dengan almarhumah anak nya.


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


Hawa mengganti gamis nya dengan daster panjang yg biasa dia gunakan untuk tidur. Setelah itu Hawa membaringkan tubuh nya di samping Adam, bahkan Hawa memunggungi Adam. Jujur saja, saat ini dia belum siap bila harus berhadapan dengan suaminya. Rasanya dada Hawa terasa sesak, jika menatap wajah Adam. Dia pasti akan teringat kejadian tadi siang, yg membuat hati nya hancur.


Adam yg melihat Hawa memunggungi nya, merasa heran. Lalu ia langsung memeluk tubuh sang istri dari belakang, namun Hawa segera menepis nya, membuat Adam mengeryit bingung.


" Kenapa sayang?" Tanya Adam


" Maaf, Bang. Aku lagi gerah, dan lagi gak mau di peluk!" Jawab Hawa tanpa membalik badan nya.


" Kamu serius? Bukan karena kamu marah kan, sama aku?"


" Marah? Marah kenapa? Emang Abang merasa punya salah sama aku?" Tanya balik Hawa

__ADS_1


" Nggak sih, cuma aku merasa kamu seperti lagi marah gitu sama aku?"


" Hanya perasaan kamu saja kali?"


" Tapi...."


" Maaf Bang, aku ngantuk! Dan males berdebat." Potong Hawa


Adam pun hanya bisa menghela napas nya, saat melihat Hawa sangat cuek pada nya. Bahkan setiap jawaban yg terlontar dari mulut nya, terkesan dingin dan datar. Biasa nya Hawa akan manja, dan berkata penuh dengan kelembutan dan kasih sayang. Tak pernah dia menhawab setiap pertanyaan Adam, dengan nada dingin dan datar seperti itu.


Sementara itu, Hawa masih membuka mata nya. Air mata nya menetes tanpa bisa di bendung, dada nya kembali sesak saat mengingat kejadian tadi siang.


' Maafkan aku Bang, aku hanya belum siap untuk melihat wajah y sudah membuat ku sakit?' Batin Hawa


Kemudian dia memejamkan mata nya, walaupun susah namun Hawa harus tidur, sebab akhir akhir ini dia kurang istirahat dan kepala nya sedikit pusing jika terlalu banyak pikiran.


Pagi pun tiba. Hawa bangun lebih dulu, dan melaksanakan shalat subuh. Setelah itu membaca beberapa ayat suci al-quran biar hati nya terasa lebih tenang.


Adam bangun saat mendengar suara merdu Hawa yg sedang melantunkan ayat suci al quran. Dia menatap Hawa dengan perasaan bersalah nya, dia merasa bersalah sebab semalam sudah membohongi Hawa.


Akhirnya Adam pun mau, dan mereka makan malam bersama. Dan itu kenapa Adam menolak makanan saat Hawa mengambilkan nya tadi malam. Adam tahu, jika dia sudah membohongi pernikahan nya pada Hawa. Namun entah kenapa dia sangat sulit untuk jujur.


' Maafkan aku sayang! Aku sudah mengotori pernikahan kita, dengan kebohongan? Aku takut jika aku jujur sama kamu! Aku takut, jika kamu marah dan malah memintaku untuk tak bertemu Raisya? Entah kenapa, setiap melihat wajah Raisya, rindu ku pada Syifa terobati.' Batin Adam


" Bang, shalat dulu." Ucap Hawa


Adam tersentak kaget, saat Hawa sudah berada di samping nya. Lalu Hawa melangkah ke arah lemari baju, dan mengambil baju kerja Adam. Hawa melihat Adam masuk kedalam kamar mandi, dengan ekor mata nya.


" Apa yg kamu lamunkan Bang? Apa kamu ngelamunin dia?" Gumam Hawa


Setelah menyiapkan baju di atas kasur, Hawa melangkah keluar kamar dan menuju dapur, pas sampai di sana Hawa melihat Nisa yg akan melakukan olah raga pagi.

__ADS_1


" Mau lari pagi Nis?" Tanya Hawa dan di jawab anggukan oleh Nisa.


" Aku ikut ya?" Pinta Hawa


" Apa! Nggak. Kamu kan lagi hamil, Wa? Nanti kalau brojol di jalan gimana?" Tegas Nisa


Hawa terkekeh kecil. " Kamu ini, ya kali aku lari Nis? Aku jalan kaki saja! Lagi penge hirup udara segar." Ujar Hawa


Nisa pun mengangguk, lalu mereka berjalan keluar rumah dan melakukan lari pagi. Namun Hawa hanya berjalan saja, dan Nisa pun menyeimbangi jalan nya Hawa. Dia tak mungkin meninggalkan Hawa sendirian. Sedangkan Hawa, dia berjalan dengan tatapan lurus ke depan. Rasanya menghirup udara pagi, membuat pikiran nya sedikit merasa lebih baik.


" Wa, kamu kenapa sih? Ngelamun aja! Nanti kesambet loh." Ucap Nisa


Hawa menggeleng pelan.


" Kamu masih kepikiran soal kemarin?" Tebak Nisa


" Nggak juga Nis! Hanya sedang menata hatiku saja, mempersiapkan untuk segala kemungkinan." Jawab Hawa


Nisa hanya ber oh ria saja.


" Kamu harus kuat Wa, jangan sampai kamu terlihat lemah di hadapan pria pembohong itu? Kamu harus buktiin sama dia, jika kamu bukan wanita lemah?" Tutur Nisa


" Iya Nis! Makasih ya, kamu selalu ada buat aku." Ucap tulus Hawa


Kemudian mereka berpelukan dan melanjutkan jalan pagi nya.


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


Siang ini Hawa berencana akan melakukan senam hamil di temani oleh Nisa. Kebetulan Nisa hari ini free, jadi dia bisa nemenin Hawa. Tadinya Adam mau mengantar Hawa, namun tiba tiba ponsel nya berdering dan twrnyata itu dari rumah sakit.


Setelah semua siap Hawa dan Nisa pun berangkat ke tempat tujuan mereka.

__ADS_1


Hawa mencoba untuk menyibukan diri nya, agar tak mengingat kebohongan yg Adam lakukan pada nya. Dia gak mau, karena kebohongan Adam, Hawa jadi stres dan malah berimbas pada kandungan nya. Biarlah dia pura pura tak tahu sementara waktu, biar takdir yg akan menuntunya untuk masa depan nya nanti.


Bersambung.....


__ADS_2