Menjadi Yang Ketiga

Menjadi Yang Ketiga
Kembali Kehilangan


__ADS_3

Happy Reading😘


'' Ayah..'' lirih Hawa sambil di dorong kursi roda nya oleh Adam mendekat ke arah Ayah nya.


Ayah menatap Hawa dengan tatapan yg begitu lemah, kemudian Hawa menggenggam tangan sang Ayah menciumnya berkali kali. Bahkan Hawa sampai menggigit bibir bawah nya menahan isak tangis yg keluar dari mulut nya.


Walaupun air mata Hawa terus mengalir deras, dia benar benar tak sanggup melihat keadaan Sang Ayah yg begitu lemah. Ayah mengusap kepala Hawa sambil tersenyum.


'' Nak, maafkan Ayah yg tak bisa menjagamu kembali. Maafkan Ayah yg tak bisa lagi menemani kamu, maafkan Ayah yg sudah tak bisa menjadi benteng kamu.'' lirih Ayah


Hawa terus menggelengkan kepala nya saat sang Ayah berucap seperti itu. Hawa tak bisa mengucapkan kata kata, Hawa merasa suara nya seperti tercekat di tenggorokan nya, suara itu begitu susah untuk di keluarkan.


'' Ayah, jangan bicara seperti itu! Ibu gak mau kehilangan Ayah, kami butuh Ayah.'' ucap Ibu dengan suara yg begitu serak sambil memeluk tubuh Ayah.


'' Hawa kenapa diam saja nak?'' lirih Ayah yg mulai sesak napas.


'' Nak putri Ayah, berjanjilah untuk tersenyum dan jangan pernah menangisi kepergian Ayah! Ayah gak mau jika melihat kalian menangis, percayalah jika suatu saat nanti Allah akan satuka kita di Syurga nya ''


'' Hawa akan marah sama Ayah, jika Ayah meninggalkan Hawa.'' lirih Hawa sambil menengelamkan wajah nya di lengan sang Ayah.


Badan nya bergetar menandakan isak tangis yg begitu pilu. Hawa benar benar tak sanggup melihat wajah lemah sang Ayah. Kemudian Ayah memanggil Adam dengan tangan nya, Adam yg melihat itu kemudian mendekat pada Ayah mertua nya.


'' Dam, Ayah titip Hawa yah! Jaga dia, dan jangan sakiti dia lagi.'' ucap Ayah dengan suara yg semakin lemah.


'' Iya Yah, Adam akan selalu jaga Hawa. Adam gak akan menyakitinya lagi.'' jawab Adam.


'' Ayah, Ayah pasti sembuh! Jangan bicara seperti itu?'' ujar Umar sambil menggenggam 1 tangan sang Ayah.


'' Jaga ibu mu ya Mar! Ayah ti-tip Ibu, d-an ad-ik m-u...'' Ayah berkata dengan napas terengah engah.


'' Ayah, Ayah kenapa?'' panik Ibu.


Ayah terlihat sesak napas, dan Adam langsung memeriksa nya, sedangkan Hawa yg mendengar itu segera mengangkat wajah nya dia sangat panik saat melihat sang Ayah yg sulit bernapas.

__ADS_1


Hawa kemudian memeluk tubuh sang Ayah sambil menangis histeris, dia menenggelamkan wajah nya di dada sang Ayah. Hingga suara yang begitu panjang membuat Ibu, Hawa dan Umar menangis hiateris dan memanggil sang Ayah.


Tiiiittttttttt


'' Ayaaaaaahhhh.......'' teriak Hawa sambil menggoyang tubuh sang Ayah.


Tubuh Umar luruh ke lantai dia benar benar tak percaya jika sang Ayah sudah pergi untuk selama nya. Tatapan nya begitu kosong menatap lantai, Umar berharap ini hanya sebuah mimpi.


'' Innalillahi...'' ucap Adam dan keluarga Syifa.


'' Ayah, nggak, nggak mungkin! Hawa marah sama Ayah? Jangan bercanda Yah, Hawa mohon! Bu, Ayah hanya tidur saja kan? Bu, Bang, Ummi, Ayah hanya tidur kan? Ayah gak mungkin ninggalin Hawa kan? Ayah pasti lagi bercanda?'' ucap Hawa sambil bertanya pada semua orang yg ada di sana. Dia masih belum bisa menerima kenyataan pahit itu. Dan itu membuat semua orang menangis pilu melihat kesedihan Hawa.


'' Sayang, ikhlas! Jangan begini?'' Adam mencoba menguatkan sang istri yg begitu terpukul.


Hawa menggelengkan kepala nya dengan cepat. '' Nggak Bang, Abang jangang gitu dong! Ayah itu gak mungkin ninggalin Hawa, Ayah hanya tidur? Ayah bangun dong, Ayah kan janji mau lihat cucu Ayah lahir? Ayaaaahh..'' teriak Hawa sambil mengguncang tubuh sang Ayah.


'' Sabar Nak, Ikhlas...'' ucap Ibu sambil memeluk putri nya.


'' Nggak Bu, Ayah pasti lagi bercanda! Ayah gak akan ninggalin kita, Ayaaahhh....''


Hawa menangis pilu di pelukan sang ibu, dia benar benar tak menerima keadaan jika sang Ayah sudah pergi untuk selama nya. Hawa benar benar hancur, sangat hancur. Dia merasa dunia nya seakan runtuh tak berbentuk. Airmata nya menggambarkan kesedihan yg begitu mendalam hingga Hawa tak bisa lagi menompang tubuh nya dan ambruk di pelukan sang Ibu.


Adam yg melihat itu sangat panik dan menggendong sang Istri ke atas brankar kosong di ruangan itu. Sementara itu jenazah Ayah Hawa akan di antar oleh ambulance ke kampung, dengan Umar dan Ibu yg akan menemani di dalam ambulance.


Sedangkan Adam dan Ummi menemani Hawa, dan Ikbal bersama Abi ikut ke kampung Hawa untuk membantu proses pemakanan Ayah Hawa.


'' Ayah, Ayah jangan tinggalin Hawa! Ayaaaahhh..'' teriak Hawa dan sadar dari pingsan nya.


Ummi dan Adam terlihat kaget saat melihat Hawa teriak. '' Alhamdulillah Sayang, kamu sudah sadar?'' ucap Adam.


Hawa menatap Adam dan Ummi bergantian, kemudian menanyakan keberadaan sang Ayah.


'' Bang, Ayah mana?'' tanya Hawa

__ADS_1


Adam langsung memeluk tubuh sang istri dia benar benar tak sanggup melihat Hawa yg begitu terpukul . '' Sayang, ikhlas Dek, ikhlas! Ingat apa kata Ayah hem, kamu gak boleh nangis, inget di dalam perutmu ada anak kita? Kalau kamu begini nanti anak kita kenapa napa? Kamu gak mau itu kan?'' ucap Adam mencoba menenagkan Hawa.


'' Jadi Ayah benar benar pergi....'' lirih Hawa dengan air mata yg mulai kembali deras.


Ummi mengangguk. '' Nak, Ummi tahu ini berat bagi kamu! Ummi juga merasakan nya saat kehilangan Syifa, tapi kita harus ikhlas kan? Kamu lupa, kalau kamu yg selalu mengingatkan Ummi? Bahkan kamu bilang, jika semua makhluk hidup itu akan kembali pada sang pencipta.'' jelas Ummi.


Hawa menatap sendu kearah Ummi, dia ingat ucapan terakhir sang Ayah yg meminta nya tetap tersenyum.


'' Ummi benar, tapi rasanya hidup Hawa hampa Ummi? Hawa kehilangan sumber kekuatan Hawa selama ini, Hawa kehilangan pahlawan Hawa!'' tutur Hawa dengan tatapan yg begitu pilu.


'' Iya sayang, Ummi paham! Kamu gak mau kan jika Ayah kamu sedih di atas sana?'' Hawa menggeleng lemah.


'' Sekarang kita pulang ya! Kamu mau mengantar Ayah kamu gak ke tempat terakhir nya.?'' tanya Ummi dan di balas anggukan oleh Hawa.


Kemudian mereka pun pergi ke mobil untuk pulang ke rumah Hawa. Selama dalam perjalanan airmata terus menemani Hawa dalam diam, tatapan nya begitu kosong menatap ke arah jalanan. Seperti dejavu bagi Hawa, dimana ia juga ada di posisi ini saat Syifa pergi. Namun kali ini lebih sakit dan hancur.


Dugh


Hawa tersentak kaget saat ia merasakan tendangan yg kuat dari perut nya, kemudian Hawa mengusap perut nya dengan sedikit meringis. Bayi dalam kandungan Hawa seolah merasakan kesedihan Hawa saat ini, sehingga menendang perut Hawa dengan kuat.


'' Kenapa sayang?'' tanya Ummi


'' Gak tahu Mi, dia nendang kuat banget.'' jawab Hawa sambil terus mengelus perut nya.


Ummi juga ikut mengusap perut Hawa.


'' Sepertinya dia tahu jika saat ini, ibu nya sedang sedih? Dan dia juga merasakan nya!'' tutur Ummi.


Ya allah, kenapa kau berikan ku cobaan yg begitu berat ya Allah? Jujur aku tak sanggup melewati nya! Kenapa kau mengambil orang orang yg ku sayang? Kenapa ujian mu begitu sakit ya Allah, sakiitt....


Bersambung......


JANGAN LUPA LIKE VOTE DAN FAV NYA GUYS😘😘

__ADS_1


__ADS_2