
Happy Readingπ
Hawa masuk kedalam rumah setelah Ikbal mengantarkan nya pulang. Terlihat Nisa dan Bik Surti sedang mnonton tv di ruang tengah. Namun Hawa tak menyapa nya, dia bahkan tak meyadari jika 2 orang itu ada di sana. Pikiran nya masih tertuju pada kejadian beberapa jam yg lalu.
Nisa dan Bik Surti saling pandang satu sama lain, mereka heran dengan ekspresi Hawa yg terlihat begitu kacau dengan wajah sembab.
" Bik, Hawa kenapa ya?" Tanya Nisa dengan nada heran.
" Nggak tahu Neng!"
"Aku ke kamar Hawa dulu ya Bik! Aku lihat dia, kenapa?" Ucap Nisa dan di balas anggukan oleh Bik Surti.
Nisa berjalan masuk kedalam kamar setelah mengetuk pintu, namun tak ada jawaban dari dalam. Akhirnya Nisa pun masuk kedalam, dan melihat Hawa sedang menangis dengan memeluk sebuah bantal.
" Wa, ada apa? Kok pulang pulang nangis?" Tanya Nisa dengan khawatir, sambil memeluk tubuh Hawa.
Hawa diam saja, dan malah semakin terisak di pelukan Nisa. Nisa yg melihat itu kemudian mengusap punggung Hawa, untuk menenangkan sahabat nya itu. Nisa tahu jika saat ini Hawa pasti sedang tidak baik baik saja.
Setelah cukup lama menangis, akhirnya tangis Hawa mereda dan masih terdengar isak kecil dari mulut nya. Nisa menghapus air mata sahabat nya itu, kemudian menggenggam tangan Hawa.
" Cerita sama aku, ada apa Wa?" Tanya Nisa begitu penasaran.
" Nis, aku mau tanya sama kamu? Bagaimana jika seorang laki laki, jika sudah berbohong dan menyembunyikan sesuatu di belakang kita?" Tanya Hawa
Nisa mengeryit heran. " Apa ini ada hubungan nya sama Adam?"
" Jawab saja Nis."
" Kalau menurut aku sih, jika seseorang sudah sekali berbohong pada pasangan nya, maka tak menutup kemungkinan jika ia pasti akan berbohong kembali. Dari pengalaman ku, nih ya! Jika seorang pasangan sudah bisa menyembunyikan sesuatu, maka biasanya orang itu akan menyalakan api dan menanam luka dengan tak sadar, atau bisa jadi dia sadar!" Jelas Nisa
" Wa, jawab aku! Apa ini ada hubungan nya sama Adam?" Tanya Nisa sekali lagi
Hawa menunduk dengan wajah sendu, lalu menyerahkan foto yg sempat dia ambil tadi saat berada di rumah sakit.
Nisa mengambil ponsel Hawa, dan melihat foto itu. Mata nya seketika terbeliak kaget, bahkan tangan nya sampai menutup mulut nya sebab ia sangat syok dengan apa yg dia lihat.
"I-ni Mb-ak Sy-ifa?" Ucap Nisa dengan tergagap
__ADS_1
Hawa menggeleng dengan cepat.
" Dia bukan Mba Syifa, Nis! Dia adalah teman di rumah sakit nya Bang Adam." Jelas Hawa
" Tapi, aku lihat foto ini begitu mirip sama madu kamu Wa! Ya, walau ada yg beda. Tapi Wa, kamu harus hati hati?"
Hawa mengeryit heran. " Kenapa....?"
" Ampun deh Hawa! Lihatlah poto ini? Di sini Adam terlihat bahagia, tertawa lepas bersama wanita itu? Aku hanya takut Wa, takut jika Adam jatuh cinta pada nya karena wajah wanita itu, yg begitu mirip dengan madu kamu?" Jelas Nisa
" Jangankan kamu Nis, aku pun sama! Namun, jika suatu saat nanti Bang Adam dan Aku tak bersama lagi, maka apa yg bisa kulakukan Nis? Aku hanyalah seorang hamba, yg mengikuti alur takdir yg Allah gariskan untuku!" Ucap Hawa dengan sendu.
" Kamu tahu Nis, rahasia ini yg di rahasiakan Bang Adam dan Ummi dariku? Aku pun heran, kenapa mereka tak mau aku tahu? Padahal jika pun aku tahu, aku tak akan marah! Jika memang wanita itu hanya rekan kerja Bang Adam? Namun beda lagi, jika memang wanita itu pacar Bang Adam mungkin aku akan marah Nis!
Aku tak akan pernah menerima sebuah kebohongan Nis, hatiku sakit, hancur Nis, hancur! Kenapa Bang Adam tak mau jujur padaku? Aku jujur sangat sakit, saat melihat wajah dan tawa bahagia nya saat bersama wanita itu Nis? Sakit hatiku Nis? Aku gak tahu, Bang Adam paham agama agu tidak? Entahlah Nis, aku bingung!" Lesu Hawa
" Yg sabar ya Wa! Aku akan kasih pelajaran buat dia nanti, saat pulang nanti malam." Ujar Nisa
Hawa menggeleng cepat. " No, Nis. Jangan tegur dia!"
" Tapi kenapa Wa?" Bingung Nisa
Untuk sementara aku akan mendiamkan Bang Adam dulu Nis! Aku ingin tahu, apa dengan diam nya aku, Bang Adam akan sadar dengan kesalahan nya atau malah makin menjadi? Aku juga tadi sengaja meninggalkan rantang makanan di meja ruangan nya, aku ingin melihat nanti, bagaimana reaksi nya saat dia tahu aku kesana namun dia malah tidak mengetahui nya? Bahkan kau tahu Nis, tadi aku menelpon nya saat dia makan siang dengan wanita itu! Tapi apa, dia bahkan terlihat ragu mengangkat telpon ku? Sungguh itu membuatku kecewa Nis, dia lebih mementingkan wanita itu daripada aku...." ucap Hawa panjang lebar dengan nada yg begitu kecewa.
ππππππ
Saat ini Hawa baru selesai mengerjakan shalat isya, dan saat dia sedang melipat mukena, pintu kamar di buka dan ternyata itu adalah Adam suaminya. Hawa berjalan ke arah Adam dan mencium tangan nya.
" Air nya sudah aku siapkan." Ucap Hawa dengan nada yg terkesan dingin.
Adam ingin mengecup kening Hawa, namun Hawa mengelak dengan menaruh tas kerja Adam.
Adam sempat terpaku dengan perubahan Hawa, biasanya dia tak akan menolak jika Adam mencium kening nya. Namun Adam mencoba berpikir fositiv, mungkin itu adalah bawaan bayi nya.
Setelah Adam masuk ke kamar mandi, Hawa turun ke bawah untuk menyiapkan makan malam.
" Tuh lakimu sudah balik Wa?" Tanya Nisa
__ADS_1
Hawa hanya menanggapi nya dengan senyuman. Kemudian dia membuatkan kopi untuk Adam. Nisa yg melihat itu mengeryitkan dahi nya.
" Wa, kamu kan lagi marah ma tu laki? Kok masih bikinin kopi?" Heran Nisa.
" Aku memang marah padanya, kecewa pada nya, tapi saat ini dia masih suamiku Nis! Dan kewajibanku, untuk melayani nya." Jelas Hawa.
" Walaupun dia minta jatah anu....?" Ucap Nisa
Hawa mengangguk. " Iya, walau jatah itu! Sebab ia masih jadi pintu syurgaku saat ini. Maka kewajibanku mematuhi nya! Kalau aku menolak nya, maka aku akan di laknat malaikat sampai esok hari." Jelas Hawa.
Tak lama Adam datang, Nisa dan Hawa hanya diam saja. Lalu Hawa mengambil makanan untuk Adam, namun Adam menghentikan gerakan nya.
" Nggak sayang! Abang tadi sudah makan di rumah sakit, maaf ya! Abang tadi terlalu lapar." Ucap Adam penuh sesal.
" Iya, gak papa Bang!" Jawab Hawa dengan cuek.
Kemudian Hawa mengambil nasi, dan makan bersama Nisa dalam diam. Adam mengeryit heran saat melihat Hawa banyak diam, memang selama beberapa hari ini Hawa sedang marah pada Adam. Namun tak sampai banyak diam begitu, bahkan nada suara nya saja terasa lebih datar dan cuek. Namun lagi lagi Adam menepis rasa itu.
" Sayang, apa tadi siang kamu nganter makan siang?" Tanya Adam
Hawa mengangguk. " Iya.." jawab Hawa singkat
" Lalu kenapa kamu pulang duluan?" Heran Adam
" Gak papa, lagian kamu gak ada di ruangan! Aku takut nya ganggu." Jawab Hawa tanpa menatap Adam. Dan lagi lagi dengan nada datar.
" Ganggu gimana sih sayang? Ya, enggaklah? Kan kamu istri aku..." ujar Adam
" Istri, tapi mas....Awhh." Nisa meringis merasakan sakit di kaki nya.
Hawa menginjak kaki Nisa, sebab jika tidak maka Nisa akan keceplosan. Dan mengatakan pada Adam jika Hawa melihat nya tadi bersama Raisya di kantin. Hawa yg sudah tak selera makan, akhirnya menyudahi makan malam nya.
" Loh, kok gak di habisin?" Tanya Adam
" Kenyang.." jawab singkat Hawa.
Sebenar nya ada apa sih sama kamu sayang? Kenapa aku merasa kamu beda?
__ADS_1
Bersambung......