
Happy Reading😘😘
Area 21++ harap siapkan pasangan kalian ya dears😘Othor sengaja up malam, biar gak kena tolak😂soalnya Othor mau bikin panas dingin say😜
Lanjuuuutttttt😁
Malam yg di tunggu Umar dan Nisa pun datang. Saat ini Nisa sedang duduk di atas ranjang, setelah melakukan shalat sunah bersama Umar.
Kamar yg indah dengan hiasan bunga bunga, dan pernak pernik menambah kesan romantis.
Apalagi ranjang Nisa yg di taburi bunga mawar merah dengan membantuk Love, membuat suasana semakin romantis, namun juga gugup bagi kedua pasangan halal itu.
Umar duduk di sebelah Nisa, istrinya. Umar juga merasakan apa yg Nisa rasakan saat ini.
Kedua nya di landa kegugupan dan canggung satu sama lain. Umar bingung, harus mulai dari mana, sebab baru pertama kali dia sekamar dengan perempuan.
'' Eekkhhm....'' Dehem Umar, mencairkan rasa canggung nya.
Dan terbukti, Nisa menoleh ke arah nya.
'' Eum, Dek! Mas, mau nanya sesuatu?'' ucap Umar membuka pembicaraan, setelah 1 jam lebih kedua nya sama sama diam.
'' I-iya, ma-u bi-cara apa M-as?'' gugup Nisa.
'' Jangan gugup gitu dong? Santai aja! Rilex...'' ujar Umar, padahal saat inu dia juga sangat gugup.
'' I-iya Mas.'' jawab Nisa sambil menunduk malu.
'' Dek! Apa, Mas boleh meminta hak Mas, malam ini?'' ucap Umar dengan lirih.
Degh
Jantung Nisa berpacu dengan cepat, saat Umar meminta hak nya. Nisa menggigit bibir bawah nya dengan perasaan gugup yg teramat sangat.
'' Bagaimana Dek?'' tanya Umar lagi, karena Nisa masih dalam mode diam.
'' Eum, i-iya M-as bo-boleh...'' lirih Nisa namun sangat jelas terdengar oleh Umar.
'' Benarkah?'' ucap Umar memastikan.
Tak bisa dia pungkiri, ada rasa bahagia yg teramat sangat, saat Nisa menganggukan kepala nya.
'' Alhamdulillah.....'' ucap Umar
__ADS_1
Nisa hanya tersenyum sembari menunduk, dengan menggigit bibir bawah nya. Dia benar benar takut, gugup. Semua campur menjadi satu.
Umar mulai mendekat ke arah Nisa, dan dengan perlahan tangan nya menggapai jilbab yg Nisa pakai.
Dengan gerakan perlahan, Umar membuka jilbab Nisa. Membuat gadis itu semakin menunduk malu. Sebab baru pertama ini, dia membuka hijab nya di hadapan laki laki.
Umar tersenyum, saat melihat wajah malu malu Nisa. Kemudian tangan nya mengangkat dagu Nisa, agar menatap nya.
Pandangan mereka bertemu dan terkunci satu sama lain. Membuat gelenyar aneh, menjalar ke dalam tubuh mereka saat pandangan itu bertemu.
Umar semakin mebdekatkan wajah nya, hingga hidung mereka menempel satu sama lain. Kemudian Umar memiringkan wajah nya, dan mulai menempelkan bibir nya pada bibir lembut milik Nisa.
Melihat istrinya memejamkan mata, Umar memberanikan diri menghis*p dan melu**t bibir manis milik Nisa. Dan lama lama cium*n itu semakin panas dan menuntut.
Umar membaringkan tubuh Nisa secara perlahan, dengan bibir mereka yg saling berpaut satu sama lain. Hingga cium*n itu kini turun ke leher, dan membuat beberapa tanda kepemilikan Umar di sana.
Tangan nya semakin nackal, mencari sesuatu yg semua pria suka. Dan setelah mendapatkan nya, Umar meremas pelan semangka kembar Nisa, membuat wanita di bawah tubuh nya itu melenguh.
Eeuughhh
Dengan perlahan jari jemari Umar membuka kancing piyama Nisa, sehingga nampaklah semangka kembar milik Nisa yg masih terbungkus kain busa.
Nisa menutup semangka itu dengan kedua tangan nya, saat Umar menatap kagum dengan ludah yg susah payah dia telan.
'' Jangan malu! Hanya Mas, yg lihat.'' ucap Umar sambil membuka tangan Nisa, dan mulai menyerang Nisa dengan cium*n panas nya lagi.
Nisa pasrah, dia bahkan tak menyadari jika kain busa itu sudah terlepas dari badan nya. Nisa terlalu menikmati setiap sentuhan lembut dan memabukan dari Umar.
Sehingga Nisa tak menyadari jika saat ini kedua nya sudah tak memakai 1 helai benang pun.
Umar menatap tubuh polos Nisa, dengan tatapan penuh gairah.
'' Sungguh indah?'' gumam Umar, mampu di dengar oleh Nisa.
Tanpa aba aba, Umar langsung melahap semangka kembar di hadapan nya, yg begitu menantang ingin segera di lahap. Umar memainkan lidah nya dengan lembut, dan menggigit kecil hingga membuat Nisa mendesah.
Aahhhh
Eeuummm, Maasshhh
Umar yg mendengar itu, semakain liar. Dia mengikuti naluri nya sebagai laki laki, hingga saat singkong nya sudah bersiap menjebol gawang istrinya. Tiba tiba, Nisa menghentikan pinggul Umar.
'' Kenapa sayang?'' Heran Umar, sebab dia sudah tidak sabar.
__ADS_1
'' Pelan pelan ya Mas..'' pinta Nisa dengan wajah merah merona.
'' Kamu tenang saja! Mas, akan melakukan nya dengan lembut, hingga membuat kamu ketagihan dan melayang.'' bisik Umar di telinga Nisa, membuat gadis itu merasakan desiran di tubuh nya.
Dengan perlahan Umar mulai menjebol gawang Nisa, membuat wanita di bawah tubuh nya itu memejamkan mata dengan tangan mencengkram erat lengan Umar.
Srek
Umar merasakan aesuatu yg robek, sebelum ia berhasil menjebol gawang Nisa. Dan berbarengan dengan itu, Nisa menitikan air mata nya, menahan sakit dan perih di bagian inti nya.
Umar menyatukan bibir mereka, agar Nisa lebih rilex. Dia membiarkan dulu singkong nya di dalam sana, beradaptasi dengan kue apem milik Nisa.
Setelah di rasa Nisa mulai membaik, Umar mulai memompa tubuh nya dengan oerlahan. Awal nya Nisa meringis, namun lama kelamaan ringisan itu menjadi sebuah desah*n yg memabukan.
Aaahhhh
Aaaahhh, Maaaass
Hingga kamar itu pun penuh dengan suara cinta, dari penyatuan kedua manusia yg sedang di mabuk indahnya penyatuan dunia.
Setelah 2 jam, Umar merebahkan tubuh nya di samping Nisa. Lalu menarik selimut, untuk menutup tubub polos kedua nya.
'' Makasih ya sayang! Maaf, jika aku kurang perkasa?'' ucap Umar sambil mencium kening Nisa.
'' Kamu sangat perkasa, Mas! Aku sampai kualahan.'' jawab Nisa dengan wajah merona malu.
Cup
Umar mengecup singkat bibir Nisa.
'' Kita tidur, yuk! Kamu harus banyak tenaga. Sebab, kita akan sering membuat adonan, agar cepat jadi?'' goda Umar.
Nisa mencubit perut suaminya denga gmas, lalu mereka pun mulai memejamkan mata, menjemput alam mimpi. Karena jam sudah menunjukan pukul 2 pagi.
Aku senang, sebab Mas Umar lah yg mengambil pertama kali nya! Aku bangga, sebab aku bisa mempertahankan kesucian ku untuk suamiku. batin Nisa
Terimakasih ya allah, engkau sudah memberiku istri yg begitu cantik luar dalam! Dia mampu menjaga martabat nya sebagai wanita, sampai aku lah orang pertama yg mengambil nya? batin Umar
Kedua insan itu pun terlelap nyenyak, setelag melakukan pertempuran panas nan ganas, hingga keringat membanjiri tubuh kedua nya.
Bersambung.....
Uuuhh othor panas dingin euy😂suami mana nih suami😂Untung gak leklok tuh si Nisa😁
__ADS_1