Menjadi Yang Ketiga

Menjadi Yang Ketiga
Pov Raisya


__ADS_3

Happy Reading😘


Hari ini aku di tugaskan untuk pindah ke rumah sakit di indonesia, tepatnya di kota J. Aku sangat senang, sebab itu adalah kota kelahiran ku, dan aku sudah lama tak pulang ke sana semenjak orang tua ku pindah ke London sejak umur ku 15 tahun.


Aku masuk kedalam pesawat yg akan membawa ku ke indonesia, sungguh rasanya aku sudah tidak sabar ingin segera sampai di sana. Rasanya penerbangan selama 15 jam 40 menit, adalah waktu yg begitu lama.


Aku putuskan untuk tidur saja, sehingga waktu tak terasa. Aku memikirkan bagaimana nanti bertugas di sana, dan apa aku akan banyak teman kah. Sedangkan aku di sana tak punya teman sama sekali.


Sejak sekolah SMP di kota J. Di salah 1 sekolah ternama, aku tak pernah mempunyai teman. Sebab aku di kenal cupu dan kutu buku. Dulu penampilan ku sangatlah amat katro dan norak. Rambut di kepang dua dengan kacamata tebal yg selalu menghiasi wajahku.


Itu kenapa semua orang tak mau berteman dengan ku. Dan aku pun tak masalah Bagi ku sendiri itu menyenangkan. Pernah aku juga naksir sama kapten basket di sekolahku, namun saat ku nyatakan perasaan ku padanya, bukan sambutan baik atau bahkan balasan cinta yg ku terima. Namun adalah hinaan yg ku dapat.


'' Kak, Aldo. Aku suka sama kakak!'' ucapku dengan wajah menunduk malu di lapangan basket.


Semua murid yg ada di sana melihat ke arahku, lalu mereka tertawa terbahak bahak. Begitu pun dengan Aldo. Dia maju kedepan ku lalu memutari tubuh ku dengan senyum mengejek.


'' Heh, cewek Norak. Denger ya! Lo itu bukan tipe gw, Lo itu cupu, Norak, kutu buku lagi? Apalagi penampilan Lo, iiiiwwwhhh, gak banget! Lo bukan tipe gw sama sekali, Lo paham!


Sebaiknya Lo itu ngaca noh di kaca yg besar, lihat penampilan Lo! Apa Lo cantik atau nggak hahahaaaa......'' ledek nya.


Aku yg di hina seperti itu langsung berlari meninggalkan lapangan basket, dengan di iringi gelak tawa ledekan dari semua murid yg ada di sekolah.


Semua ledekan dan cemoohan semua murid waktu sekolah itu, tak pernah ku lupakan. Walaupun aku sudah pindah dan kejadian itu sudah 9 tahun yg lalu.


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


Akhirnya setelah menempuh perjalanan yg begitu panjang dan melelahkan, kini aku sudah sampai di negeri yg amat ku cinta dan ku rindukan selama ini. Aku keluar dari loby bandara dan merentangkan kedua tangan ku, dan menghirup udara tanah kelahiranku.


' I am Come Back Indonesia....' batinku teriak


Aku ingin teriak namun malu, jadi hanya bisa teriak dalam hati saja, wkwkwkw...


Aku tinggal di sebuah apartemen yg sudah ku sewa, rencana nya aku di pindah tugaskan selama 2 tahun oleh pihak rumah sakit di London.


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


Kini hari pertamaku kerja sudah mulai. Aku naik mobil menuju rumah sakit OMNI tempat baruku bertugas nanti.


Hari ini aku di tugaskan untuk menemani operasi, sebab dokter yg biasanya kata nya sedang cuti. Dan aku pun tak bisa menolak nya.


Aku masuk kedalam ruang operasi, dan berkenalan dengan suster suster disana. Hatiku sangat senang karena di terima dengan baik oleh mereka. Dan tak lama seorang dokter tampan masuk kedalam ruangan itu, aku pun berkenalan dengan nya.


Sesaat netraku terpaku, terpesona oleh ketampanan nya. Aku merasa jantungku berdebar kencang, saat menatap mata teduh nya.


' Sangat tampan seperti nama nya, Adam' batinku


Setelah operasi selesai, dia pun keluar dan aku segera menyusul nya. Aku memberhentikan nya dan berkenalan kembali, sebab tadi tak sempat berjabat tangan. Namun siapa sangka, dia tiba tiba memeluk tubuhku dengan erat. Dan menyebut 'Syifa.


Ada rasa sakit saat dia menyebutkan nama itu, namun segera aku kuasai diri ini. Dan setelah ku tanya ternyata wanita itu adalah almarhumah Istri nya.


Aku sangat terkejut saat mengetahui jika dia sudah pernah menikah. Tak heran sih, karena dia begitu tampan dan mapan. Setelah itu aku pergi ke ruangan ku, ada rasa senang saat mengetahui jika di seorang duda.


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


1 minggu sudah aku bekerja di sana, dan semakin hari aku dan Adam semakin dekat. Bahkan kami selalu makan siang bareng. Adam juga banyak cerita tentang kemiripan ku dengan almarhumah istrinya. Dan setelah ku amati poto nya, memang benar jika dia begitu mirip dengan wajahku.


Hingga karena keseringan kami bertemu dan sering makan siang bareng, aku tak bisa menahan rasa ini di hatiku. Aku semakin hari semakin kagum pada Adam. Mungkin lebih tepatnya aku mencintai nya pada pandangan pertama.


Aku sedang memeriksa beberapa pasien, dan saat aku selesai dan keluar dari ruangan pasien. Aku melihat Adam merangkul seorang wanita cantik berhijab yg sedang hamil. Aku sembunyi di balik tembok, dan melihat mereka berjalan ke arah ruangan dokter Citra, dokter kandungan.


' Siapa wanita itu? Bukan kah istrinya Adam sudah meninggal?' batinku penasaran.

__ADS_1


'' Sus..'' panggilku pada suster yg lewat.


''Iya dok, apa ada yg bisa saya bantu?'' jawab suster itu.


'' Sus, apa Dokter Adam mempunyai istri yg sedang hamil?'' tanya ku


'' Oh, iya dok! Dokter Adam mempunyai istri yg sedang hamil, dan setiap bulan selalu rutin periksa di sini? Emang nya kenapa ya Dok?''


'' E-eh, nggak papa Sus! Hanya penasaran saja.''


'' Baiklah, kalau begitu saya pamit dulu Dok!'' pamit suster itu. Aku mengangguk.


Ada rasa nyeri saat mengetahui jika Adam sudah mempunyai istri lagi. Tapi dia bilang kalau istrinya baru beberapa bulan meninggal, tapi melihat perut wanita tadi, sepertinya usia kehamilan nya sekitar 7 bulan.


'' Kalau benar iya memang mempunyai istri yg sedang hamil, maka aku harus berusaha melupakan nya, walaupun ku tahu jika itu menyakitkan!'' gumamku


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


Aku datang ke ruangan Adam untuk menanyakan perihal wanita hamil yg di bilang adalah istrinya itu.


'' Dam, apa benar jika kamu sudah mempunyai istri yg sedang hamil?'' tanya ku to the point


Adam sempat terkejut dengan pertanyaanku, wajah nya terlihat tegang. '' Ka-kamu tahu dari ma-na?'' tanya Adam gugup


''Aku melihat nya tadi pagi..'' jawab ku sambil mendudukan bokongku di kursi.


Adam menghela napas nya. '' Iya, sebenar nya aku punya istri 2. Dan istri keduaku sedang hamil.'' jawab nya


Sesaat aku terdiam, ada rasa ngilu yg kurasakan di hati ini. Aku berusaha legowo untuk menerima kenyataan jika cintaku hanya akan menjadi sebuah khayalan semata.


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


Hari demi hari ku lalui dengan kenyataan yg begitu pahit nan menyiksa. Aku selalu berusaha melupakan rasa ini untuk Adam. Namun semakin aku melupakan nya, maka rasa ini semakin kuat. Hingga aku menyerah dan berniat menyatakan perasaan ku pada nya.


Hingga hari ini pun tiba, dimana aku dan Adam pergi ke sebuah Mall yg terkenal di kota J itu. Aku memberanikan diri menggandeng lengan nya, dan ternyata Adam pun tak menolak. Kami berjalan dan bercanda bersama hingga tak terasa waktu sudah hampir jam makan siang.


Kami pun berjalan ke salah 1 restoran di lantai 5, dan disanalah awal mula aku di tampar pertama kali, dan di permalukan pertama kali dalam hidupku.


Aku menyatakan perasaan ku pada Adam, dan ternyata tak kuduga dan tak kusangka, ternyata Adam juga mempunyai rasa padaku. Dan aku juga bersedia menjadi istri keduanya, tepat nya ke tiga. Bqgiku itu tak masalah, yg pwnting aku bisa selalu bersama Adam.


Hingga saat kami sedang membahas pernikahan kami nanti, tiba tiba ada yg memanggil Adam dan langsung melayangkan pukulan tepat di wajah dan perut Adam saat dia berbalik.


Aku sempat terkejut saat netra ini menatap istri muda nya Adam yg sedang duduk di belakang kami, dengan air mata yg sudah menetes. Aku membantu Adam berdiri dan melerai nya. Namun laki laki yg tak ku tahu nama nya itu, memarahi Adam dan memukul Adam kembali.


Hingga beberapa saat kemudian, istri muda Adam berdiri dan berjalan ke arah kami. Ada rasa takut terselip di hati ini, namun segera ku tepis. Dia maju dan langsung menamparku dan Adam.


Dia juga mengatakan jika akan menggugat Adam. Ada rasa sakit saat melihat Adam begitu mencintai Wanita itu. Hingga saat dia pergi Adam mengejarnya bahkan mencampakan aku.


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


Esok nya aku berangkat ke rumah sakit dengan hati yg begitu terluka. Dimana Adam kemarin mencampakan ku, dan memilih mengejar istri nya. Saat aku berjalan di lorong rumah sakit, aku melihat Adam masuk keruangan nya.


Aku pun segera berjalan masuk kedalam ruangan Adam. '' Dam..'' panggilku.


Adam menoleh dengan wajah kusut nya. aku dapat melihat kantung mata di bawah mata nya . ' Sepertinya di kurang tidur?' batinku


'' Dam, ada apa? Kenapa wajah mu begitu---''


'' Hawa pergi.'' ucap nya dengan wajah sendu


'' Maksudnya?'' heran ku

__ADS_1


Adam menatapku. '' Hawa pergi Sya! Dia meninggalkan ku! Dia pergi....'' ujar nya dengan air mata yg mulai jatuh.


Aku kasihan melihat nya seperti itu. Lalu aku pun segera memeluk tubub Adam. Dia menangis tersedu di pelukan ku. Namun hatiku jauh lebih sakit, saat melihat begitu dalam nya cinta Adam pada wanita itu.


'' Apa kamu mencintainya?'' tanyaku


'' Sangat, aku sangat mencintainya! Bahkan melebihi diriku..'' jawab nya


Jleb


Aku merasakan hati ini bagai di tusuk pedang yg begitu tajam. Sakit! Itulah yg kurasakan saat ini, hancur. Tentu sangat hancur. Tapi ku coba kuat dan tegar di hadapan nya.


'' Maafkan aku Sya, sepertinya aku tak bisa menikah dengan mu! Aku tahu jika selama ini hubungan kita salah Sya! Aku sudah menyakitinya? Aku pria jahat. Aku jahat... Maafkan aku Sya, aku tak bisa..'' ucap Nya


Aku menatap manik mata Adam, dan dia hanya menundukan wajah nya. Aku tahu pasti ini akan terjadi, namun ternyata jauh lebih menyakitkan dari bayangan semata.


'' Aku paham...'' jawab ku singkat, lalu langsung berlari ke luar dari ruangan Adam dan menuju ruangan ku.


Saat sampai di ruangan ku, aku menangis tersedu sedu, hatiku sangat sakit. Sakit banget, namun ku berusaha kuat. '' Aku harus menerima keputusan Adam.'' gumam ku


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


Hingga 1 bulan sudah sejak kejadian di restoran, Adam masih saja terlihat murung. Dia tak lagi ceria seperti yg pertama kali aku bertemu dengan nya. Bahkan tubuh nya semakin kurus.


Aku tahu jika Adam selalu memikirkan Hawa, istri nya. Dia bahkan setiap hari selalu mencari istrinya, namun tal jua ketemu. Sebenar nya ada rasa iba saat melihat Adam begitu terpukul dan tersiksa dengan di tinggal oleh Hawa.


Aku juga selalu menemani nya mencari Hawa, namun Hawa hilang tanpa jejak bagai di telan bumi. Hingga setelah hampir 2 bulan kami mencarinya tiba tiba Adam mendapat telpon saat kami sedang di jalan mencari Hawa.


Adam mengatakan jika Hawa sudah ketemu dan sudah melahirkan. Aku ikut senang saat melihat wajah bahagia Adam. Namun juga ada rasa sakit dan takut. Aku takut tak akan siap jika Adam akan kembali lagi bersama Hawa nanti.


Adam berencana akan ke Surabaya melihat Hawa dan Anak nya yg baru lahir. Aku pun ikut kesana untuk meminta maaf sekaligus berpamitan pada Hawa. Aku sadar jika Adam sebenar nya tak mencintaiku, dia hanya nyaman saja karena wajahku mirip dengan istri pertama nya.


Aku tak menyangka. Ku pikir saat Adam dan hawa bertemu mereka akan kembali bersama, apalagi saat ini ada anak di antara mereka. Namun ternyata aku salah, Hawa masih teguh pada pendirian nya. Dia akan tetap pusah dengan Adam.


Namun aku lebih tak menyangka, saat Hawa bilang dia memaafkan ku yg sudah membuat rumah tangga nya hancur. Ada rasa bersalah dan sesal saat aku melihat ketulusan Hawa, apalagi saat mendengar kata kata bijak nya dengan sebuah hadist. Sungguh wanita yg begitu sempurna.


Sempurna dalam ahklak dan juga Agama. Tekadku semakin bulat untuk pergi ke London. Aku memang sudah mengajukan pengajuan kembali ke London pada atasanku, dari 2 minggu yg lalu. Aku ingin melupakan semua kenangan bersama Adam.


Aku berharap dengan kepergianku, Adam dan Hawa bisa bersama lagi. Aku gak mau jika sampai anak mereka harus tumbuh tanpa kasih sayang yg lengkap. Namun hatiku semakin merasa bersalah yg begitu dalam, saat Hawa menolak kembali pada Adam.


Dan saat perjalanan ke kota J pun, Adam tak banyak bicara. Dia diam saja dengan pikiranya.


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


Aku sudah berada di bandara dengan di antar Adam untuk terakhir kali nya.


'' Sya, apa kamu yakin mau pindah lagi?'' tanya Adam


Aku mengangguk mantap. '' Iya Dam! Maafkan aku, jika karena aku, rumah tanggamu dan Hawa jadi hancur. Aku menyesal...'' lirihku


'' Iya Sya, gak papa! Aku juga salah, dan aku pun ikut andil. Kamu jaga diri baik baik di sana ya!''


'' Aku pamit...'' ucapku sambil menarik koperku


Sejenak langkahku terhenti, lalu berbalik menatap Adam yg masih berdiri di tempat nya. Aku tersenyum, dan di balas oleh nya. Lalu melangkah kan kaki ku kembali menuju pesawat yg akan membawaku meninggalkan negara tercinta, yg penuh dengan kenangan manis nan pahit.


Aku duduk di pojok di pinggir jendela.


Selamat jalan indonesia. Selamat tinggal kenangan. Selamat tinggal cinta. Selamat tinggal Adam. Dan selamat tinggal luka. Aku berharap aku bisa menemukan kebahagiaan ku suatu saat nanti. Ku berharap Adam dan Hawa akan bersatu kembali....


Pesawat pun lepas landas meninggalkan, semua kenangan yg Raisya alami dan rasakan selama 3 bulan ini.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2