Menjadi Yang Ketiga

Menjadi Yang Ketiga
Kecelakaan


__ADS_3

Happy Reading😘😘


Pagi ini Hawa bangun dengan badan pegal, dan seperti remuk saja seluruh tulang nya. Hawa mengerjapkan mata nya berkali kali, sambil menguap kecil. Dia menatap kamar nya yg begitu indah di hias bunga bunga.


Pikiran nya seketika teringat akan malam indah dimana ia dan Ikbal menyatukan tubuh mereka. Pipi Hawa seketika memanas malu, dia terbayang bagaimana kuat dan gagah nya Ikbal semalam, saat menggauli dirinya.


'' Mikirin apa sayang? Apa mau lagi?'' gida Ikbal.


Hawa terperanjat kaget, saat mendapati Ikbal tengah menatap dirinya.


'' Kak, eh, maksudku Mas, kamu bangun kapan?''


'' Sejak tadi, sejak kamu melamun, sampai pipimu merah merona!" goda Ikbal lagi.


Hawa semakin merona malu. '' Iiissh, apaan sih Mas." ucap Hawa dengan malu, lalu menyembunyikan wajah nya di dada bidang Ikbal.


'' Kenapa malu, sayang? Aku sudah lihat semuanya?'' ujar Ikbal ssmakin menggoda Hawa.


Ikbal merasa senang saat menggoda istrinya itu, apalagi saat melihat wajah merah merona Hawa. Membuat Ikbal begitu gemas, dan ingin sekali mencium nya.


'' Udah dong, jangan godain aku terus! Aku malu Mas...'' rengek Hawa. '' Mending sekarang kita shalat, yuk!'' ajak Hawa lagi.


Ikbal tersenyum lalu mengecup pucuk kepala Hawa. '' Ayo, tapi aku minta sesuatu boleh?''


'' Apa?'' tanya Hawa dengan dada berdebar.


'' Aku mau, 1 kali lagi ya!'' pinta Ikbal dengan berbisik di telinga Hawa.


Degh


Dada Hawa kian berdebar kuat, dia menatap mata Ikbal yg sudah terbalut kabut gairah. Kemudian Hawa mengangguk, dia tak mau menolak keinginan suami nya, karena Hawa tak mau mendapatkan dosa.


Akhirnya pagi itu pun mereka lewati dengan olahraga pagi, yg mampu mebuat diri mereka banjir oleh peluh.


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


Saat ini Hawa sedang menyiapkan sarapan untuk Ikbal suami nya. Semua orang yg ada di ruang tengah terkekeh kecil saat melihat mata panda Hawa.


'' Ekhm, Wa! Semalam kurang tidur ya? Pasti Ikbal sangat ganas ya?'' goda Nisa tanpa di saring dulu.


Plak


Umar menepuk lengan Nisa, membuat Nisa mendelik tajam pada pria itu.


'' Eh, anak kecil kalau ngomong itu di saring dulu! Jangan asal nyeplos aja!'' ketus Umar.


'' Lah, kan aku cuma nebak?'' ketus Nisa


'' Sudah, sudah! Kamu juga Nis, wajar saja kalau Ikbal ganas? Kan baru pertama!'' timpal Ummi semakin membuat Hawa malu dan tertunduk.

__ADS_1


'' Ummi, nak Nisa. Sudah ya! Jangan memggoda Hawa seperti itu! Kasihan tuh, Hawa nya malu...'' ujar Abi.


Kemudian semua orang pun memakan sarapan nya. Sedangkan Hawa hanya bisa menunduk dari tadi, dia begitu malu dengan godaan Nisa.


' Nisa ini, bener bener deh? Gimana gak bergadang? Semalam Mas Ikbal hebat banget?' batin Hawa sambil melirik suami tampan nya.


Selesai sarapan Hawa menelpon Adam, namun tak kunjung di angkat. Dia semakin cemas saat Adam tak mengabari nya. Hawa benar benar tak tenang, saat tak mendengar suara Alwi.


'' Lagi apa sayang?'' tanya Ikbal saat melihat Istrinya terus mondar mandir di kamar.


'' Ini Mas, aku cemas sama Alwi. Kenapa Bang Adam belum mengabari aku ya? Aku benar benar cemas, Mas.'' ucap Hawa dengan wajah khawatir.


'' Ya sudah, coba kamu telpon sekali lagi.'' usul Ikbal.


Hawa pun kembali menelpon Adam, tak lama akhirnya telpon pun tersambung.


Hawa. ''Hallo, assalamu'alaikum Bang. Bang, bagaimana keadaan Alwi? Aku khawatir sama Alwi Bang! Alwi baik baik saja kan?'' tanya Hawa dengan sederet pertanyaan.


'' Sayang, 1 1 dong nanya nya!'' ujar Ikbal sambil terkekeh kecil.


Sedangkan di sebrang telpon sana, Adam pun tak jauh beda dengan Ikbal. Dia juga terkekeh saat mendengar sederet pertanyaaan dari Hawa.


Adam. '' Wa'alaikumussallam, Iya Wa! Alwi baik baik saja, kok! Maaf, tadi aku lagi mandiin Alwi, jadi gak denger kamu telpon!''


Hawa. '' Eum, begitu! Syukuralhamdulillah. Oh, ya Bang! Kapan Alwi di bawa pulang Bang?''


Adam. '' Iya, ini rencana aku mau antar Alwi, pulang. Paling sekitar 30 menit aku sudah sampai,di sana.''


Adam. '' Wa'alaikumussallam...''


Telpon pun terputus.. Hawa bisa bernapas lega saat mendengar Alwi baik baik saja..Karena entah kenapa perasaan nya begitu cemas. Dia juga merasakan dada nya sakit dari semalam, entah karena apa, Hawa pun tak tahu.


''Gimana sayang?'' tanya Ikbal sambil melingkarkan tangan nya di pinggang Hawa.


'' Alhamdulillah, Alwi baik baik saja Mas!''


'' Tuh, kan. Itu hanya perasaan kamu saja sayang.'' ujar Ikbal.


Hawa tersenyum lalu mengangguk, tapi tidak dengan hatinya.


Kenapa hatiku sangat cemas ya allah, semoga ini bukan pertanda buruk! Lindungilah selalu, anaku dimana pun dia berada.


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


Di tempat lain, di sebuah hotel bintang 4. Adam sudah bersiap untuk mengantar Alwi pulang bersama Raisya. Setelah semua siap, Raisya menggendong Alwi menuju mobil Adam.


Lalu mereka pun masuk kedalam mobil, dan dengan perlahan mobil meninggalkan hotel itu. Adam memang sengaja membawa mobil dengan pelan, dia ingin menikmati waktu yg tersisa dengan anak nya sebelum kembali ke jakarta.


Sepanjang perjalanan Adam terus mengoceh mengajak ngobrol anak nya. Hatinya begitu senang saat melihat Alwi tertawa riang.

__ADS_1


' Andai saja dulu, aku tidak menyakiti Hawa. Mungkin saat ini, kami menjadi keluarga yg bahagia?' batin Adam dengan sesal di hati nya.


Pikiran nya menerawang jauh, dimana Hawa kecewa dan pergi meninggalkan nya. Dimana Adam beberapa kali menghianati Hawa. Seharusnya Adam bisa menahan Iman nya, saat dia bertemu dengan Raisya.


Adam tak sadar jika dia menyetir mobil dalam keadaan melamun, hingga...


'' Adam, awaaaassss....'' teriak Raisya saat melihat truk bermuatan pasir menyebrang dari arah samping.


Adam tersadar, tapi naas dia tak bisa menghindar lagi hingga kecelakaan pun tak bisa terhindarkan.


Aaaaaaaaaaaaaa


Braaak Duaar


Mobil Adam terguling beberpa kali, saat bertabrakan dengan truk tersebut. Sedangkan truk itu juga, terguling ke samping.


Semua orang yg ada di sana berhamburan keluar dari kendaraan, untuk menolong para korban. Adam dan Raisya sudah pingsan di tempat, tak lama ambulan datang dan mulai mengepekuasi para korban, termasuk Adam, Raisya dan Alwi.


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


Praaang


Hawa yg sedang mencuci piring seketika merasakan sakit di dada nya, dan akhirnya gelas yg ada di genggaman nya jatuh hingga pecah.


Semua orang yg ada di ruang tengah tergopoh gopoh masuk ke dapur. Mereka terkejut, saat melihat Hawa berjongkok sambil dan memegangi dada nya.


'' Sayang, kamu kenapa?'' tanya Ikbal dengan raut wajah cemas.


Hawa memandang wajah suaminya, lalu dia menggeleng lemah. ''Aku gak tahu, Mas? Tiba tiba dadaku sakit, dan aku sangat mencemaskan Alwi!'' ujar Hawa


'' Sayang, itu hanya perasaan kamu saja! Kamu kan denger tadi, kalau Adam lagi di jalan antar Alwi kesini?'' ucap Ikbal menenangkan Hawa.


'' Nggak, Mas. Aku gak tahu kenapa, dadaku terasa sesak dari kemarin? Aku juga mencemaskan Alwi.'' kekeuh Hawa


'' Nak, mungkin kamu terlalu merindukan Alwi?Kamu kan gak biasa jauh dari nya?'' timpal Ibu, dan langsung di balas anggukan oleh Ikbal dan yg lain.


'' Iya, Nak. Kita do'akan saja, supaya Alwi dan Adam selamatsampai sini...'' ujar Ummi


Hawa mengangguk, Lalu Ikbal membawa Hawa duduk di kursi, dan memberinya air putih. Hawa yakin jika perasaan dan firasat nya gak salah. Dia bisamerasakan sesuatu Hal telah terjadi pada Alwi.


Kemudian Hawa mengeluarkan ponsel nya di saku gamis, lalu menelpon Adam berkali kali,namun nihil, nomor Adam malah tidak aktip, dan itu membuat Hawa semakin cemas. Kemudian dia menelpon Raisya, namun sayang, nomorRaisya juga tidak aktip.


'' Mas, Nomor Bang Adam dan Raisya gak atip, Mas! Aku takut, jika terjadi sesuatu sama Alwi?'' ucap Hawa


Kini semua orang pun tak bisa menyembunyikan raut wajah cemas nya juga. Mereka tahu jika ikatan ibu dan anak itu sangatlah kuat. Dan bisa saja firasat Hawa benar adanya..


'' Kita berdo'a ya, supaya Alwi selalu dalam lindungan Allah....'' ucap Abi


Lalu mereka pun berdoa bersama sama.

__ADS_1


' Ya allah, jagalah anaku dimana dia berada. Lindungilah ia ya Allah!' batin Hawa


Bersambung........


__ADS_2