Menjadi Yang Ketiga

Menjadi Yang Ketiga
Mengungkap Status


__ADS_3

Happy Reading😘


Assalamu'alaikum🙏Adam dan Hawa, serta pemain visual di cerita MENJADI YANG KETIGA


Mengucapkan selamat idul Fitri😍Minal aidzin walfaidzin🙏Mohon maaf lahir batin😊Terus dukung othor ya😉agar terus berkarya


Adam menghela napas nya dengan panjang. Kaki nya lemas seketika, saat mengetahui jika saat ini kondisi Syifa benar benar buruk. Tubuh nya terduduk di kursi dengan kepala menunduk di lengan Syifa.


Air mata Adam tak terbendung lagi. Dia menangis sedih, saat mengetahui jika pengobatan nya selama ini tak membuahkan hasil bagi Istrinya. Adam merasa tak becus menjadi suami.


Walaupun Adam tak mencintai Syifa, tapi walau bagaimana pun Syifa adalah Istri nya. Wanita yang di nikahi nya. Dan menjadi tanggung jawab nya sekarang.


Melihat Syifa sekarat, membuat Adam sedih. Dia merasa belum bisa membahagiakan Syifa selama pernikahan nya selama ini. Adam tahu, jika Adam bukanlah suami yang baik untuk Syifa.


Tapi Adam selalu mencoba dan berusaha menjadi suami yang baik untuk Syifa. Dengan memberinya perhatian dan kasih sayang. Walaupun dia tak bisa mencintai nya.


'' Mas! Kenapa menangis?'' tanya Syifa lemah.


Dia mengusap kepala Adam yang berada di tangan kanan nya. Syifa bisa merasakan jika saat ini Adam sedang menangis, sebab air mata nya basah di tangan Syifa.


Adam mengusap air mata nya, melihat istri cantik yang begitu lemah.


'' Aku sedih Fa, karena aky belum bisa membahagiakan mu! Aku belum bisa, menjadi suami yang baik untuk mu.'' ujar Adam


Syifa tersenyum, mendengar penjelasan Adam suaminya.


'' Mas, aku bahagia bersama kamu! Aku selalu bahagia, di setiap waktuku bersama dengan mu. Aku bersyukur, Allah mempertemukan kita, dan mempersatukan kita. Walaupun ku tahu, jika hatimu tak ku miliki. Tapi, bagiku dengan kamu ada di sisi ku dan menyayangiku saja, sudah membuat ku sangat bahagia Mas!


Kamu tahu, di setiap sujudku. Aku selalu berdo'a pada sang pencipta. Agar kelak, saat di akhirat nanti, aku, kamu dan Hawa bisa di satukan di Syurga nya allah. Aku berdo'a agar kita selalu bahagia.


Aku juga selalu berdo'a agar Hawa dan calon anak nya selalu sehat sampai lahiran nanti.'' jelas Syifa, dengan suara lemah nya.


Adam semakin menangis deras. Mendengar ucaoan Syifa. Sungguh dia sangat bodoh, sebab dia tak bisa mencintai wanita sebaik Syifa. Padahal Adam sudah membuka hatinya selama ini untuk Syifa, tapi entah kenapa Adam masih tak bisa mencintai nya.


******


''Nis, bagaimana ya keadaan Mba Syifa? Aku benar benar khawatir banget loh?'' ujar Hawa saat duduk di sofa bersama Nisa.

__ADS_1


'' Entahlah Wa! Aku juga tak tahu, coba kau telpon Adam Wa, buat memastikan keadaan Syifa?'' Usul Nisa.


Hawa mengangguk, lalu mengeluarkan ponsel nya. '' Hallo, assalmua'laikum Bang! Bagaimana keadaan Mba Syifa Bang?'' tanya Hawa, saat telpon tersambung.


'' Wa'alaikumussallam, keadaan nya sangat lemah Sayang! Syifa perlu di rawat. Jadi maaf ya, Abang malam ini kayaknya gak pulang kerumah kamu dulu.''


'' Iya gak apa apa Bang, lagian kan Mba Syifa lebih butuh kamu saat ini. Aku mah ada Nisa ini Bang.'' jelas Hawa.


'' Iya sayang, kamu hati hati di rumah. Kalau ada apa apa kamu hubungi Abang ya!'' pesan Adam.


'' Iya Bang.'' Telpon pun terputus.


Hawa menyenderkan kepala nya pada sandaran Sofa. Dia benar benar cemas dengan keadaan Kakak madunya.


'' Wa, are you okey?'' tanya Nisa


Hawa melirik kearah Nisa, lalu kembali menatap langit langit rumah nya. '' Aku kasihan pada Mba Syifa Nis, dia wanita baik. Dia wanita salihah. Tapi kenapa allah mengujinya dengan penyakit yang begitu berat. Aku paham dan aku tahu, jika orang yang iman nya kuat, maka allah akan menguji nya. Jika manusia semakin dekat kepada allah, semakin menguatkan iman nya, semakin menebalkan iman nya. Maka, allah akan menambah ujian nya.


Aku tahu, jika allah sayang pada hambanya, maka ia akan menguji hamba nya. Sehingga bisa melihat ketegaran dan kesabaran hamba hamba nya, yang beriman dan bertaqwa pada nya. Aku tahu, jika allah tak akan menguji hamba hamba nya, di luar batas kemampuan kita. Tapi, aku benar benar salut pada nya Nis, sebab ia tak pernah mengeluh tentang penyakit nya.'' ujar Hawa dengan sendu.


Sore ini Hawa dan Nisa memasak makanan untuk di bawa ke rumah sakit. Hawa tadinya ingin mengantarkan nya langsung kerumah sakit, tapi Adam melarang nya. Sebab sekarang rumah sakit nya, mempunyai aturan baru.


'' Alhamdulillah, sudah siap Nis.'' ucap Hawa, saat memasukan masakan nya ke dalam rantang.


Kemudian Hawa memesan grab expres, untuk membawa makanan itu ke rumah sakit. Bahkan Hawa juga sudah memberitahu Adam, jika dia sudah mengirimkan makanan untuk Syifa dan Adam.


Setelah selesai, Hawa masuk kedalam kamar nya. Lalu berlalu ke kamar mandi, untuk membersihkan diri.


Pagi ini Hawa sedang melakukan jalan pagi, di sekitar komplek rumah nya. Dia ingin lahiran nanti normal, dan kaki nya tak bengkak. Lagipun udara pagi lebih segar di hirup oleh paru paru.


Sayuuuurr Sayyuuurr.


Hawa yang baru saja masuk kedalam gerbang. Tiba tiba tak jadi masuk, dia langsung berbalik dan membeli sayur.


'' Pagi Mba Hawa!'' sapa ibu ibu yang mulai berdatangan untuk membeli sayur.


'' Pagi ibu ibu.'' jawab Hawa sambil tersenyum manis.

__ADS_1


'' Mbak Hawa mau masak apa?'' tanya Ibu Meli.


'' Saya mau masak, kentang balado sama cumi saus tiram Buk. Dan mau bikin kredok buk. Lagi pengen!''


'' Wah, kayak nya Mba Hawa lagi ngidam nih?'' ujar Bu Meli.


Hawa hanya tersenyum. Sedangkan Ibu ibu yang lain menganggukan kepala nya.


'' Oya Mba Hawa, perempuan berhijab Syar'i yang suka datang ke rumah itu siapa?'' kepo salah satu tetangga depan rumah Hawa.


'' Yang mana Buk?'' bingung Hawa.


'' Itu Mba, yang pakai gamis jumbo dan jilbab Syar'i. Kayak nya sering banget kesini?'' kepo nya lagi.


'' Oh itu, dia, dia Kakak madu saya Buk!'' jujur Hawa.


Semua orang yang ada di gerobaksayur itu terkejut. Mereka menatap Hawa dengan tatapan penasaran.


'' Kakak madu? Maksud Mba Hawa, Mba itu istri kedua?'' kaget bu Meli dengan raut wajah syok nya.


Hawa mengangguk cepat. Membuat semua orang menganga tak menyangka. Tapi Hawa cuek saja, dia tak mau membohongi status nya. Karena bagi dia, tidak ada yang salah.


'' Kok Mba mau sih, jadi istri kedua?'' Tanya Buk Bayan.


'' Saya awalnya tak tahu Buk, jika saya istri kedua. Tapi, setelah menikah saya baru mengetahui nya. Ya, mau gimana lagi Buk! Semua sudah takdir ilahi, saya hanya menjalani.'' tutur Hawa.


'' Tapi Mba, apa istrinya kesini karena mengancam Mba?'' tanya Bu Meli dengan kepo.


Hawa tertawa renyah. '' Tidak Buk! Bahkan saya dan Kakak madu saya, sangat akrab. Kami bagaikan adik dan Kakak. Karena kami sudah berjanji akan hidup rukun.'' jelas Hawa


'' Ya sudah ibu ibu, saya pamit dulu! Assalamua'laikum.'' pamit Hawa


'' Wa'alaikumussallam.'' jawab mereka serempak.


Semua orang masih menatap Hawa dengan tatapan tak percaya, Hawa yang terkenal baik ternyata mempunyai madu. Tapi mereka tak mau soudzon dahulu, sebab mereka juga tak tahu duduk permasalahan nya dimana.


Bersambung....

__ADS_1


JANGAN LUPA JEJAK NYA GUYS😘


__ADS_2