Menjadi Yang Ketiga

Menjadi Yang Ketiga
Saran Ummi


__ADS_3

Happy Reading😗


Siang ini Hawa berencana akan kerumah Ummi untuk mengantarkan makanan, kebetulan ia tadi bersama Bik Surti memasak rendang. Dan itu makanan kesukaan Ummi nya Syifa.


Sebenar nya Hawa kesana bukan hanya untuk mengantarkan makanan untuk Ummi nya Syifa saja, tapi Hawa juga igin meminta saran soal masalah Bi Rahma. Karena Hawa tahu jika Ummi, adalah Kakak kandung Bi Rahma.


Hawa pun mengeluarkan ponsel nya, dan mengirim pesan pada Adam untuk meminta izin dari suaminya itu.


[ Assalamu'alaikum Bang, aku izin kerumah Ummi ya! Mau nganter masakan buat Ummi, sekaligus mau hibur Ummi. Takut nya Ummi masih terpukul.] Hawa


Tak berapa lama, pesan pun di balas oleh Adam.


Ting


[ Wa'alaikumussallam. Iya sayang, Abang izinin! Tapi kamu kesana sama siapa?] Adam.


[ Aku sudah pesen gojek online Bang!] Hawa.


[ Ya sudah, kamu hati hati ya! ] Adam.


[ Iya Bang. ] Hawa.


Hawa kembali memasukan ponsel nya ke tas selempang yg dia bawa. Kemudian Bik Surti datang dengan 1 rantang di tangan nya. Hawa mengambil rantang itu.


Tin Tin


Suara mobil terdengar di teras rumah Hawa. Kemudian Hawa melangkah ke luar dan masuk kedalam mobil, setelah menitipkan rumah pada Bik Surti.


'' Sesuai aplikasi Ya pak!'' ucap Hawa pada supir di depan nya.


'' Baik Buk.'' jawab supir itu.


30 menit mobil pun sampai di kediaman Ummi dan Abi nya Syifa. Hawa turun lalu melangkah ke arah pagar rumah. Hawa memencet bel yg ada di sebelah pagar itu.


Tak lama pagar pun terbuka, dan ternyata Ikbal yg membuka pagar. Ikbal terlihat terkejut saat melihat Hawa datang kerumah orang tua nya.


'' Hawa....'' kaget Ikbal

__ADS_1


'' Assalamu'alaikum Kak!'' ucap Hawa.


'' Wa'alikumussallam. Kamu tumben kesini?'' tanya Ikbal sambil melihat rantang di tangan Hawa.


'' Em, iya Kak! Aku mau antar rendang buat Ummi.'' ujar Hawa


Ikbal melirik kembali ke arah rantang, lalu membukakan pagar untuk Hawa, dan mempersialahkan nya untuk masuk kedalam rumah.


Setelah sampai di ruang tamu, Ikbal menyuruh Hawa untuk duduk dan Ikbal akan memanggil Ummi nya. Hawa mengangguk dan duduk di sofa.


Mata Hawa menatap seluruh isi di dalam rumah itu, tapi sayang Hanya ada 1 poto keluarga Ummi. Dan tak ada lagi Foto setelah itu, dan hanya banyak kaligrafi arab di dinding.


Hawa mengerutkan kening nya, dia heran sebab biasanya setiap rumah pasti banyak memajang poto di dinding, tapi beda dengan rumah kedua almarhumah Syifa, hanya 1 foto di ruang tamu. Walaupun Hawa tak tahu jika di dalam kamar ada atau tidak.


'' Nak, kamu datang?'' ujar Ummi yg baru saja datang keruang tamu bersama Ikbal.


'' Ummi..'' Hawa mencium takzim tangan wanita muslimah itu.


'' Ini Mi, aku mau antar rendang buat Ummi. Kata Bang Adam, Ummi suka rendang.''


'' Waaah, alhamdulillah. Makasih Nak, ini pasti enak.'' seru Ummi dengan wajah bahagia.


'' Kamu tadi lihatin apa Nak? Kok kayak bingung gitu?'' tanya Ummi saat tadi melihat Hawa, terlihat memindai setiap sudut ruangan dengan tatapan nya.


'' Oh, itu Ummi. Aku agak bingung Mi! Biasanya kan di setiap rumah itu ada banyak foto keluarga? Tapi aku lihat, di sini hanya ada satu? Dan malah yg banyak kaligrafi arab?'' bingung Hawa dengan senyum manis nya.


Ikbal sempat terpesona oleh senyum manis Hawa. Dia sempat terpaku sejenak, tapi seketika dia sadar.


Astagfirrullah, inget Bal dia itu istri orang! Dia istri dari adik ipar mu, dan madu dari adikmu. Astagfirrullah, kenapa senyum dia begitu manis?


Ikbal kemudian memalingkan wajah nya, menatap kearah lain agar tak menatap wajah Hawa.


'' Tidak apa Nak, hanya untuk menghindari sesuatu saja!'' ujar Ummi


''Sesuatu apa Ummi?'' heran Hawa


'' Gambar yang berbentuk, yang bernyawa maka haram. Sebab diancam oleh nabi nanti dihari kiamat disuruh meniupkan ruhnya. Jadi dihukum oleh Allah," jelas Ummi

__ADS_1


'' Ya walaupun, banyak beberapa ulama yg mengatakan ada yg halal, dan ada yg haram. Tapi ada baiknya kita menghidari apa yg di larang Allah. Itu kenapa Ummi hanya memajang 1 saja, dan lebih memperbanyak kaligrafi arab.'' sambung Ummi lagi.


Hawa menganggukan kepala nya, tanda mengerti dengan penjelasan Ummi.


'' Eum, oh ya Ummi. Sebenarnya aku kesini bukan hanya karena mau mengantar rendang buat Ummi, tapi aku kesini juga mau minta saran dan pendapat Ummi.'' tutur Hawa


'' Apa itu Nak?''


'' Begini Ummi, aku berencana akan meminta pada Bang Adam untuk mencabut laporan pada Bi Rahma!'' jelas Hawa


Ummi sedikit terkejut saat mendengar penuturan Hawa, ia memandang Hawa dengan dahi mengeryit heran.


'' Kenapa Nak? Bukan nya Bi Rahma, sudah mencelakai kamu?'' heran Ummi


'' Benar Ummi, tapi Hawa sudah memaafkan Bi Rahma! Lagipula Bi Rahma, sudah menyadari kesalahan nya dan sudah bertaubat pada Allah Mi!'' jelas Hawa.


'' Apa kamu yakin?'' tanya Ummi meyakinkan ucapan Hawa.


Hawa mengangguk dengan cepat, lalu menjelaskan pertemuan nya kemarin dengan Bi Rahma. Terlihat raut wajah terkejut di antara Ummi dan Ikbal, mereka menatap 1 sama lain. Seakan tak percaya karena Bi Rahma sudah menyadari kesalahan nya.


'' Menurut Ummi bagaimana?'' tanya Hawa setelah selesai menjelaskan pada Ummi.


'' Ya, kalau menurut Ummi sih terserah sama kamu Nak! Sebab yg di celakai adalah kamu, yg di rugikan adalah kamu. Jadi Ummi akan mendukung, apapun keputusan kamu? Lagiapun Adik Ummi, hanya salah paham kan?'' tutur Ummi.


Ummi dan semua orang memang sudah tahu masalah antara Bi Rahma, dengan ibunya Hawa. Sebab kemarin saat makan malam, Ibu Hawa menceritakan masalah nya dengan Bi Rahma dulu saat masih muda.


'' Nanti coba aku akan bicara sama Bang Adam Mi. Aku hanya gak mau menanam dendam pada hati seseorang! Apalagi orang itu sudah menyadari kesalahan nya.''


'' Ya, kalau menurut aku sih salah gak salah Wa! Soal nya Bi Rahma, memang sudah keterlaluan sama kamu.Ya walaupun, setiap manusia itu tempat nya salah dan dosa! Tentu gak ada manusia yg suci, karena manusia yg suci hanya satu, yaitu Nabi Muhammad SAW. Dan kesucian yg sempurna itu hanya milik Allah ta'ala.'' timpal Ikbal angkat bicara.


Hawa mengangguk setuju dengan ucapan Ikbal.


Sementara itu, Ikbal semakin terkagum kagum dengan pribadi Hawa. Wanita salihah yg paham agama, dan mempunyai hati yg begitu lembut dan suci. Zaman sekarang banyak manusia yg tak bisa memaafkan sesama, walaupun itu adalah saudara nya sendiri.


Banyak manusia yg sudah terbutakan oleh kenikmatan dunia. Dan banyak pula manusia yg hati nya di penuhi oleh amarah dan dendam, sehingga sangat sulit untuk memaafkan sesama. Karena hati mereka sudah tertutupi oleh penyakit kebencian, dan kurang nya merasakan nikmat memaafkan dan berdamai dengan saudara muslim.


Setelah meminta saran dan masukan dari Ummi, Hawa pamit pulang kerumah, sebab jam juga sudah menunjukan pukul 3 sore. Tapi Ummi meminta Ikbal untuk mengantar Hawa, walaupun Hawa sudah menolak nya. Tapi Ummi memaksa, sebab Ummi sangat khawatir pada kandungan Hawa. Akhirnya Hawa pun tak bisa menolak nya.

__ADS_1


Bersambung.....


Jangan lupa jejak nya ya dears😗😗


__ADS_2