Menjadi Yang Ketiga

Menjadi Yang Ketiga
Cewek Kodok


__ADS_3

Happy Reading😘😘


Setelah makan malam selesai, kini Hawa, Adam, Ikbal, Nisa dan Yususf sedang duduk lesaehan di ruang tv. Mereka sedang bermain game. Tepat nya hanya para cowok, sedangkan Hawa dan Nisa hanya duduk di sofa.


Adam duduk lesehan dengan kepala menyandar pada kaki Hawa yg duduk di atas sofa. Sedangkan Nisa bermain Hp nya karena gabut.


'' Oh ya, kalian tadi kenapa perang kaki?'' tanya Adam sambil memainkan game nya.


'' Lo nanya sama siapa?'' tanya balik Yusuf.


'' Ya Lo, paijo. Emang siapa lagi?'' ketus Adam


'' Nama gw Yusuf, bukan Paijo!'' tukas Yusuf


''Bodo amat, Lo belum jawab gw, kenapa Lo sama Nisa perang kaki?''


'' Dia yg mulai.'' ujar Yusuf dengan cuek.


Nisa yg mendengar itu langsung menegakan badan nya, lalu menjewer telinga Yusuf dengan kuat.


'' Aaawww, aduuuh. Heh cewe kodok nagapain sih jewer jewer? Aagghhhh...'' ringis Yusuf sambil mencoba melepas tangan Nisa.


Nisa yg mendengar dirinya di sebut kodok, semakin mengencangkan jeweran nya. Hingga Yusuf teriak kesakitan, sementara Adam dan Ikbal terbahak bahak melihat penderitaan Yusuf.


'' Nis, sudah! Kasihan Kak Yusuf Nis.'' ujar Hawa


Nisa pun melepaskan jeweran nya, dan menyenderkan badan nya kembali di sofa. Nisa tersenyum puas saat milhat raut kesakitan Yusuf. Dia benar benar puas...


' Awas aja lo cewek kodok, akan ku balas nanti.' batin Yusuf sambil menatap tajam ke arah Nisa.


Sedangkan yg di tatap hanya tersenyum meledek dengan alis terangkat. Nisa kemudian mengacungkan 1 jempol nya ke arah Yusuf, kemudian membalik jempol itu. Membuat Yusuf membulatkan mata nya, menatap tajam Nisa.


**********


Pagi ini orang tua Hawa akan kembali pulang ke kampung. Dan sudah di pesankan mobil travel oleh Adam agar kedua mertua nya tak naik turun mobil. Sebab jika naik bis, pasti akan turun naik angkutan umum.

__ADS_1


Sebelum Ayah dan Ibu Hawa pulang, mereka juga memberikan pesan kepada Hawa dan juga Adam, agar rumah tangga mereka selalu dalam ridho allah.


'' Nak, anak Ayah! Sebelum Ayah dan ibu pulang ke kampung, Ayah mau memberikan pesan sama kamu dan juga Adam. Dengar kan pesan Ayah baik baik ya, Ayah akan menyampaikan beberapa hadis dan sabda nabi tentang ke ta'atan seorang istri pada suami nya.


Rasulullah bersabda bahwa sebaik-baiknya perempuan ialah yang menyenangkan dan taat pada suaminya.Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah bersabda:


قِيلَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ النِّسَاءِ خَيْرٌ قَالَ الَّتِي تَسُرُّهُ إِذَا نَظَرَ وَتُطِيعُهُ إِذَا أَمَرَ وَلَا تُخَالِفُهُ فِي نَفْسِهَا وَمَالِهَا بِمَا يَكْرَهُ


“Pernah ditanyakan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, ‘Siapakah wanita yang paling baik?’ Jawab beliau, ‘Yaitu yang paling menyenangkan jika dilihat suaminya, menaati suami jika diperintah, dan tidak menyelisihi suami pada diri dan hartanya


sehingga membuat suami benci’.” (HR. An-Nasai dan Ahmad)


Setelah seorang perempuan menikah, maka kewajiban taat kepada suami menjadi hak tertinggi yang harus dipenuhi, setelah kewajiban taatnya kepada Allah dan Rasul-Nya. Hal tersebut tertuang dalam hadis Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam:


لَوْ كُنْتُ آمِرًا أَحَدًا أَنْ يَسْجُدَ ِلأَحَدٍ َلأَمَرْتُ الْمَرْأَةَ أَنْ تَسْجُدَ لِزَوْجِهَا 


“Seandainya aku boleh menyuruh seorang sujud kepada seseorang, maka aku akan perintahkan seorang wanita sujud kepada suaminya.” (HR. At-Tirmidzi)


Nak anak Ayah, sekarang kamu itu sudah sepenuh nya milik suami mu, maka jika kamu mau kemana mana kamu harus izin pada suamimu. Karena izin nya suami itu ridho nya Allah. Seperti cerita pada zaman nabi, dimana seorang Ayah di ampuni dosa dosa nya karena keta'atan anak nya pada suami nya.


Suatu saat, dalam sebuah riwayat dari Anas bin Malik RA dikisahkan—sebagian ahli hadis menyebut sanadnya lemah—, tatkala sahabat bepergian untuk berjihad, ia meminta istrinya agar tidak keluar rumah sampai ia pulang dari misi suci itu. Di saat bersamaan, ayah anda istri sedang sakit. Lantaran telah berjanji taat kepada titah suami, istri tidak berani menjenguk ayahnya. 


Jadi, intinya kamu harus ta'at pada titah suami kamu ya! Jangan membantah selagi itu dalam kebaikan.'' tutur Ayah.


Hawa mengangguk lalu memeluk tubuh sang Ayah, dia benar benar beruntung memiliki Ayah yg senantiasa memberikan nya nasihat nasihat agama agar ia tak salah dalam melangkah.


'' Terimakasih Yah, aku akan selalu ingat pesan Ayah.'' jawab Hawa.


'' Dan untuk kamu Dam, Ayah juga akan memberikan pesan beberapa kewajiban suami dalam islam untuk istri nya.'' jelas Ayah


'' Iya Yah, Adam akan mendengarkan dan mencerna pesan Ayah.''


'' Dam, Adab suami terhadap Istri, yakni berinteraksi dengan baik, bertutur kata yang lembut, menunjukkan cinta kasih, bersikap lapang ketika sendiri, tidak terlalu sering mempersoalkan kesalahan, memaafkan jika istri berbuat salah.


Kemudian juga menjaga harta istri, tidak banyak mendebat, mengeluarkan biaya untuk kebutuhan istri secara tidak bakhil (pelit), memuliakan keluarga istri, senantiasa memberi janji yang baik, dan selalu bersemangat terhadap istri." jelas Ayah dan Adam hanya menatap Ayah, untuk menyimak dan mencerna pesan dari mertuanya tersebut.

__ADS_1


''Allah SWT memandang laki-laki sebagai pelindung keluarga yang dinyatakan dalam Alquran surat An-Nisa, ayat 34:


الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ وَبِمَا أَنْفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ ۚ 


Artinya


"Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka." (Surat An-Nisa’ ayat 34).


Oleh karena itu, laki-laki memiliki tanggung jawab yang lebih besar dan lebih sulit dalam menghidupi keluarganya.


Laki-laki yang menafkahi keluarganya harus tahu bahwa perempuan juga manusia seperti halnya laki-laki. Dia juga memiliki keinginan dan hak kebesana serta kehidupan.


Menikah dengan seorang wanita bukanlah mempekerjakan seorang pembantu. Istri adalah pasangan yang akan menemani, serta seseorang yang akan menghabiskan hidup bersama.'' pesan Ayah


'' Makasih ya Yah, untuk semua nasihat Ayah! Nasihat Ayah benar benar sangat berharga bagi aku.'' ujar Adam


'' Sama sama Nak, Ayah titip Hawa ya! Jaga selalu Hawa dan kandungan nya. Sayangi ia dan didiklah selalu Hawa dalam balutan agama.''


Adam mengngguk mantap. '' Tentu Yah, aku akan selalu menjaga Hawa.''


Tin tin


Terdengar suara klakson mobil di luar rumah, sepertinya itu adalah mobil travel yg di sewa Adam. Mereka pun keluar beriringan, dengan Hawa yg terus bergelayut manja di lengan sang ibu.


'' Nak, putri ibu. Ibu sama Ayah pamit dulu ya! Sering sering lah pulang ke kampung, kami selalu menunggu kalian.'' ucap Ibu


'' Insya allah Bu, Adam dan Hawa akan pulang ke kampung jika Adam nanti ada cuti panjang.'' tutur Adam dan di balas anggukan Ayah dan Ibu.


Mereka pun menyalami tangan kedua orang tua itu dengan takzim, lalu mobil pun melesat meninggalkan rumah Hawa. Setelah mengantar orang tua Hawa, kini mereka pun masuk kembali ke rumah.


'' Sayang, kamu di rumah saja ya! Inget, jangan cape cape, nanti Bik Surti akan kesini.'' pesan Adam lalu mengecup kening Hawa, setelah itu ia pun berangkat bekerja.


Bik Surti memang sengaja di tugas alihkan di rumah Hawa. Sebab di rumah Syifa sudah tak ada orang, rumah itu rencana nya akan di kontrakan oleh Adam. Karena Ummi maupun Abi tak mau tinggal di rumah tersebut. Akhirnya setelah berunding tadi malam saat makan malam di rumah Syifa, semua setuju untuk mengontrakan rumah itu. Adam memang tak mau menjual nya, sebab disana banyak kenangan nya bersama Syifa.


Dia gak mau menghapus kenangan itu, setidaknya jika rumah itu di kontrakan. Maka rumah itu tidak kosong dan terawat.

__ADS_1


Bersambung.....


JANGAN LUPA JEJAK NYA YA GUYS😘😘


__ADS_2