Menjadi Yang Ketiga

Menjadi Yang Ketiga
Bertemu Yusuf


__ADS_3

Happy Reading😘😘


Budayakan like sebelum baca ya dears😘mulai hari senin besok, othor akan crazy up selama 1 minggu sampai tamat💪SO, pantengin terus Hawa dan Ikbal


Malam ini Hawa tak bisa tertidur dengan nyenyak, dia membuka mata nya dan menatap ke arah samping dimana suami nya tertidur.


Kamudian Hawa turun dari ranjang menuju kamar mandi. Dia akan menunaikan shalat malam, sebab jam menunjukan pukul 2.45 pagi.


Setelah menjalankan shalat sunah, Hawa melanjutkan dengan membaca surat ayat suci al-qur'an yg sangat ia sukai. Yaitu, Ar-Rahman.


Hawa mengaji dengan lirih, tak mau membangunkan Ikbal suaminya. Padahal tanpa Hawa sadari, Ikbal sudah bangun saat Hawa selesai shalat tadi.


...Masya allah, shaleha nya istriku? Sungguh aku sangat beruntung, memiliki istri sepertinya! batin Ikbal sambil terus memandangi Istrinya....


Setelah selesai mengaji, Hawa pun membuka mukena nya, dan melihat ke arah ranjang. Dan dia cukup terkejut, karena Ikbal sudah bangun dan bersender di sandaran ranjang.


'' Mas, sejak kapan kamu bangun?'' tanya Hawa sambil duduk di sebelah suaminya.


'' Sejak kamu mrngaji.'' jawab Ikbal


'' Maaf ya, kalau suaraku membangunkan kamu!''


'' Tentu tidak, sayang!'' ucap Ikbal sambil mengusap rambut hitam legam sebahu Hawa.


Hawa menyenderkan kepala nya di bahu kekar Ikbal, mencari kenyamanan di sana.


'' Mas, apa orang nya Kak Yusuf masih ada?'' tanya Hawa dengan kepala terangkat, dan menatap Ikbal.


''Hmm, kenapa? Apa kamu takut?'' tanya Ikbal


Hawa menggeleng cepat. '' Tidak! Aku hanya berpikir, kita harus bertemu dengan Kak Yusuf, agar dia paham! Jika perbuatan nya itu salah?'' ucap Hawa


Ikbal sempat tertegun, saat Hawa bilang akan menemui pria itu.


'' Biar aku saja!'' jawab Ikbal.


Dia tak rela jika Yusuf melihat istrinya.


'' Nggak, Mas! Kak Yusuf gak bakal mengerti, jika hanya bertemu dengan kamu saja! Yg ada, kalian akan baku hantam. Sama sama emosi! Jadi, biar aku ikut! Aku akan memberi pengertian pada nya?'' ujar Hawa


'' Kalau dia tidak mau mengerti?''


'' Ya terpksa, kita harus lapor polisi! Sebab sudah mengganggu kenyamanan aku?'' ungkap Hawa


'' Kalau gitu, kita langsung ke polisi saja, laporkan dia?'' usul Ikbal.


'' Jangan, Mas! Kita bicarakan dulu secara kekeluargaan? Kalau dia tak mau, ya terpaksa! Kita lapor ke polisi.'' jawab Hawa


'' Begitu! Baiklah, jika itu menurut istriku.''

__ADS_1


'' Ya sudah, aku shalat malam dulu ya! Kamu kalau mau tidur, tidur aja dulu!'' ucap Ikbal, lalu mengecup kening Hawa dan turun dari ranjang.


🌸


🌸


Pagi ini, seperti biasa Hawa berjalan jalan di teras belakang rumah. Dia masih belum bisa memakan nasi, sebab jika sudah masuk perut, maka akan di muntahkan kembali oleh nya.


Hari ini tepatnya pukul 9 pagi nanti, Hawa dan Ikbal akan menemui yusuf.


Tadi pagi Hawa sudah menelpon Yusuf, dan mengajak nya untuk bertemu.


'' Sayang, ini minum dulu susu nya!'' ucap Ikbal sambil menaruh susu hamil di meja samping taman.


Hawa mengangguk, lalu melangkah mendekat ke arah suaminya. Lalu duduk dan meminum susu itu.


Setelah susu itu tandas, Hawa dan Ikbal pun masuk kedalam rumah dan menuju kamar. Mereka akan bersiap siap untuk pergi bertemu dengan Yusuf, sebab jam sudah menunjukan pukul 8 pagi.


30 menit sudah, akhirnya mereka sudah siap.


'' Kalian mau berangkat sekarang?'' tanya Ummi saat melihat Hawa dan Ikbal menuruni tangga.


'' Iya Mi, minta do'a nya ya! Supaya Yusuf sadar.'' ucap Ikbal sambil mencium tangan Ummi nya.


'' Iya, Ummi do'akan selalu!''


'' Oh, Abi? Itu, habis subuh Abi balik ke mesjid! Soalnya nanti malam kan acara maulid nabi, jadi sebagai salah satu pengurus mesjid, Abi sibuk deh!'' jawab Ummi, di jawab anggukan oleh Hawa.


'' Ya sudah, kalau gitu aku sama Mas Ikbal pamit dulu ya Mi! Assalamu'alaikum.'' ucap Hawa


'' Wa'alaikumussalam....''


🌸


🌸


Yusuf sudah berada di cafe, dimana ia dan Hawa akan bertemu. Yusuf tidak tahu, jika Hawa datang bersama Ikbal. Sebab di telpon Hawa memang tak memberitahu Yusuf, jika ia datang bersama suaminya.


'' Duh, Hawa kok belum datang ya? Aku jadi gak sabar, mau ketemu sama dia?'' ucap Yusuf sembari menatap sekitar cafe.


Tak lama berselang, Hawa dan Ikbal pun sampai di cafe, dan mereka langsung masuk kedalam cafe.


'' Yusuf dimana ya sayang?'' tanya Ikbal


'' Gak tahu Mas? Oh, itu tuh....'' tunjuk Hawa pada pria berkemeja biru muda, yg duduk di bagian pojok sembari memainkan ponsel nya.


Ikbal dan Hawa pun berjalan ke arah meja Yusuf, bahkan Ikbal tak melepaskan genggaman tangan nya di tangan Hawa.


'' Assalamu'alaikum, Kak!'' ucap Hawa

__ADS_1


Yusuf menoleh, dan sangat terlihat jelas raut wajah terkejut Yusuf saat melihat Ikbal.


'' Wa-waalaikumussalam...'' ucap Yusuf sedikit gugup.


Duh, kenapa Hawa ngajak suaminya sih?


Hawa duduk di hadapan Yusuf, dengan Ikbal di samping nya.


'' Kamu kok, gak ngasih tahu, kalau datang bersama suami kamu?'' tanya Yusuf.


''Emang nya kenapa kak? Aku rasa, itu wajar! Seorang istri memang tidak pantas, jika hanya bertemu dengan pria yg bukan mahram nya. Kecuali, di temani sang suami?'' jelas Hawa.


Yusuf bungkam mendengar ucapan wanita bercadar di hadapan nya.


'' Ekhm, begini saja! Saya gak mau basa basi, dan kita langsung ke inti nya saja!'' ujar Ikbal pada Yusuf.


'' Saya mau, anda menjauhi istri saya?'' pinta Ikbal to the point


'' Saya kan sudah bilang, saya cinta sama Hawa?Dan saya, gak akan melepaskan dia?'' jawab Yusuf dengan tangan terlipat di dada.


Ikbal mengepalkan tangan nya, hendak melayangkan tinju pada wajah pria di hadapan nya itu. Namun, Hawa segera mencegah nya.


'' Mas, jangan pakai kekerasan!'' bisik Hawa


'' Tapi, sayang! Dia ini gak bisa di ajak negosiasi?'' kesal Ikbal


'' Aku tahu? Biar aku yg bicara!'' ucap Hawa mencoba menenangkan amarah suami nya.


'' Kak...'' panggil Hawa pada Yusuf.


'' Jujur, aku tidak menyalahkan rasa cinta Kak Yusuf terhadap aku? Aku menghargai itu! Tapi, seperti yg kak Yusuf tahu? Jika aku, sudah bersuami? Bahkan, saat ini aku sedang mengandung buah hati aku dan Mas Ikbal?


Cinta itu memang datang tanpa di duga, dan cinta juga tidak bisa memilih kemana ia akan berlabuh? Tapi, jika Kakak memang mencintai aku! Maka, Kakak gak akan pernah rela jika aku sakit dan terluka?


Kak Yusuf tahu? Dengan semua perlakuan Kakak sama aku, yg menyuruh orang memata matai rumah Mas Ikbal, membuat aku tidak nyaman! Aku sudah bersuami, dan sampai kapanpun aku gak akan bisa mencintai Kakak, dan meninggalkan Mas Ikbal.'' jelas Hawa panjang lebar


Yusuf terdiam mendengar ucapan Hawa, hati nya bagaikan di iris silet tajam hingga berdarah.


'' Tapi, aku benar benar mencintai kamu? Aku, akan lakukan apapun untuk bisa bersama kamu!'' ucap Yusuf masih ngotot.


Ikbal terlihat geram dengan keras kepala Yusuf, dia berdiri dan mencengkram kerah kemeja Yusuf. Namun, lagi lagi Hawa menenangkan nya.


'' Mas, sabar.... ''


'' Bagiama aku bisa sabar, sayang? Aku gak rela, jika pria ini mencintai kamu! Padahal dia tahu, kalau kamu sudah bersuami? Kecuali, memang dia seorang psycho.'' geram Ikbal


Hawa mengusap pundak Ikbal dengan lembut, membuat Yusuf yg melihat itu terbakar api cemburu.


Bersambung.......

__ADS_1


__ADS_2