
Happy Reading😘😘
Budayakan like sebelum baca👍👍dan jangan lupa vote dan mawar nya🌷
Hari ini adalah hari minggu. Hawa berencana akan berjalan jalan di taman kota untuk merilex kan kaki nya. Namun baru saja dia dan Ikbal membuka pintu depan, di sana di hadapan mereka sudah ada seorang wanita yg berdiri.
Hawa dan Ikbal sangat terkejut melihat wanita itu. Tentu saja, sebab sudah lama mereka tak bertemu.
'' Raisya....'' kaget Hawa dengan tangan membekap mulut.
'' Assalmu'alaikum, Hawa...'' ucap Raisya sambil menghambur memeluk Hawa.
Terdengar jika wanita itu menangis di pelukan Hawa. Seperti ada beban yg sedang dia pendam dan rasa.
Hawa mengusap punggung Raisya lalu menggiring nya masuk kedalam rumah.
'' Kamu ada di Indonesia?'' tanya Hawa saat mereka sudah ada di ruang tamu.
Ummi dan Abi juga kaget saat melihat Raisya datang, apalagi saat melihat dokter itu menangis.
'' Aku kabur dari suami aku Wa.'' ungkap Raisya
'' Apa! Tapi kenapa?'' heran Hawa.
'' Iya, Sya. Bukan nya dulu kamu bilang Ansel sangat mencintai kamu? Eh, tapi tunggu? Kamu sudah bisa melihat?'' tanya Ikbal
Raisya mengangguk. '' Iya, Bal. Dulu waktu awal awal nikah bersama Ansel semua berjalan manis, seperti pasangan pada Umum nya. Tapi, seiring berjalan nya waktu aku sering mendengar suara desah*n di kamar sebelah.
Waktu itu aku belum bisa melihat, mataku sudah di operasi. Tapi lagi dalam masa penyembuhan! Aku awal nya cuek, aku pikir mungkin suamiku menyalurkan nya sendirian sebab aku tak bisa melayani nya dengan baik?
Hingga suatu hari, perban di mataku di buka. Dan aku tak memberitahu Ansel. Aku bisa melihat lagi, tapi ternyata hal pertama yg ku lihat saat membuka mata ini, adalah sebuah luka. Luka yg besar dan menyakitkan.
Dimana aku harus menyaksikan suamiku melakukan hal menjijikan dengan wanita lain? Aku marah, tentu saja aku tak terima. Maka ku putuskan untuk pergi ke indonesia.
Tapi, semua kartu ATM ku di ambil oleh nya. Untung saja, aku masih punya kartu cadangan. Jadi bisa kabur dari nya.'' jelas Raisya
Semua terdiam mendengar ucapan Raisya. Mereka hanya beristighfar mendengar cerita Raisya.
'' Lalu, apa suami kamu tahu jika kamu di sini?'' tanya Hawa
'' Nggak! Mungkin juga iya. Tapi aku sudah tidak tinggal di apartemen ku? Lagipun, aku tak mau balik lagi sama seorang penghianat.''
'' Terus, kenapa kamu mau menemui Hawa?'' tanya Ikbal
'' Aku hanya kangen pada nya? Aku tahu, hancur nya rumah tanggaku karena dosa ku di masa lalu? Dimana aku juga pernah merusak rumah tangga Hawa dan Adam?'' jelas Raisya
'' Aku sudah melupakan itu.'' ucap Hawa
'' Aku tahu itu! Tapi tetap saja, rasa bersalah ini akan ada sampai aku tua nanti.''
'' Apa kamu lagi hamil?'' tanya Hawa mengalihkan pembicaraan
'' Iya, aku hamil 7 minggu.'' jawab Raisya sambil mengusap perut nya.
__ADS_1
'' Rencana nya, aku akan menggugat Ansel. Aku akan minta cerai darinya!'' sambung Raisya lagi.
'' Abi rasa, gak akan bisa.''
Raisya menoleh ke arah Abi, menatap heran.
'' Kenapa Bi?'' tanya Raisya
'' Sebab wanita hamil itu, tidak boleh di ceraikan dalam keadaan hamil? Sebenar nya sah saja, menalak istri yg hamil seperti dalam hadist nabi.
“Dari Ibnu Umar RA bahwa ia pernah menalak istrinya dalam keadaan haid. Kemudian Umar bin Khatthab RA menceritakan kejadian tersebut kepada Nabi. Lantas beliau pun berkata kepada Umar bin Khatthab RA, ‘Perintah kepada dia (Ibnu Umar RA) untuk kembali kepada istrinya, baru kemudian talaklah dia dalam keadaan suci atau hamil,” (HR Muslim).
Tapi, wanita hamil itu punya masaidah nya masing masing.
Durasi masa iddah yang harus dijalani oleh seorang wanita bervariasi disesuaikan dengan kondisinya. Untuk kasus wanita yang ditinggal mati oleh suaminya, masa iddah yang harus dijalani adalah selama 4 bulan 10 hari. Sementara itu, untuk wanita yang bercerai dan tidak dalam kondisi hamil, masa iddahnya adalah 3 bulan. Sementara itu, masa iddah bagi wanita hamil berlangsung hingga proses kelahiran bayi.'' jelas Abi
'' Begitu ya Bi. Berarti, kalau saya sekarang pisah rumah sama Ansel gak papa ya Bi?''
'' Gak papa!''
Hawa pun mengurungkan niat nya untuk pergi jalan jalan ke taman, karena kedatangan Raisya.
Dari yg Hawa dengar, Raisya juga sudah bekerja kembali di rumah sakit dimana dulu dia bekerja bersama Adam.
Setelah cukup lama mengobrol, Raisya pamit pulang. Dia juga tak lupa tukar nomor telpon bersama Hawa. Dan ternyata orang yg kecelakaan kemarin juga adalah Raisya.
🌷
🌷
🌷
'' Iya Ummi. Mau bicara apa?''
'' Nak, kalau boleh Ummi sarankan! Jangan terlalu dekat dengan Raisya? Ummi tak bermaksud memprovokasi kamu, atau pun memutus tali silaturahmi? Ummi hanya khawatir, jika Raisya akan kembali merusak rumah tangga kamu?
Walaupun wajah nya sama dengan Syifa! Tapi mereka berbeda? Ummi takut, jika kamu terlalu dekat dengan nya? Dia bisa masuk dalam hidupmu, dan merusak rumah tanggamu kembali.'' tutur Ummi dengan raut wajah cemas.
Hawa tersenyum, lalu duduk di sebelah Ummi. Menggenggam tangan mertua nya itu.
'' Ummi, Hawa sangat berterimakasih untuk saran dan kasih sayang Ummi pada Hawa. Tapi, Hawa janji! Hawa gak akan biarkan wanita manapun, masuk dan merusak rumah tangga Hawa lagi?
Ummi tenang saja! Hawa percaya sama Mas Ikbal, jika dia pria bertanggung jawab dan setia? Ummi tenang ya! Hawa maupun Mas Ikbal, tak akan membuka pintu atau celah untuk pelakor atau pembinor masuk dalam rumah tangga kami.'' jelas Hawa
Ummi terlihat lega mendengar jawaban menantunya itu.
Setelah itu mereka berjalan ke ruang tamu untuk bergabung menonton sepak bola, dimana Indonesia melawan Thailand.
" Yah, ini mah ujung ujung nya kalah." ujar Ummi " Indonesia mana pernah menang, jika sudah melawan malaysia dan Thailand? Mereka kan musuh bebuyutan?" lanjut Ummi lagi.
Sepertinya Ummi tahu banyak soal bola. Sampai Ummi tahu sedetail itu.
" Iya, Mi. Tapi, walau begitu? Walau ujung ujung nya kalah dan kecewa! Tapi Hawa bangga sama Timnas Indonesia? Setidak nya mereka sudah berusaha dengan susah payah dan mengeluarkan seluruh kemampuan mereka!" timpal Hawa.
__ADS_1
" Ya, kita berdo'a saja! Agar kali ini indonesia menang melawan Thailand." ucap Abi sambil mengemil kacang.
Sedangkan Ikbal pokus menonton dengan tangan sibuk mengupas kuaci di tangan nya.
" Mas, apa gak cape makan kuaci?" tanya Hawa pada Ikbal
" Cape kenapa?"
" Ya cape. Sebab perut tak kenyang, tangan pegel hahahaa....." ledek Hawa
Ummi dan Abi ikut tergelak mendengar ucapan Hawa. Sedangkan Ikbal mencubit hidung istrinya dengan gemas.
" Kalau mau kenyang, ya makan kamu saja!" celetuk Ikbal
Blus
Wajah Hawa langsung memerah mendengar godaan suaminya.
Waktu semakin malam, dan pertandingan semakin seru. Hawa sudah menguap berkali kali, hingga badan nya tiduran dengan paha Ikbal jadi bantal.
" Sayang, kalau kamu ngantuk bobo saja di kamar?" ucap Ikbal sambil mengusap pundak Hawa.
Tapi Hawa diam tak menajawab. Ikbal pun menyingkap sedikit jilbab Hawa, dan ternyata istri cantik nya itu sudah tertidur pulas.
" Pantas saja aku bicara gak di jawab? Ternyata sudah tidur!" gumam Ikbal
" Bal, kamu angkat Hawa gih ke kamar? Kasihan dia." ucap Abi
" Nanti Bi. Nanggung nih bola nya?"
" Kamu ini? Lebih duluin istri apa bola?" ucap abi dengan tatapan tajam
Ikbal nyengir dengan memperlihatkan barisan gigi putih nya. " Iya, Bi." jawab Ikbal sambil menggaruk leher belakang nya.
Akhirnya Ikbal menggendong tubuh istrinya ke kamar dengan susah payah.
Ya ampun, badan Hawa tambah berat ya?
Setelah menaruh badan Hawa di ranjang, Ikbal mengusap pinggang nya yg terasa sakit. Baru gendong segitu saja sudah sakit, Bang😂Gimana gendong author nya😁yg ada Bengek
" Yeee, kalau gendong author sih aku gak sanggup!"
" Loh kenapa?"
" Kalau nanti aku gak di kasih jatah sama Hawa gimana? Emang nya author mau tanggung jawab?"
" Mau kok, kalau babang mau. Hehehe...."
" Inget thor, anak sama suami di rumah? Kita bukan muhrim Thor."
" Eit dah, jangan terbuka banget kek Babang Ikbal. Othor kan jadi malu sama reader😂
Bersambung.......
__ADS_1