Menjadi Yang Ketiga

Menjadi Yang Ketiga
Kepergian Hawa


__ADS_3

Happy Reading😘


Adam menggendong Syifa dengan cemas. Dia memanggil suster untuk segera membawa nya ke UGD. Setelah itu, Adam segera memeriksa keadaan Syifa. Dan setelah di periksa, ternyata kepala Syifa terbentur lumayan keras. Hingga membuat Syifa tak sadarkan diri, untung nya tidak ada luka yang parah.


Ummi dan Abi datang dengan tergopoh gopoh, setelah menerima telpon dari Adam tentang Syifa.


'' Bagaimana keadaan Syifa Dam? Dia baik baik saja kan?'' tanya Ummi dengan khawatir.


'' Ummi tenang saja. Syifa gak apa apa kok!''


'' Bagaimana bisa Syifa begini Dam?'' tanya Abi.


'' Syifa jatuh dari tangga Bi, saat Adam pulang tadi.''


Adam tak menceritakan jika Hawa yang menyebabkan Syifa jatuh. Adam takut jika mertua nya akan membenci Hawa. Kemudian Abi dan Ummi masuk kedalam ruang UGD.


Sementara itu, Adam pergi keruangan nya. Dia mengacak rambut nya dengan kesal.


'' Kenapa tadi aku membentak Hawa? Aku yakin, jika saat ini Hawa sedang marah padaku!'' gumam Adam.


Adam menyesal, sebab dia sudah membentak Hawa. Dia juga tak menyangka, jika Hawa akan melakukan itu pada Syifa. Padahal mereka berdua sangat akrab dan tidak pernah berselisih paham.


'' Harusnya, aku dengarkan dulu penjelasan Hawa.'' sesal Adam.


Kemudian dia beranjak keluar, untuk pulang kerumah menemui Hawa. Setelah pamit pada mertua nya, Adam memacu mobil nya membelah jalanan yang sedikit lenggang.


15 menit mobil pun sampai di depan rumah. Adam masuk kedalam rumah, lalu menuju kamar Hawa. Tapi pas pintu terbuka, Adam tak mendapati Hawa berada di kamar nya. Kemudian Adam turun ke bawah, mencari ke dapur tapi tak ada juga. Bahkan di kamar tamu pun tak ada.


Akhirnya Adam menuju kamar Bi Surti, guna menayakan keberadaan Hawa.


Bik Surti membuka pintunya, sambil mengucek mata nya yang masih mengantuk.


'' Bik, Hawa dimana?'' tanya Adam

__ADS_1


'' Loh, Non Hawa kan, ada di kamar nya Tuan! Tadi, pas Tuan memarahinya Non Hawa nangis, lalu masuk ke kamar. Bahkan Non Hawa belum makan malam, sebab Bibi tadi kasih, Non Hawa gak mau Tuan.'' jelas Bi Surti dengan bingung.


'' Tapi Hawa gak ada di kamar Bi!'' cemas Adam.


Bi Surti kaget mendengar ucapan Tuan nya.


Lalu Adam segera menaiki tangga, dan kembali ke kamar Hawa. Di buka nya lemari Hawa dan ternyata, sebagian baju Hawa sudah tidak ada. Tubuh Adam seketika ambruk ke lantai, dia menyesal telah menyakiti hati istrinya.


'' Kenapa kamu pergi sayang?'' lirih Adam.


Air mata nya tak bisa lagi di bendung, Adam sangat sedih dan terpukul saat mengetahui jika Hawa pergi meninggalkan nya. Padahal hari sudah larut malam.


'' Tuan ada apa?'' tanya Bi Surti saat melihat Adam menangis dengan duduk di lantai.


'' Hawa Bi, dia sudah pergi!'' lirih Adam


'' Apa! Astagfirrullah... Ini pasti karena pertengkaran nya dengan Non Syifa, dan karena Tuan menuduh nya.'' jelas Bi Surti dengan kaget.


'' Kenapa mereka bertengkar Bi?'' tanya Adam.


Bi Surti terlihat bingung, tapi Adam terus mendesak nya. Akhirnya Bi Surti pun menceritakan apa yang dia lihat dan dengar.


'' Tadi sewaktu saya lagi beresin dapur, kan Non Hawa habis bikin Juz tuh, buat dia dan Non Syifa. Nah, Non Hawa membawa Juz itu ke kamar Non Syifa Tuan. Tapi setelah beberapa saat, Bibi dengar benda jatuh alias pecah. Nah, Bibi naik ke atas dong, karena Bibi takutnya Non Hawa jatuh dari tangga atau bagaimana. Bibi kan khawatir Tuan.


Pas Bibi sampai di atas, Bibi melihat Non Hawa sedang marah pada Non Syifa. Non Hawa Bilang.'' Jadi selama ini Mbak gak pernah menerima aku, Mbak mau aku pergi dari rumah ini?'' begitu Tuan. Terus Non Hawa juga bilang, kalau Non Syifa mau mengusir nya, dan mengambil anak nya. Itu kenapa Non Hawa marah pada Non Syifa.


Non Syifa mencoba mengejar Non Hawa Tuan, tapi Non Hawa sudah marah dan menepis tangan nya. Nah, soal di tangga itu, itu semua bukan kesalahan Non Hawa Tuan. Saat Non Syifa akan meraih tangan Non Hawa, Non Hawa menarik tangan nya, sehingga membuat Non Syifa hilang keseimbangan dan jatuh.'' jelas Bi Surti panjang lebar.


Degh.


Hati Adam bagaikan di lempar batu besar, saat mendengar ucapan Bi Surti. Dia sudah salah karena sudah memarahi dan menuduh Hawa, tanpa mau mendengarkan penjelasan nya dahulu.


Adam berjalan dengan gontai lalu duduk di tepi ranjang. Saat mata nya menatap meja kecil di samping ranjang. Adam memicing, melihat sebuah kertas terlipat di atas nya. Adam segera membuka kertas itu, dan membacanya. Ternyata itu adalah surat yang di tulis Hawa untuk Adam.

__ADS_1


Dear my Husband


Assalamu'alaikum.


Mungkin, saat kamu membaca surat ini, aku sudah pergi Bang. Maaf, jika aku keluar dari rumah tanpa izin mu! Aku tahu, jika itu adalah sebuah dosa. Tapi, saat ini aku hanya ingin menenangkan diri.


Maafkan aku, jika karena aku, Mba Syifa jadi celaka. Walaupun itu bukan murni kesalahan ku. Jujur, aku sangat kecewa pada Abang. Sebab Abang, tak mau mendengarkan penjelasan ku dahulu. Dan Abang langsung menuduhku, bahkan membentaku.


Hatiku sangat sakit Bang, hancur berkeping keping saat Abang dengan lantang nya menuduh ku tanpa mau mendengarkan penjelasanku dulu. Aku pergi Bang, bukan karena aku tak sayang Abang. Aku hanya ingin, menenangkan diriku dahulu.


Sampaikan maafku pada Mba Syifa. Maaf bila aku telah menjadi duri dalam rumah tangga kalian. Tapi satu! aku tak akan pernah membiarkan orang lain merebut anaku dan memisahkan nya dariku. Maaf, jika selama menjadi istrimu aku belum bisa membahagiakan Abang.


Tolong jangan cari Adek Bang. Biarkan Adek, menenangkan diri dahulu.


Tertanda Hawa.


Adam meremas Surat itu, kemudian memeluk nya. Air mata nya bahkan deras mengalir membasahi wajah tampan nya.


'' Ya allah Dek, kemana kamu pergi? Jangan tinggalkan Abang Dek!'' guman Adam.


Bi Surti tak tega melihat Tuan nya menangis tersedu sedu. Dia tahu, jika saat ini Tuan nya pasti merasa kehilangan atas kepergian Hawa.


Kemudian Adam bangkit, dan berlari keluar. Dia menuju mobil nya untuk mencari Hawa. Adam khawatir pada keadaan Hawa dan kandungan nya. Apalagi hari sudah larut malam, dan jam menunjukam pukul 22.30 WIB.


Dek, jangan tinggalkan Abang lagi. Abang tak sanggup bila hidup tanpamu Dek! Maafkan Abang yang sudah membentak dan menuduh mu. Abang benar benar tak bermaksud Dek. Tolong kembalilah! Kamu dimana sayang.....


Adam terus mencari kesana kesini, namun tak kunjung menemukan Hawa. Dia memukul setirnya dengan kesal.


'' Kenapa Syifa ingin mengusir Hawa? Bukan kah selama ini hubungan mereka baik baik saja? Kenapa juga Syifa, ingin merebut anak Hawa? Aaggghhhhh..... Aku harus ke rumah sakit! Aku harus menanyakan nya pada Syifa.''


Bersambung....


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN GUYS😄

__ADS_1


__ADS_2