Menjadi Yang Ketiga

Menjadi Yang Ketiga
Akhir Kebahagiaan Hawa


__ADS_3

Happy Reading😘😘


JANGAN LUPA VOTE LIKE DAN MAWAR NYA UNTUK HAWA DEARS😘😘TERIMAKASIH YG SUDAH SETIA MENUNGGU😘


Tak pernah di sangka kehidupan Hawa saat ini begitu bahagia. Awal rumah tangga selalu di buat sakit dan menangis, tapi sekarang seolah rasa itu tak pernah ada lagi dalam diri Hawa saat bersuamikan Ikbal.


Setiap hari selalu di lewati dengan bertabur cinta dan kasih sayang.


Kini hubungan Hawa dan Raisya juga sudah seperti sahabat. Mereka selalu dekat, dan Raisya juga sudah berhijrah dan memakai jilbab walau belum memakai cadar.


Dan Raisya juga saat ini sedang ta'aruf bersama seorang uatadz di salah satu pesantren, setelah dia menyandang status janda.


Hawa tak mau jika karena masa lalu nya dengan Raisya, membuat mereka putus tali silaturahmi.


Semakin hari kehamilan Hawa semakin besar, dan sekarang kehamilan nya sudah menginjak 9 bulan.


Melihat dari jadwal nya, 2 minggu lagi Hawa akan lahiran. Dia berencana akan melahirkan normal, tapi jika Allah berkehendak lain dimana ia harus di opersi cesar. Maka Hawa akan menerima nya.


Karena mau normal ataupun Cesar, kedua nya sama sama mulia dan bertaruh nyawa.


''Sayang, ini buah nya di makan dulu.'' ucap Ikbal menghampiri Hawa di ruang tv


''Makasih Mas.'' Hawa mengelus perut besar nya yg sedikit keram.


''Kamu kenapa?'' tanya Ikbal saat melihat Hawa meringis kesakitan.


''Gak papa. Aku hanya merasa keram saja! Biasalah ini...'' Hawa tak mamu membuat Suaminya cemas.


Itu bisa juga di namakan kontraksi palsu, dan itu akan hilang timbul.


🌷


🌷


🌷


Malam ini Hawa benar benar tak bisa tidur, walau hanya sebatas meejamkan mata nya. Perut besar nya, selain membuat Hawa kesusahan bergerak. Juga semakin terasa sakit.


''Ya allah, kenapa sakit nya semakin menjadi?'' lirih Hawa sambil memegangi perut bagian bawah nya dengan menahan sakit.


Hawa mencoba mendudukan badan nya, namun sakit itu kina terasa.


''Aaakkkhh, sssshhhh. Sakit sekali ya Allah?'' ringisa Hawa sambil meremas selimut


''Maaassss.....'' panggil Hawa dengan suara tertahan.


Hawa merasa jika saat ini dia akan melahirkan, dia terus memanggil Ikbal sampai pria itu bangun


Ikbal sangat terkejut saat melihat Hawa meringis sakit dengan keringat yg mulai membasahi wajah nya.


''Mas, sepertinya aku mau melahirkan?'' ucap Hawa dengan lirih


Ikbal tentu saja panik, namun ia segera mengontrol nya. Ikbal ingat apa yg dokter katakan, jika saat nya Hawa akan melahirkan maka dokter menyarankan agar Ikbal jangan panikm


Sebab jika Suaminya panik, maka istri yg sedang kontraksi itu akan semakin panik dan itu akan membuat rasa sakit nya 5x lipat.


Setelah memakai kan gamis panjang dengan jilbab. Ikbal menuntun Hawa untuk duduk di sofa, lalu dia berteriak memanggil Ummi dan Abi nya.


''Ada apa Bal? Kenapa teriak teriak?'' tanya Abi saat merek sudah sampai di ruang tamu.


''Mi, Bi. Kita kerumahsakit sekarang! Hawa mau melahirkan?'' panik Ikbal


Ummi dan Abi yg mendengar itu bergegas menuju mobil, tapi Ummi mengambil baju yg sudah di siapkan di tas beberapa minggu yg lalu guna lahiran Hawa.


Setelah semua masukke dalam mobil. Abi pun melajukan mobil nya dengan kecepatan yg lumayan tinggi. Sebab jalanan yg lenggang karena sudah menunjukan pukul 2 dini hari.


Sedari tadi bibir Hawa terus bergerak mengucap do'a demi kelancaran lahiran nya. Persis seperti saat ia melahirkan Alwi dulu.


🌷


🌷


'' Dokter, suater. Tolong.... Istri saya mau melahirkan!'' teriak Ikbal


Suster segera membawa brankar dan menidurkan Hawa di atas nya.


Bahkan tangan Hawa tak henti lepas dari genggaman Ikbal. Tangan mereka saling bertaut satu sama lain, untuk menguatkan.


Malam ini yg akan menangani proses melahirkan Hawa adalah dokter Citra. Rekan Almarhum Adam dulu. Kebetulan malam ini dia bagian shift nya.

__ADS_1


Ikbal meminta menemani Hawa di dalam, dan dokter mengizinkan nya. Sudah ada dokter Citra dan 4 suster yg membantu persalinan Hawa.


''Masss, sakiiitt...'' ringis Hawa sambil mencengkram kerah baju Ikbal dengan kuat.


''Istighfar sayang, sebut nama asma Allah..'' ucap Ikbal sambil terus membisikan nama nama Allah di telinga Hawa.


Dia bahkan hanya diam menahan sakit, saat rambut nya di jambak oleh Hawa sampai beberapa helai rambut terlepas.


Ikbal tak perduli, rasa sakit itu tak sebanding dengan rasa sakit yg dirasakan istrinya saat ini. Sejujurnya Ikbal sangat panik dan cemas saat melihat Hawa meringis, namun ia berusaha setenang mungkin dan menguatkan Hawa.


'' Sudah pembukaan 8 Dok!'' ucap salah suster


''Kita bersiap.''


Ke 4 suster itu mengangguk, lalu mengatur posisi kaki Hawa jadi mengangkang. Dokter Citra menyuruh Hawa mengejan hingga harus menarik napas beberapa kali.


''Aaaghhhhhhh.....'' teriak Hawa


Ikbal membisikan do'a do'a di telinga istrinya dengan isakan tangis. Mata nya terpejam tak mampu melihat. Dia tak kuat, jika harus melihat Hawa menahan sakit.


Air mata nya mengalir deras, sebab melihat dan mersakan perjuangan istrinya untuk mengeluarkan buah hati nya.


Ummi dan Abi duduk dengan gelisah, di depan ruang bersalin. Tangan mereka tak henti henti nya mengeser tasbih dan melapadzkan doa untuk keselamatan Hawa dan cucu mereka.


Oooeeeekk


Ooeeeekk


1 bayi mungil sudah lahir, Dokter segera memotong tali pusar nya, dan memberikan nya pada suster.


Ikbal sangat bahagia melihat anak nya lahir dengan selamat. kini hanya tinggal 1 lagi anak yg akan di lahirkan oleh Hawa. Setelah di beri minum, Hawa kemudian di pandu kembali untuk mengejan.


Dan tidak lama kemudian anak kedua juga lahir.


Terlihat raut wajah bahagia di wajah semua orang yg ada di ruangan itu. Kedua bayi itu di letakan di dada Hawa yg terbuka.


Tubuh Hawa lemas, tapi melihat kedua anak nya membuat Hawa bahagia.


Cup


''Makasih sayang, kamu sudah bertaruh nyawa demi melahirkan anak anak kita.'' ucap Ikbal dengan haru.


Kebahagiaan nya, menutup rasa sakit yg amat terasa di bagian sensitif nya. Bahkan jarum yg bergantian masuk tak ia rasakan.


🌷


🌷


🌷


''Selamat ya sayang, kamu sudah menjadi seorang ibu kembali! Makasih, sudah memberikan kebahagiaan yg lengkap dalam keluarga Ummi dan Abi?'' ucap ummi sambil mengelus kepala Hawa.


Hawa sudah di pindahkan keruang rawat inap Vip.


''Sama sama Ummi. Justru Hawa bahagia, mendapatkan keluarga seperti Ummi dan Abi.'' lirih Hawa dengan keadaan masih lemas.


3 Hari sudah Hawa di rawat, dia pun pulang kerumah di bantu Raisya juga. Bahkan selama di rumah sakit, Raisya selalu menemani Hawa. Selain dia juga dokter, Raisya juga sangat menyayangi kedua anak Hawa.


Dan kini kandungan Raisya juga sudah 6 bulan.


Selama pulang dari rumah sakit, Hawa tak pernah di biarkan kecapean oleh Ikbal, Ummi maupun Abi. Mereka selalu membantu Hawa mengurus kedua anak Hawa yg sudah di beri nama Muhammad Al-Fatih dan Ameena Salsabila.


Ummi dan abi bahkan sering bergadang membantu Ikbal dan Hawa. Betapa sungguh bahagia nya kebahagiaan yg Hawa rasakan saat ini.


🌷


🌷


Hari ini Ibu, Umar, Putri dan Nisa sudah berada di jakarta, di rumah Abi dan Ummi. Saat ini Nisa juga lagi hamil 3 bulan.


Mereka berangkat ke jakarta setelah Ikbal menelpon bahwa Hawa sudah melahirkan.


Hawa melihat seluruh keluarga nya datang dan berkumpul di ruang tamu. Dimana mereka saling mengobrol dan bercanda ria sambil mengajak kedua bayi Hawa berbicara.


Di sana juga ada Bi Rahma dan keluarga nya, dan ada juga Raisya yg baru saja datang bersama dengan calon suami nya.


Ikbal menggenggam tangan Hawa, lalu mengecupnya.


''Makasih, sudah hadir dalam hidupku! Makasih, sudah mau menajadi bidadari dan ibu dari anak anaku? Aku ingin kita selalu bersama dalam suka maupun duka. Dalam keadaan apapun. Terimakasih my Wife sudah memberiku kebahgiaan yg begitu lengkap.'' ucap Ikbal bergitu romantis

__ADS_1


Hawa tersenyum dan menyandarkan kepala nya di bahu Ikbal, suaminya. Mata nya menatap lurus dimana semua orang tertawa bahagia.


''setiap orang pasti punya masalah dalam hidupnya.


tapi yakinlah bahwa tuhan tidak akan 


memberikan cobaan di atas kemampuan hambanya.


mungkin masalah itu sudah allah tentukan untuk kita,


untuk belajar tegar dalam menghadapi hidup .


janganlah mengeluh dengan masalah yg kita hadapi,


karna mengeluh itu hanya akan membuat kita semakin terpuruk.


belajarlah mencari solusinya dan tentukan mana yg baik untuk kita 


dan mana yg tdk baik untuk kita.


dan belajarlah memecah kan masalah dengan hati yg penuh ketenangan.


karna apabila hati kita tenang maka pikiran kita pun jernih,


dan apabila pikiran kita jernih maka tutur kata pun akan baik dan sopan.


tuk itu jangan larilah dari masalah cari solusinya,


pecahkan masalahnya dengan penuh kebijakan.


itu akan menjadikan hidup lebih baik.


Jangan pernah takut jika hari ini air mata yang menemani hari kita,


Karena mungkin semua ini sebagian dari cara tuhan untuk kita,


Untuk membentuk pribadi kita,


untuk jadi orang yang kuat di saat semua cobaan


Dan ke sedihan itu datang menghampiri kita,


Hidup itu misteri,


terkadang apa yang kita inginkan terkadang tidak sesuai dengan harapan


Di hari ini kita bisa tertawa lepas,


dengan sekejap tuhan bisa memberikan kita air mata,


Hadapi semua nya,


buang semua rasa takut kita terhadap dunia,


Buang semua nya jauh-jauh,


rasa takut Cuma akan membuat kita semakin terjatuh,


Gantungan semua impian kita,yakin kan hati kita,


kita akan wujudkan semua impian kita


Dan kita akan buktikan kepada dunia kita lah pemenang nya,


bukan dunia yang akan pecundangi kita Tapi kita yang kan pecundangi dunia,


Ikhlaskan air mata kita yang mengalir hari ini


Dan yakin air mata yang keluar di hari ini esok akan menjadi permata


Akan menjadi sesuatu yang indah seperti pelangi yang muncul setelah turun hujan


Dan mentari yang terbit setalah malam meninggalkan kita'' batin Hawa


TAMAT


**Dan inilah akhir kisah Hawa😊Terimakasih yg sudah setia menemani dan menunggu cerita Hawa selama ini🙏Othor banyak mengucaokan terima kasih untuk kalian yg sudah mendukung Hawa dalam setiap langkah kehidupan rumah tangga nya😘😘😘Jangan lupa Mampir di karya baru Othor yg berjudul. ISTRI TAK DI INGINKAN😍Othor tunggu kalian di sana😘💞karena cerita nya juga tak kalah menarik dari Hawa😘


See you next and bye🖐😘😘😘😘😘😘**

__ADS_1


__ADS_2