Menjadi Yang Ketiga

Menjadi Yang Ketiga
Yang Ngutang Lebih Galak


__ADS_3

Happy Reading😘😘


Pagi ini Hawa sudah bersiap untuk membawa pulang Alwi. Sebab kata dokter, keadaan Alwi sudah jauh lebih baik. Saat sedang mengemasi barang, tiba tiba Ikbal datang untuk menjemput Hawa.


Lalu mereka pun menuju parkiran dimana mobil Ikbal berada. Namun baru saja mereka akan masuk mobil, tiba tiba dari arah belakang Adam mencegah nya.


'' Hawa sama Alwi, ikut aku pulang!'' ucap Adam


Sontak Nisa, Hawa dan Ikbal menoleh ke arah sumber suara.


'' Lo kan telat, jadi Hawa ikut gw...'' jawab Ikbal lalu menyuruh Hawa dan Nisa masuk.


''Eh, gw kan Ayah nya Alwi? Jadi gw yg berhak!''


'' Ya, siapa juga yang bilang Lo bukan bapak nya? Tapi Lo itu telat! Jadi Hawa dan Alwi ikut gw...''


'' Nggak! gw...''


'' Gw!''


'' Gw!''


'' Stoooop......!'' teriak Nisa '' Kalian ini kenapa sih? Macam guguk sama meong aja? Udah deh, gini aja. Aku sama Hawa naik taksi saja!'' ujar Nisa menengahi.


Hawa mengangguk setuju. '' Betul, aku dan Nisa naik taksi saja.'' timpal Hawa


'' Tidak!'' ucap Adam dan ikbal serempak.


Hawa dan Nisa mengerutkan dahinya, menatap heran pada 2 pria tampan di hadapan nya. Sedangkan Adam dan ikbal saling melempar tatapan tajam 1 sama lain.


Hawa membuang napas nya dengan kasar. Dia benar benar pusing saat melihat tingkah 2 pria itu. '' Sudah, ya! Aku dan Nisa naik taksi saja. Kalau Kakak sama abang mau nyusul ya monggo.'' ucap Hawa lalu melangkah meninggalkan 2 pria tampan itu.


'' Lo sih!'' sewot Ikbal


'' Lah, salah Lo?''


'' Lo.''


''Lo.''


'' Uda lah, buang buang waktu gw debat sama kucing betina!'' ledek Ikbal lalu masuk kedalam mobil nya.


'' Apa Lo bilang? Wooyy, gw jantan bukan betina?'' teriak Adam dengan kesal. Lalu ia pun menaiki mobil nya dan menyusul Hawa kerumah nya.


🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀


Hawa dan Nisa turun dari taksi, dan tak lama Ikbal dan Adam pun datang. Ikbal menurunkan barang barang yg tadi sempat Hawa taruh di mobil nya.


'' Nis, kamu tolong bikinin minuman dulu ya buat Bang Adam dan Kak Ikbal. Aku mau nidurin Alwi dulu di dalam.'' pinta Hawa

__ADS_1


'' Siap...''


Nisa pun berjalan ke dapur dan membuatkan teh manis hangat buat pria tampan di ruang tamu. Setelah jadi Nisa membawa nya ke luar.


'' Ini, di minum dulu.'' ucap Nisa sambil menaruh teh hangat itu di hadapan Ikbal dan Adam.


'' Makasih Nis!'' ucap mereka berdua serempak.


Adam dan Ikbal saling melirik satu sama lain dengan kesal. '' Kenapa sih, Lo itu selalu saja ngikutin gw?'' kesal Adam.


'' Eh, Kucing betina! Siapa juga yg ngikutin Lo?'' tukas Ikbal


'' Duuuuhh, kalian ini kenapa sih? Berantem mulu? Heran deh aku?'' ketus Nisa yg begitu pusing melihat pertengkaran mereka.


'' Iya, Abang sama Kakak kenapa sih? Biasanya juga gak gitu?'' heran Hawa yg baru saja keluar dari kamar nya.


'' Kenapa sih kalian berselisih? Jangan lah berselisih, karena sesungguhnya kalian bersaudara muslim. Dalam surat al-Hujurat ayat 10 Allah SWT berfirman, ''Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat.


''...Janganlah kalian berselisih, karena sesungguhnya orang sebelum kalian telah berselisih, hingga mereka binasa,'' sabda Rasulullah dalam sebuah hadis Sahih Bukhari.''


Hawa menjelaskan sabda nabi, membuat kedua pria itu termenung diam. Mereka melirik satu sama lain. Hawa tak tahu saja, jika perselisihan mereka itu karena memperebutkan diri nya. Mungkin jika Hawa tahu, maka akan ada lagi ceramah yg keluar dari mulut manis nya.


'' Ya sudah! Mulai sekarang akur, jangan saling bernatem lagi.'' ujar Hawa


Adam dan Ikbal mengangguk bersamaan. Tapi tidak dengan hati mereka. Mereka masih akan bersaing hingga bisa mendapatkan Hawa. Setelah suasana tenang, mereka pun mengobrol.


Tapi saat sedang membahas tentang Ummi, tiba tiba dari arah luar terdengar ribut ribut. Mereka berempat saling melirik heran 1 sama lain.


'' Gak tahu Kak! Kayak nya ada yg sedang ribut?'' jawab Hawa.


Ikbal dan Adam pun keluar dari rumah, dan melihat ke depan jalan rumah kontrakan Hawa, ada 2 ibu ibu yg sedang adu mulut. Sedangkan yg lain melerai.


'' Nis, titip Alwi bentar ya!'' ucap Hawa di balas anggukan oleh Nisa


'' Bu ibu, ini ada apa?'' tanya Ikbal.


'' Ini nih Mas, dia punya hutang sama saya! Tapi gak mau bayar? Bilang nya tarsok tarsok mulu?'' ucap salah 1 ibu ibu bertubuh gempal.


'' Eh, bukan saya gak mau bayar ya! Saya lagi gak ada duit? Timbang cuma 2 juta aja, nagihnya udah kayak orang miskin?'' ucap ibu di hadapan nya yg bertubuh kurus.


'' Eh, kamu bilang gak ada uang? Kemarin kamu belanja belanja ke Mall? Apa itu yg nama nya gak punya uang hah? Saya butuh uang itu buat bayar sekolah anak saya! Jadi wajar saya tagih? Kamu janji nya 2 bulan yg lalu balikin, tapi apa? Sampe sekarang belum di balikin juga?'' betak Ibu bertubuh gempal itu.


'' Kamu aja yg kayak orang miskin! Duit segitu aja sampe di permasalahkan?''


Hawa, Ikbal, Adam dan warga yg lain menggelengkan kepala nya.


'' Heh, uang segitu tuh besar! Saya wajib menagih nya dong?''


'' Sudah, sudah! Ibu ibu, kita bicarakan baik baik ya? Jangan di pinggir jalan begini? Gak baik.'' ujar Hawa menengahi.

__ADS_1


'' Tapi Neng Hawa, dia ini ngutang gak mau bayar?''


'' Iya, Hawa paham. Sekarang gini saja, kita kerumah Hawa, selesaikan baik baik ya! Jangan di sini, malu tuh di lihat orang.'' ucap Hawa sambil melihat ke arah semua orang.


2 orang yg berdebat itu pun melihat ke arah sekeliling, dan ternyata mereka menjadi bahan tontonan para warga. Akhirnya kedua orang itu pun mengangguk, lalu ikut Hawa masuk kedalam rumah nya.


Sedangkan Ikbal dan Adam membubarkan warga yg menonton. Seperti menonton acara tv saja. Kebiasaan warga indonesia, jika ada yg berantem bukan nya menengahi, tapi malah menonton sebagai hiburan.


'' Sekarang ceritakan dari awal, biar Hawa paham dan bisa ngasih solusi.'' ucap Hawa


'' Jadi gini Neng! Dia ini, minjem uang sama ibu 3 bulan yg lalu. Nah dia bilang 2 bulan akan di balikin. Ibu tunggu dong! Tapi pas ibu tunggu sampai tanggal yg dia janjikan, dia gak bayar bayar! Ibu samperin lah ke rumah nya, kata dia belum ada. Yasudah ibu maklum! Setelah itu ibu kerumah nya lagi, sebab ibu butuh buat bayar sekolah anak ibu. Tapi kata dia gak ada.


Ibu pulang lah ke rumah lagi. Eh kemarin pas ibu di ajak makan makan sama keluarga suami ibu, ibu lihat dia belanja di Mall Neng. Ya wajar dong ibu nagih, berarti kan dia sudah punya uang? Hanya dia gak mau bayar! Padahal ibu butuh banget?'' jelas Ibu yg bertubuh gempal tersebut.


'' Bohong Neng, saya belanja itu uang di kasih ponakan saya! Saya hanya belanja juga kebutuhan rumah kok neng?'' dusta ibu yg 1 lagi.


Hawa mengerti dan manggut manggut.


'' Buk, walau bagaimana pun hutang itu tetaplah hutang! Wajib hukum nya bagi ibu untuk membayar. Dan tidak boleh menunda-nunda untuk melunasinya. Orang yang berutang dan tidak membayarnya padahal mampu maka akan mendapatkan dosa.


Dalam Alquran, Allah SWT memerintahkan kepada manusia agar jika bermuamalah yakni melakukan utang piutang harus dicatat dan dibayar. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Surat Al Baqarah ayat 282:


يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا تَدَايَنْتُمْ بِدَيْنٍ اِلٰٓى اَجَلٍ مُّسَمًّى فَاكْتُبُوْهُۗ وَلْيَكْتُبْ بَّيْنَكُمْ كَاتِبٌۢ بِالْعَدْلِۖ وَلَا يَأْبَ كَاتِبٌ اَنْ يَّكْتُبَ كَمَا عَلَّمَهُ اللّٰهُ فَلْيَكْتُبْۚ 


Artinya: Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermuamalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar. Dan janganlah penulis enggan menuliskannya sebagaimana Allah telah mengajarkannya, maka hendaklah ia menuliskannya. (QS. Al Baqarah: 282).'' jelas Hawa


'' Ibu sebaik nya membayar selagi kita masih bisa menghirup napas di dunia ini. Jangan sampai hutang kita, nanti akan di bawa sampai mati. Karena orang yg tidak melunasi hutang nya di dunia, maka tidak akan masuk ke dalam Syurga.


Orang yang meninggal dunia namun masih punya tanggungan utang maka tidak masuk surga. Rasulullah SAW bersabda:


عَنْ ثَوْبَانَ مَوْلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ مَنْ فَارَقَ الرُّوحُ الْجَسَدَ وَهُوَ بَرِيءٌ مِنْ ثَلَاثٍ دَخَلَ الْجَنَّةَ مِنْ الْكِبْرِ وَالْغُلُولِ وَالدَّيْنِ


"Barangsiapa disaat ruhnya berpisah dengan jasadnya ia terbebas dari tiga hal maka ia akan masuk surga, yaitu; sombong, mencuri ghanimah sebelum dibagi dan hutang."(HR. Ibnu Majah) [No. 2412 Maktabatu Al Maarif Riyadh] Shahih.''


2 ibu itu termenung mendengar penjelasan Hawa. Kemudian ibu yg kurus pun membuka mulut nya. '' Saya minta maaf, saya bukan gak mau membayar! Hanya saja saya uang nya ngepas.'' ucap ibu kurus itu.


'' Ya tapi kan saya butuh Buk!'' ucap ibuk bertubuh gempal.


'' Begini saja, ibu lebih baik bayar hutang nya! Sebab jika ibu tidak mau, bukan hanya balasan di akhirat yg akan di terima, tapi ibu juga bisa masuk kedalam penjara!'' timpal Ikbal.


'' Jangan Mas, saya gak mau masuk penjara!'' ucap ibu kurus itu lagi.


'' Yasudah, sekarang ibu minta maaf sama ibu Hesti, dan membayar hutang ibu!'' ucap Hawa lembut.


Ibu itu mengangguk, lalu meminta maaf pada ibu Hesti. '' Maafkan saya ya, Buk. Saya salah dan gak mau bayar hutang! Maafkan saya juga, karena berkata kasar sama ibu.''


'' Iya, saya maafkan.''


'' Alhamdulillah.....'' ucap Hawa, Ikbal dan Adam serempak.

__ADS_1


Banyak jaman sekarang yg menagih hutang itu bagaikan pengemis. Padahal yg kita tagih itu uang kita sendiri. Tapi yg punya hutang malah lebih galak, ketimbang yg ngutangin. Hal seperti ini sudah lumrah terjadi di sekitar kita. Maka itu kenapa kita harus berpikir ulang jika mau memberi hutang pada orang lain


Bersambung.....


__ADS_2