Menjadi Yang Ketiga

Menjadi Yang Ketiga
Petuah


__ADS_3

Happy Reading😘😘


Jam menunjukan pukul 7 pagi, Umar dan Nisa baru bangun dari tidur nyenyak mereka. Pengantin baru itu terlalu kelelahan, setelah melakukan ritual panas mereka tadi malam.


'' Mas, duluan saja yg ke kamar mandi!'' ucap Nisa


Umar mengangguk lalu turun dari ranjang, dan memunguti pakaian nya yg berceceran di lantai.


Nisa memalingkan wajah nya, saat melihat melihat tubuh polos suami nya itu. Apalagi, saat singkong Umar menjuntai tanpa penutup.


Wajah Nisa seketika memerah malu, walaupun dia sudah merasakan kehebatan singkong jumbo mikik Umar. Tapi, Nisa masih malu saat menatap benda itu.


'' Kamu mau lagi, sayang?'' goda Umar


Nisa menggeleng cepat.


'' Nggak! Udah, sana Mas mandi...'' usir Nisa dengan wajah semerah tomat.


Umar tersenyum melihat wajah merona Nisa. Baginya itu sangat menggemaskan.


Cup


Umar mencium pipi Nisa, sebelum melangkah keluar kamar. Dia terkekeh kecil saat melihat raut wajah terkejut istrinya.


Setelah Nisa memastikan Umar keluar kamar, Nisa pun turun dari ranjang dengan meringis.


'' Aaawwhh, sssshhh.... Ternyata benar kata Hawa, sakit tapi nikmat!'' gumam Nisa


Dengan susah payah, dia memakai gamis nya dan jilbab nya kembali, lalu memunguti baju yg berantakan di lantai dan membawanya ke keranjang pakaian kotor.


Saat Nisa akan mengganti seprei, tiba tiba pintu kamar terbuka dan ternyata itu adalah Umar.


'' Sayang, kamu mandi saja ya! Tadi Ibu nyuruh kita buat sarapan.'' ucap Umar.


'' Iya Mas! Sebentar. Aku mau ganti seperei dulu.'' jawab Nisa


Umar menghentikan tangan Nisa.


'' Udah, biar seprei nya Mas aja yg ganti? Gak enak, sama Ibu dan Bapak!''


Nisa pun menurut dan berjalan dengan pelan menuju pintu kamar.


'' Sayang....'' panggil Umar, saat melihat Nisa berjalan dengan pelan dan meringis sakit.

__ADS_1


'' Iya Mas.''


Umar mendekat ke arah istrinya.


'' Apa Mas gendong saja? Sepertinya, anu kamu masih sakit?'' tawar Umar


Nisa menggeleng cepat. '' Nggak, Mas! Nisa bisa Kok?'' tolak Nisa, dia gak mungkin di gendong oleh suaminya ke kamar mandi. Bisa malu sama Bapak dan Ibunya nanti.


'' Tapi, Mas gak tega lihat kamu jalan nya begitu?'' cemas Umar.


'' Gak papa Mas! Lagian kan, ini biasa bagi yg baru pertama?'' jelas Nisa.


Akhirnya Umar membiarkan Nisa ke kamar mandi sendiri. Dia benar benar tak tega mekihat Istrinya berjalan seperti keong, karena walau gimanapun itu ulah Umar semalam.


🌹


🌹


🌹


Di rumah Hawa, saat ini sedang sibuk beberes bekas hajatan kemarin. Untung para tetangga di sana baik baik, dan mereka mau membantu keluarga Hawa tanpa di bayar.


Di kampung Hawa, memang masih kental soledaritas nya para tetangga, terhadap tetangga yg lain.


Karena mereka pikir, jika suatu saat mereka ada apa apa, maka tetangga lah yg akan lebih dulu membantu. Dan, mayoritas 80% banyak yg tak mampu.


Jika semua di bayar, maka mereka tak akan mampu. Jadi, semua membantu dengan ikhlas. Paling, hanya membawa makanan saja untuk di bawa pulang. Itu pun, hanya 1 besek.


'' Neg Hawa, sekarang hamil berapa bulan?'' tanya salah 1 ibu ibu.


''Alhamdulillah, sudah jalan 4 bulan Buk!'' jawab Hawa


'' Alhamdulillah.... Ibu cuma pesan, jangan sampai perut nya di usap oleh sembarang orang ya! Bahaya.'' pesan Bu Aldah


'' Looh, emang nya kenapa Buk?'' heran Hawa.


'' Takut nya, ada yg berniat jahat sama kamu! Dan banyak loh, kasus yg bumil kehilangan bayi nya di dalam kandungan! Tiba tiba, perut mereka kempes.'' timpak Buk Ningsih.


'' Astagfirrullah...... Apa ada buk, seperti itu?'' tanya Hawa seakan tak percaya.


'' Di dunia ini, tak ada yg tidak mungkin Nak? Kita hanya waspada saja! Pasal nya, kasus seperti itu banyak terjadi! Walaupun, jaman sudah berubah, dan sekarang sudah 2022. Tapi, tetap saja! Kita harus waspada dalam menjaga kandungan kita?


Tidak di pungkiri, walau jaman sudah maju tapi tetap saja, hal yg gaib masih ada! Orang orang musyrik, dan syirik itu masih banyak.'' jelas Mbah Sum, sesepuh di sana.

__ADS_1


Hawa mengangguk paham. Dia membenarkan apa yg di katakan Mbah Sum. Walau jaman sudah maju, tapi nyata nya masih banyak yg memakai ilmu hitam.


'' Iya Mbah! Hawa akan berusaha melindungi kandungan Hawa! Dan, Hawa gak akan biarin sembarang orang mengusap perut Hawa.'' ucap Hawa.


'' Satu lagi! Kamu harus memakai peniti yg di barengi dengan bawang putih! Ini bukan lah sebuah ke musyrikan! Tentu saja, jika kita tidak meyakini.


Hanya saja, untuk berjaga jaga dari hal yg buruk. Kamu jangan percaya, jika benda itu bisa melindungimu! Namun, memang banyak khasiat nya gunting dan bawang putih untuk ibu hamil! Salah satu nya, menjaga dari gangguan makhluk halus.


Sebab, wanita hamil itu baunya wangi! Dan makhluk halus, sangat suka dengan wanginya wanita hamil, bayi, darah haid atau melahirkan.'' jelas Mbah Sum


Hawa termenung sesaat, dia bimbang. Sebab ia takut musyrik pada Allah.


'' Kamu tahu, seperti hal nya kita sakit! Jangan kita mempercayai jika karena obat itu lah, sakit kita sembuh? Tapi, percayalah jika obat itu sebagai pelantara dari Allah, untuk kesembuhan sakit kita?


Sebab, hanya allah lah, yg maha kuasa dari segala yg ada di bumi dan di langit! Jika kita percaya, bahwa obat itu sudah meredakan sakit kita. Maka, kita termasuk musyrik! Sebab apa? Sebab, kita menyekutukan allah. Karena Kita percaya pada obat yg di buat oleh manusia. Tapi kita lupa! Jika yg memberi sakit dan sembuh itu, adalah Allah.


Begitu pun dengan peniti, gunting dan yg lain nya. Kita jangan percaya! Hanya untuk berjaga jaga. Sementara itu, hati kita niatkan untuk selalu berlindung pada Allah SWT....'' jelas Mbah Sum panjang lebar.


Semua yg ada di ruangan itu, diam tak menjawab. Mereka seakan tertampar oleh ucapan Mbah Sum.


Selama ini memang banyak manusia, yg meyakini sesuatu. Padahal sesuatu itu hanya ciptaan manusia. Dan mereka lupa, jika Allah lah yg memberi kesembuhan.


Seperti yg telah di jelaskan dalam surat An-Nisa ayat 48.


''Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik), dan Dia mengampuni apa (dosa) yang selain (syirik) itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Barangsiapa mempersekutukan Allah, maka sungguh, dia telah berbuat dosa yang besar.


'' Hawa akan pertimbangkan kembali, Mbah!'' jawab Hawa


🌹


🌹


Di tempat lain, Yusuf sedang marah. Dia baru saja mendapat laporan dari anak buah nya, yg berjaga di sekitar rumah Ikbal.


Jika Rumah itu kosong, seperti tak berpenghuni selama 3 hari ini.


'' Kemana kamu Hawa? Kenapa aku bisa kecolongan? Aaagghh....'' geram Yusuf sambik melempar gelas minuman yg ada di meja kerja nya.


'' Kemana mereka membawa Hawa?'' lirih Yusuf sambil berpikir.


Bersambung.......


Hahaha..... Kasian Yusuf, bingung ya kamu nyari Hawa kemana😂😂

__ADS_1


__ADS_2