Menjadi Yang Ketiga

Menjadi Yang Ketiga
Siapa Korban Itu


__ADS_3

Happy Reading😘😘


Budayakan Like sebelum baca ya dears😍 dan jangan lupa vote dan Mawar nya🌷🌷


Ikbal dan Abi di bantu Bik Surti sedang memasukan semua sembako kedalam mobil. Bahkan Hawa sedari subuh sudah tidak sabar untuk segera berangkat.


Semua sudah di masukan Full kedalam mobil kap yg sudah di sewa nya.


'' Bagaimana Mas? Apa sudah siap?' tanya Hawa


'' Sudah! Yuk kita berangkat sekarang. Takutnya nanti kesiangan.'' ujar Ikbal


Jam menunjukan pukul 7 pagi, dan Ikbal tahu jam jam segitu semua orang sudah beraktipitas untuk mencari nafkah.


Setelah berpamitan dengan Ummi dan Abi, mobil pun melaju meninggalkan rumah. Baru saja keluar dari Area perumahan Ikbal.


Hawa melihat ada seorang ibu ibu pemulung, sedang mengobrak ngabrik tempat sampah.


'' Mas, berhenti. Itu ada ibu ibu pemulung? Kita kasih dia ya!'' ujar Hawa lalu turun dari mobil, dan membuka pintu mobil belakan dan mengambil 1 kantong sembako.


'' Assalmu'alaikum buk.'' ucap hawa


'' Wa'alaikumussallam.''


'' Buk, ini saya ada sedikit rezeki untuk Ibu! Mungkin tidak banyak. Tapi semoga bermanfaat.'' ucap Hawa sambil menyerahkan kantong kresek itu


Ibu itu tampak terharu saat menerima sembako dari Hawa. Bahkan air mata nya sampei mentes.


'' Ya allah, terimakasih Neng. Kebetulan Ibu gak punya beras di rumah!'' ucap ibu itu sambil memeluk sembako yg Hawa kasih.


''Emang suami ibu kemana?'' tanya Hawa


'' Suami saya sudah tidak ada Neng, sudah 5 tahun! Dan saya harus mulung buat makan sehari hari.''


'' Anak ibu ada berapa?''


'' Anak saya ada 4 Neng.''


Hawa sangat prihatin dengan keadaan sang ibu, bekerja banting tulang demi menghidupi ke 4 anak nya. Sungguh wanita yg mulia. Dia menjadi Ibu sekaligus Ayah dan menjadi tulang punggung keluarga nya.


Hawa berjalan kembali ke mobil, dan mengambil 2 bungkus pelastik lagi.


''Ini Buk! Saya tambahkan buat anak anak ibu?'' ucap hawa sambil memberikan 2 kantong plastik besar


Ibu itu terlihat membulatkan kedua mata nya, dengan air mata yg mengalir deras. Dia bahkan sampai terisak.


'' Ya allah, ya Rabb. Terimakasih Neng! Terimakasih.... Ibu benar benar bersyukur, karena hari ini bisa masak nasi buat anak anak ibu? Terimakasih Neng. Semoga allah selalu melancarkan rezeki Neng, dan Suami.


Semoga Allah selalu melindungi kehamilan Neng, dan di berikan anak shaleh dan shaleha.'' ucap ibu itu sambil mencium tangan Hawa


Namun Hawa segera menarik tangan nya, bukan karena ia jijik. Tapi Hawa merasa tak pantas jika tangan nya di cium oleh orang yg lebih tua darinya.

__ADS_1


'' Buk, jangan begini? Saya ikhlas bantu ibu. Saya harap, sembako itu bermanfaat bagi ibu sekeluarga.'' ucap Hawa


'' Sangat berharga Neng. Ini sangat berharga?'' ucap Ibu itu


'' Kalau begitu, saya pamit dulu ya Buk! Assalamu'alaikum'' ucap hawa


'' Wa'alaikumusallam...''


Bruk


Pintu mobil tertutup setelah Hawa masuk.


'' Sayang, kenapa kasih 3?'' tanya Ikbal dengan heran.


'' Kasihan Mas! Dia punya 4 anak. Sedangkan suaminya sudah meninggal 5 tahun yg lalu? Aku kasihan pada nya Mas. Dia menjadi ibu dan juga Ayah! Dia bekerja demi anak anak nya? Mas tahu? Melihat ibu tadi, mengingatkan ku pada Ibu di kampung." jelas Hawa


Ikbal mengusap kepala Hawa. Bahagia nya dia memiliki istri yg memiliki hati mulia dan suci seperti kapas.


Mobil terus melaju membelah jalanan pagi. Setiap ada pemulung atau ojek online yg sedang mangkal pasti Hawa kasih.


Hawa terlihat sangat senang, saat melihat wajah bahagia para ojek tersebut.


Bahkan banyak pelajaran hidup yg Hawa dapat hari ini. Begitu banyak nya para ojol yg mengeluh soal ekonomi. Apalagi sekarang serba mahal, dan minyak juga lagi mahal sekali.


Seperti yg salah satu ojol bilang saat Hawa bertanya.


" Pendapatan tidak menentu Mbak! Kadang rame, kadang sepi. Terkadang kalau sepi saya gak dapet sama sekali? Kalau dapet paling besar 100 ribu. Kecil nya paling 10 ribu."


" Aku sedih Mas! Banyak yg lebih kekurang ternyata dari aku?" jawab Hawa


" Mulia nya para suami, dalam mencari nafkah."


" Pahala apa yg di dapat suami, saat mencari nafkah? Bukan kah itu termasuk jihad juga?" tanya Ikbal di jawab anggukan oleh Hawa.


" Memangnya jihad di jalan Allah itu hanya yang terbunuh (dalam perang) saja? Siapa yang bekerja untuk menghidupi orang tuanya, maka dia di jalan Allah, siapa yang berkerja menghidupi keluarganya maka dia di jalan Allah, tapi siapa yang bekerja untuk bermewah-mewahan (memperbanyak harta) maka dia di jalan thaghut.” (HR Thabrani)


Dalam Islam, mencari nafkah yang halal merupakan salah satu kewajiban setiap muslim, sebagaimana shalat 5 waktu, berpuasa dan berzakat.


“Mencari rezeki yang halal adalah wajib sesudah menunaikan yang fardhu (seperti shalat, puasa, dll).” (HR. Ath-Thabrani dan Al-Baihaqi)'' jelas Hawa


🌷


🌷


Hari sudah menjelang siang, dan semua sembako juga sudah seleaai di bagikan oleh Ikbal dan Hawa.


Saat ini mereka dalam arah jalan pulang, Ikbal khawatir sebab melihat wajah Hawa sedikit pucat.


'' Sayang, kita makan siang dulu yuk!'' ajak Ikbal


'' Iya, Mas. Tapi Mas, aku mau bakso.. Kayak nya enak deh, seger gitu siang siang makan bakso?''

__ADS_1


'' Yasudah, kita cari tukang bakso ya.''


Setelah 10 menit berjalan, akhirnya Ikbal melihat ada pedagang bakso. Akhirnya mobil pun berhenti.


'' Ayo Mas....'' ajak Hawa dengan tak sabar, sampai dia keluar duluan.


'' Bang, bakso nya 2 ya?'' ucap hawa pada pedagang bakso


'' Baik Mbak. Komplit gak?''


'' Komplit Pak.''


Setelah 10 menit, bakso pun sudah siap dengan aroma khas yg mengugah selera.


Tanpa menunggu lagi, Hawa segera menuangkan kecap, saus dan cuka pada bakso nya. Dan tentu nya tak lupa, sambal yg menambah cita rasa.


Euummm


Hawa sampai memejamkan mata nya, meresapi bakso yg melebur nikmat di lidah.


Saat mereka sedang makan, tiba tiba ad sekumpulan mahasiswa yg makan tak jauh dari meja Hawa.


" Hey, Lo tahu gak? Tadi pagi gw nemuin wanita hamil, keserempet di jalan. Katanya sih, dia mau kerumah temen nya! Tapi di tengah jalan malah kecelakaan?" Ucap wanita berhijab kuning


" Ya ampun, kasihan banget ya! Terus gimana keadaan nya?" Tanya wanita berambut sebahu


" Gak tahu? Langsung di bawa kerumah sakit! Tapi, kata nya dia kabur dari suami nya di Jerman."


" Kok Lo bisa tahu sih?" Heran wanita berjilbab merah.


" Iya, soalnya pagi tadi yg nolongin paman gw yg lagi narik angkot!"


" Lo tahu gak nama nya?"


" Gw gak tahu? Tapi di lihat dari KTP nya, dia seorang dokter!"


" What! Dokter? Serius?"


" Ya serius! Masa bercanda?"


Tiba tiba Hawa menghentikan makan nya, dia mendengarkan obrolan para mahasiswa itu. Entah kenapa hati nya berdebar, saat mendengar berita itu.


Ikbal menatap heran kearah istrinya.


" Sayang! Kamu kenapa?" Tanya ikbal


" Eh, eum. Gak papa Mas!" Jawab Hawa


Setelah bakso habis Hawa dan ikbal melanjutkan perjalanan nya untuk pulang ke rumah.


Selama dalam perjalanan Hawa banyak diam. Dia masih kepikiran soal pembicaraan para mahasiswa itu. Entah kenapa dia masih kepikiran soal korban kecelakaan itu.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2